
Kemudian di sisi lain Begawan Ludoyo merasakan bahwa putranya yaitu raja iblis kalazar sedang dalam bahaya.
Maka dari itu dia akan segera menyusul kalazar di Surya Loka.
Tapi tujuannya itu dihentikan oleh pangeran Guna Wijaya.
"kau berani menghalangiku, berarti kau sudah siap mati", kata Begawan Ludoyo kepada Pangeran Guna Wijaya.
"dari awal aku memang sudah siap mati, Tapi tidak semudah itu untuk bisa Membunuhku", pangeran Guna Wijaya menjawab dengan begitu lantangnya.
Lalu Begawan Ludoyo benar-benar marah dengan tindakan pengarang Guna Wijaya.
Dia mengeluarkan kesaktiannya untuk membunuh Pangeran Guna Wijaya secepatnya.
Kesaktian tersebut adalah sebuah ajian yang bisa membunuh lawannya, hanya dengan sebuah tembang atau nyanyian kematian.
Ajian tersebut bernama kidung kaliwungan.
Saat itu Begawan Ludoyo mulai menembang sebuah lagu kematian, lagu tersebut adalah nyanyian tembang Jawa yang bisa menarik Sukma seseorang, jika seseorang itu terlena mendengarkan tembang tersebut, dia akan mati seketika itu juga.
Pangeran Guna Wijaya saat itu sudah merasa bahwa ajian yang akan dikeluarkan Begawan Ludoyo, adalah ajian yang sangat berbahaya.
Saat tembang itu dilantunkan oleh Begawan Lodoyo, Pangeran Guna Wijaya segera menyuruh para prajuritnya dan para punggawanya untuk menutup telinganya dan tidak mendengarkan lantunan dari lagu tersebut.
Ternyata benar, seseorang yang berada di sekitar Begawan Lodoyo, tiba-tiba mati seketika akibat mendengarkan lantunan dari tembang tersebut.
Tidak peduli kawan maupun lawan, siapapun yang mendengarkan lagu tersebut pasti dia akan mati.
Awalnya sang korban akan mengeluarkan darah dari segala lubang yang berada di tubuhnya, lalu sang korban akan mengalami sakit kepala yang tak terhingga rasanya, kemudian kejang-kejang lalu mati.
Seperti itulah kengerian ajian kidung kaliwungan milik Begawan Ludoyo.
"Bagaimana ini Pangeran, kalau seperti ini terus bisa-bisa kita bakal mati semua", Adipati mukas barada berkata pada Pangeran Guna Wijaya.
"ya benar pangeran, kita harus segera mencari cara untuk mematahkan ajian tersebut", kata Adipati Mahesa Sangkala kepada kakak iparnya yaitu Pangeran Guna Wijaya.
Lalu dengan kekuatan pikiran, Pangeran Guna Wijaya mengendalikan pedang mustika biru yang berada di belakang punggungnya, sebab kedua tangannya sedang menutupi telinganya untuk membendung suara dari lantunan tembang dari Begawan Ludoyo.
__ADS_1
Maka dari itu Pangeran Guna Wijaya mengontrol atau mengendalikan pedang mustika birunya menggunakan kekuatan pikirannya.
Seketika itu pedang Mustika biru melayang di atas kepala Pangeran Guna Wijaya, dan menghadap atau mengarah kepada Begawan Ludoyo.
"gelombang Buana Sakti....", Pangeran Guna Wijaya mengeluarkan kekuatan dari pedang Mustika biru tersebut.
Muncullah Sinar besar kebiru-biruan dari pedang Mustika biru, itulah kekuatan gelombang Buana Sakti yang berasal dari pedang Mustika biru.
Lalu gelombang Buana Sakti menyambar ke arah Begawan Ludoyo.
Begawan Ludoyo yang mengetahuinya segera menghentikan lantunan tembangnya, dan dia segera menahan Kekuatan tersebut, yaitu gelombang Buana Sakti.
Sebab jika kekuatan Dahsyat tersebut tidak ditahan oleh Begawan Ludoyo, maka akan menjadi masalah besar pada dirinya.
Akhirnya bisa tidak bisa Begawan Ludoyo harus menahan kekuatan gelombang Buana Sakti, yang berasal dari pedang Mustika biru Pangeran Guna Wijaya.
Dan tembang kematian tersebut terhenti seketika itu, sebab Pangeran Guna Wijaya berhasil menghentikannya.
Dengan kekuatannya, Begawan Ludoyo berhasil menepis kekuatan Dahsyat tersebut yang dia Tahan.
Kekuatan dahsyat itu terpental ke atas, dan meledak seketika itu juga.
Dan semua orang yang berada di medan perang tersebut sangat tercengang oleh dampak dari getaran itu.
"Ada apa Ini paman, Kenapa tiba-tiba ada gempa bumi yang begitu hebat", kata Pangeran Guntur Wijaya kepada Mahapatih Damar Wijaya.
