
Ternyata Mahapatih Damar Wijaya merencanakan strategi yang tidak terpikirkan sama sekali oleh para Ksatria Ksatria tersebut.
Mahapatih Damar Wijaya ingin menggunakan Mandala sebagai penghantar para Ksatria, agar mereka bisa mendekati musuhnya tersebut, yang memiliki kemampuan tipe menyerang jarak jauh, ya itu Maharaja Sabda Wijaya dan Maharaja Arya Wijaya.
Mengetahui rencana atau strategi tersebut, para Ksatria seperti memiliki harapan untuk bisa memenangkan peperangan tersebut.
Strategi itu ialah memanfaatkan jurus teleportasi Mandala, Dan Mandala sangat menyetujuinya.
Tapi yang jadi pertanyaan, sekarang siapa yang harus Mandala bawah mendekat kepada lawannya tersebut, menggunakan jurus teleportasinya.
Lalu Mahapatih Damar Wijaya mengajukan kedua kandidat, yang harus Mandala bahwa untuk mendekat kepada lawannya itu.
Kedua kandidat tersebut ialah, kedua Senopati bala warman dan bala Marwan.
Sebab kedua Senopati itu sangat dibutuhkan kekuatannya, ya itu kekuatan dari ajiannya yang bernama ajian Birawa Sakti.
"Apa kau siap Mandala, membawa kedua Senopati tersebut, agar tiba-tiba mendekat dan menyerang salah satu dari Maharaja tersebut, sebab jika kedua pemilik ajian Birawa Sakti, menyerang salah satu musuhnya secara bersamaan, Aku yakin bahwa musuh itu pasti dapat dengan mudah dikalahkan", kata Mahapatih Damar Wijaya.
"hamba siap Mahapatih, dan hamba sangat paham dengan strategi yang sudah anda rencanakan tersebut", jawab Mandala dengan penuh semangat kepada Mahapatih Damar Wijaya.
Kemudian singkat cerita, dengan kemampuan teleportasinya, Mandala segera membawa kedua Senopati tersebut mendekat kepada sasarannya yaitu Maharaja Arya Wijaya.
Dengan jurus teleportasi itu dari Mandala, tanpa disadari kedua Senopati tersebut berhasil menyerang Maharaja Arya Wijaya menggunakan ajian birawa sakti.
Lalu dengan menyerang secara bersamaan menggunakan ajian Birawa Sakti, kedua Senopati itu dapat merobohkan Maharaja Arya Wijaya.
Serangan ajian Birawa Sakti benar-benar telak mengenai Maharaja tersebut.
Dengan serangan tersebut, membuat seluruh tulang Maharaja Arya Wijaya hancur, dan beliau saat ini tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Badannya lumpuh total, tapi tidak mati, karena Maharaja Arya Wijaya adalah mayat hidup yang telah dibangkitkan.
Mengetahui strateginya tersebut telah berhasil, Mahapatih Damar Wijaya tersenyum lega.
"Ayahnda Mahapatih, Kenapa harus Paman Maharaja Arya Wijaya dulu yang diserang, Kenapa bukan kakek", tanya Pangeran Jati Wijaya.
"tidak semudah itu untuk bisa menyerang kakekmu, sebab kakekmu memiliki Aji jala Sewu", jawab Mahapatih Damar Wijaya.
Aji jala Sewu adalah sebuah ajian tingkat tinggi menyerap Cakra.
Pengguna ajian tersebut tidak bisa disentuh apalagi diserang secara fisik, karena sekujur tubuh pengguna ajian itu, bak sebuah jala yang siap menyerap Cakra lawannya jika menyentuhnya.
__ADS_1
Maka dari itu, pada zamannya dulu, Maharaja Sabda Wijaya adalah seorang Ksatria yang mempunyai pertahanan yang sangat hebat dan kuat seantero Tanah Jawa.
Dengan jawaban tersebut pangeran jati wijaya, akhirnya menyadari bahwa sungguh hebatnya kakeknya tersebut.
Akhirnya Mahapatih Damar Wijaya, saat ini merencanakan strategi yang kedua, untuk bisa menumbangkan Maharaja sabda wijaya.
Dan singkat cerita, Mahapatih Damar Wijaya sudah menemukan sebuah strategi baru, yang akan ia gunakan untuk mengalahkan Maharaja Sabda Wijaya.
Mahapatih Damar Wijaya berniat menyerang ayahnya tersebut yaitu Maharaja Sabda Wijaya, dengan menggunakan serangan jarak jauh.
Beliau ya itu Mahapatih Damar Wijaya berniat akan menggabungkan atau mengkombinasikan, ajiannya dengan ajian milik kedua Senopati tersebut.
Aji Brata milik Mahapatih Damar Wijaya, akan digabungkan dengan ajian Amukti raksa milik Senopati bala warman dan ajian Bayu bajra milik Senopati bala Marwan.
Tapi apa daya, saat Mahapatih Damar Wijaya dan kedua Senopati itu akan melancarkan strategi berikutnya, tiba-tiba Maharaja Arya Wijaya berada di dekat mereka bertiga.
Dan dengan kekuatan 1000 gajah, Maharaja Arya Wijaya memukul tanah dengan begitu kuatnya, sehingga menimbulkan guncangan dan hentakan yang begitu kencang dan kuat.
