
Beberapa hari kemudian di kerajaan suryaloka, Pangeran Gunawijaya sedang berlatih kemampuan beladiri bersama Pangeran Kasimwijaya.
Pangeran Kasimwijaya sangat antusias sekali berlatih bersama kakak sepupunya tersebut yaitu Pangeran Gunawijaya.
Kedua pangeran tersebut sama sama memiliki jurus kala, Pangeran Gunawijaya pemilik dari jurus kalapati, sedangkan Pangeran Kasimwijaya pamilik dari jurus kalabaya.
Jurus kala ada tiga jenis?
Pertama, yaitu jurus kalamurka, milik begawan Ludoyo.
Kedua, jurus kalapati, milik Pangeran Gunawijaya.
Ketiga, jurus kalabaya, milik Pangeran Kasimwijaya.
Ketiga jurus tersebut memiliki level atau kekuatan yang berbeda.
Jurus kalamurka, pemiliknya akan menjadi seperti dewa, dari segi kekuatannya.
Jurus kalapati, pemiliknya akan setara dengan dewa, dari segi kekuatannya.
Jurus kalabaya, pemiliknya akan mendekati sang dewa, dari segi kekuatannya.
Jadi dari ketiga jurus itu, masing-masing pemiliknya akan memiliki kekuatan yang berbeda, sesuai dengan levelnya.
Yang paling fenomenal adalah jurus kalamurka, sebab dari sejarahnya dulu, pemilik jurus tersebut yaitu begawan Ludoyo pernah merubah siang menjadi malam, dengan cara menundukkan dewa Surya.
Itulah salah satu kengerian dari kekuatan jurus kalamurka, milik begawan Ludoyo.
Kemudian saat itu, saat sedang berlatih dengan Pangeran Gunawijaya, Pangeran Kasimwijaya berkata dalam hatinya.
Kenapa, meski dia diam diam sudah menggunakan jurus kalabaya untuk melindungi tubuhnya agar kebal terhadap serangan, tapi saat dia bertarung dengan Pangeran Gunawijaya, semua jurus dari Pangeran Gunawijaya yang mengenainya, sangat terasa sekali ditubuhnya.
Pangeran Kasimwijaya sampai bingung, ada apa dengan dia sebenarnya, apa jangan jangan jurus kalabaya nya sudah tidak bisa digunakan.
Pertarungan kedua pangeran tersebut sangat sengit sekali, meski itu hanyalah sebuah latihan saja, tapi kesannya seolah olah seperti sungguhan.
__ADS_1
Waktu itu Pangeran Gunturwijaya dan Pangeran Jatiwijaya, yang sedang melihat pertarungan itu, mereka berdua sangat khawatir, takutnya terjadi apa-apa pada mereka berdua yaitu pada Pangeran Gunawijaya dan juga Pangeran Kasimwijaya, sebab cara mereka berdua bertarung sudah melebihi batas pertarungan biasa.
Tiba-tiba beberapa saat kemudian, Pangeran Kasimwijaya menyerah, dia ingin menghentikan pertarungan tersebut dengan Pangeran Gunawijaya.
"Ampun kanda Pangeran Gunawijaya, sebenarnya saya menyerah karena saya benar-benar kewalahan menahan setiap serangan dari kanda Pangeran, terus terang, padahal saya diam diam sudah menggunakan jurus kalabaya untuk kekebalan, tapi serangan kanda Pangeran masih sangat terasa pada diri saya, mohon penjelasannya kanda Pangeran", kata Pangeran Kasimwijaya pada kakak sepupunya tersebut.
"Memang, jurus kalabaya adalah jurus yang luar biasa, tapi untuk menghadapi pengguna jurus kalapati, kau harus bisa lebih kuat lagi, jika kau sangat kesulitan melawan pengguna julus kalapati, bagaimana bisa kau melawan pengguna jurus kalamurka seperti begawan sakti Ludoyo", Pangeran Gunawijaya memberi penjelasan pada Pangeran Kasimwijaya.
Saat Pangeran Kasimwijaya mendengar penjelasan tersebut, dia sempat tercengang dan kaget, ternyata jurus kalabaya tidak berarti jika menghadapi jurus kalapati, apa lagi menghadapi jurus kalamurka, itu semua malah tidak mungkin bisa untuk menghadapinya.
"Kau tidak usah berkecil hati dimas Kasimwijaya, bukan berarti jurus kalabaya tidak bisa menandingi kedua jurus tersebut, kau hanya belum paham cara memakainya saja, tetapi nanti jika kau benar-benar sudah paham cara memakainya, kau pasti bisa menandingi pengguna kedua jurus tersebut, yaitu jurus kalapati maupun jurus kalamurka", penjelasan dari Pangeran Gunawijaya.
Kemudian Pangeran Gunawijaya menyuruh Pangeran Kasimwijaya agar sering melakukan meditasi, gunanya supaya dapat menyatukan lebih dalam lagi antara jurus kalabaya bersama dirinya.
Sebab jika jurus itu benar-benar bisa menyatu pada diri penggunanya, maka jurus tersebut sudah bisa dibilang sempurna.
Itulah kenapa Pangeran Gunawijaya mengajak Pangeran Kasimwijaya untuk berlatih bersama, karena Pangeran Gunawijaya ingin memberi tahu tentang rahasia jurus kalabaya pada adik sepupunya tersebut yaitu Pangeran Kasimwijaya.
