PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
106. Kekalahan senopati Abas


__ADS_3

Kemudian saat Patih Waranggaseta mengalami banyak kehilangan para pasukannya karena para pasukannya yang berada di garda terdepan telah dihancurkan oleh serangan dari para prajurit pemanah giritunggal.


Situasi tersebut membuat Raja giritunggal yaitu Raja Sutabirawa sangat berbangga hati karena dia mengira peperangan ini bisa dengan mudah dia menangkan.


Dengan keadaan seperti ini sebenarnya sangat merugikan pihak Patih Waranggaseta, sebab rencana yang beliau bangun sejak jauh-jauh hari bisa bisa hancur oleh situasi yang tidak diinginkan tersebut.


Tapi ternyata hal itu semua salah, sebab sebenarnya para pasukan Patih Waranggaseta belum mendapatkan perintah menyerang dari panglima perangnya yaitu Pangeran Kasimwijaya.


Dan sebenarnya sedari tadi para pasukan Patih Waranggaseta, semuanya masih berdiam diri ditempatnya.


Lalu siapa sebenarnya yang dihujani panah oleh para prajurit pemanah giritunggal?


Ternyata yang dihujani panah tersebut adalah para pasukan ilusi atau bayangan yang diciptakan oleh Putri Senjabirawa yang berada di kubu Patih Waranggaseta.


Setelah para prajurit pemanah giritunggal tersebut selesai melaksanakan tugasnya, baru mereka semua menyadari bahwa yang mereka serangan selama ini bukanlah para pasukan Patih Waranggaseta yang sebenarnya, melainkan para pasukan ilusi atau bayangan.


Semua kubu giritunggal sangat terkejut melihat itu semua.


Sang Raja Sutabirawa langsung terdiam tanpa kata saat mengetahui hal tersebut.


"Pasti ini ulah dinda Senjabirawa, karena setahuku hanya dinda Senjabirawa lah yang mempunyai sebuah jurus ilusi", Raja Sutabirawa berkata dalam hatinya.


"Yang mulia Raja, kenapa anda diam saja dan terbengong dari tadi, apa yang anda pikirkan", senopati Abas bertanya pada Raja Sutabirawa.


"Kelihatannya kubu kitalah yang rugi saat ini yang mulia Raja, sebab kita sudah kehabisan banyak anak panah, tapi nyatanya yang kita serang dengan hujan panah sedari tadi hanyalah pasukan bayangan saja", kata senopati Abas yang masih berada di samping Raja Sutabirawa.


Kemudian Raja Sutabirawa memberikan perintah bertahan pada senopati Abas, karena posisi giritunggal sekarang dalam bahaya.


Lalu dikubu Patih Waranggaseta, Putri Senjabirawa sudah tidak bisa menggunakan jurus ilusinya untuk saat ini, sebab kali ini dia terlalu banyak menguras cakranya untuk menggunakan jurus tersebut, maka dari itu, dia butuh waktu beberapa saat untuk bisa menggunakan jurusnya itu kembali.


Setelah itu Pangeran Kasimwijaya sebagai panglima perang dari kubu Patih Waranggaseta, dia segera memberi perintah penyerangan saat ini juga pada pasukannya tersebut.


"Pasukan... Serang... ", perintah panglima perang tersebut.


Akhirnya para pasukan Patih Waranggaseta yang berada digarda terdepan, segera menyerang giritunggal dengan gagah berani.


Lalu bertempurlah para pasukan Patih Waranggaseta melawan para prajurit giritunggal yang bersiaga didepan gerbang kerajaan giritunggal.


Pangeran Kasimwijaya sebagai panglima perang juga ikut bertempur dalam peperangan itu.

__ADS_1


Dia banyak menghancurkan para prajurit giritunggal yang sedang menyerangnya.


Senopati Abas yang melihatnya tak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh Pangeran Kasimwijaya pada para prajurit giritunggal.


Akhirnya senopati Abas turun tangan untuk melawan panglima perang dari kubu Patih Waranggaseta yaitu Pangeran Kasimwijaya.


Sebenarnya senopati Abas bukanlah tandingan bagi Pangeran Kasimwijaya, tapi apa boleh buat, karena senopati Abas sudah menyerang Pangeran Kasimwijaya dengan bertubi-tubi, terpaksa Pangeran Kasimwijaya harus melawannya.


Tak butuh waktu lama, Pangeran Kasimwijaya dapat dengan mudah membuat senopati Abas tak berdaya oleh serangan serangannya itu.


Lalu dengan liciknya, senopati Abas pura pura menyerah, tapi saat Pangeran Kasimwijaya lengah karena merasa kasihan padanya, tiba-tiba senopati Abas melemparkan serbuk beracun ke muka Pangeran Kasimwijaya.


