
Kemudian para senopati segera bergerak memancing para punggawa Raja iblis Kalazar, tapi para punggawa itu menyadari bahwa dirinya sedang dipancing agar mereka meninggalkan Kalazar sendirian.
Para punggawa tersebut berusaha tenang, agar dirinya tidak terpancing oleh para senopati tersebut.
Akhirnya para senopati itu, harus terpaksa menyerang para punggawa Kalazar terlebih dulu.
Sebab jika hanya dipancing pancing saja, para punggawa tersebut tak akan bergeming sama sekali dari tempatnya.
Salah satu senopati itu melesatkan panah kearah punggawa Kalazar, dan panah itu melesat kencang bak kilat.
Lalu seketika itu panah yang melesat kencang, tiba tiba berbalik arah malah mengarah kepada senopati yang memanah tersebut.
Tapi meski panah itu berbalik arah pada yang memanah, tapi senopati yang memanah itu dapat dengan mudah mematahkan panah yang berbalik arah itu.
Ternyata senopati yang memanah itu ialah senopati Kuncoro, punggawa terbaik kerajaan suryaloka.
Sedangkan yang membalikkan lesatan anak panah itu, ialah Saka sipendekar mata dewa.
"Cepat, habisi para cecunguk cecunguk itu", perintah Raja iblis Kalazar pada para punggawanya, untuk segera menghabisi para senopati senopati tersebut.
"Tapi tuanku, bagaimana dengan diri tuanku, jika kami tinggal untuk melawan para senopati itu", Kata Saka kepada Kalazar.
"Apa kalian lupa, aku ini siapa, aku adalah Raja iblis Kalazar yang tak terkalahkan, seorang Pangeran Gunawijaya saja tak sanggup mengalahkanku, apa lagi hanya meraka", kesombongan Raja iblis Kalazar.
Kemudian setelah mendengar Kalazar berkata seperti, para punggawanya tersebut segera turun tangan untuk menghadapi para senopati aliansi kerajaan.
Sekarang hanya tinggal Bodas yang berada didekat Kalazar, karena Kalazar melarang Bodas agar tidak ikut turun tangan untuk melawan para senopati itu.
Bodas pun patuh pada perintah tuannya yaitu Raja iblis Kalazar.
Kemudian Saka segera mendekati senopati Kuncoro, akhirnya pertarungan antar kedua punggawa itu tak terelakkan lagi.
Duel beladiri antar kedua punggawa tersebut, yaitu Saka melawan senopati Kuncoro sangatlah luar biasa sekali.
Ternyata senopati Kuncoro dapat menandingi kemampuan beladiri Saka, seorang pendekar sakti yang mempunyai kesaktian jurus mata dewa.
Beberapa lama kemudian duel mereka berdua berakhir dengan kalahnya Saka, ternyata beladiri Saka bukan tandingan bagi senopati Kuncoro, yang notabene nya adalah senopati terbaik kerajaan suryaloka.
Saka sangat murka dengan apa yang dia dapatkan, yaitu kekalahan duel beladiri melawan senopati Kuncoro.
__ADS_1
Akhirnya Saka menggunakan jurus mata dewa untuk menyerang senopati Kuncoro.
Seketika itu senopati Kuncoro terpental jauh, akibat terkena jurus tersebut.
"Hebat sekali jurus itu, hingga membuatku terpental dan sampai terluka seperti ini", senopati Kuncoro berkata dalam hatinya, dia luka dalam hingga muntah darah.
Lalu senopati Kumara, punggawa dari kerajaan giritunggal, dia segera membantu senopati Kuncoro yang sedang kesulitan melawan Saka.
"Apa kau baik-baik saja senopati Kuncoro", senopati Kumara yang membantu senopati Kuncoro berdiri, yang saat itu terpental akibat terkena serangan jurus mata dewa Saka.
Kemudian senopati Kumara memberikan tiga butir obat luka dalam, kebetulan senopati Kumara adalah seorang ahli pengobatan, jadi setiap dia mendapatkan tugas berperang, dia tak kan lupa selalu membawa obat luka dalam, untuk berjaga-jaga dari situasi yang tidak terduga seperti ini.
Lalu senopati Kuncoro segera memakan ketiga butir obat tersebut, pemberian dari senopati Kumara.
Setelah dia memakan obat itu, rasa sakit yang ada pada dadanya, sekarang agak mendingan, dan senopati Kuncoro kini bisa bertarung kembali melawan Saka sipendekar mata dewa.
Namun kali ini, senopati Kuncoro dibantu oleh senopati Kumara untuk melawan Saka.
Akhirnya untuk bisa mengatasi jurus mata dewa milik Saka, kedua senopati tersebut mengeluarkan kesaktian masing-masing.
