
Tak lama kemudian dengan kecepatan tinggi akhirnya Raja iblis Kalazar tiba di banyuasri, gemetar lah tanah daerah tersebut saat Kalazar turun dari langit dengan wujud raksasanya yang sangat besar dan semua pasukannya turun dari punggung nya. Warga sekitar dibuat takut akan kejadian tersebut, mereka berhamburan keluar rumah untuk segera menyelamatkan diri. Tapi Kalazar beserta pasukannya malah membantai mereka yang berusaha kabur dari tempat tersebut.
Kabar tersebut terdengar oleh Prabu Jayawaskita, akhirnya Beliau dengan semua para kesatria dan juga prajuritnya segera menuju tempat kejadian tersebut. Saat sampai ditempat kejadian itu, alangkah terkejutnya Prabu Jayawaskita melihat wujud Raja iblis Kalazar yang begitu besar.
"Pangeran Gunawijaya apakah sosok raksasa ini yang akan jadi ancamanmu?", Prabu Jayawaskita yang merasa heran melihat raksasa sebesar itu didepan nya.
"Ya begitulah Parabu Jayawaskita, raksasa itu adalah Raja iblis Kalazar, dia yang pernah membuatku kuwalahan saat melawannya dulu", Pangeran Gunawijaya berusaha menjelaskannya.
Kemudian kelima pendekar sakit jelmaan dari lima batu permata, memohon pada Pangeran Gunawijaya agar mereka menyatu dalam diri Pangeran Gunawijaya. Lalu dengan izin Pangeran Gunawijaya, menyatulah kelima pendekar tersebut kedalam diri Pangeran Gunawijaya seketika itu agar ia mendapat kekuatan tambahan dari kelima pendekar sakti.
Tiba-tiba tubuh Pangeran Gunawijaya menyala terang bagai Kilauan permata, dan ia merasa kekuatan nya meningkatkan pesat. Dan seketika itu Pangeran Gunawijaya menyerang Raja iblis Kalazar dengan mengendalikan kekuatan alam, sebab kelima pendekar sakti jelmaan dari lima batu permata adalah sumber dari kekuatan alam. Maka dari itu Pangeran Gunawijaya bisa dengan mudah mengendalikan lima elemen alam yaitu api, angin, air, tanah dan petir.
Tanah yang dipijak oleh Kalazar tiba-tiba berubah menjadi lumpur hisap, itu semua karena Pangeran Gunawijaya telah merubah tanah tersebut dengan kekuatan alam ya ia kuasai. Seketika itu Kalazar pelan pelan terhisap oleh lumpur tersebut, dan Prabu Jayawaskita ikut membantu menyerang Kalazar menggunakan senjata saktinya yaitu Gada Soka.
Gada Soka adalah senjata sakti penghancur yang kekuatannya setara dengan pukulan seribu gajah milik mendiang Maha Raja Aryawijaya yaitu ayah dari Pangeran Gunawijaya.
__ADS_1
Saat Kalazar sudah semakin terhisap oleh lumpur tersebut, Prabu Jayawaskita tiba-tiba berlari kencang dan melompat setinggi tingginya kearah Kalazar lalu menyerang nya dengan senjata gada soka nya. Serangan tersebut berhasil mengenai perut Kalazar hingga dia kesakitan dan muntah darah.
Saka yang mengetahui Raja iblis Kalazar dalam bahaya, dia tiba-tiba membantunya dengan mementalkan Prabu Jayawaskita dengan kekuatan mata dewa nya. Terpentalah Prabu Jayawaskita hingga tersungkur. Tapi Prabu Jayawaskita bukan kesatria yang lemah, Beliau langsung bangkit dan akan melawan Saka sipendekar mata dewa.
Saka tidak tinggal diam, dia terus berusaha menyerang Prabu Jayawaskita dengan kekuatan mata dewa nya. Tapi Prabu Jayawaskita bisa menepis serangan tersebut menggunakan gada Soka nya, sebab Prabu Jayawaskita memiliki ajian netro condromowo, dimana pemilik ajian tersebut bisa melihat setiap energi dari kekuatan apapun dan ajian itu juga bisa membuat lawannya lemas tak berdaya jika lawan tersebut menatap matanya.
Kekuatan mata dewa Saka akhirnya tak berguna untuk melawan Prabu Jayawaskita yang memiliki ajian netro condromowo, sebab Prabu Jayawaskita selalu bisa menepis setiap serangan kekuatan mata dewa Saka.
