PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
102. Senopati Sumantri


__ADS_3

Lalu saat rombongan senopati Kuncoro akan kembali ke suryaloka, tiba-tiba Pangeran Kasimwijaya menghentikan langkahnya dan berkata bahwa dia akan ikut berjuang dengan Patih Waranggaseta untuk membebaskan giritunggal dari kekejaman Raja nya yaitu Raja Sutabirawa.


Kemudian Putri Senjabirawa juga begitu, dia tak ingin meninggalkan giritunggal begitu saja, dia juga akan ikut berjuang demi kedamaian giritunggal.


Senopati Kuncoro serba salah, jika dia kembali ke suryaloka, dia khawatir dengan keselamatan Putri Senjabirawa, tapi jika dia tetap tinggal di giritunggal, itu sama dengan mengabaikan perintah Mahapatih Damarwijaya.


Sebab dalam tugas yang dia emban, senopati Kuncoro ditugaskan untuk menyelamatkan Putri Senjabirawa, setelah itu, Putri Senjabirawa disuruh diamankan ke suryaloka, tapi nyatanya Putri Senjabirawa ingin tetap tinggal di giritunggal dan malah akan ikut berjuang dengan Patih Waranggaseta.


Otomatis keselamatan Putri Senjabirawa harus tetap di jaga dalam kondisi dan situasi apapun.


Maka dari itu senopati Kuncoro juga tetap akan tinggal di giritunggal demi menjaga keselamatan Putri Senjabirawa dan sekaligus dia juga akan ikut berjuang dengannya.


Jadi sekarang ini yang akan pergi ke suryaloka hanya kedua puluh pasukan khusus prajaloka dan juga istri beserta kedua anak dari Patih Waranggaseta yang akan dititipkan ke kerajaan suryaloka demi keselamatan mereka bertiga.


Singkat cerita keesokan harinya Raja Sutabirawa memerintahkan para prajuritnya untuk menyerbu Patih Waranggaseta yang bersembunyi didalam hutan giritunggal.


Menurut telik sandi atau mata mata dari Raja Sutabirawa, Patih Waranggaseta beserta para pengikutnya berada di sebelah timur hutan giritunggal.


Maka dari itu Raja Sutabirawa mengerahkan kekuatan sangat besar untuk menuju ke hutan tersebut demi menghancurkan Patih Waranggaseta beserta pengikutnya.


Lalu beberapa saat kemudian, para prajurit giritunggal yang dikerahkan oleh Raja Sutabirawa yang berjumlah seribu orang prajurit, mereka semua hampir sampai di hutan tersebut.


Suasana makin tak karuan pada waktu siang itu, burung-burung berterbangan seakan menjauh dari hutan itu.


Akhirnya para prajurit giritunggal masuk kedalam hutan dan menyisir setiap penjuru.


Seribu prajurit terus mencari keberadaan Patih Waranggaseta beserta para pengikutnya yang bersembunyi didalam hutan giritunggal.


Seribu prajurit tersebut dipimpin oleh panglima perang yang bernama senopati Sumantri.


Senopati Sumantri adalah seorang sakti mandraguna, dia adalah senopati terbaik di giritunggal.


Tak ada satu orangpun yang bisa menandingi kesaktian senopati Sumantri di giritunggal.

__ADS_1


Maka dari itu, senopati Sumantri adalah tangan kanan dari Raja Sutabirawa.


Bahkan meski dia hanya seorang senopati, tapi kekuasaan senopati Sumantri melebihi seorang Patih Waranggaseta.


Hal tersebut yang membuat Patih Waranggaseta sangat kecewa selama ini, karena tugas tugas beliau sebagai seorang patih giritunggal seperti diambil alih oleh senopati Sumantri yang mendapatkan dukungan langsung dari Raja Sutabirawa.


Jadi selama ini Patih Waranggaseta seperti tak dianggap sebagai seorang patih di giritunggal, kebijakan kebijakannya sering tidak didengarkan olah Raja Sutabirawa.


Maka dari itu, Patih Waranggaseta memilih untuk membelot dari kekuasaan Raja Sutabirawa, karena beliau merasa Raja Sutabirawa sudah sangat tidak benar dalam memimpin negrinya ini yaitu negri giritunggal.


Kemudian kembali ke seribu prajurit yang sedang menyisir hutan giritunggal untuk mencari Patih Waranggaseta beserta para pengikutnya.


Para prajurit tersebut menyebar kesetiap penjuru dari hutan tersebut.


Tapi sampai sore hari mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Patih Waranggaseta.


