
Kemudian saat Pangeran Guntur Wijaya menemui para Ksatria yang sedang dihadang oleh kedua raja, yaitu Raja Jaka Birawa dan raja Dasa Birawa.
Para Ksatria tersebut sudah jadi bulan-bulanan oleh kedua Raja itu.
Saat itu Pangeran Guntur Wijaya mencoba membantu, tapi hasilnya sama saja.
Kekuatan Pangeran Guntur Wijaya ternyata tidak mampu untuk melawan kekuatan dari kedua raja tersebut.
Padahal sebenarnya kekuatan dari kedua Raja itu, jauh di bawah kekuatan Pangeran Guntur Wijaya.
Tapi setelah Sukma dari Begawan Sakti Ludoyo masuk ke dalam tubuh dari kedua raja tersebut, kedua Raja itu semakin tak terkalahkan.
Kemudian saat para Ksatria sudah tak berdaya menghadapi kedua raja tersebut.
Datanglah Pangeran Jati Wijaya, Adipati Mahesa Sangkala, Adipati mukas barada, pangeran suta birawa dan juga Mandala.
Kelima Ksatria tersebut datang untuk membantu para Ksatria yang sedang kewalahan, saat menghadapi Raja Jaka Birawa dan raja Dasa birawa.
"ayahnda Mahapatih, Kenapa bisa jadi seperti ini, Apa kau tak apa-apa", tanya Pangeran jati wijaya kepada ayahnya yaitu Mahapatih Damar Wijaya.
"Ayah tak apa-apa Putraku Jati Wijaya, Ayah hanya berpesan waspadalah kalian jika melawan kedua raja tersebut, sebab kekuatan kedua Raja itu sudah melebihi kekuatan aslinya, Entah kenapa bisa jadi seperti itu, ayah sendiri juga tidak tahu", jawab Mahapatih Damar Wijaya dengan kondisi yang sudah terluka, akibat pertarungan beliau melawan kedua raja tersebut, yaitu Raja Jaka Birawa dan raja Dasa Birawa.
Kemudian saat Mandala akan menyembuhkan Pangeran Guntur Wijaya, yang pada waktu itu juga terluka, tiba-tiba Raja Jaka Birawa datang dengan sangat cepat untuk menggagalkannya.
Tapi untung saja Mandala bisa menghindarinya dengan lebih cepat, karena Mandala menggunakan kemampuan teleportasinya untuk membawa pangeran Guntur Wijaya, agar terhindar dari serangan raja jaka birawa tersebut.
"Terima kasih Mandala kau telah menyelamatkanku", ucap Pangeran Guntur Wijaya.
Lalu saat baru saja Pangeran Guntur Wijaya berkata seperti itu kepada Mandala, tiba-tiba dari belakang mereka berdua, muncullah Raja Jaka birawa.
Ternyata tanpa disadari oleh mereka berdua yaitu Pangeran Guntur Wijaya dan juga Mandala, Raja Jaka Birawa mampu mengimbangi kemampuan teleportasi Mandala.
Lalu Raja Jaka Birawa menyerang mereka berdua dengan secara liar.
Tapi untung saja Adipati Mahesa Sangkala datang untuk menyelamatkannya.
Adipati Mahesa Sangkala menggunakan Ajian sanca Rudra untuk menolong kedua ksatria tersebut, yaitu Pangeran Guntur Wijaya dan Mandala.
Ratusan bahkan ribuan ular-ular angin yang terbentuk dari ajian sanca Rudra, kini menyerang Raja Jaka Birawa.
Tapi dengan kesaktian yang dimiliki oleh raja Jaka Birawa, ular ular angin tersebut masih bisa dipatahkan.
__ADS_1
Adipati Mahesa Sangkala yang mengetahui keadaan tersebut, dia tak putus asa, dia tetap terus berjuang mengendalikan ular-ular anginnya.
Padahal ular-ular angin tersebut sangat berbahaya sekali.
Ular-ular angin itu bisa masuk ke dalam tubuh targetnya, dan jika berhasil masuk ke dalam tubuh target tersebut, ular-ular itu akan meledak di dalam tubuh targetnya itu.
Seperti itulah kengerian ajian sanca Rudra.
Tapi berhubung yang dilawan oleh Adipati Mahesa Sangkala adalah Raja Jaka Birawa, jadi tak ada satupun ular-ular anginnya yang bisa masuk ke dalam tubuh raja tersebut.
"hahaha... Hanya kesaktian seperti ini kau banggakan, keluarkanlah kesaktian yang lebih hebat lagi untuk melawanku", Raja Jaka Birawa ternyata bisa bicara meskipun dia adalah mayat hidup.
Ternyata setelah salah satu Sukma dari Begawan Sakti Ludoyo masuk ke dalam tubuh Raja Jaka Birawa, kini Raja jaka birawa hidup secara sempurna, bukan lagi sesosok mayat hidup.
