PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
69. Jurus rahasia Pangeran Jatiwijaya


__ADS_3

Kini Ruslan telah di bantu oleh pak Ujang, kekuatan mereka lebih unggul dari Pangeran Jatiwijaya.


Dengan adanya keris pusaka naga sasra, kini pak Ujang diatas angin.


Lalu Pangeran Jatiwijaya beserta senopati Balawarman hanya bisa bertahan untuk sementara waktu, sembari menunggu kedatangan pasukan bantuan.


Pak Ujang sangat kesetanan saat bertempur, dia banyak menghabisi pasukan Pangeran Jatiwijaya menggunakan keris naga sasra nya.


Lalu Pangeran Jatiwijaya yang menyaksikannya, ia tak tinggal diam, ia beserta senopati Balawarman mencoba menghentikan pak Ujang yang sedang membabat pasukannya.


Tapi pak Ujang masih sangat kuat bagi mereka berdua, karena pak Ujang mempunyai keris naga sasra.


Akhirnya dengan situasi yang seperti itu, senopati Balamarwan juga membantu Pangeran Jatiwijaya yang sedang terdesak oleh pak Ujang.


Dengan begitu senopati Balawarman punya kesempatan untuk bisa mengeluarkan kesaktiannya yaitu ajian amuktiraksa untuk menghancurkan pak ujang, karena Pangeran Jatiwijaya beserta senopati Balamarwan sedang menahannya dengan terus bertarung melawan pak Ujang yang dibantu oleh Ruslan.


Beberapa saat kemudian datanglah angin kencang dan mendung hitam yang menyelimuti wilayah sekitar, gemuruh petir pun sudah mulai terdengar dan suasana pun sudah mulai mencekam.


Tiba-tiba pak Ujang dan Ruslan mendadak menghentikan serangannya, mereka berdua heran melihat suasana yang tiba-tiba menjadi mencekam.


Dan tak disangkan Ruslan pun mengetahui bahwa suasana seperti itu karena ulah senopati Balawarman yang akan mengeluarkan ajian nya tersebut.


Tak banyak berfikir panjang, Ruslan segera menghampiri senopati Balawarman yang sedang berkonsentrasi mengeluarkan ajian amuktiraksa, tapi Pangeran Jatiwijaya berusaha menahannya agar Ruslan tidak bisa menggagalkan senopati Balawarman yang akan mengeluarkan ajian nya tersebut.


Bertarunglah Ruslan melawan Pangeran Jatiwijaya.


Pangeran Jatiwijaya yang mendominasi pertarungan tersebut sangat mudah mendesak Ruslan.


Akhirnya Ruslan pun terpancing untuk segera menggunakan jurus pamungkasnya yaitu jurus pukulan naga api. Jurus yang sama persis seperti milik adiknya yaitu Marlan, tapi jurus pukulan naga api milik Ruslan sudah sempurna ketimbang jurus pukulan naga api milik Marlan.


"Akhirnya kau mengeluarkan jurus itu juga", Pangeran Jatiwijaya yang berkata dalam hatinya.

__ADS_1


Sekarang ini tidak mudah untuk menyerang Pangeran Jatiwijaya menggunakan jurus itu lagi yaitu jurus pukulan naga api, karena Pangeran Jatiwijaya pernah menghadapinya sewaktu melawan Marlan, maka dari itu ia sudah punya cara untuk bisa mengatasi jurus tersebut.


Saat Ruslan bersiap akan keluarkan jurus tersebut, Pangeran Jatiwijaya mengubah cumetinya kembali menjadi ular merah besar.


Dan tiba-tiba ular merah itu merasuk kedalam tubuh Pangeran Jatiwijaya, sehingga merubah dirinya menjadi manusia ular merah.


Itukah jurus rahasia Pangeran Jatiwijaya yang jarang sekali ia gunakan.


Sekujur tubuh Pangeran Jatiwijaya bersisik merah, matanya seperti mata ular, bertaring dan sesekali lidahnya menjulur julur bagai ular tersebut, dan badannya bertambah tinggi besar.


Ruslan yang melihatnya sangat terkejut dan agak ketakutan dan was was. Lalu dia segera memukulkan jurus pukulan naga api nya itu kepada Pangeran Jatiwijaya yang telah berubah wujud menjadi manusia ular merah.


Seketika itu pukulan naga api Ruslan menyambar dan tepat mengenai Pangeran Jatiwijaya.


Terbakarlah Pangeran Jatiwijaya yang terkena jurus tersebut.