Senopati Kuncoro mengeluarkan aji prajawesi, ajian tersebut bisa membuat sang pemiliknya memiliki badan besi yang sangat kuat.
Lalu bertarunglah kedua senopati tersebut melawan Saka.
Kemudian untuk menghadapi kedua senopati itu, Saka menggunakan jurus mata dewanya kembali.
Tapi apa daya, jurus mata dewa Saka sekarang tak lagi terlalu membahayakan bagi mereka berdua, yaitu senopati Kuncoro dan juga senopati Kumara.
Aji prajawesi milik senopati Kuncoro, bisa menahan jurus mata dewa Saka, begitu juga dengan aji wisanggeni milik senopati Kumara, bisa menahan setiap serangan jurus mata dewa tersebut.
Saka di buat heran, kenapa jurus mata dewanya tidak bisa membuat kedua senopati tersebut terpental.
Dengan situasi yang sedemikian, senopati Kuncoro segera menyerang Saka.
Saka nampak kewalahan menghadapi senopati Kuncoro yang menggunakan ajian prajawesi.
Disamping itu, senopati Kumara juga ikut menyerang Saka, dengan menembakkan bola bola api dari tangannya.
Ajian wisanggeni milik senopati Kumara, sangat membuat Saka terdesak dalam situasi tersebut.
__ADS_1
Tapi Saka tak tinggal diam begitu saja, untuk menghadapi kedua senopati tersebut yang telah menggunakan kesaktiannya itu, akhirnya Saka langsung menggunakan jurus mata dewa tingkat ke ketiga.
Apapun yang Saka lihat didepannya, akan terpental, sebab jurus mata dewa Saka yang tingkat ke tiga, dimensi pandangan dan jangkauannya tambah lebar dan kuat.
Jadi apapun yang terkena penglihatan Saka, akan terpental dan terhempas.
Para prajurit aliansi kerajaan dan pasukan aliran hitam yang sedang bertempur, terkena imbas juga dari kekuatan jurus mata dewa Saka tingkat tiga.
Para prajurit dan pasukan tersebut yang saling bertempur, kocar-kacir di buatnya.
Sekarang ini jurus mata dewa Saka, sangatlah mengerikan.
Senopati Kuncoro dan senopati Kumara hampir tak bisa untuk menyerang Saka.
Setiap kedua senopati tersebut akan menyerang Saka, mereka berdua selalu terpental dan terhempas oleh jurus mata dewa tingkat tiga milik Saka.
"Bagaimana ini senopati Kuncoro, kita benar-benar di buat tak berkutik oleh Saka", kata senopati Kumara yang merasa sudah kewalahan melawan Saka.
"Tenang dulu senopati Kumara, kita harus mencari cara agar bisa mematahkan jurus mata dewa itu", senopati Kuncoro menjawabnya.
Kemudian dari kejauhan Pangeran Gunturwijaya yang melihat pertarungan kedua senopati tersebut melawan Saka, ingin rasanya dia untuk bisa membantu kedua senopati itu, yang sedang kesulitan melawan Saka.
"Tetaplah fokus pada misi kita Pangeran Gunturwijaya, biarkanlah kedua senopati itu, sebab mereka berdua bukanlah seorang senopati biasa, aku yakin, mereka berdua pasti bisa mengalahkan pendekar mata dewa, Saka", Mahapatih Damarwijaya berkata pada keponakannya tersebut.
Lalu dalam pertarungan kedua senopati tersebut melawan Saka, senopati Kuncoro menyuruh senopati Kumara untuk membuat bola api raksasa dengan ajian wisanggeni nya.
Tapi waktu itu, senopati Kumara sempat menolaknya, karena dengan begitu akan menguras banyak cakra atau energinya.
Kemudian kata senopati Kuncoro, hanya dengan cari itu, mereka berdua bisa menyerang Saka sipendekar mata dewa.
Akhirnya senopati Kumara melakukannya, dia memusatkan sebagian besar cakranya untuk membuat bola api raksasa dengan menggunakan aji wisanggeni nya.
Senopati Kumara segera mengangkat kedua tangannya keatas, untuk menciptakan bola api raksasa diatas ketinggian sekitar dua ratus meter dari permukaan tanah.
Lalu Saka yang menyadari hal itu, dia segera menyerang senopati Kumara menggunakan jurus mata dewa tingkat tiganya.
Tapi senopati Kuncoro melindungi senopati Kumara dari serangan tersebut.
Tubuh besi senopati Kuncoro, masih sanggup menahan serangan dari jurus mata dewa Saka.
__ADS_1
Entah rencana apa yang sedang dilakukan oleh senopati Kuncoro, sampai dia berjuang sangat keras untuk bisa mengalahkan Saka secepatnya.