
Kemudian malampun tiba, sesampainya Pangeran Gunawijaya didesa Dukuh, ia menyelinap kepadepokan Lawang sewu milik Sanjaya, ia menyelinap memakai cadar dan berpakaian serba hitam. Dipadepokan tersebut sangat ramai oleh aktivitas para murid-murid Sanjaya yang sedang berlatih ilmu kanuragan, Pangeran Gunawijaya yang bersembunyi dibalik pepohonan ia mengamati situasi yang sedang berjalan disana. Lalu keluarlah dari dalam padepokan seorang gadis cantik nan jelita, rambutnya panjang diikat keatas dan kulitnya putih mulus bak sebuah kapas yang lembut, lalu ia mendekati para pemuda pemuda yang sedang berlatih ilmu kanuragan dan disitu ia terlihat sedang berbicara pada salah satu seorang pemuda yang sedang berlatih dipadepokan tersebut. Tak disangka gadis itu lalu berjalan mendekat ketempat persenjataan yang ada disebelah tempat latihan tersebut, ia mengambil sebuah panah dan dengan cepat ia mengarahkan panah itu tepat dimana Pangeran Gunawijaya bersembunyi dibalik pepohonan. Kemudian Pangeran Gunawijaya yang terkejut melihat lesatan panah itu ia dengan cepat dapat menghindarinya, tapi disaat Pangeran Gunawijaya berhasil menghindari panah itu, tiba-tiba dibelakangnya muncul seorang pemuda yang berbadan gagah menyerang Pangeran Gunawijaya dengan kemampuan bela dirinya, akhirnya terjadilah pertarungan bela diri antara pemuda itu melawan Pangeran Gunawijaya yang sedang menyelinap kepadepokan lawang sewu. Pangeran Gunawijaya diserang habis habisan dengan berbagai jurus bela diri sampai ia tergiring kehalaman padepokan tersebut, disitu Pangeran Gunawijaya diserang bukan hanya oleh pemuda yang gagah itu saja yang menyerangnya, tetapi gadis cantik yang memanahnya tadi juga ikut menyerangnya. Tapi kehebatan akan kemampuan bela diri Pangeran Gunawijaya tidak bisa diremehkan, pemuda gagah beserta gadis yang menyerangnya dengan berbagai jurus itu tidak bisa mengenai sedikitpun tubuh Pangeran Gunawijaya.
Pertarungan semakin memanas, disaat pemuda dan gadis itu tidak bisa mengalahkan Pangeran Gunawijaya dengan bela dirinya, lalu dengan cepat ada yang melemparkan kepada mereka berdua, dua buah senjata yaitu pedang dan tombak. Pedang itu berhasil ditangkap dan digunakan oleh sigadis cantik, sedangkan tombak itu berhasil ditangkap dan digunakan oleh pemuda gagah itu. Lalu Pangeran Gunawijaya diserang oleh mereka berdua menggunakan senjata pedang dan tombak secara habis bahisan, tapi tak sedikitpun senjata itu yang bisa melukai Pangeran Gunawijaya, padahal Pangeran Gunawijaya hanya sesekali menghidari serangan senjata pedang dan tombak tersebut.
"Guru!, Kenapa serangan senjata kita selalu terpental disaat senjata kita akan mengenai orang ini?", Kata gadis cantik itu kepada pemuda gagah yang menyerang membawa tombok.
"Dia bukan orang sembarangan Tuan Putri, berhati-hatilah?", Jawab pemuda gagah yang membawa tombak kepada gadis cantik itu.
Serangan pedang dan tombak mereka berdua kepada Pangeran Gunawijaya terpental itu dikarenakan Pangeran Gunawijaya memiliki ajian lembu sekilan yang tidak bisa diluakai dengan senjata apapun dalam jangka satu jengkal tangan. Mereka berdua sampai bingung siapakah orang bercadar yang berilmu tinggi itu, dan apa tujuannya menyelinap kepadepokan lawang sewu. Kemudian disaat pemuda gagah dan gadis cantik itu terus menyerang dengan menggunakan senjatanya, tiba-tiba gadis cantik itu terkena pukulan Pangeran Gunawijaya tepat diperutnya hingga ia merasa kesakitan, lalu para pemuda-pemuda yang berlatih ilmu kanuragan itu tadi tidak terima melihat gadis cantik itu terkena pukulan dari Pangeran Gunawijaya, akhirnya dengan bersamaan mereka semua yang berjumlah lebih dari lima puluh orang pemuda segera menyerang Pangeran Gunawijaya dengan menggunakan berbagai macam senjata. Kemudian Pangeran Gunawijaya yang melihatnya segera menggunakan kemampuannya untuk melumpuhkan mereka semua, hanya dalam jangka waktu satu menit mereka semua pada jatuh terkapar. Itulah kekuatan gerak cepat Pangeran Gunawijaya yang sangat mengerikan, dan pemuda gagah yang bersenjatakan tombak itu sampai terkejut melihatnya.
"Sudah kuduga!?", Kata pemuda gagah dari dalam hatinya.
Lalu disaat para pemuda-pemuda yang menyerang Pangeran Gunawijaya dengan menggunakan berbagai macam senjata tadi sudah dikalahkan oleh Pangeran Gunawijaya, kemudian Pangeran Gunawijaya melihat kearah pemuda gagah yang bersenjatakan tombak yang telah menyerangnya tadi bersama gadis cantik yang membawa pedang, akhirnya Pangeran Gunawijaya segera menyerangnya karena Pangeran Gunawijaya sudah mengetahui bahwa pemuda gagah yang bersenjatakan tombak itu adalah Sanjaya sipendekar kujang kelana, guru besar padepokan lawang sewu yang Pangeran Gunawijaya cari.
