
Kemudian setelah mengetahui keadaan tersebut, Begawan Sakti Ludoyo turun dari terbangnya menghampiri Pangeran Guna Wijaya.
Begawan Sakti Ludoyo saat ini telah mengetahui bahwa, Pangeran Guna Wijaya sudah kehilangan banyak Cakra atau tenaga dalamnya.
Jadi untuk melawan dirinya saat ini, Pangeran Guna Wijaya tak akan sanggup.
Saat kondisi kedua ksatria Sakti tersebut sedang berhadap hadapan, yaitu Pangeran guna wijaya beserta begawan Sakti Ludoyo, menimbulkan suasana yang sangat mencekam di medan perang tersebut.
Tapi saat itu kondisi Pangeran Guna Wijaya sedang tidak baik-baik saja.
Pangeran Guna Wijaya Kehilangan banyak Cakra sehingga nafasnya terengah engah.
Kesempatan tersebut sangat menguntungkan bagi Begawan Sakti Ludoyo.
"kasihan kau Guna Wijaya, Lihatlah dirimu saat ini sudah tidak berdaya sama sekali, maka dari itu Aku akan segera membantumu pergi ke neraka", kata Begawan Sakti Ludoyo yang akan segera menghabisi Pangeran Guna Wijaya.
"Hei kau Begawan Ludoyo, Tak akan kubiarkan kau menyentuh Pangeran Guna Wijaya, saat ini kami semua adalah lawanmu", ucap Adipati mukas berada.
Ternyata saat ini para anak buah atau pasukan Begawan Sakti Ludoyo, telah membelot membantu dan mendukung usaha Kubu Pangeran Guna Wijaya, yang akan menghancurkan ke Angkara murkaan, dengan satu kata yaitu harus menghabisi Begawan Sakti Ludoyo, sebagai otak kejahatan di tanah Jawa ini.
Para anak buah tersebut telah sadar akan keadaan yang sebenarnya, ternyata selama ini Begawan Sakti Ludoyo yang dianggap junjungannya, demi ambisinya dia tak segan-segan mengorbankan para anak buahnya sendiri.
Maka dari itu, mereka menganggap bahwa junjungannya yang seperti itu, tidak pantas di agungkan sama sekali.
"Oh Ternyata di sini ada berbau sebuah penghianatan, baiklah, tapi ingat, kalian semua bagiku hanyalah sekumpulan serangga yang dapat dengan mudah aku lenyapkan", ocehan Begawan Sakti Ludoyo yang tidak kecewa sama sekali, meskipun dia telah dikhianati oleh para pasukannya sendiri.
Kemudian para Ksatria segera melindungi Pangeran Guna Wijaya.
Mereka semua membentuk formasi sebuah benteng perlindungan untuk sang pangeran tersebut.
Kemudian Pangeran Guntur Wijaya, dan kedua Senopati bala warman beserta bala Marwan, mereka bertiga dengan sangat cepat tiba-tiba menyerang Begawan itu.
Pangeran Guntur Wijaya dengan kesaktiannya yaitu ajian Guntur Saketi.
Sedangkan kedua Senopati itu, bala warman dan bala Marwan, dengan kesaktian pamungkasnya yaitu ajian birawa sakti.
Serangan dari kombinasi kedua ajian tersebut, ajian Guntur Saketi dan ajian Birawa Sakti, membuat Begawan Ludoyo sedikit kewalahan.
__ADS_1
Sebab pemilik ajian tersebut yang menyerang Begawan Ludoyo, mendapatkan bantuan dari Adipati Mahesa Sangkala, yang telah menggunakan ajian pamungkasnya juga, Iya itu ajian sanca Rudra.
Ajian sanca Rudra milik Adipati Mahesa Sangkala, bisa menciptakan ular angin yang sangat mematikan.
Jika lawannya terkena ajian sanca Rudra, maka lawannya itu akan meledak dan hancur seperti sebuah bom berdaya ledakan tinggi.
Maka dari itu Begawan Ludoyo saat ini sangat kerepotan melawan keempat ksatria tersebut sekaligus.
Di sisi lain Begawan Ludoyo harus bisa menghindari ular-ular angin tersebut, yang dikendalikan oleh ajian sanca Rudra.
Dan disisi lain Begawan Ludoyo juga harus menepis setiap serangan dari Pangeran Guntur Wijaya yang menggunakan ajian Guntur Saketi, dan juga harus bisa menepis serangan dari kedua Senopati tersebut yang menggunakan ajian Birawa Sakti.
Saat ini Pangeran Guntur Wijaya menggunakan ajian Guntur Saketi level tinggi, yang biasanya ajian Guntur Saketi lebih kekuatan 10 kali lipat dari jurus pukulan halilintar tingkat 8, kini meningkat Menjadi 30 kali lipat lebih kuat dari jurus pukulan halilintar tersebut.
