PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
179. Munculnya mahluk aneh yang mengerikan


__ADS_3

Kemudian saat Mahapatih Damar Wijaya tahu bahwa dirinya menjadi target utama, yang akan dibunuh terlebih dulu oleh Begawan Sakti Ludoyo? Lalu beliau mencegah Mandala untuk tidak menyelamatkannya.


Ternyata saat itu Mahapatih Damar Wijaya akan melakukan tindakan yang serupa, yang pernah dilakukan oleh Prabu silendra wangi.


Beliau merasa bahwa hanya dengan tindakan tersebut, Begawan Sakti Ludoyo bisa dikalahkan.


Tapi tindakan yang akan dilakukan oleh Mahapatih Damar Wijaya, para Ksatria yang lainnya tidak menyadarinya.


Para Ksatria nampak bingung dengan jalan pikiran Mahapatih Damar Wijaya.


Lalu putranya yaitu Pangeran Jati Wijaya, yang melihat ayahnya seperti itu, ia juga tidak ingin diselamatkan oleh Mandala.


Pangeran Jati Wijaya ingin berjuang bersama ayahnya tersebut, yaitu Mahapatih Damar Wijaya.


Tapi ayahnya yaitu Mahapatih Damar Wijaya, menyuruh putranya tersebut untuk segera pergi dari medan perang.


"cepat Pergilah Putraku Jati Wijaya, ayah akan menyelesaikan pertempuran ini secepatnya, jangan ganggu ayahmu, ini perintah!", Mahapatih Damar Wijaya berkata dengan lantang.


Saat itu Pangeran Jati Wijaya merasa bahwa ayahnya tersebut akan melakukan tindakan yang melampaui batas.


Kemudian Mahapatih Damar Wijaya segera mendekat kepada Begawan Sakti Ludoyo, padahal saat itu Pangeran Guna Wijaya mencoba mengalihkan Begawan tersebut agar menjauh dari Mahapatih Damar Wijaya.


Tapi Mahapatih Damar Wijaya malah mendekati Begawan itu.


Pangeran Guna Wijaya tidak habis pikir melihat pamannya tersebut, yaitu Mahapatih Damar Wijaya malah mendekati Begawan Ludoyo.


"Apa yang kau lakukan paman, cepat pergilah dari sini!?," Pangeran Guna Wijaya menyuruh pamannya pergi.


Begawan Sakti Ludoyo yang melihat Mahapatih Damar Wijaya, sedang berjalan menuju dan mendekatinya, lalu Begawan itu yang sedang bertarung dengan pangeran Guna Wijaya, dia mengeluarkan makhluk aneh yang mengerikan dari perutnya.


Makhluk aneh tersebut nampak buas, memiliki dua tangan dan dua kaki seperti manusia.


Tapi ukuran makhluk itu kecil, seperti anak kecil berumur lima tahun.


Dan makhluk itu segera menyerang Mahapatih Damar Wijaya.

__ADS_1


Waktu itu Mahapatih Damar Wijaya mengira bahwa makhluk kecil tersebut bisa ia kalahkan dengan secepatnya, tapi ternyata dugaannya salah.


Justru makhluk kecil itu sangat merepotkan beliau, yaitu Mahapatih Damar Wijaya.


Kemudian Pangeran Jati Wijaya yang melihat ayahnya tersebut, kesulitan melawan makhluk kecil itu, ia tidak jadi meninggalkan medan pertempuran itu.


Pangeran Jati Wijaya dengan sangat cepat membantu ayahnya, yaitu Mahapatih Damara Wijaya yang sedang bertarung melawan makhluk kecil yang mengerikan tersebut.


"Maafkan hamba Ayahnda Mahapatih, hamba terpaksa tidak mematuhi perintah Ayahnda, karena hamba ingin berjuang bersama sampai titik darah penghabisan", kata Pangeran Jati Wijaya dan gagah berani.


