PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
12. Padepokan langit


__ADS_3

Ternyata badai yang menghalangi perjalanan Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya tersebut adalah badai ciptaan dari salah satu penghuni alas purwo yaitu Kalasanca.


Kalasanca adalah ular siluman, dia adalah saudara dari kalamangsa seekor ular siluman berkepala manusia yang parnah dikalahkan oleh Pangeran Gunawijaya sewaktu peperangan suryaloka menggunakan tombak pasopati yang terbentuk dari cula turonggo sikuda terbang berwarna putih.


Lalu berkatalah kalasanca dari dalam hatinya?


"Memang hebat ternyata Pangeran Gunawijaya, pantas ia terkenal sebagai kesatria tangguh seantero tanah jawa, badai angin yang ku ciptakan bisa dengan mudah ia patahkan, padahal selama ini tidak ada seseorang yang bisa selamat dari alas purwo setelah terkena badai ciptaanku itu", kata kalasanca siular siluman berkepala manusia.


Kemudian kalasanca yang berada didalam goa pertapaannya, dia mengurungkan niatnya untuk membalaskan dendam saudaranya yaitu kalamangsa, sebab dia menyadari bahwa dia bukan tandingan Pangeran Gunawijaya.


Setelah beberapa lama perjalanan, akhirnya Pangeran Gunawijaya beserta pengawalnya sampai didesa rembang, mereka segera menuju ketempat persembunyian kedasih yang terkena kutukan ki Lodra menjadi siluman serigala.


"Baguslah akhirnya Kanda Pangeran Gunawijaya datang juga", kata Pangeran Jatiwijaya dengan perasaan bahagia atas kedatangan Kandanya yaitu Pangeran Gunawijaya dari alas purwo mencari air suci dari sendang kamulyan untuk mematahkan kutukkan ki Lodra sidukun sakti.


Setelah itu Pangeran Gunawijaya memberikan air suci dari sedang kamulyan kepada Kedasih yang berubah menjadi siluman serigala karena kutukkan tersebut.


Dengan segera Kedasih meminum air suci itu dan tak lama kemudian kutukkan ki Lodra terpatahkan oleh khasiat dari air suci tersebut. Berubahlah Kedasih yang tadinya berwujud siluman serigala kini dia berubah menjadi sesosok gadis manis berbadan indah, berkulit sawo matang, berambut panjang terurai dan memakai pakaian serba kuning di tubuhnya.


Kedasih sangat senang dirinya bisa kembali kewujud aslinya yaitu seorang gadis yang manis, dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu dengan cepat dia tiba-tiba langsung memeluk Pangeran Gunawijaya dengan erat dan mengucap banyak terimakasih padanya, lalu?


"Ehem ehem!", Pangeran Jatiwijaya berpura-pura batuk sembari tersenyum melihat Kandanya Pangeran Gunawijaya yang dipeluk oleh Kedasih sigadis manis tersebut.


Dan setelah Kedasih mendengar suara batuk dari Pangeran Jatiwijaya, dia langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Pangeran Gunawijaya dan berkata?


"Oh maafkan hamba Pangeran Gunawijaya?, Saking bahagiaanya hamba sampai memeluk Pangeran tanpa sadar, sekali lagi maafkan hamba Pangeran", kata kedasih sambil tersipu malu.


"Tenanglah Kedasih, sekarang kau sudah kembali kewujudmu semula dan sebaiknya kau segera pulang kerumah untuk menemui orang tuamu yang selama ini mungkin sangat merindukanmu", kata Pangeran Gunawijaya sambil tersenyum.


Kemudian senopati Balawarman menepuk pundak senopati Balamarwan yang terbengong melihat Kedasih sigadis manis itu?


"He dimas Balamarwan apa yang kau lihat sampai terbengong seperti ini", kata Senopati Balawarman.


Kagetlah senopati Balamarwan yang ditepuk pundaknya oleh kandanya yaitu senopati Balawarman?


"Ti ti tidak melihat apa-apa kanda Balawarman?, Saya hanya sedikit kelelahan sehabis perjalanan mengambil air suci itu", kata senopati Balamarwan yang menutupi malunya dari kandanya yaitu senopati Balawarman.

__ADS_1


Dan tertawalah mereka semua yang ada disana kecuali Pangeran Gunawijaya beserta kedasih yang hanya tersenyum saja melihat kejadian itu.


"Sudah-sudah, hentikan candaan kalian, lebih baik sekarang kita antarkan Kedasih ketempat orang tuanya", kata Pangeran Gunawijaya.


Lalu berangkatlah Pangeran Gunawijaya beserta mereka semua untuk mengantarkan Kedasih sigadis manis itu ketempat tinggal orang tuanya.


Dan tak lama kemudian tibalah mereka semua ketempat orang tua Kedasih?


"Ayah, ibu!", teriak Kedasih yang sangat rindu pada kedua orang tuanya.


Lalu ayah Kedasih yaitu ki demang Kusuma dan ibunya yaitu buk Sumi sangat bahagia melihat kedatangan putri satu-satunya tersebut.


Mereka bertiga yaitu ki demang Kusuma, buk Sumi dan kedasih menangis terharu karena tak bisa menahan rasa kangennya selama ini dan akhirnya bisa ketemu dan berkumpul kembali. Kemudian Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya tersenyum melihat mereka bertiga sedang melepas rindu.


Setelah itu untuk mengucap banyak terimakasih pada Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya karena sudah menolong Kedasih dari kutukkan ki Lodra, lalu ki demang Kusuma menjamu dangan meriah kehadiran mereka semua.


