PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
58. Strategi tiga kesatria hebat


__ADS_3

Kemudian cambuk halilintar atau pentir yang dipersiapkan oleh Pangeran Gunawijaya untuk menghabisi Kalazar sudah siap, Pangeran Gunawijaya tanpa ragu ia akan menghempaskan cambuk tersebut kepada Kalazar yang sedang terjebak dalam lumpur hisap yang telah dibuat oleh Pangeran Gunawijaya. Kalazar merasa ketakutan melihat petir yang begitu hebat diatas langit yang dipersiapkan oleh Pangeran Gunawijaya untuk membunuhnya, sekuat tenaga Kalazar berusaha mengeluarkan dirinya dari lumpur hisap tersebut, tapi apa daya, Kalazar dengan tubuh raksasanya tak sanggup keluar dari lumpur tersebut.


Lalu di hempaskanlah petir itu dan menyambar begitu kencang kepada Kalazar, seketika itu Kalazar berteriak kesakitan oleh sambaran petir tersebut. Tubuh raksasanya tak kuat menahan sambaran petir yang telah dikeluarkan oleh Pangeran Gunawijaya. Petir dari langit itu menyambar nyambar Kalazar dengan begitu dahsyat nya, tapi meskipun tubuhnya tidak kuat tersambar oleh petir tersebut, tapi Kalazar masih bisa menahannya, sebab Kalazar adalah Raja iblis yang sakti mandraguna, dia tak akan mati begitu saja hanya dengan sambaran petir seperti itu.


Tiba-tiba ada salah satu dari pasukan pendekar aliran hitam berkata bahwa jika ingin Kedasih selamat, Pangeran Gunawijaya harus melepaskan Raja iblis Kalazar dari lumpur hisap dan cambukan halilintar nya atau sambaran petir nya. Ternyata Kedasih dalam ancaman pendekar tersebut, sebilah pedang telah berada tepat dilehernya.


Mengetahui bahwa keselamatan Kedasih terancam, akhirnya tidak ada pilihan lain lagi, dengan terpaksa Pangeran Gunawijaya melepaskan Kalazar dari serangan lumpur hisapnya dan juga melepaskan nya dari serangan sambaran petir nya atau cambukan halilintar nya.


Para kesatria kesatria dari kubu Pangeran Gunawijaya sangat menyesalkan kenapa Raja iblis Kalazar harus dilepaskan dari serangan nya hanya karena Kedasih, padahal jika Kalazar tewas oleh serangannya, pengorbanan Kedasih pun tak akan sia sia, sebab inilah peperangan, dimana jika pemimpin nya telah dikalahkan, maka yang lain pasti juga akan menyerah.


Memang benar apa kata para kesatria kesatria tersebut, tapi mereka semua para kesatria kesatria itu tidak tahu perasaan Pangeran Gunawijaya. Kenapa ia membebaskan Raja iblis Kalazar demi keselamatan Kedasih, karena dulu kedua orang tua Kedasih pernah menitipkan keselamatan anak tersebut pada Pangeran Gunawijaya. Orang tua Kedasih yakin bahwa seorang sehebat Pangeran Gunawijaya pasti ia bisa melindungi Kedasih dari mata bahaya apapun. Maka dari itu Pangeran Gunawijaya memilih untuk melepaskan Kalazar demi menyelamatkan Kedasih dari sebuah ancaman yang membahayakan jiwanya.

__ADS_1


Kalazar yang terbebas dari serangan Pangeran Gunawijaya, dia murka dan merubah wujudnya kedalam wujud manusianya yaitu manusia setengah siluman atau iblis. Dengan begitu Raja iblis Kalazar mendapatkan peningkatan kekuatan yang sangat luar biasa.


Mengetahui hal tersebut senopati Balawarman dan juga senopati Balamarwan berusaha membantu Pangeran Gunawijaya untuk bertarung melawan Kalazar. Menghadapi ketiga kesatria hebat tersebut, Raja iblis Kalazar tak gentar sama sekali. Kalazar menyerang ketiga kesatria tersebut dengan beringas, dan mereka bertiga yaitu Pangeran Gunawijaya, senopati Balawarman beserta senopati Balamarwan, berusaha mengimbangi serangan Raja iblis Kalazar yang sangat beringas tersebut.


