PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
123. Pertarungan kedua pendekar seperguruan


__ADS_3

Kemudian digunung kelud, Pangeran Gunawijaya masih berusaha menghadang begawan sakti Ludoyo.


Mereka berdua bertarung dengan sangat hebatnya, tapi, Pangeran Gunawijaya tidak menggunakan kekuatannya seratus persen, dia hanya bertarung menggunakan seperempat dari kekuatannya saja.


Begitu juga dengan begawan Ludoyo, dia tidak benar-benar serius bertarung melawan Pangeran Gunawijaya.


Begawan Ludoyo masih menyimpan kekuatan maha dahsyatnya, sebab dia tahu, bahwa kedatangan Pangeran Gunawijaya beserta bala prajuritnya hanya ingin menghadang dirinya saja, agar begawan Ludoyo tidak bisa menolong putranya, yaitu Raja iblis Kalazar, yang saat ini sedang bertempur di suryaloka.


Maka dari itu, saat bertarung dengan Pangeran Gunawijaya, begawan Ludoyo juga berfikir untuk mencari cara, bagaimana caranya agar dirinya bisa meloloskan diri dari Pangeran Gunawijaya yang sedang bertarung dengannya.


Sebab begawan sakti Ludoyo merasa, bahwa tanpa bantuan dia, putranya, yaitu Kalazar, tak akan selamat dalam pertempuran di suryaloka, karena di suryaloka banyak sekali kesatria kesatria tangguh nan sakti, yang jelas, jika dibiarkan sendirian, tanpa bantuan begawan Ludoyo, Kalazar pasti akan tewas.


Kemudian di suryaloka, pendekar Prayoga dari kubu Kalazar, dia bertarung melawan saudara seperguruannya, yaitu Sanjaya.


Mereka berdua, Prayoga dan Sanjaya dulunya selain saudara seperguruan, mereka juga adalah sahabat karib.


Lalu mereka berpisah dan putus ikatan persaudaraan, karena ada kesalah pahaman antara mereka berdua.


Dan kini mereka berdua, Prayoga dan Sanjaya dipertemukan dimedan perang, untuk saling membunuh satu sama lain.


Prayoga yang memiliki aji Bandung Bondowoso, dia lebih kuat dari Sanjaya, tapi Sanjaya yang memiliki aji kilat sayuto, dia lebih hebat dari Prayoga.


Dari apa yang mereka berdua punya, yaitu masing-masing dari kesaktiannya, memiliki kelebihan dan keistimewaan tersendiri.


Prayoga masih menyimpan dendam pada Sanjaya, dia sangat benci sekali dengan Sanjaya.


Tapi sebaliknya, Sanjaya tidak pernah dendam dan benci terhadap Prayoga, karena dari dulu hingga sekarang, Sanjaya masih menganggap Prayoga sebagai sahabat karibnya.


Masalah kesalah pahaman tempo dulu, memang menyimpan luka yang begitu mendalam pada Prayoga, sehingga Prayoga memilih bergabung dengan para pendekar aliran hitam, demi bisa mengalahkan Sanjaya.


Prayoga sampai membuang gelarnya sebagai pendekar kujang kelana, dia lebih memilih dikenal sebagai pendekar api hitam.


Sedangkan gelar pendekar kujang kelana saat ini hanya dipakai oleh Sanjaya saja, meski dulu gelar tersebut dipakai oleh kedua pendekar hebat, Prayoga dan Sanjaya.


Singkat cerita, sewaktu dulu, Prayoga dan Sanjaya adalah pendekar bayaran penumpas kejahatan.


Saat mereka berdua melaksanakan tugas untuk membunuh seorang penjahat terkenal, yang lebih dikenal masyarakat ternyata adalah Sanjaya, meski sebenarnya yang membunuh penjahat tersebut adalah Prayoga.

__ADS_1


"Saat inilah waktu yang kutunggu tunggu akhirnya datang juga, dendamku selama ini akan segera terbalaskan", Prayoga berkata pada Sanjaya.


"Sadarlah Prayoga, kita sebenarnya adalah sahabat, kembalilah pada jalan kebenaran, jangan kau terbelenggu oleh masalah yang lalu, tidak seharusnya kita saling membunuh dimedan perang ini", jawab Sanjaya pada Prayoga.


Kemudian tanpa banyak bicara, Prayoga segera menyerang Sanjaya.


Saat itu Sanjaya tidak memberikan balasan serangan sama sekali, dia hanya berusaha menghindari setiap serangan Prayoga.


Tapi Prayoga tak mau tahu, dia malah semakin beringas menyerang Sanjaya.


Lama lama, serangan Prayoga pada Sanjaya semakin hebat, sampai sampai Sanjaya sempat terkena serangan tersebut.


