PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
26. Larinya Raden Mahesasangkala


__ADS_3

Kemudian didaerah kadipaten karang menjangan wilayah kekuasaan suryaloka, Adipati Burhansangkala sedang mempersiapkan penyerangan suryaloka.


"Ampun Kanjeng Adipati, ada yang mau hamba sampaikan tentang masalah penting?", Kata senopati Kolomonggo yang sedang mengajak berbicara empat mata bersama Adipati Burhansangkala penguasa kadipaten karang menjangan.


"Silahkan senopati, masalah penting apa yang ingin kau sampaikan?", Kata Adipati Burhansangkala dengan sangat penasaran.


Kemudian senopati Kolomonggo menceritakan tentang penyelidikannya kepada Adipati Burhansangkala. Senopati Kolomonggo menceritakan bahwa Raden Mahesasangkala selama ini tidak mendukung usaha Adipati Burhansangkala untuk memberontak kepada suryaloka, malah ia sering mengirim pesan rahasia kepada suryaloka. Sebagai bukti senopati Kolomonggo berhasil memanah seekor burung elang pengirim pesan yang telah diterbangkan oleh Raden Mahesasangkala, dan dikaki burung itu terikat sebuah pesan rahasia dari Raden Mahesasangkala untuk suryaloka. Lalu Adipati Burhansangkala yang sudah mengetahui akan hal tersebut dari senopati Kolomonggo, Beliau geram dan sangat marah terhadap putranya yaitu Raden Mahesasangkala.


"Cepat kau tangkap Raden Mahesasangkala dan masukkan dia kepenjara, jika dia sampai melawan, tangkap secara paksa!", Perintah Adipati Burhansangkala pada senopati Kolomonggo.

__ADS_1


"Daulat Kanjeng Adipati!", jawab senopati Kolomonggo yang akan segera menjalankan perintah Adipati Burhansangkala untuk menangkap putranya yaitu Raden Mahesasangkala.


Tapi didalam percakapan itu, secara diam-diam Putri Galuhsangkala adik dari Raden Mahesasangkala mendengar percakapan Ayahndanya tersebut bersama senopati Kolomonggo. Kemudian Putri Galuhsangkala segera memberi tahu kandanya Raden Mahesasangkala akan percakapan tersebut, lalu Raden Mahesasangkala yang telah mendengar cerita dari adiknya itu, ia memutuskan untuk melarikan diri kesuryaloka demi keselamatannya. Kemudian disisi lain sesosok misterius yang telah menyelamatkan Saka dari serangan Pangeran Gunawijaya, dia akan segera menunjukan jati dirinya kepada Pangeran Gunawijaya. Dia akan segera menghilangkan kabut hitam yang menutupi wujudnya itu, semua orang termasuk Pangeran Gunawijaya sangat penasaran akan siapakah sebenarnya sesosok misterius tersebut. Disaat sesosok misterius itu akan menunjukkan wujudnya, tiba tiba Gusti Patih Linduaji yang telah mengalahkan Bodas, ia datang dan langsung menyerang Saka yang sedang berada dalam perlindungan sesosok misterius. Akhirnya sesosok misterius itu membatalkan niatnya, ia tidak jadi menunjukkan siapa jati dirinya yang sebenarnya pada Pangeran Gunawijaya karena Saka sedang dalam bahaya, maka dari itu dia segera melindungi Saka dari serangan Gusti Patih Linduaji. Terjadilah pertarungan Patih Linduaji melawan sesosok misterius yang melindungi Saka. Tapi meski Patih Linduaji menyerang habis-habisan sesosok misterius dengan menggunakan ajian singo barongnya, tapi itu semua sia-sia karena hanya dengan sekali serang, sesosok misterius bisa dengan mudah mengalahkan Gusti Patih Linduaji. Lalu Pangeran Gunawijaya yang melihatnya tiba-tiba ikut membantu Gusti Patih Linduaji untuk menyerang sesosok misterius tersebut, tapi dengan cepat sesosok misterius itu melarikan diri dengan membawa Saka beserta Bodas, ia menghilang begitu saja, tanpa terlihat jajaknya sama sekali. Lalu Pangeran Gunawijaya yang mengetahuinya sangat kecewa dengan menghilangnya sesosok misterius.


"Sial!, kenapa kau semua melarikan diri dari kami", kata Pangeran Gunawijaya yang sedikit emosi karena tidak sempat melihat siapakah sebenarnya sesosok misterius itu.


"Sudahlah kanda Pangeran Gunawijaya, mereka sudah tidak ada disini, mereka sudah menghilang entah kemana, suatu saat kita semua juga akan tahu siapa dia sebenarnya?", Kata Pangeran Jatiwijaya yang mencoba menenangkan kanda sepupunya yaitu Pangeran Gunawijaya.


