
Kemudian dengan kemunculan pasukan manusia tanah tersebut, para pasukan atau prajurit Pangeran Guna Wijaya semakin menjaga dirinya, sebab saat ini Pangeran Guna Wijaya masih mengumpulkan atau meningkatkan cakranya agar dia bisa bertarung kembali.
Tapi para pasukan Tanah itu sangat beringas, semakin mereka dihancurkan semakin bertambah jumlahnya.
Saat itu para pasukan Pangeran guna wijaya seperti kewalahan menghadapi para pasukan tanah tersebut.
Sedangkan sebagian para Ksatria yang lainnya masih menghadapi Begawan Sakti Ludoyo, yang sangat susah sekali dikalahkan.
Waktu itu dengan kemarahan Pangeran Guntur Wijaya, dengan ajian Guntur Saketi tingkat tinggi, yang lebih kuat 30 kali lipat dari jurus pukulan halilintar tingkat 8, Pangeran Guntur Wijaya saat itu bisa sedikit mengimbangi kekuatan dari Begawan Sakti Ludoyo sang pengguna jurus kala murka.
"hebat juga kau anak muda, dengan Kesaktianmu itu kau bisa mengimbangi kekuatanku", kata Begawan Sakti Ludoyo kepada Pangeran Guntur Wijaya.
"Aku bukan sekedar mengimbangi kekuatanmu Begawan, tapi aku secepatnya akan menghabisimu dengan kekuatanku ini", Pangeran Guntur Wijaya menjawabnya.
"Apa kau yakin bisa mengalahkan ku anak muda, aku pengguna jurus kala murka, di dunia ini belum ada yang bisa mengalahkanku, bahkan sekelas Dewa Surya takluk padaku, apalagi kau seorang manusia biasa, mustahil untuk bisa mengalahkanku", ucap Begawan Sakti Ludoyo.
"Kau boleh saja sombong Begawan, tapi aku yakin, kau Secepatnya akan binasa di medan perang ini", kata Pangeran Guntur Wijaya dengan keyakinan dirinya.
Kemudian kedua ksatria tersebut bertarung habis-habisan, ya itu Begawan Sakti Ludoyo melawan pangeran Guntur Wijaya.
Saat itu Pangeran Guntur Wijaya berhasil memukul dan menendang Begawan itu, tapi Begawan tersebut tidak kalah hebat dengan pangeran Guntur Wijaya, sebab Begawan itu juga menyerang Pangeran Guntur Wijaya dengan bertubi-tubi, beberapa pukulan dan tendangan berhasil dia hantamkan kepada Pangeran Guntur Wijaya.
"siaaal.... dengan kekebalan yang aku miliki, ternyata aku masih bisa merasakan sakit karena serangan dari lawanku tersebut", Begawan Ludoyo berkata dalam hatinya.
Kemudian Adipati Mahesa Sangkala saat ini dibuat kerepotan oleh para pasukan manusia tanah tersebut.
Puluhan bahkan ratusan manusia tanah, menyerang Adipati Mahesa Sangkala secara bersamaan.
Tujuan dari para Manusia tanah itu menyerang Adipati Mahesa Sangkala, hanya untuk menghalangi atau menggagalkan Adipati itu saat dia menggunakan ajian sanca rudranya.
Otomatis dengan serangan sebanyak itu dari para pasukan manusia tanah, Adipati Mahesa Sangkala tidak bisa sama sekali mengeluarkan ajiannya tersebut.
Sedangkan di sisi lain Adipati mukas barada, saat setengah tubuhnya terperosok ke dalam tanah, karena serangan dari Begawan Ludoyo, Untung saja dirinya ditolong oleh salah satu punggawa dari pasukan Begawan itu yang telah membelot, dan Punggawa tersebut bernama Kusuma.
Kusuma adalah salah satu punggawa terbaik dari Begawan Ludoyo.
Meski Kusuma tidak masuk dalam jajaran tangan kanan Begawan tersebut, tapi kehebatan dan kesaktian Kusuma tidak bisa diremehkan.
__ADS_1
Kusuma adalah pendekar tapak dewa, jurusnya tersebut sangat mematikan.
Bahkan sewaktu dulu ketiga pendekar tombak bayangan yaitu kan kin kun yang sudah tewas, mereka bertiga sewaktu masih hidup pernah dihajar habis-habisan oleh Kusuma.
Dan juga Kusuma pernah membuat raja iblis kalazar kewalahan tak bisa mengalahkannya, saat pertama kali mereka bertemu.
Kala itu yang bisa menundukkan Kusuma hanya sesosok misterius, ya itu mandiang Pangeran Murad Wijaya, ayah dari pangeran Kasim Wijaya.
Tapi kenapa pendekar sehebat Kusuma tidak kepilih menjadi jajaran tangan kanan Begawan Ludoyo.
Ternyata kala itu Kusuma hanya patuh kepada sesosok misterius, sebab Kusuma menganggap sesosok misterius lah yang sanggup menundukkannya.