Kemudian disaat Pangeran Gunawijaya akan menyerang Sanjaya guru besar padepokan lawang sewu, tiba-tiba Sanjaya berkata?
"Saya tidak akan menyerang seorang Pangeran putra mahkota suryaloka".
Lalu Pangeran Gunawijaya segera menghentikan serangannya dan berkata?
__ADS_1
"Darimana kau tahu bahwa aku adalah seorang Pangeran suryaloka?".
Kemudian Sanjaya menjawab?
"Karena ditanah jawa dwipa ini hanya Pangeran Gunawijaya putra mahkota suryaloka yang mempunyai kemampuan gerak cepat seperti itu tidak ada yang lain selain Pangeran Gunawijayalah pemiliknya".
Akhirnya Pangeran Gunawijaya membuka cadarnya dan ia menceritakan maksud tujuannya itu kepada Sanjaya. Kemudian disisi lain Mandala dan anak buahnya para segerombolan perampok yang masih berada diperbatasan girituggal, mereka menuggu kedatangan Pangeran Gunawijaya yang sedang menjalankan syarat dari Mandala untuk membunuh Sanjaya.
Kemudian dilain sisi Pangeran Jatiwijaya yang mencemaskan nasib saudara sepupunya yaitu Pangeran Gunawijaya, ia berkata pada Jamiko?
"Semoga Kanda Pangeran Gunawijaya berhasil dalam misinya itu? ", Kata Pangeran Jatiwijaya dengan perasaan cemas.
"Tentu saja Pangeran, hamba yakin Pangeran Gunawijaya pasti berhasil dalam misinya itu", jawab Jatmiko pada pangeran Jatiwijaya yang berada di penginapan.
"Mandala!, Cepat kau lepaskan Kedasih, sesuai dengan persyaratan, aku sudah berhasil membawa kepala Sanjaya!?", Kata Pangeran Gunawijaya yang membawa sebuah karung berisi kepala berlumuran darah yang diangkat dan ditunjukkan kepada Mandala.
"Berikan dulu karung itu padaku Pangeran, biar aku bisa memastikan isi dari karung itu?", Kata Mandala ketua perampok.
"Baiklah sesuai perjanjian, kita sama-sama menyerahkan apa yang kita inginkan secara bersamaan, kau lepaskan dulu Kedasih, kemudian aku akan melempar karung ini kepadamu!?", Kata Pangeran Gunawijaya dengan penuh harapan.
__ADS_1
Lalu Mandala berkata?
"Baiklah kalau begitu!, Paijo cepat lepaskan Kedasih, dan ingat arahkan panah padanya untuk mengantisipasi akan terjadinya hal yang tidak diinginkan, dan jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, panah saja Kedasih sampai mati".
"Baik ketua!
Jawab paijo.
Disaat Kedasih dilepaskan, kemudian Pangeran Gunawijaya melemparkan karung yang berisi kepala itu kepada Mandala? Lalu dengan cepat Mandala menangkap karung itu kemudian langsung membukanya dan ternyata?
"Kurangajar kau Gunawijayaaaaa!, Cepat panah Kedasih!", Teriak mandala.
Kedasih yang berlari kearah Pangeran Gunawijaya tak sempat menghindar dari lasatan panah tersebut, kemudian Pangeran Gunawijaya yang mengetahuinya segera menangkap lesatan panah itu dengan kemampuan gerak cepatnya, akhirnya Kedasihpun selamat dari bahaya tersebut. Dan ternyata karung yang dilemparkan oleh Pangeran Gunawijaya kepada Mandala bukan berisi kepala sanjaya melainkan berisi kepala kambing yang telah direncanakan oleh Pangeran Gunawijaya beserta Sanjaya saat Pangeran Gunawijaya berada dipadepokan lawang sewu milik Sanjaya. Disaat Mandala murka akan tipuan yang telah dilakukan oleh Pangeran Gunawijaya, dia segera memerintahkan semua anak buahnya yang berada disana untuk segera menghabisi Pangeran Gunawijaya beserta senopati Balawarman dan Kedasih. Disaat para anak buah Mandala akan menyerang Pangeran Gunawijaya, tiba-tiba Sanjaya melompat turun dari balik pepohonan dan dia langsung menghadap kearah Mandala dan berkata?
"Hentikan Mandala, akulah yang kau inginkan".
"Hentikan serangan kalian!", Teriak mandala kepada para anak buahnya.
"Seseorang buruan kita sekarang sudah berada disini", Kata Mandala dengan tatapan bengis kepada Sanjaya musuh besarnya.
__ADS_1
"Besar juga nyalimu datang kesini Sanjaya, apa kau sudah tidak ingin melihat terbitnya mentari esok hari atau barang kali kau sudah bosan hidup didunia ini!?", Ocehan Mandala dengan penuh kesombongan.
"Aku kesini untuk menuntaskan permusuhan kita selama ini, malam ini harus jadi malam yang terakhir untuk permusuhan kita, karena salah satu diantara kita harus ada yang mati malam ini juga!", Jawab Sanjaya sipendekar kujang kelana yang bersifat tegas, dia menjawab ocehan mandala siketua perampok.