"Prajurit, kita masuk lebih dalam lagi kehutan giritunggal, sebab aku merasa bahwa buruan kita sekarang ini sedang bersembunyi disana", perintah senopati Sumantri sebagai panglima perang giritunggal.


Tak butuh waktu lama, saat para prajurit giritunggal lebih masuk lagi kedalam hutan itu, tiba-tiba banyak dari mereka terkena serangan ranjau yang telah disediakan oleh bala pasukan Patih Waranggaseta.


Banyak diantara meraka yang tewas dan terluka akibat terkena berbagai ranjau tersebut.


Senopati Sumantri kebingungan oleh kejadian itu, dia tak kepikiran sama sekali bahwa hal seperti itu bakal terjadi kepada para prajuritnya itu.


Lalu korban semakin banyak di kubu prajurit giritunggal.


Dan pasukan Patih Waranggaseta, diam diam mereka menyerang dalam semak semak dan menghujaninya dengan ratusan anak panah.


Lalu prajurit giritunggal semakin kocar kocir dibuatnya.


Akhirnya para pasukan Patih Waranggaseta yang jumlahnya kurang dari lima ratus orang, mereka semua menyerbu prajurit giritunggal yang tadinya ada seribu orang prajurit, tapi sekarang jumlah prajurit giritunggal sangat berkurang drastis akibat banyak diantara mereka terkena ranjau.


Akhirnya peperangan pun tak terelakkan lagi, kini jumlah pasukan dari Patih Waranggaseta hampir setara dengan jumlah dari prajurit giritunggal.

__ADS_1


Waktu itu didalam hutan giritunggal terjadi pertumpahan darah, akibat peperangan penentu antara keadilan dan kejahatan.


Patih Waranggaseta beserta para pasukannya ingin menciptakan kedamaian dan keadilan di negri giritunggal meski harus bertaruh nyawa, karena giritunggal sudah lama merasakan penderitaan akibat ulah dari pemimpinnya, kini giritunggal harus bangkit dari kegelapan tersebut.


Waktu itu sesuai rencana, Pangeran Kasimwijaya segera menghadapi senopati Sumantri yang terkenal sakti mandraguna.


Dan senopati Kuncoro bertugas melindungi Putri Senjabirawa dari peperangan itu.


Pertarungan antara Pangeran Kasimwijaya melawan senopati Sumantri berjalan sangat sengit sekali.


Berbagai jurus jurus bela diri mereka keluarkan untuk menyerang satu sama lain.


Senopati Sumantri tak menyangka ternyata ada seorang pemuda yang bisa mengimbangi dia dari pertarungan.


Padahal selama ini, tak ada seorangpun yang sanggup melawannya bisa bertahan sampai selama ini.


Bukan hanya segitu saja, ternyata Pangeran Kasimwijaya dengan cepat bisa membalikkan keadaan, kini senopati Sumantri dibuat keteteran melawannya.


"Kurangajar... siapa dia sebenarnya, sungguh sangat hebat sekali pemuda ini", kata senopati Sumantri dari dalam hatinya.


Akhirnya senopati Sumantri dibuat terpental oleh setiap jurus yang Pangeran Kasimwijaya keluarkan.


Kemudian senopati Sumantri yang merasa dirinya telah diremehkan oleh seorang pemuda yang melawannya itu, akhirnya dia mengeluarkan kesaktiannya yaitu berupa ajian segoro geni.


Saat api sudah mulai berkobar-kobar di sekujur tubuh senopati Sumantri karena mengeluarkan ajian tersebut.


Pangeran Kasimwijaya yang melihatnya sempat berfikir bahwa senopati Sumantri sudah mulai serius melawannya.


Maka dari itu, dengan jurus kalabaya yang dia punya, Pangeran Kasimwijaya berusaha melindungi tubuhnya dari serangan apapun.


Sebab jurus kalabaya adalah salah satu jurus dari ketiga jurus terlarang dalam dunia persilatan, dan tidak semua pendekar bisa menguasainya, sebab hanya orang pilihan saja yang bisa menguasai jurus tersebut.


Meski jurus kalabaya adalah jurus yang paling rendah tingkatannya dari ketiga jurus terlarang itu, tapi meski begitu seseorang yang bisa menguasainya adalah orang pilihan yang sangat hebat.

__ADS_1


Kemampuan dari ketiga jurus terlarang tersebut ialah dapat memanipulasi setiap keadaan dirinya maupun keadaan sekitar.


Tapi dari ketiga jurus terlarang tersebut yaitu jurus kalamurka, kalapati dan kalabaya memiliki batasan masing-masing yang sesuai dengan tingkatannya.


__ADS_2