"Kenapa serangan mata dewa ku hanya seperti mainan bagi dia", Saka merasa heran melihat setiap serangan mata dewa nya bisa selalu dipatahkan oleh Prabu Jayawaskita menggunakan senjata saktinya tersebut yaitu gada soka.
Saat Saka lemas tak berdaya, Prabu Jayawaskita akan menghabisinya dengan senjata saktinya yaitu gada loka, Raja iblis Kalazar yang melihatnya berusaha menolong Saka dengan menyemburkan api dari salah satu kepalanya kepada Prabu Jayawaskita, tapi semburan Kalazar tak membuat Prabu Jayawaskita terluka sedikitpun, sebab dengan cepat Pangeran Gunawijaya melindungi nya dengan perisai tanah yang sangat kuat dan membentuk sebuah cangkang telur dimana Prabu Jayawaskita berada didalamnya.
Ternyata saat Prabu Jayawaskita berada didalam perisai tanah, pengaruh aji netro condromowo nya pada Saka menghilang, dan Saka pun kembali pulih seperti sedia kala. Setelah itu akhirnya Kalazar menghentikan semburan api nya kepada Prabu Jayawaskita, karena dia sendiri juga sedang dalam bahaya. Raja iblis Kalazar berusaha membesarkan wujudnya guna untuk lolos dari hisapan lumpur yang telah dikeluarkan oleh Pangeran Gunawijaya menggunakan kekuatan alam.
Tapi apa daya, semakin Kalazar membesarkan wujudnya, semakin kuat lumpur itu menghisapnya. Lalu Pangeran Gunawijaya akan segera mencambuk Kalazar menggunakan kekuatan halilintar atau petir yang maha dahsyat yang akan ia panggil. Kalazar yang menyadarinya berusaha mencari jalan keluar akan hal tersebut.
__ADS_1
Kemudian Prabu Jayawaskita keluar dari perisai tanah yang dibuat oleh Pangeran Gunawijaya, Beliau tak segan-segan untuk menghadapi Saka, sedangkan Saka yang merasa kekuatan mata dewa nya tidak pengaruh pada Prabu Jayawaskita, dia nampak gugup saat akan melawannya.
Sedangkan Prayoga sekarang harus menghadapi Sanjaya yaitu sahabat karibnya dulu sewaktu mereka menjadi pendekar bayaran yang berjuluk pendekar kujang kelana. Pertarungan mereka berdua sangat sengit, Sanjaya unggul dari segi bela diri, sedangkan Prayoga unggul dari segi tenaga. Meskipun Prayoga banyak menerima serangan dari Sanjaya tapi dia tidak lemas sama sekali karena fisik Prayoga lebih kuat dari Sanjaya. Sedangkan Sanjaya yang sedari tadi menyerang Prayoga bertubi-tubi, ia sudah mulai sedikit kehabisan tenaga.
Tiba-tiba Raja iblis Kalazar memerintahkan Prayoga dan Saka untuk menyerang Pangeran Gunawijaya.
"Prayoga, Saka, misi ini adalah menghabisi Pangeran Gunawijaya secepatnya, maka dari itu fokuslah kalian berdua untuk menyerang Pangeran Gunawijaya saja!", Kata Kalazar.
Seketika itu Prayoga dan Saka meninggalkan lawan bertarungnya, guna untuk menghabisi Pangeran Gunawijaya sesuai dengan misinya tersebut. Pangeran Gunawijaya yang menyadari hal itu, ia dengan cepat akan menghabisi Raja iblis Kalazar dengan cambuk halilintar maha dahsyat yang sedikit lagi sudah siap dicambukkan.
Kalazar pun yang melihatnya sangat ketakutan melihat begitu hebatnya halilintar atau petir yang dipanggil oleh Pangeran Gunawijaya. Seumur hidup Kalazar baru kali ini dia melihat petir yang begitu hebatnya, dia merasa tak akan selamat jika terkena sambaran tersebut.
Prayoga yang akan menyerang Pangeran Gunawijaya, dia dihalangi oleh Sanjaya. Dan begitupun Saka saat akan menyerang Pangeran Gunawijaya, dia dihalangi oleh Prabu Jayawaskita.
Tidak ada jalan untuk mereka berdua yaitu Prayoga dan Saka untuk bisa menyerang Pangeran Gunawijaya, karena dua kesatria hebat yaitu Sanjaya dan Prabu Jayawaskita selalu menghalang halangi mereka berdua.
__ADS_1