"ini bukan gempa bumi biasa keponakanku, sepertinya ini dampak dari sebuah kekuatan Dahsyat", jawab Mahapatih Damar Wijaya kepada keponakannya tersebut.
"apakah kekuatan ini milik kanda Pangeran Guna Wijaya", Pangeran Guntur Wijaya berkata dalam hatinya.
"bodoh Kalian semua, Justru malah petaka yang nyata berada di depan mata kalian", raja iblis kalazar akan menghempaskan jurus energi gelombang siluman, yang sudah dia siapkan untuk meluluhlantakan medan perang Surya Loka.
Saat kekuatan atau jurus tersebut akan meluluhlantakan medan perang, Begawan winara mengeluarkan sebuah jurus untuk membuka sebuah portal atau jalan menuju Dimensi Lain, Untuk memindahkan jurus kalazar tersebut ke Dimensi Lain.
Masuklah jurus energi gelombang siluman itu ke dalam Dimensi Lain yang telah dibuka oleh Begawan winara.
Waktu itu kalazar benar-benar dibuat heran dengan apa yang dilakukan oleh Begawan winara tersebut.
__ADS_1
"sial kau bajingan, beraninya kau menggagalkan usahaku menggunakan salah satu kekuatanku sendiri", raja iblis kalazar marah kepada Begawan winara yang telah menggagalkan usahanya tersebut.
Bukan hanya mengcopy wujud raja iblis kalazar, Begawan winara juga menguasai semua kekuatannya, sebab itu dikarenakan Begawan winara telah menggunakan jurus Jaya Rendra.
Lalu tanpa berpikir panjang saat raja iblis kalazar sedang lengah Atas kejadian tersebut, Pangeran Guntur Wijaya dengan sangat cepat menyerangnya.
Raja iblis kalazar pun kewalahan atas serangan mendadak tersebut.
Kalazar dihajar habis-habisan oleh pangeran Guntur Wijaya, yang menggunakan ajian Guntur Saketi.
Untuk menandingi kekuatan Pangeran Guntur Wijaya tersebut, raja iblis Kalazar benar-benar tidak bisa.
Lalu saat raja iblis kalazar sudah mulai melemah, Mahapatih Damar Wijaya akan bersiap-siap untuk membakarnya menggunakan kesaktiannya tersebut, yaitu Aji Brata.
Tak cuma Mahapatih Damar Wijaya yang bersiap-siap, tapi Senopati bala Warman juga bersiap untuk mengeluarkan kesaktiannya yaitu ajian Amukti raksa.
Senopati bala Warman akan menyambarkan petir kepada kalazar menggunakan ajiannya tersebut.
Tak ingin tinggal diam saja, Senopati trenggono alias Bodas tiba-tiba Dia membantu Pangeran Guntur Wijaya untuk menghajar kalazar.
Senopati trenggono alias Bodas, dia benar-benar beringas mengajarkan kalazar dengan kekuatan tujuh gajahnya.
Raja iblis kalazar bagaikan bola saja, dioper sana dioper sini hanya untuk dihajar oleh kedua Kesatria tersebut.
Lalu Begawan winara yang akan ikut membantu Pangeran Guntur Wijaya, tiba-tiba beliau lemas tak berdaya.
Ternyata batas waktu ajian Jaya Rendra sudah mencapai batasnya, Karena tanpa disadari Begawan winara telah menggunakan banyak Cakra sewaktu mengeluarkan jurus pembuka portal antar dimensi, saat menggagalkan jurus energi gelombang siluman milik raja iblis kalazar.
"sial seharusnya ini belum terjadi, aku masih punya banyak waktu, tapi kenapa hal ini cepat terjadi", Begawan winara yang terkejut, Kenapa ajian Jaya Rendra nya sudah mencapai batasnya, padahal setahu dia, dia masih punya cukup waktu untuk bisa menghabisi dengan ajiannya tersebut.
Kemudian Mahapatih Damar Wijaya yang menyadari akan hal tersebut kepada Begawan winara, beliau segera melindungi Begawan winara, tapi tugas tersebut diambil alih oleh Senopati bala Marwan untuk melindungi Begawan winara.
Dan Senopati bala Marwan menyuruh Mahapatih Damar Wijaya agar berkonsentrasi untuk fokus menyerang kalazar saja, biar tugas melindungi Begawan winara diserahkan pada dirinya saja.
Lalu Senopati bala Marwan melindungi Begawan winara menggunakan ajian perisai Segoro Kidul.
Kemudian Pangeran Kasim Wijaya juga tidak tinggal diam saja, Dia memanggil pusaka dewanya menggunakan jurus kala baya.
__ADS_1
Pusaka Dewa tersebut berupa pedang langit yang akan digunakan untuk memenggal kepala raja iblis kalazar.