Hingga ketiga ksatria tersebut, yaitu Mahapatih Damar Wijaya beserta kedua Senopati bala warman dan bala marman, mereka bertiga terpental terkena dampak dari dahsyatnya kekuatan Seribu Gajah tersebut.
Pangeran Jati Wijaya dan juga Mandala sampai terdiam tak bisa berkata-kata, karena mereka melihat Maharaja Arya Wijaya bangkit kembali.
Dalam benak mereka berdua berkata-kata, Kenapa Maharaja Arya Wijaya bisa bangkit kembali, padahal seluruh tulang di badannya sudah hancur terkena serangan dari ajian Birawa Sakti.
Lalu saat pangeran jati wijaya melihat ketiga Ksatria tersebut, ya itu Mahapatih Damar Wijaya dan kedua Senopati bala warman dan bala Marwan, telah diserang oleh maharaja Arya Wijaya.
Kemudian dengan cepat Pangeran Jati Wijaya, yang masih dalam mode wujud manusia siluman ular merah, yang telah menyatukan dirinya dengan pusakanya yaitu cumeti Banaspati, dan akhirnya menjadi wujud tersebut.
Kini dia yaitu Pangeran Jati Wijaya, dengan cepat menyerang Maharaja Arya Wijaya dengan segenap kekuatannya.
Saat itu Pangeran jati wijaya berhasil menggigit Maharaja Arya Wijaya, untuk memasukkan bisa atau racun ular yang sangat mematikan.
Guna untuk meleburkan Semua tulang dan organ dalam dari Maharaja tersebut.
Bisa atau racun ular itu, efeknya sangat cepat, hanya butuh waktu 1 menit, Semua tulang dan organ dalam mangsanya akan hancur lebur.
"aku tidak bisa Hanya berdiam diri saja, aku harus ikut berjuang untuk bisa mengalahkan mereka", kata Mandala.
Kemudian dengan jurus teleportasi, Mandala berhasil menancapkan belati kembarnya ke kepala Maharaja Arya Wijaya.
"Mandala cepat menyingkir dari situ", teriak Pangeran Jati Wijaya.
__ADS_1
Dan ternyata benar, tanpa disadari oleh Mandala, Maharaja Sabda Wijaya menyerangnya menggunakan elemen besi yang menjadi ratusan anak panah, yang Menghujam kepada Mandala.
Untung saja Mandala memiliki jurus teleportasi, jadi ratusan anak panah tersebut tak satupun mengenainya.
Tapi Maharaja Sabda Wijaya tetap berusaha untuk bisa membunuh Mandala.
Sebab Mandala salah satu ksatria yang paling merepotkan, karena jurus teleportasinya.
Lalu di mana Mandala berpijak, di situ selalu ada pasir besi yang menyedot dan menarik kakinya ke dalam.
Tapi berkali-kali kejadian seperti itu, Mandala masih bisa tetap selamat, sebab Mandala selalu menyelamatkan diri menggunakan jurus teleportasinya.
Sungguh mengerikan kekuatan elemen logam dari Maharaja Sabda Wijaya.
Beliau Maharaja Sabda Wijaya, bisa mengendalikan semua elemen logam yang berada di perut bumi.
"Putraku Jati Wijaya, Lindungilah Mandala, sepertinya kakekmu, Maharaja Sabda Wijaya mengincar Mandala", Mahapatih Damar Wijaya berkata kepada putranya tersebut.
Lalu Pangeran Jati Wijaya memanggil para pasukan ular besar, untuk menyerang Maharaja Sabda Wijaya.
Para pasukan ular besar tersebut tiba-tiba muncul dari dalam tanah.
Itulah salah satu kekuatan dari pangeran Jati Wijaya, yang bisa memanggil pasukan ular dari segala penjuru.
Tapi bagi Maharaja Sabda Wijaya, serangan dari para pasukan ular besar tersebut, Tak ubahnya seperti segerombolan lalat yang menyerangnya.
Lalu Pangeran Jati Wijaya juga tak tinggal diam, dia menyemburkan bisa racun pelebur tubuh, kepada Maharaja Sabda Wijaya.
Tapi Maharaja Sabda Wijaya membentengi dirinya menggunakan elemen pasir emas, sehingga cairan dari bisa racun tersebut, tidak mengenai dirinya.
Dalam situasi tersebut, ternyata Maharaja Sabda Wijaya bisa lengah juga pertahanannya.
Tiba-tiba dari belakang salah satu pasukan ular besar tersebut, melilit tubuhnya dengan kencang dan kuat.
Sehingga Maharaja Sabda Wijaya tak bisa leluasa untuk mengendalikan elemen logamnya.
Dengan kesempatan tersebut akhirnya Pangeran Jati Wijaya, berhasil menyemburkan bisa racunnya kepada Maharaja Sabda Wijaya.
Akhirnya cairan bisa racun tersebut mengenai dan membasahi seluruh tubuh dari Maharaja Sabda Wijaya.
Pelan-pelan reaksi dari bisa racun tersebut, mulai meleburkan tubuh dari Maharaja Sabda Wijaya.
__ADS_1
Tak disangka ternyata Pangeran Jati Wijaya, bisa bertarung sendirian menghadapi kakeknya yang memiliki kekuatan yang begitu hebat, yaitu pengendali elemen logam yang sangat legendaris.