Maka dari itu Begawan Ludoyo tidak menyukai prinsip dari Kusuma tersebut.
Jadi dengan alasan begitulah Begawan Ludoyo tidak memasukkan Kusuma dalam daftar tangan kanannya.
Kedudukan Kusuma hanyalah punggawa biasa, kedudukannya tidak lebih tinggi daripada tangan kanan Begawan Ludoyo.
Meski Kusuma adalah orang tersakti dari sekian banyak pasukan dan punggawa dari Begawan tersebut, hal itu tak jadi Istimewa karena Kusuma tak masuk jajaran para tangan kanan Begawan tersebut.
"sendiko kanjeng Adipati, dan sekarang sudah tiba saatnya kita harus berjuang bersama untuk menghancurkan kejahatan tersebut", jawab punggawa Kusuma pada Adipati mukas barada.
Kemudian setelah Kusuma menyelamatkan Adipati tersebut, Dia segera membantu para Ksatria yang sedang menghadapi Begawan Ludoyo.
Saat Kusuma berhadapan dengan Begawan Ludoyo, Kusuma berkata bahwa dialah lawannya saat ini.
Begawan Ludoyo saat mendengar perkataan dari Kusuma, dia tertawa, dan setelah itu Dia berkata, ternyata datang lagi seekor semut yang akan melawannya.
Kemudian tanpa basa-basi Kusuma langsung mengeluarkan jurus pamungkasnya, yaitu ajian tapak dewa.
Saat mengeluarkan ajian tapak dewa, kedua tangan Kusuma menyala merah, dan matanya pun juga memerah.
Dan di sekujur tubuh Kusuma keluar percikan kilat merah.
Lalu beberapa saat kemudian, bukan hanya rambut tapi sekujur tubuh Kusuma berubah warna menjadi merah darah.
Dan postur tubuh Kusuma menjadi kekar dan besar, sehingga merobek pakaiannya yang dia pakai saat itu.
__ADS_1
Ternyata saat menggunakan ajian tapak dewa, Kusuma juga mengalami perubahan dalam bentuk tubuhnya.
Kini Kusuma bukan seperti manusia lagi, melainkan seperti si monster merah.
"akhirnya aku bisa melawanmu dalam bentukmu yang seperti ini Kusuma", kata Begawan Ludoyo.
"suatu keberuntungan, kau bisa melawanku dalam wujudku yang seperti ini Begawan", ucap Kusuma pada Begawan tersebut.
"tapi dengan perubahan wujudmu yang saat ini, dengan kekuatan penuh yang kau keluarkan, kau sama saja menyerahkan nyawamu, sebab jurus tapak dewa tingkat terakhir yang kau keluarkan ini, nantinya akan kau bayar mahal dengan mengorbankan nyawamu sendiri", Begawan Ludoyo berkata.
"aku tidak menyesali dengan apa yang aku lakukan saat ini, jika aku harus mati, asalkan aku bisa membunuhmu, maka aku akan mati dengan tenang", Kusuma menjawabnya.
Kemudian bertarunglah Kusuma melawan Begawan Ludoyo.
Pertarungan kedua orang tersebut benar-benar di luar dugaan.
Begawan Sakti Ludoyo yang memiliki jurus kala murka, Kini dia harus babak belur dihajar habis-habisan oleh Kusuma pemilik jurus tapak dewa.
Sebenarnya jurus tapak dewa Kusuma terdiri dari beberapa tingkatan.
Tingkatan pertama jurus tapak dewa Kusuma memiliki kekuatan besi.
Tingkatan kedua jurus tapak dewa Kusuma memiliki kekuatan angin.
Tingkatan ketiga jurus tapak dewa Kusuma memiliki kekuatan petir.
Tingkatan keempat jurus tapak dewa Kusuma memiliki kekuatan api.
Dan tingkatan yang kelima, atau tingkatan yang terakhir, jurus tapak dewa Kusuma memiliki keempat Kekuatan tersebut sekaligus, yaitu kekuatan besi angin petir dan api.
Keempat kekuatan itu menyatu menjadi sumber kekuatan tingkat kelima jurus pukulan tapak dewa Kusuma.
Dengan kekuatan tersebut Kusuma dapat membuat Begawan Ludoyo kelabakan melawannya, padahal Begawan Ludoyo sudah meningkatkan jurus kala murkannya, tapi untuk menghadapi jurus pukulan tapak dewa tingkat terakhir milik Kusuma, jurus kala murka saat ini milik Begawan Ludoyo masih belum cukup untuk menandingi kekuatan jurus tapak dewa tersebut.
Jadi Siapakah sebenarnya Kusuma itu, Kenapa dia memiliki kekuatan yang begitu Dahsyat.
Sehebat jurus kala murka milik Begawan Ludoyo, bisa di tandingi oleh jurus tapak dewa milik pendekar Kusuma.
__ADS_1