Tapi didalam pertarungan itu Pangeran Gunawijaya masih gelisah akan keselamatan Kedasih, ia masih terlihat bertahan saat bertarung melawan Kalazar. Kemudian Pangeran Jatiwijaya yang sempat melihat keadaan saudaranya seperti itu, ia segera melindungi Kedasih didalam peperangan tersebut, sebab itu semua agar saudaranya yaitu Pangeran Gunawijaya biar bisa bertarung leluasa melawan Kalazar.


Kalazar yang membawa seribu pasukan pendekar aliran hitam sangat merepotkan ternyata bagi kubu Pangeran Gunawijaya, banyak para prajurit Prabu Jayawaskita yang gugur dalam pertempuran itu, tapi pasukan dari pihak musuh juga banyak yang gugur.


Dengan hebatnya Prabu Jayawaskita memukulkan gada soka nya ketanah dengan kencang sehingga Saka terpental dibuatnya terkena imbas dari kekuatan gada tersebut. Lalu datanglah para pasukan pendekar aliran hitam untuk membantu Saka, tapi semua itu percuma karena hanya dengan sekali kibasan gada soka, pasukan pendekar aliran hitam tersebut sudah pada terpental, dan tidak ada satupun dari mereka yang bisa mendekati Prabu Jayawaskita.


Kemudian Prayoga yang melawan Sanjaya, mereka berdua masih bertarung dengan hebatnya. Prayoga akhirnya mengeluarkan jurus pamungkas nya yaitu ajian bandung bondowoso, dengan begitu Prayoga bisa membalikkan keadaan, dia dapat dengan mudah mendesak Sanjaya dengan ajian tersebut.

__ADS_1


Lalu Sanjaya tak tinggal diam, walau ajian Prayoga tersebut bisa melipat gandakan kekuatan dalam dirinya, tapi untuk bisa mengenai Sanjaya hal itu sangat susah karena Sanjaya tipe pendekar yang sangat lincah. Akhirnya Sanjaya mengeluarkan ajian kilat sayuto nya, dari kedua tapak tangan Sanjaya terciptalah cambuk kilat yang sangat mematikan. Prayoga dibuat heran dengan kesaktian Sanjaya, dia bertanya tanya dalam hatinya dari manakah Sanjaya mendapatkan ajian tersebut.


Sedangkan Pangeran Jatiwijaya bersama Kedasih bertarung dengan hebatnya melawan para pasukan pendekar aliran hitam, kombinasi mereka berdua dapat dengan mudah menghancurkan para musuh musuh tersebut, karena mereka berdua sama-sama menguasai ilmu bela diri yang hebat, maka dari itu untuk melawan para musuh musuh tersebut sangat mudah bagi Pangeran Jatiwijaya dan juga Kedasih.


"Jaga konsentrasimu Kedasih, jangan sampai lengah sedikitpun", Pangeran Jatiwijaya memberikan arahan pada sicantik Kedasih yang gagah berani.


"Baik Pangeran, hamba akan selalu berhati-hati dan berkonsentrasi dengan pertempuran ini", jawab sicantik Kedasih pada Pangeran Jatiwijaya.


Kemudian ketiga kesatria yaitu Pangeran Gunawijaya, senopati Balawarman beserta senopati Balamarwan, mereka semua masih bertarung melawan Raja iblis Kalazar dengan hebatnya. Pertarungan itu sangat sengit, Kalazar yang telah berlipat ganda kekuatannya tidak sulit untuk melawan ketiga kesatria tersebut. Lalu ketiga kesatria itu menyusun strategi untuk bisa mengalahkan Kalazar, senopati Balamarwan bertarung melawannya untuk mengecohnya, sedangkan senopati Balawarman bersiap akan mengeluarkan ajian amuktiraksa yang bisa memanggil kekuatan petir yang begitu hebat setara dengan kekuatan petir Pangeran Gunawijaya yang digunakan saat melumpuhkan Kalazar. Dan sedangkan Pangeran Gunawijaya berusaha akan mengurung Kalazar menggunakan lumpur hisap nya lagi.


Waktu itu tiba-tiba tanah yang dipijak oleh Raja iblis Kalazar berubah menjadi lumpur hisap kembali, dan disaat Kalazar akan menghindar dari lumpur itu, tapi senopati Balamarwan menghalanginya dengan menggunakan ilmu banyu bajra yang bisa memanggil dan mengendalikan angin sesuka hatinya. Senopati Balamarwan mengendalikan angin kencang untuk membuat Kalazar supaya dia tidak bisa menghindar dari lumpur hisap yang dikeluarkan oleh Pangeran Gunawijaya untuk mengurungnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2