
Kemudian pertarungan pun tak terelakkan lagi.
Saat itu Pangeran Kasim Wijaya yang menjadikan dirinya dua bagian, bagian yang satunya, yang sedang melindungi resi Malaka, dia melawan Salah satu bagian raja iblis kalazar yang akan menyerang resi Malaka.
Meskipun Pangeran Kasim Wijaya dan juga kalazar telah membuat dirinya menjadi dua bagian atau membuat kembarannya, tapi di antara kembaran masing-masing memiliki kekuatan yang sama dengan wujud aslinya.
Saat itu Pangeran Kasim Wijaya benar-benar menguasai pertempuran, dia bisa mendesak kalazar hanya menggunakan kemampuan bela dirinya.
Kalazar pun terkejut, Kenapa Pangeran Kasim Wijaya tiba-tiba menjadi sangat kuat dan hebat, padahal dirinya masih terluka, masih belum pulih 100%, tapi kenapa malah dia semakin kuat.
Raja iblis kalazar dibuat oleh kenyataan yang dia lihat, ternyata Pangeran Kasim wijaya adalah seorang Ksatria yang sangat Sakti mandraguna.
Dan kalazar pun mengira bahwa kesaktian Pangeran Kasim Wijaya melebihi para ksatria-ksatria yang lainnya.
Waktu itu Pangeran Kasim Wijaya benar-benar menghajar habis-habisan kalazar.
Sedangkan para Ksatria yang lainnya, yang sedang melawan Salah satu bagian dari kalazar, mereka para Ksatria sangat takjub dan heran melihat kehebatan Pangeran Kasim Wijaya yang sedang melawan Salah satu bagian dari kalazar juga.
Kenapa hanya Pangeran Kasim Wijaya seorang, dia mampu membuat kalazar terdesak sampai kewalahan.
Padahal keempat ksatria tersebut bergabung untuk melawan salah satu bagian dari raja iblis kalazar, tapi mereka berempat masih belum bisa membuat kalazar kewalahan.
Lalu di mana Salah satu bagian atau kembaran Pangeran Kasim Wijaya, yang katanya akan membantu keempat ksatria tersebut melawan Salah satu bagian atau kembaran Kalazar.
Ternyata salah satu kembaran Pangeran Kasim Wijaya itu Hanya berdiam diri di kejauhan dan melihat keempat Ksatria tersebut mati-matian melawan raja iblis kalazar.
"Kenapa Salah satu bagian dari Dinda Kasim Wijaya Hanya berdiam diri di sana, dan tidak membantu kita melawan Kalazar", Pangeran Guntur Wijaya berkata dalam hatinya.
__ADS_1
Lalu Mahapatih Damar Wijaya dengan kekuatan Aji bratanya, beliau sudah siap akan membakar kalazar.
Dan Senopati bala Warman juga sudah siap dengan ajian Amukti raksanya, dengan ajian tersebut Senopati bala Warman akan menyambarkan petir kepada raja iblis kalazar.
"Keponakanku Pangeran Guntur Wijaya dan Senopati bala Warman, cepat menjauhlah dari kalazar, kami berdua di sini sudah siap untuk menghancurkannya", Mahapatih Damar Wijaya merasa yakin akan bisa menghabisi raja iblis Kalazar.
"Hentikan Paman Patih Damar Wijaya, jangan kau gunakan kekuatanmu hanya untuk menghabisi sosok kalazar tersebut", Pangeran Kasim Wijaya yang dari tadi Hanya berdiam diri tiba-tiba mencegah niatan pamannya tersebut.
Sontak Mahapatih Damar Wijaya membatalkan niatannya tersebut untuk menyerang atau dihabisi raja iblis kalazar.
Beliau heran kenapa keponakannya tersebut menyuruh untuk menggagalkan serangannya.
"Kenapa keponakanku kau menyuruhku Untuk menghentikan seranganku ini, Ada apa sebenarnya", tanya Mahapatih Damar Wijaya kepada Pangeran Kasim Wijaya.
"dia bukan sosok kalazar yang sebenarnya, dia adalah kalazar yang palsu, dan sosok kalazar yang sebenarnya telah bersembunyi dari kita", jawab Pangeran Kasim Wijaya pada pamannya tersebut.
Kemudian Pangeran Guntur Wijaya bertanya kepada Pangeran Kasim Wijaya, lantas Siapa yang bertarung melawan kembaran pangeran Kasim Wijaya yang satu tersebut, Apakah dia adalah kalazar yang asli.