Tapi di dalam kekuatan yang sangat besar itu, ajian Guntur Saketi tingkat tinggi, penggunaannya memerlukan Cakra yang sangat kuat, dan Pangeran Guntur Wijaya memilikinya.
"aku harus sesegera mungkin menumbangkan Begawan itu, karena ajian Guntur Saketi level tinggi benar-benar memakan banyak cakraku", kata Pangeran Guntur Wijaya.
Kemudian Adipati mukas barada dari kejauhan mencoba memindahkan pikirannya kepikiran Begawan Ludoyo.
Singkat cerita saat Begawan Ludoyo akan menyerang para Ksatria itu menggunakan jurus kala murka, tiba-tiba tanpa dia sadari dirinya seperti Kehilangan keseimbangan akan tubuhnya.
Dan saat itu Pangeran Guntur Wijaya berhasil memukul atau menyerangnya dengan telak.
Sehingga begawan Ludoyo yang memiliki kekebalan luar biasa atas jurus kala murka, kini dengan serangan tersebut, dirinya sampai muntah darah segar.
"sial Kenapa dengan diriku ini, Kenapa aku tidak bisa mengendalikan tubuhku semaksimal mungkin, Ada apa ini sebenarnya", Begawan Ludoyo berkata dalam hatinya.
Lalu dengan kesaktiannya, Begawan Ludoyo mencari tahu tentang apa yang telah menyebabkan dirinya, tidak bisa menguasai tubuhnya dengan semaksimal mungkin.
Akhirnya dengan cepat Begawan Ludoyo mengetahuinya, penyebab dirinya seperti itu.
Ternyata dia terkena jurus pemindah pikiran dari Adipati mukas barada.
Tapi berhubung di dalam tubuh Begawan Ludoyo ada jurus kala murka, jadi Adipati mukas Barada tidak bisa menguasai pikiran Begawan tersebut dengan sepenuhnya.
Jadinya ajian pemindah pikiran Adipati mukas barada, tidak bisa menguasai pikiran Begawan tersebut secara penuh, hanya bisa membuat dirinya tidak stabil dalam mengendalikan tubuhnya saja.
__ADS_1
Dengan kesaktiannya Begawan Ludoyo menginjak tanah dengan kaki kirinya.
Injakan tersebut membuat getar seluruh medan perang.
"muncullah pasukanku, Dan Hancurkan mereka semua", Begawan Sakti Ludoyo memanggil pasukan manusia tanah, dengan menggunakan jurus kala murkanya.
Lalu muncullah manusia tanah yang begitu banyak keluar dari dalam tanah.
Manusia-manusia tanah tersebut sangat kuat dan tak mudah dihancurkan.
Waktu itu saat Adipati mukas barada sedang berkonsentrasi dengan ajian pemindah pikirannya, yang ditujukan kepada Begawan tersebut, tiba-tiba di bawahnya ada kedua tangan yang menarik kedua kakinya.
Sehingga setengah dari tubuh Adipati mukas barada, terperosok dan masuk ke dalam tanah.
Ternyata itu semua ulah manusia tanah yang diciptakan oleh Begawan Ludoyo.
Dengan tindakannya tersebut, manusia tanah itu sengaja merusak konsentrasi Adipati mukas barada.
Akhirnya dengan kejadian itu, ajian pemindah pikiran Adipati mukas berada ambyar dan gagal.
Kini Begawan Sakti Ludoyo sudah bebas dari pengaruh ajian tersebut.
Dengan kembalinya kesadaran atau pikiran Begawan Ludoyo secara utuh, kini dirinya sangat mudah untuk melawan para Ksatria tersebut.
Serangan dari pangeran Guntur Wijaya, dan dari kedua Senopati bala warman dan bala Marwan, dapat dengan mudah dihindarinya.
Tapi bukan hanya itu saja, Begawan Ludoyo juga dapat dengan mudah menghindari setiap serangan dari Aji sanca Rudra, milik Adipati Mahesa Sangkala.
Kemudian para Manusia tanah itu menghampiri dan akan menyerang Adipati Mahesa Sangkala.
Manusia tanah itu diperintahkan oleh Begawan Ludoyo, untuk mematahkan ajian sanca Rudra milik Adipati Mahesa Sangkala, yang saat itu digunakan untuk menyerang Begawan Ludoyo secara bertubi-tubi.
Kini dengan kemunculan para manusia-manusia tanah tersebut, Nasib para pasukan dan para punggawa maupun para ksatria, sedang dipertaruhkan.
Akankah mereka semua bisa melewati dan menghadapi situasi yang seperti itu.
Hanya semangat juang lah Yang dapat menentukannya.
__ADS_1