Kemudian digoa lowo yang berada digunung Kelud tempat atau markas dimana sesosok misterius itu mengumpulkan semua kekuatan aliran hitam, dia ditanya oleh Saka yang telah diselamatkannya? Kenapa dia sesosok misterius tidak membunuh Pangeran Gunawijaya dan Raja Dasabirawa sekalian waktu berada ditempat pertarungan itu, padahal sudah ada kesempatan bisa berhadapan langsung oleh kedua Raja tersebut? Lalu sesosok misterius yang wujudnya masih tertutupi oleh kabut hitam menjawab pertanyaan Saka, bahwa jika ia langsung membunuh kedua Raja tersebut yaitu Raja Dasabirawa dan Pangeran Gunawijaya putra mahkota suryaloka atau calon Raja suryaloka, yang jelas sesosok misterius tak akan mudah begitu saja membunuh kedua Raja tersebut kerena kesaktian kedua Raja tersebut tidak bisa diremehkan, apa lagi Raja Dasabirawa dikelilingi oleh ribuan pasukan dan sedangkan Pangeran Gunawijaya dilindungi oleh para pengawalnya yang sangat hebat yaitu kedua senopati Balawarman dan Balamarwan belum lagi ditambah Pangeran Jatiwijaya, pendekar tangguh jatmiko dan sigadis manis Kedasih, mereka semua adalah para pengawal tangguh Pangeran Gunawijaya. Jadi itulah alasan sesosok misterius pergi dan menyelamatkan Saka beserta Bodas dari tempat pertarungan tersebut. Kemudian diposisi lain dikadipaten karang menjangan, Raden Mahesasangkala yang mengetahui dirinya akan ditangkap paksa dan dipenjarakan oleh Ayahndanya sendiri, sore itu juga ia menyiapkan diri untuk kabur dari puri kadipaten karang menjangan dan dibantu oleh adiknya yaitu Putri Galuhsangkala.

__ADS_1


"Kanda Mahesa, tujuan kanda kabur dari karang menjangan mau kemana, memang dikadipaten ini keselamatan kanda terancam, tapi kanda juga harus punya tujuan yang pasti setelah kabur dari sini?", Tanya Putri Galuhsangkala dengan cemas pada kandanya yaitu Raden Mahesasangkala.


"Kau jangan cemas dinda Galuh, kanda akan kesuryaloka dan meminta perlindungan disana", Kata Raden Mahesasangkala pada adiknya tersebut.


Kemudian Putri Galuhsangkala memastikan amannya situasi di kadipaten karang menjangan guna untuk melarikan Kandanya yaitu Raden Mahesasangkala kesuryaloka. Situasi memang nampak aman, Raden Mahesasangkala pelan-pelan menyeIinap kabur dari kadipaten tersebut dengan dibantu oleh adiknya, tapi disaat Raden Mahesasangkala hampir bisa keluar dari puri kadipaten melewati jalan rahasia bersama adiknya yaitu Putri Galuhsangkala, tiba-tiba langkah mereka dihentikan oleh senopati Kolomonggo yang selalu mengawasi gerak-gerik Raden Mahesasangkala.


"Jangan coba-coba kabur dari sini Raden!", Teriak senopati Kolomonggo mencoba menghentikan langkah Raden Mahesasangkala yang akan kabur dari puri kadipaten karang menjangan.


Tidak ada jalan lain lagi bagi Raden Mahesasangkala kecuali harus bertarung dengan senopati Kolomonggo dan harus mengalahkannya untuk bisa kabur dari tempat tersebut? Akhirnya pertarunganpun terjadi antara Raden Mahesasangkala melawan senopati Kolomonggo, tapi meskipun Raden Mahesasangkala menyerang senopati Kolomonggo dengan serangan beruntun, tapi yang sebenarnya kekuatan Raden Mahesasangkala jauh dibawah kekuatan senopati Kolomonggo. Lalu Putri Galuhsangkala yang melihatnya mencoba membantu kandanya dengan ikut bertarung melawan senopati Kolomonggo, meski senopati Kolomonggo diserang dengan dua orang sekaligus, senopati Kolomonggo masih belum terkalahkan dalam pertarungan tersebut.

__ADS_1


Kemampuan Raden Mahesasangkala dan Putri Galuhsangkala bukan tandingan bagi senopati Kolomonggo yang sakti madraguna, sebab dengan mudah senopati Kolomonggo dapat mendesak mereka berdua yaitu Raden Mahesasangkala beserta Putri Galuhsangkala, karena sebenarnya mereka berdua bukan tandingan senopati Kolomonggo.


__ADS_2