Dan ki demang Kusuma memohon agar Pangeran Gunawijaya bisa menginap sejenak dirumahnya tersebut.


Akhirnya Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya menginap dirumah ki demang Kusuma selama satu hari satu malam untuk melepas lelah.


Sebenarnya Kedasih bukan gadis biasa, dia seorang gadis yang padai bela diri, pandai bermain pedang dan mempunyai kelebihan bisa merasakan hawa jahat dalam jarak sedekat dan sejauh apapun.


Kelebihan bisa merasakan hawa jahat itu sebenarnya adalah kemampuan khusus dari keluarga ki demang Kusuma dan salah satu pewarisnya adalah kedasih putri satu satunya ki demang Kusuma dan buk Sumi.


Kemudian berangkatlah Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya yang bertambah satu lagi yaitu bersama Kedasih sigadis manis untuk meneruskan perjalanannya tersebut.


Beberapa hari kemudian tibalah mereka semua digunung semeru tempat tujuan awal Pangeran Gunawijaya untuk menemui Maha Resi Brata guru dari mendiang Ayahndanya yaitu Maha Raja Aryawijaya sekaligus guru dari dirinya sendiri yaitu Pangeran Gunawijaya.


Kedatangan Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya disambut dengan sangat baik dipadepokan Maha Resi Brata yaitu padepokan langit.


"Sembah hamba Guru, Maha Resi Brata", Kata Pangeran Gunawijaya yang bertemu dengan gurunya.


Lalu Maha Resi Brata menjawab?


"Kuterima sembahmu Pangeran Gunawijaya".

__ADS_1


Kemudian mereka semua beserta Maha Resi Brata duduk diruang penyambutan dan Pangeran Gunawijaya segera menceritakan tentang maksud kedatangannya kepadepokan langit untuk mengumpulkan kekuatan pendekar aliran putih dangan menceritakan akan terjadinya musibah yang akan menimpa tanah jawa yang akan terjadi pada kurun waktu tiga tahun.


Sebenarnya Maha Resi Brata sudah mengetahui akan masalah tersebut dan takdir berbicara bahwa hanya Pangeran Gunawijayalah yang bisa menghentikan musibah tersebut.


"Muridku Pangeran Gunawijaya, padepokan langit akan selalu mendukung didalam perjuanganmu, Kau tidak usah khawatir akan perang besar yang akan terjadi suatu saat nanti antara aliran hitam melawan aliran putih, dimana kejahatan pasti akan selalu kalah oleh kebenaran", kata Maha Resi Brata.


"Terimakasih guru atas dukungannya", jawab Pangeran Gunawijaya dengan perasaan lega setelah mendapat dukungan dari Maha Resi Brata, karena sebelum mendapatkan dukungan tersebut Pangeran Gunawijaya sangat khawatir akan nasib tanah jawa.


Kemudian Maha Resi Brata memberi sebuah MANTRA Kala Cakra pada Pangeran Gunawijaya?


"Muridku Pangeran Gunawijaya terimalah matra ini, sebab suatu saat ketika kau dalam masa sulit, mantra ini akan berguna untuk dirimu dan jangan sampai kau menggunakan mantra ini dengan sembarangan, karena mantra ini hanya bisa digunakan untuk satu kali saja, tolong ingatlah pesanku ini muridku", kata Maha Resi Brata.


"Daulat Guru, Maha Resi Brata, terimakasih atas pemberian matra ini Guru, saya janji akan selalu mematahui pesan atau perintah sang Guru", jawab Pangeran Gunawijaya.


Lalu malampun tiba, pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya memutuskan untuk menginap dipadepokan langit. Disaat Pangeran Gunawijaya sedang beristirahat dikamar padepokan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya, tok tok tok terdengar suara ketukan tiga kali. Kemudian Pangeran Gunawijaya menjawab? "Ya siapa itu".


"Ini saya Pangeran, Kedasih".


"Oh... Kamu Kedasih, silahkan masuk", Kata Pangeran Gunawijaya.


Kemudian masuklah Kedasih kekamar Pangeran Gunawijaya?


"Maaf Pangeran, hamba kesini disuruh Maha Resi Brata untuk mengantarkan hidangan ini", Kata Kedasih sigadis manis itu yang malam itu wajahnya nampak berseri-seri, dia mengenakan gaun putih yang menutupi tubuhnya yang indah.


"Kalau begitu letakanlah hidangannya kemeja situ saja Kedasih, nanti biar saya makan", Kata Pangeran Gunawijaya sambil menunjuk kearah meja dekat tempat tidurnya.


"Ya sudah Pangeran kalau gitu hamba permisi dulu", jawab Kedasih sambil tersenyum manis dan menatap Pangeran Gunawijaya.


Disaat Kedasih akan beranjak pergi dari kamar itu, tak disangka Pangeran Gunawijaya yang sedang duduk ditempat tidur malah memanggilnya?


"Tunggu sebentar Kedasih".


"Ya Pangeran ada perlu apa memanggil hamba?", jawab Kedasih dengan wajah tersipu malu.


"Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan padamu?", Kata Pangeran Gunawijaya.

__ADS_1


Kemudian Pangeran Gunawijaya menyuruh Kedasih untuk mendekat kepada dirinya dan menyuruh untuk duduk disampingnya dan Kedasihpun tidak bisa menolak permintaan seorang Pangeran, dengan rasa degdegan bercampur malu akhirnya Kedasih duduk samping Pangeran Gunawijaya, dan Kedasihpun menundukan kepala karena merasa malu duduk disamping seorang Pangeran setampan Pangeran Gunawijaya.


__ADS_2