PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
79. Malangnya Sundari


__ADS_3

Kemudian Pangeran Jatiwijaya beserta rombongannya bersembunyi didalam hutan paralayang, mereka menunggu kedatangan bala bantuan dari himalaya.


Sedangkan adipati Ganjarsuroto marah besar pada putranya yaitu raden Bambangsuroto, sebab hanya untuk menghabisi kesepuluh kesatria tersebut saja tidak becus, padahal prajurit di istana kadipaten paralayang sangat banyak dan dimana mana, tapi kenapa mereka bersepuluh bisa lolos dari istana ini begitu saja.


Ternyata sebagian dari para prajurit paralayang mendukung aksi Pangeran Jatiwijaya, sebab apa yang akan dilakukan oleh Pangeran Jatiwijaya adalah suatu kebaikan untuk kedamaian warga paralayang.


Maka dari itu malah sebagian prajurit tersebut membiarkan Pangeran Jatiwijaya beserta rombongannya pergi melarikan diri dari istana paralayang, malah mereka para prajurit tersebut juga menyiapkan kuda untuk para kesatria kesatria itu.


"Sekarang juga cari sampai ketemu Pangeran Jatiwijaya beserta komplotannya, dan habisi segera mereka semua", adipati Ganjarsuroto memerintahkan putranya raden Bambangsuroto.


Bergegaslah raden Bambangsuroto mencari Pangeran Jatiwijaya beserta para rombongannya.


Lalu Pangeran Jatiwijaya memutuskan untuk beristirahat didalam hutan paralayang, sembari menunggu bantuan dari himalaya tiba.


"Sepertinya tempat ini aman Pangeran, dan juga ini adalah jalur utama untuk memasuki kawasan paralayang, jadi kita bisa mengetahui kedatangan para bantuan dari himalaya", kata Jatmiko kepada Pangeran Jatiwijaya.


Beberapa saat kemudian hari sudah mulai gelap, raden Bambangsuroto beserta para prajuritnya menyisir hutan paralayang untuk mencari kesepuluh kesatria tersebut.


Tapi dalam situasi malam seperti itu, membuat susah bagi raden Bambangsuroto beserta para prajuritnya untuk mencari keberadaan Pangeran Jatiwijaya didalam hutan tersebut.


Kemudian raden Bambangsuroto memutuskan untuk kembali ke kadipaten paralayang, tapi tanpa sengaja salah satu prajuritnya melihat ada sekelebat seseorang yang tidak jauh dari posisi mereka berada.


Ternyata setelah dipastikan, sekelebat itu adalah Harun yang sedang mengintai mereka semua yaitu raden Bambangsuroto dan para prajuritnya.


Kemudian Harun pun tertangkap oleh para prajurit raden Bambangsuroto, dan dia dipaksa untuk menunjukkan keberadaan rekan-rekannya tersebut.


Akhirnya Harun menunjukkan dimana posisi rekan-rekannya itu berada.


Kemudian Pangeran Jatiwijaya yang keberadaannya sudah diketahui oleh raden Bambangsuroto lewat informasi dari Harun, ia tak panik sama sekali mengetahui bahwa dirinya sudah terkepung oleh raden Bambangsuroto beserta para prajuritnya.


"Prajurit seorang mereka", perintah raden Bambangsuroto.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya raden Bambangsuroto, sebab para prajuritnya tidak mematuhi perintahnya itu.


"Ampun raden, hamba tidak bisa menyerang Pangeran Jatiwijaya dan juga para rekannya, sebab Pangeran Jatiwijaya lah yang akan menegakkan keadilan dan kedamaian di kadipaten paralayang", jawab Marsudi ketua dari para prajurit prajurit tersebut.


Ternyata ini semua adalah sebuah rencana dari Pangeran Jatiwijaya, waktu masih di istana paralayang, ia sudah berunding dengan Marsudi ketua para prajurit.


Jika suatu saat raden Bambangsuroto mengejar Pangeran Jatiwijaya dan rekannya saat ia kabur, diharap Marsudi dengan para anak buahnya yaitu para prajurit tersebut, menyiapkan diri dalam misi pengejaran itu.


Dan disaat raden Bambangsuroto dan para prajuritnya sudah sampai di hutan paralayang, Harun akan muncul dan memberi tanda akan keberadaan mereka semua yang sedang diburu dihutan tersebut.


Ternyata rencana Pangeran Jatiwijaya tersebut sukses besar, justru raden Bambangsuroto lah yang jadi tahanan mereka sekarang, karena dia sudah terjebak dalam rencana itu.


Dan akhirnya para prajurit tersebut bergabung dengan Pangeran Jatiwijaya.