Senopati Balawarman meski dia melihat kejadian tersebut, tapi dia tetap fokus pada ajian amuktiraksa nya yang sebentar lagi akan siap dihempaskan pada pak Ujang yang kini masih bertarung dengan senopati Balamarwan dan senopati Sumitro.


Kemampuan istimewa dalam perubahan wujud Pangeran Jatiwijaya kini telah diperlihatkan pada Ruslan. Selain meningkatkan seluruh kekuatan dan kesaktian, kemampuan istimewa Pangeran Jatiwijaya tersebut bisa bangkit dari maut sebanyak tiga belas kali dan juga memiliki kekebalan hebat, itu semua karena Pangeran Jatiwijaya kini sudah menjadi manusia setengah siluman.


Dan dari perubahan wujud tersebut, kini Pangeran Jatiwijaya mempunyai kekuatan yang berlipat ganda.


Dengan cepat tiba-tiba Pangeran Jatiwijaya bisa berada tepat didepan mata Ruslan tanpa dia sadari, padahal sebelumnya jarak mereka berdua lumayan berjauhan.


Ruslan yang sempat kaget tiba-tiba terpental jauh karena terkena pukulan hebat dari Pangeran Jatiwijaya.


Pak Ujang yang melihatnya segera membantunya, tapi dia di halangi oleh kedua senopati yaitu senopati Balamarwan dan juga senopati Sumitro.


Dengan perubahan wujud tersebut, Pangeran Jatiwijaya berhasil membuat Ruslan babak belur tak berdaya. Para anak buahnya yang membantunya juga dibabat habis oleh Pangeran Jatiwijaya.


Kemudian senopati Balawarman yang sudah siap dengan ajian amuktiraksa, dia segera menghempaskan ajian tersebut kepada pak Ujang.

__ADS_1


Pak Ujang yang menyadari akan hal itu, dia menepis semua sambaran petir dari ajian amuktiraksa menggunakan keris naga sasra.


Sambaran petir tersebut semakin hebat mengarah pada pak Ujang, tapi itu semua sia sia karena pak Ujang memiliki pusaka sakti yaitu keris naga sasra.


Lalu senopati Balawarman menghentikan serangan ajian amuktiraksa, karena pentalan petir dari ajian tersebut yang ditepis oleh pak Ujang menggunakan keris naga sasra, mengarah tak beraturan sehingga banyak pasukan dari kubunya maupun kubu lawan yang terkena dampak dari pentalan petir tersebut.


Dengan begitu kini jalan satu-satunya harus bisa mengambil keris naga sasra dari tangan pak Ujang, agar dia bisa segera dilumpuhkan.


Lalu senopati Balawarman segera bergabung dengan kedua senopati tersebut untuk melawan pak Ujang.


Pak Ujang masih tak terkalahkan meski harus menghadapi tiga senopati hebat sekaligus yaitu senopati Balawarman, senopati Balamarwan dan juga senopati Sumitro.


Kehebatan pak Ujang karena dia menggunakan keris naga sasra, sebab keris itu bisa memberi kekuatan tambahan dan juga perlindungan hebat dari setiap serangan jurus maupun kesaktian apapun.


"Kanda Balawarman kalau seperti ini terus bisa bisa kita yang kalah", kata senopati Balamarwan adik atau saudara kembar dari senopati Balawarman.


"Jalan satu satu nya kita harus bisa mengambil keris naga sasra dari tangannya", jawab senopati Balawarman.


Lalu tak disangka pasukan cadangan telah tiba, dan kini kekuatan kubu Pangeran Jatiwijaya bertambah dengan datangnya pasukan cadangan tersebut.


"Siapakah sosok manusia siluman itu", Sanjaya yang telah tiba bersama pasukan cadangan bertanya.


Kemudian senopati Sumitro menjawab bahwa manusia siluman itu adalah Pangeran Jatiwijaya yang telah berubah wujud.


Lalu senopati Balawarman berkata pada Sanjaya dan juga Mandala untuk membantu mengambil keris naga sasra yang dipegang oleh pak Ujang, sebab selama keris tersebut masih dipegang pak Ujang, mustahil para kesatria tersebut bisa mengalahkan pak Ujang.


Kemudian para kesatria tersebut merencanakan strategi untuk bisa mengambil keris naga sasra dengan cepat.


Pak Ujang yang memperhatikan mereka yaitu para kesatria tersebut, dia merasa bahwa ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh para kesatria itu.


Maka dari itu dengan kekuatan yang pak Ujang miliki saat ini, dia akan segera menghabisi para kesatria tersebut menggunakan keris pusaka naga sasra.

__ADS_1


__ADS_2