PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
82. Ular merah kecil


__ADS_3

Kemudian ratusan ular ular kecil tersebut segera mencari adipati Ganjarsuroto disetiap penjuru istana paralayang.


Sedangkan Pangeran Jatiwijaya berusaha untuk mencarinya juga.


Lalu senopati Balawarman dan senopati Balamarwan, mereka berdua masih bertarung melawan Parta.


Parta yang menghadapi kedua senopati hebat tersebut, dia tak gentar sama sekali, bahkan Parta bisa mendesak kedua senopati itu.


"Kanda Balawarman, segeralah kau susul Pangeran Jatiwijaya untuk membantunya mencari adipati Ganjarsuroto, punggawa ini biar aku yang menghadapinya", kata senopati Balamarwan yang akan menghadapi Parta dengan sendirinya.


"Baiklah adikku Balamarwan, kanda yakin kau pasti bisa mengalahkan punggawa itu dengan mudah", jawab senopati Balawarman dengan tersenyum pada adiknya tersebut.


"Kurangajar!, kalian kedua senopati terlalu meremehkanku", Parta yang sangat marah karena merasa diremehkan oleh kedua senopati tersebut.


Segeralah Parta menyerang dengan sangat brutal kepada senopati Balamarwan, tapi ternyata bagi senopati Balamarwan serangan tersebut sangat mudah untuk dipatahkan.


Dan ternyata dari tadi kedua senopati tersebut hanya menjajaki kemampuan Parta, maka dari itu mereka berdua tidak sungguh sungguh melawannya.


Disaat senopati Balamarwan serius melawannya, Parta pun terdesak olehnya, sampai sampai Parta dibantu oleh para prajurit paralayang.


Sedangkan senopati Balawarman, dia sedang menyusul Pangeran Jatiwijaya untuk membantu mencari adipati Ganjarsuroto yang telah bersembunyi didalam istananya tersebut.


Lalu meskipun Parta sudah dibantu oleh para prajurit paralayang, dia masih tidak sanggup untuk mengalahkan senopati Balamarwan.


Akhirnya Parta mengeluarkan jurus andalannya yaitu jurus tinju besi.


Jurus tinju besi milik Parta kekuatannya hampir mengimbangi aji brajamusti.


Kedua jurus tersebut adalah jurus penghancur tingkat tinggi didalam dunia persilatan.


Senopati Balamarwan sangat berhati-hati kali ini saat melawan Parta.


Untuk saat ini Parta merasa dirinya diatas angin, sebab dia bisa membuat senopati Balamarwan tak berkutik.


Dari setiap serangan yang dilayangkan oleh Parta menggunakan jurus tinju besinya, senopati Balamarwan hanya terus menerus menghindarinya dari setiap serangan tersebut.


Tapi senopati Balamarwan tak tinggal diam begitu saja, dia akhirnya mengeluarkan jurus perisai segoro kidul yang digunakan untuk daya tahan tubuhnya agar kebal terhadap serangan apapun.

__ADS_1


Akhirnya dengan begitu senopati Balamarwan bisa leluasa melawan Parta.


Bertarunglah mereka bedua dengan sengit yaitu Parta melawan senopati Balamarwan.


Parta dengan kekuatan jurus tinju besi dan dibantu oleh para prajurit, dia masih tak sanggup mengalahkan senopati Balamarwan yang gagah perkasa.


Para prajurit yang membantu Parta berhasil dikalahkan oleh senopati Balamarwan.


Kemudian Parta dengan tiba-tiba menyerang senopati Balamarwan dengan jurus tinju besinya.


Tapi apa daya, tinju besi tersebut ternyata tak bisa membuat senopati Balamarwan terluka, sebab senopati Balamarwan memiliki jurus perisai segoro kidul yang telah dia keluarkan untuk melindungi tubuhnya itu.


Parta sangat tercengang melihat jurus tinju besinya tak mempan kepada senopati Balamarwan.


Akhirnya senopati Balamarwan membalik keadaan dengan menyerang habis habisan Parta dengan berbagai jurus bela diri.


Parta yang kuwalahan sampai terdesak mundur dibuatnya.


Tapi meski begitu, Parta belum menyerah, dia masih berusaha melawannya.


Akhirnya jual beli serangan antar mereka berdua terus berlanjut, hingga pada akhirnya Parta terpental akibat terkena serangan beruntun dari senopati Balamarwan.


Parta yang sudah terluka masih saja keras kepala ingin meneruskan pertarungan tersebut.


"Aku tidak akan pernah menyerah denganmu senopati", kata Parta pada senopati Balamarwan.


Tiba-tiba Parta mengambil pedang dan menyerang senopati Balamarwan.


Ternyata Parta jago juga dalam keahlian ilmu pedangnya.