Lalu Pangeran Kasim Wijaya menjawab, bahwa yang bertarung melawan salah satu kembarannya tersebut, dia juga bukan sosok raja iblis kalazar yang asli.
"hahaha... Kenapa kalian semua menghentikan serangan kalian padaku, apa karena aku bukan wujud raja iblis kalazar yang asli, Kenapa kalian mudah percaya sekali dengan omongan Pangeran Kasim Wijaya", ocehan salah satu kembaran kalazar kepada para Ksatria tersebut.
"padahal kalian semua adalah para Ksatria yang hebat, tapi kenapa tidak bisa membedakan diriku yang asli dan yang palsu, Sepertinya kalian semua harus berguru kembali untuk membuka mata ketiga kalian, Agar kalian tidak mudah tertipu dengan permainan seperti ini", kata raja iblis kalazar.
Kemudian tanpa diduga-duga Pangeran Kasim Wijaya tersebut, berbalik arah dan dengan cepat dia menyerang resi Malaka yang sedang membawa kendi pusakanya.
Resi Malaka yang menyadari akan hal itu, beliau tak tinggal diam begitu saja, dengan kehebatan kemampuan bela dirinya, resi Malaka mencoba melawan pangeran Kasim Wijaya yang sedang menyerangnya.
__ADS_1
Tentu saja hal tersebut sangat membuat bingung para Ksatria yang lainnya.
Lalu Pangeran Guntur Wijaya yang mengetahui tindakan Saudara sepupunya tersebut sangat tidak benar, dia dengan cepat membantu gurunya yaitu resi Malaka untuk melawan pangeran Kasim Wijaya, yang kita lain adalah saudara sepupunya sendiri.
Pangeran Kasim Wijaya sangat hebat sekali, meski dia dikeroyok dua Ksatria sekaligus yaitu resi Malaka dan Pangeran Guntur Wijaya, tapi tidak sekalipun Pangeran Kasim Wijaya terkena serangan dari kedua ksatria tersebut.
"Dinda Kasim Wijaya Sadarlah kau, yang kau Serang ini bukanlah musuh kita, dia adalah Guruku, resi Malaka", Pangeran Guntur Wijaya mencoba memberitahu Saudara sepupunya tentang siapa yang dia serang sebenarnya.
Tapi Pangeran Kasim Wijaya tidak menjawab sepatah kata pun dari perkataan Pangeran Guntur Wijaya, dia terus-menerus menyerang resi Malaka dengan berbagai jurus-jurusnya.
"Lihatlah Mahapatih Damar Wijaya pertunjukan itu sangat menyenangkan sekali bagiku", kata raja iblis kalazar sembari menunjuk ke arah Pangeran Kasim Wijaya yang sedang bertarung dengan kedua ksatria yaitu resi Malaka dan Pangeran Guntur Wijaya.
Saat itu Mahapatih Damar Wijaya benar-benar sangat kebingungan dengan situasi tersebut, beliau tak tahu harus berbuat apa, Apakah harus tetap melawan raja iblis kalazar yang katanya palsu, ataukah melerai keponakannya tersebut yang sedang menyerang resi Malaka.
Kemudian salah satu kembaran Pangeran Kasim Wijaya yang sedang lawan salah satu kembaran kalazar yang palsu, Pangeran Kasim Wijaya tersebut mengeluarkan pedang langit lalu menebas kepala kalazar hingga putus dari badannya.
Lalu Pangeran Kasim Wijaya tersebut yang membawa pedang langit, segera bergegas untuk menghabisi salah satu kembaran kalazar lagi, yang tadi sedang bertarung dengan keempat ksatria tersebut.
Sedangkan para Ksatria yang lainnya termasuk Mahapatih Damar Wijaya hanya tertegun melihat peristiwa tersebut.
Dengan gagahnya Pangeran Kasim Wijaya kembali menghabisi Salah satu bagian atau kembaran raja iblis kalazar tersebut menggunakan pusakanya yaitu pedang langit.
Kedua-duanya sosok raja iblis kalazar telah tewas dipenggal kepalanya oleh pangeran Kasim Wijaya.
Saat kedua sosok kalazar tersebut tewas, tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi tanah, karena kedua sosok tersebut bukanlah sosok raja iblis kalazar yang sesungguhnya.
Lalu salah satu bagian atau kembaran dari pangeran Kasim Wijaya yang membawa pedang langit, yang telah menghabisi kedua sosok raja iblis kalazar, Dia segera menyatukan tubuhnya kembali dengan sosok dirinya yang satunya lagi, yang sedang bertarung melawan resi Malaka dan Pangeran Guntur Wijaya.
__ADS_1