Lalu Sanjaya berfikir, jika dia terus menerus menghindar, maka dia akan jadi korban keberingasan Prayoga.


Maka dari itu, akhirnya Sanjaya bersungguh-sungguh bertarung melawan Prayoga.


Kehebatan Sanjaya dalam kemampuan beladiri tidak bisa diragukan lagi.


Pendekar sekuat Prayoga pun, sangat berhati-hati saat melawan Sanjaya.


Dual beladiri antara mereka berdua sangat sengit sekali, Prayoga dan Sanjaya masing-masing masih bisa menepis dan menghindari setiap serangan mereka satu sama lain.


Jurus demi jurus mereka berdua gunakan, tapi mereka berdua, Prayoga dan Sanjaya adalah dua pendekar hebat, satu perguruan, jadi mereka sangat hafal sekali tiap tiap jurus yang mereka gunakan untuk bertarung saat itu.


Saat Prayoga menyerang, Sanjaya sering kali menghindar dari serangan tersebut, dan sebaliknya juga begitu, saat Sanjaya menyerang, Prayoga juga dapat dengan mudah menghindari setiap serangannya itu.


"Sudah lama tidak bertarung denganmu, ternyata, kemampuan beladirimu masih hebat juga Sanjaya", kata Prayoga dengan tatapan sinisnya.


"Jangan banyak bicara kau Prayoga, saat ini, aku akan benar-benar mengalahkanmu dimedan perang ini, sebab kau sudah tersesat ke jalan yang salah", Sanjaya menjawab dengan penuh semangat berperang.


Lalu Prayoga mengeluarkan senjatanya, yaitu sebilah golok naga.


Dengan senjata golok naganya, serangan Prayoga malah menjadi menggila.


Lalu Sanjaya tidak tinggal diam, dia segera mengeluarkan senjatanya juga, yaitu kujang kembar.


Pertarungan mereka berdua semakin menjadi jadi, adu senjata demi senjata sudah tak terelakkan lagi.

__ADS_1


Dalam pertarungan itu, Prayoga terus menerus berkomentar pedas, tapi Sanjaya tak menghiraukannya.


Sanjaya tetap fokus dalam pertarungan tersebut, sebab Sanjaya paham gaya bertarung Prayoga yang cenderung, selalu berusaha memecah konsentrasi lawannya, dengan cara melayangkan kata kata yang tidak enak didengar.


Tapi ketenangan Sanjaya dalam bertarung, membuat Prayoga agak kesulitan untuk bisa segera mengalahkannya.


Sebab Sanjaya sangat kuat sekali dalam menyerang maupun bertahan.


Dengan ketenangan Sanjaya, Prayoga sempat terpancing emosinya, padahal dia yang banyak bacot alias banyak berkata-kata yang tidak jelas.


Dengan terpancingnya emosi Prayoga, Sanjaya bisa sedikit memberikan tekanan pada dirinya.


Tekanan itu berhasil membuat Sanjaya lebih unggul dari Prayoga.


Lalu tanpa diduga, akhirnya Sanjaya berhasil melukai bahu Prayoga, menggunakan senjata kujang kembarnya.


"Sial kau Sanjayaaaa....", teriak Prayoga yang terkena serangan Sanjaya.


Kemudian Prayoga lebih hebat lagi menyerang Sanjaya menggunakan golok naganya, meski dia habis terkena serangan dari Sanjaya menggunakan kujang kembarnya.


Lalu saking hebatnya serangan dari golok naga Prayoga, hingga Sanjaya tak menyadari bahwa dia telah terkena sayatan dari serangan tersebut.


Tapi untung saja, sayatan dari golok itu hanya mengenai dada Sanjaya.


Padahal kalau dilihat dari serangan tersebut, bisa saja Sanjaya terkena serangan lebih parah dari itu, tapi yang dihadapi Prayoga adalah pendekar hebat Sanjaya, jadi tidak mudah untuk bisa mengalahkannya hanya dengan serangan seperti itu saja.


Dalam pertarungan mereka berdua, Prayoga melawan Sanjaya, keduanya masih belum ada yang terlihat kelelahan.


Mereka berdua masih sama sama kuat, meski masing-masing dari mereka sudah sama sama terluka.


Tapi pertarungan mereka berdua, Prayoga dan Sanjaya, adalah pertarungan penentuan hidup dan mati.


Maka dari itu, kedua pendekar tersebut, sama sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dalam urusan kemampuan beladiri.


Apalagi mereka berdua juga berasal dari satu perguruan, jadi otomatis mereka berdua juga sama sama hebatnya.


Dalam medan perang inilah, perseteruan mereka berdua akan di akhiri dengan kematian dari salah satu mereka, yaitu Prayoga atau Sanjaya.

__ADS_1


__ADS_2