Sedangkan raden Bambangsuroto menjadi tahanan, sebab dalam aksi Pangeran Jatiwijaya tersebut, raden Bambangsuroto akan dijadikan umpan agar adipati Ganjarsuroto mau menyerah dan mengakui kejahatannya.


"Lepaskan aku, aku tak menyangka kalian semua para prajurit penghianat, ingat saja jika aku bebas nanti, kalian semua para prajurit penghianat akan kuberi hukuman mati", ocehan raden Bambangsuroto yang sedang terikat tangan dan kakinya.


Kemudian pagipun tiba, rombongan pasukan himalaya yang dipimpin oleh Patih Linduaji sudah tiba dikawasan hutan paralayang.


Mereka semua akhirnya bersatu dengan para pasukan Pangeran Jatiwijaya.


Lalu Pangeran Jatiwijaya memberi hormat pada Patih Linduaji dan menceritakan semua hal tentang kejadian di kadipaten paralayang.


Pagi itu Patih Linduaji dan juga Pangeran Jatiwijaya sedang menyusun strategi untuk bisa menangkap adipati Ganjarsuroto.


Tapi raden Bambangsuroto berkata bahwa tidak segampang itu untuk bisa menagkap ayahnya tersebut yaitu adipati Ganjarsuroto, meski dengan dirinya yang akan dijadikan umpan.


Mendengar perkataan dari raden Bambangsuroto, tak membuat para kesatria kesatria itu ragu akan misinya tersebut.


Kemudian di istana kadipaten paralayang, adipati Ganjarsuroto sangat gelisah sekali karena putranya tersebut belum juga datang dari semalam saat memburu Pangeran Jatiwijaya dan juga rekannya.

__ADS_1


Kemudian adipati Ganjarsuroto memerintahkan salah satu senopati terbaiknya dan juga para prajurit untuk segera mencari dan membantu putranya tersebut yaitu raden Bambangsuroto.


"Ampun gusti adipati, menurut perasaan hamba, sepertinya telah terjadi sesuatu yang buruk pada raden Bambangsuroto", kata senopati itu pada adipati Ganjarsuroto.


"Sayapun juga merasakan hal yang sama sepertimu senopati, maka dari itu segera berangkatlah dan temukan putraku itu secepatnya", perintah adipati Ganjarsuroto pada senopatinya tersebut.


Lalu berangkatlah senopati itu beserta para prajuritnya menuju kehutan paralayang.


Kemudian adipati Ganjarsuroto, memerintahkan prajuritnya untuk membawakan Sundari atau mantunya itu kehadapannya sekarang juga.


Beberapa saat kemudian datanglah Sundari menghadap adipati Ganjarsuroto, seperti biasanya, Sundari diperintahkan untuk memuaskan hasrat adipati Ganjarsuroto tiap hari.


Sundari tak bisa melawan, dia hanya bisa pasrah menuruti nafsu bejatnya adipati Ganjarsuroto.


Kemudian didalam hutan paralayang, Patih Linduaji dan Pangeran Jatiwijaya sudah siap untuk menggempur habis habisan adipati Ganjarsuroto di istana paralayang.


Dan sesampainya ditengah perjalanan, mereka dihadang oleh senopati suruhan adipati Ganjarsuroto yang membawa banyak sekali prajurit.


"Lepaskan raden Bambangsuroto, dan kemudian segera pergilah kalian semua dari kadipaten ini, kalau tidak, terpaksa aku akan menghancurkan kalian semua", kata senopati itu dengan sombongnya.


Kemudian terjadilah pertempuran antar kedua kubu tersebut.


Senopati suruhan tersebut melawan jatmiko saja sudah keteteran, sedangkan para prajuritnya sudah dipukul mundur oleh pasukan Patih Linduaji.


Dan dalam pertempuran itu Patih Linduaji dan juga Pangeran Jatiwijaya hanya diam dan menonton berjalannya pertempuran tersebut.


Kemudian di istana paralayang, Sundari sangat sedih sekali akan nasibnya itu, dia sangat tidak tahan merasakan penderitaannya tersebut.


Sundari meminta pada adipati Ganjarsuroto agar menghabisi saja nyawanya, tapi adipati Ganjarsuroto malah tertawa terbahak-bahak dan lalu berkata bahwa Sundari itu adalah boneka kesayangannya, jadi tidak mungkin kalau dia harus dihabisi.


Lalu disitu Sundari bersumpah, jika ada seseorang yang sanggup menyelamatkan dirinya, dia berjanji akan mengabdi seumur hidupnya pada seseorang tersebut yang bisa menyelamatkannya.

__ADS_1


Kemudian tanpa banyak basa basi para prajurit membawa Sundari lagi untuk dimasukan kedalam tahanan sesudah melayani nafsu bejat adipati Ganjarsuroto.


__ADS_2