Maka dari itu senopati Balamarwan segera mengeluarkan senjata kapaknya untuk melawan Parta yang menggunakan senjata pedang.


Adu dua senjata pun tak terelakkan, masing-masing dari mereka berdua sama-sama mahir dalam menggunakan senjata tersebut.


Tapi disitulah letak kebodohan Parta, saat melawan senopati Balamarwan menggunakan senjata pedang.


Jurus tinju besinya saja tidak bisa melukai senopati Balamarwan, apa lagi cuma sekedar senjata pedang biasa, mustahil bisa membuat senopati Balamarwan terluka.

__ADS_1


Akhirnya Parta pun sadar bahwa tubuh senopati Balamarwan kebal terhadap jurus maupun senjata apapun.


Disitu akhirnya Parta pun merasa gemetar ketakutan karena sudah sadar akan kehebatan senopati Balamarwan.


"Kenapa kau jadi lemah begitu punggawa, mana kesombongan dan nyalimu tadi", kata senopati Balamarwan pada Parta yang sudah nampak gugup didepannya.


Parta sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk melawan senopati Balamarwan, dan akhirnya dia memohon ampun kepada senopati Balamarwan.


Lalu senopati Balamarwan mau mengampuninya, tapi dengan satu syarat Parta harus menunjukkan dimana adipati Ganjarsuroto itu berada sekarang.


Dengan syarat tersebut Parta sangat menyanggupinya, lalu saat dia akan mengatakan dimana adipati Ganjarsuroto itu berada, tiba-tiba dari kejauhan melesat kencang sebuah panah yang mengarah tepat pada Parta.


Dan sebelum Parta sempat berkata apa-apa tentang dimana adipati Ganjarsuroto itu berada, sebuah panah tersebut telah mengenai Parta, dan tertancap tepat dilehernya.


Seketika itu senopati Balamarwan sangat terkejut dan tidak habis pikir, ternyata ada prajurit khusus yang ditugaskan untuk membunuh siapapun yang akan membocorkan dimana tempat adipati Ganjarsuroto itu berada.


Saat senopati Balamarwan akan mengejar prajurit khusus itu, tiba-tiba dia sudah dihadang oleh para prajurit lain yang akan menyerangnya.


Dengan sangat terpaksa senopati Balamarwan harus menghadapi para prajurit tersebut.


Kemudian senopati Balawarman sudah bersama Pangeran Jatiwijaya, mereka berdua masih mencari keberadaan adipati Ganjarsuroto, tapi mereka masih tak kunjung menemukannya.


Malah mereka berdua dihadang juga oleh para prajurit paralayang.


Tapi para prajurit itu bukan tandingan bagi kedua kesatria hebat tersebut yaitu Pangeran Jatiwijaya beserta senopati Balawarman.


Dengan mudah para prajurit itu bisa dikalahkan oleh mereka berdua.


Kemudian Patih Linduaji yang dari tadi masih berada diatas kuda karena tidak ikut dalam pertempuran tersebut, akhirnya Beliau turun tangan juga, sebab Beliau merasa bahwa Pangeran Jatiwijaya sedang kesulitan untuk mencari keberadaan adipati Ganjarsuroto.


Lalu Patih Linduaji yang dikawal oleh Sanjaya dan juga Mandala, Beliau beserta Sanjaya dan juga Mandala menerobos masuk kedalam istana paralayang untuk membantu Pangeran Jatiwijaya mencari adipati Ganjarsuroto.


Sedangkan para pasukan dari kubu Patih Linduaji, mereka semua sedang sibuk bertarung dengan para prajurit paralayang yaitu para prajurit adipati Ganjarsuroto.


Jadi hanya sebagian orang saja yang bisa mencari keberadaan adipati Ganjarsuroto.


Lalu beberapa saat kemudian salah satu dari ular merah besar yang telah membelah dirinya menjadi ratusan ular ular merah kecil, ular tersebut telah mengetahui keberadaan adipati Ganjarsuroto.

__ADS_1


Tapi keberadaan ular merah kecil itu diketahui oleh prajurit pengawal adipati Ganjarsuroto, dengan cepat ular merah kecil itu dibunuh olehnya.


Tapi meski ular kecil itu telah dibunuh oleh prajurit tersebut, yang jelas apa yang telah ular kecil itu lihat atau ketahui, otomatis ratusan ular ular kecil yang lainnya sudah pada tahu dimana adipati Ganjarsuroto itu berada, sebab ratusan ular ular tersebut saling terhubung satu sama lain, karena pada dasarnya ular ular kecil itu adalah satu bagian dari ular merah besar jelmaan dari cumeti banas pati milik Pangeran Jatiwijaya.


__ADS_2