Lalu Pangeran Kasimwijaya sangat berterimakasih kepada Pangeran Gunawijaya, karena selama ini dia tidak tahu sedalam itu tentang jurus kalabaya.
"Apakah sekiranya kalau di izinkan, saya bisa untuk sedikit melemaskan otot, ikut serta berlatih bersama dengan kanda Pangeran Gunawijaya dan juga dinda Kasimwijaya", Pangeran Gunturwijaya berkata.
Lalu Pangeran Jatiwijaya juga berkata seperti itu, dia juga ingin berlatih bersama dengan kedua kesatria hebat pemilik jurus kalapati dan juga pemilik jurus kalabaya.
"Baiklah kalau begitu, kalian berdua lawan saya, dinda Gunturwijaya dan juga dinda Jatiwijaya, mari kita latihan bersama", kata Pangeran Gunawijaya.
Kemudian kedua pangeran tersebut bersamaan melawan Pangeran Gunawijaya.
Bagi mereka berdua, suatu kebanggaan tersendiri bisa melawan kesatria terhebat setanah Jawa, yaitu Pangeran Gunawijaya.
Karena ini hanyalah latihan saja, Pangeran Gunawijaya tidak sungguh sungguh saat melawan mereka berdua, yaitu Pangeran Gunturwijaya dan juga Pangeran Jatiwijaya.
Waktu itu meskipun Pangeran Gunawijaya tidak serius atau tidak sungguh sungguh saat melawan mereka berdua, tapi Pangeran Gunturwijaya dan Pangeran Jatiwijaya sangat kewalahan sekali melawannya.
Tiba-tiba Pangeran Gunturwijaya mengeluarkan kesaktiannya yaitu jurus pukulan halilintar tingkat tiga, aga dia bisa memberikan perlawanan pada kakaknya tersebut.
__ADS_1
Tapi ternyata, usahanya itu masih gagal, jurus pukulan halilintar tingkat tiganya tidak bisa memberikan perlawanan sedikitpun pada Pangeran Gunawijaya, padahal Pangeran Gunawijaya tidak menggunakan jurus kalapatinya sama sekali.
Dan waktu itu Pangeran Jatiwijaya mundur dari latihan bersama tersebut, karena dia merasa, sungguh tidak mungkin, dia bisa memberikan perlawanan lebih pada Pangeran Gunawijaya.
Lalu Pangeran Gunawijaya menghentikan juga latihan itu, sebab dia ingin adik adiknya tersebut, bisa meningkatkan kekuatannya lebih dalam lagi, karena suatu saat, musuh yang mereka hadapi adalah musuh yang sangat hebat, lebih hebat dari Pangeran Gunawijaya, musuh itu adalah begawan sakti Ludoyo, pemilik jurus kalamurka.
Akhirnya dari penjelasan tersebut, ketiga pangeran itu yaitu Pangeran Gunturwijaya, pangeran Jatiwijaya dan juga Pangeran Kasimwijaya, mereka berlatih keras agar kekuatannya lebih meningkat lagi.
Lalu pada waktu itu, ibu Ratu Kencanawangi memanggil putranya yaitu Pangeran Gunawijaya.
Ternyata ibu Ratu Kencanawangi ingin menjodohkan Pangeran Gunawijaya dengan sigadis manis Kedasih.
Sebab selama ini Ratu Kencanawangi selalu memperhatikan kedekatan Kedasih bersama Pangeran Gunawijaya.
Ratu Kencanawangi merasa bahwa Pangeran Gunawijaya bersama Kedasih saling mencintai.
Maka dari itu, Ratu Kencanawangi ingin menjodohkan mereka berdua.
"Ampun bunda Ratu, bukannya hamba tidak mematuhi keinginan baik bunda Ratu, tapi pikiran hamba saat ini hanyalah ingin menyelamatkan tanah Jawa dari kehancuran", kata Pangeran Gunawijaya pada ibunya yaitu Ratu Kencanawangi.
"Kau boleh saja memikirkan keselamatan tanah Jawa putraku, tapi kau juga harus memikirkan kebahagiaanmu juga", ibu Ratu Kencanawangi berkata, dan mencoba membujuk putranya tersebut.
Kemudian Ratu Kencanawangi memanggil sigadis manis Kedasih, untuk di mintai keterangan juga.
Akhirnya tak lama kemudian, sigadis manis Kedasih datang juga.
"Salam hormat ibu Ratu", kata Kedasih pada Ratu Kencanawangi, dengan nada yang sangat lembut sekali.
Kemudian Ratu Kencanawangi bertanya pada Kedasih, apa dia sebenarnya mencintai putranya yaitu Pangeran Gunawijaya.
Sontak, pertanyaan tersebut membuat Kedasih terkejut dan tersipu malu, karena disitu, disebelah Kedasih, ada Pangeran Gunawijaya.
Kedasih tak kunjung menjawab pertanyaan dari Ratu Kencanawangi, sebab dia agak gemetar dengan pertanyaan tersebut.
Lalu ibu Ratu Kencanawangi bertanya lagi untuk kedua kalinya pada Kedasih, dan akhirnya Kedasih menjawabnya walau dia sangat gugup sekali.
__ADS_1
Dari jawaban Kedasih, Ratu Kencanawangi sangat puas, karena Kedasih berkata sejujurnya, bahwa dia sebenarnya sudah mencintai Pangeran Gunawijaya sejak lama, sejak mereka pertama kali bertemu.