Begitupun juga dengan raja Dasa Birawa, Beliau juga hidup secara sempurna, bukan lagi menjadi mayat hidup, karena salah satu Sukma dari Begawan Sakti Ludoyo juga masuk ke dalam tubuhnya.
Tapi meskipun kedua raja tersebut telah hidup secara sempurna, akibat Sukma dari Begawan Sakti Ludoyo telah masuk ke dalam tubuhnya, tapi kesadaran dari kedua raja tersebut telah hilang.
Kedua Raja itu hanya tahu bahwa dirinya adalah Abdi dari Begawan tersebut.
Kemudian singkat cerita, Adipati Mahesa Sangkala meningkatkan kekuatan dari ajian sanca Rudra nya.
Maka dari itu Adipati Mahesa sengkala, meningkatkan kekuatan dari ajiannya tersebut.
"kali ini kau tak akan lolos Raja Jaka birawa", keyakinan Adipati Mahesa Sangkala.
Ular-ular angin itu yang tadinya berwarna putih, kini seketika berubah menjadi hitam.
Kecepatan dan kekuatan dari ular-ular angin itu semakin meningkat dan bertambah.
Raja Jaka Birawa merasakan bahwa ajian sanca Rudra milik Adipati Mahesa Sangkala, saat ini kekuatannya telah meningkat.
Akhirnya Raja Jaka Birawa sangat berhati-hati saat melawan Adipati Mahesa Sangkala, pemilik ajian sanca Rudra.
"Mandala cepat kau bawa pergi Pangeran Guntur Wijaya, biar aku yang menghadapi Raja Jaka Birawa", Adipati Mahesa Sangkala berkata.
"tidak akan kubiarkan kau pergi dari tempat ini, Guntur Wijaya", ucap Raja Jaka Birawa.
Kemudian tidak butuh waktu lama, Adipati Mahesa Sangkala berhasil mengunci Raja Jaka Birawa.
Kini Raja Jaka Birawa dalam kepungan ular ular angin tersebut.
__ADS_1
Nyaris tidak ada jalan keluar untuk Raja Jaka Birawa, dari kepungan ular-ular tersebut.
Lalu ular-ular angin tersebut berhasil menyerang raja jaka birawa.
Kedua tangan dan kakinya terlilit olah ular-ular tersebut.
Dan lehernya pun tidak luput dari lilitan ular-ular itu.
Kemudian sebagian dari ular-ular tersebut masuk ke dalam tubuhnya, dan siap meledak kapan saja.
Melihat hal tersebut ketiga Ksatria itu sangat bahagia sekali, karena anggapan mereka bertiga ternyata Raja Jaka Birawa bisa ditaklukkan juga.
Saat itu tubuh dari Raja Jaka Birawa yang terkena ajian sanca Rudra, perlahan-lahan mulai mengembang, memerah dan berasap bak balon gas yang akan meledak.
Dan akhirnya, Tak lama kemudian meledaklah Raja Jaka Birawa, akibat terkena ajian tersebut.
Ketiga ksatria, yaitu Pangeran Guntur Wijaya, Adipati Mahesa Sangkala dan Mandala, mereka semua sangat lega, Karena musuh yang mereka hadapi telah hancur berkeping-keping.
Saat mereka bertiga larut dalam kebahagiaan tersebut, tiba-tiba Tanpa mereka sadari ancaman Telah Menanti mereka.
Sontak Adipati Mahesa sengkala langsung terdiam dalam kebahagiaan tersebut, Sebab Dia merasa ada yang memegang salah satu bahunya.
Lalu saat dia menoleh ingin mengetahui siapa yang memegang bahunya tersebut, dia langsung menjerit kesakitan.
Sebab baunya tersebut telah dihancurkan hingga remuk, oleh seseorang yang telah memegangnya.
Ternyata seseorang itu adalah Raja Jaka Birawa.
"Aku sangat bangga melihat raut wajah ketakutan Kalian bertiga", ucap Raja Jaka Birawa.
"tak semudah itu kalian bisa Membunuhku, sebab pada dasarnya kalian bukanlah lawan yang seimbang untukku", kata raja Jaka Birawa dengan kesombongannya.
Saat itu Adipati Mahesa Sangkala sudah tidak berdaya, karena salah satu bahunya telah dihancurkan oleh raja tersebut.
Melihat kejadian itu Pangeran Guntur Wijaya murka.
Lalu Pangeran Guntur Wijaya mengeluarkan ajian Guntur saketi, dengan sisa cakra yang dia miliki saat ini.
Sebenarnya Pangeran Guntur Wijaya menyadari, bahwa hal tersebut akan sia-sia.
Karena perbedaan kekuatannya sangat jauh di bawah lawannya tersebut, yaitu Raja Jaka Birawa.
__ADS_1