Seketika itu muka Pangeran Kasimwijaya terbakar dan memerah, dia menjerit kesakitan, seakan-akan rasanya mau mati akibat terkena racun tersebut.


"Hahaha... Mampus kau pemuda sialan, dalam perang cara apapun dibebaskan asal demi kemenangan", kelicikan senopati Abas.


"Sebentar lagi tamat riwayatmu anak muda!, karena tidak ada seorangpun yang bisa mengobati seseorang yang terkena racunku ini", kata senopati Abas pada Pangeran Kasimwijaya yang terkena serbuk beracun darinya.


Tiba-tiba terjadi keanehan pada Pangeran Kasimwijaya?


Saat itu Pangeran Kasimwijaya seperti keluar dari dalam tububnya itu, dan saat dia keluar dari dalam tubuh tersebut, Pangeran Kasimwijaya nampak baik baik saja.


Ternyata selama ini Pangeran Kasimwijaya telah merasuk kedalam tubuh orang lain yaitu tubuh salah satu prajurit giritunggal.


Jadi yang terkena serbuk beracun dari senopati Abas bukanlah diri Pangeran Kasimwijaya yang sesungguhnya, melainkan orang lain yang dipergunakan tubuhnya oleh Pangeran Kasimwijaya.


"Ini tidak mungkin, jadi selama ini yang aku lawan adalah orang lain", senopati Abas yang terkejut melihat itu semua.


"Sudah cukup main mainnya senopati... Sekarang tamat sudah riwayatmu!", Pangeran Kasimwijaya yang akan menyelesaikan pertarungannya dengan senopati Abas.


Dengan jurus saktinya yaitu jurus kalabaya, Pangeran Kasimwijaya mengendalikan tanah yang dipijak oleh senopati Abas.


Seketika itu terpentalah senopati Abas hingga dia tersungkur.


Lalu senopati Abas yang merasa dirinya dipermainkan oleh lawannya tersebut, dia sangat marah.


Kemudian senopati Abas mengeluarkan aji senggoro macan, dia bisa mengeluarkan gelombang ultrasonik dari aumannya.


Suara auman itu sangat kencang sekali melebihi suara auman tujuh macan.

__ADS_1


Apapun yang terkena gelombang ultrasonik dari auman itu, maka akan hancur lebur dibuatnya.


Pangeran Kasimwijaya yang menyadari akan bahayanya ajian tersebut, dia segera melindungi dirinya dengan tembok tebal yang terbuat dari tanah yang dia kendalikan dengan jurus kalabaya.


Pangeran Kasimwijaya mengelilingi tubuhnya dengan tembok tembok tersebut.


"Keluar kau anak muda, jangan suka bersembunyi didalam tembok, bagiku sangatlah mudah untuk bisa menghancurkan tembok tersebut", senopati Abas yang sangat percaya diri.


Kemudian tanpa banyak basa basi, senopati Abas segera menghancurkan tembok itu dengan auman macan yang bisa mengeluarkan gelombang ultrasonik.


Hancurlah tembok yang melindungi Pangeran Kasimwijaya.


Tak disangka ternyata Pangeran Kasimwijaya tidak ada didalam tembok tersebut.


Alangkah terkejutnya senopati Abas mengetahui itu semua, dia kebingungan mencari Pangeran Kasimwijaya yang ternyata tidak ada didalam tembok tersebut.


Ternyata Pangeran Kasimwijaya merubah dirinya menjadi transparan sehingga tak terlihat oleh mata.


Pangeran Kasimwijaya dalam wujud transparannya menghajar habis habisan senopati Abas.


Senopati Abas yang tidak bisa melihatnya sangat kewalahan dibuatnya.


Aji senggoro macan nya sudah tak berguna lagi, karena senopati Abas tidak bisa melihat lawannya tersebut.


Senopati Abas yang terkena serangan terus menerus, dia semakin lemas badannya.


Akhirnya dengan menggunakan kesaktian jurus kalabaya, Pangeran Kasimwijaya menghimpit senopati Abas dengan tanah yang dia kendalikan.


Akhirnya senopati Abas pun tewas dibuatnya.


Kemudian para prajurit giritunggal yang melihat kejadian tersebut sangat ketakutan.


Memang dalam peperangan itu banyak korban dari kedua kubu.


Tapi para prajurit giritunggal kalah mental, banyak diantara mereka menyerah dan kabur dari peperangan.


Dengan begitu situasi tersebut sangat menguntungkan kubu Patih Waranggaseta.


Kemudian Patih Waranggaseta beserta para pasukan cadangan bergerak maju kemedan perang untuk membantu para pasukannya yang telah maju dan berperang terlebih dulu.

__ADS_1


Akhirnya kubu Patih Waranggaseta dapat memenangkan peperangan yang berada di luar kerajaan giritunggal.


Kini situasi di luar kerajaan itu sudah dikuasai oleh kubu Patih Waranggaseta.


__ADS_2