"kebodohanmu karena tidak mematuhi perintah ayah, semakin membuat Ayah bangga dengan dirimu Putraku Jati Wijaya", jawab seorang ayah yaitu Mahapatih Damar Wijaya kepada putranya tersebut.


Kemudian Mahapatih Damar Wijaya menyuruh putranya tersebut untuk menghadapi makhluk aneh itu, karena beliau akan fokus kepada Begawan Sakti Ludoyo.


Dan putranya tersebut yaitu Pangeran Jati Wijaya, sangat senang hati akan melawan makhluk aneh tersebut demi ayahnya, agar beliau bisa leluasa untuk menghabisi Begawan itu secepatnya.


Akhirnya terjadi pertarungan Pangeran Jati Wijaya melawan makhluk kecil yang mengerikan tersebut, dan pertarungan itu sangat sengit sekali.


Meskipun tubuh makhluk itu kecil, tapi bisa merepotkan pangeran Jati Wijaya.


Akhirnya Pangeran Jati Wijaya menggunakan pusakanya, yaitu Cumeti Banaspati.


Dengan cumeti itu, akhirnya Pangeran Jati Wijaya berhasil membelah makhluk mengerikan itu menjadi dua bagian.


"mampus kau iblis!", Pangeran Jati Wijaya berkata.


Kemudian waktu itu para Ksatria yang lainnya, telah dibawa menjauh dari medan perang tersebut oleh Mandala.


Tapi saat itu bukan hanya Mahapatih Damar Wijaya beserta putranya tersebut, yang masih bertahan di medan perang itu untuk membantu Pangeran Guna Wijaya?


Ternyata Pangeran Kasim Wijaya juga masih berada di situ, Sebab Dia merasa masih mampu untuk bertarung melawan Begawan Sakti Ludoyo.


Lalu Pangeran Jati Wijaya yang saat itu berhasil membelah makhluk yang mengerikan tersebut menjadi dua bagian, Kini dia sangat terkejut dibuatnya.


Sebab makhluk yang mengerikan itu yang telah terbelah menjadi dua bagian, tiba-tiba dari masing-masing bagian tubuhnya itu, bisa memulihkan diri dengan sekejap, sehingga makhluk yang mengerikan itu pulih kembali seperti sedia kala.

__ADS_1


Tapi kini makhluk yang mengerikan itu telah menjadi dua sosok, karena akibat terbelah jadi dua bagian.


Jadi tiap-tiap bagian tubuh tersebut, dari makhluk yang mengerikan itu saling memulihkan diri masing-masing, sehingga menjadi tubuh yang utuh kembali, seperti semula.


Jadi kesimpulannya setiap makhluk yang mengerikan itu, terbelah, terpotong atau tercabik-cabik, maka dirinya akan pulih kembali dan menjadi lebih banyak, sesuai dengan berapa bagian tubuhnya yang sudah terpotong-potong tersebut.


Kini bukan hanya pulih kembali makhluk aneh yang mengerikan tersebut, tapi dirinya juga telah menjadi dua dan lebih ganas lagi.


Pangeran Jati Wijaya nampak kesulitan menghadapinya, cakaran dan gigitan dari kedua makhluk aneh tersebut, membuat tubuh Pangeran Jati Wijaya terluka oleh serangan itu.


Kemudian Mahapatih Damar Wijaya yang melihat putranya tersebut mengalami kesulitan melawan lawannya itu, beliau tidak cemas sama sekali, karena beliau yakin bahwa putranya tersebut dapat mengalahkan makhluk mengerikan itu.


Mahapatih Damar Wijaya tetap fokus pada tujuannya tersebut, yaitu akan melenyapkan Begawan Sakti Ludoyo secepatnya.


Saat itu Pangeran Guna Wijaya sudah kehabisan kata-kata, dia sudah tidak bisa mencegah keinginan pamannya tersebut, yaitu Mahapatih Damar Wijaya.


keponakanku pangeran Guna Wijaya, menyingkir lah dari pertarungan itu, biar aku yang akan menghadapi Begawan tersebut, sudah waktunya Begawan itu untuk lenyap dari muka bumi ini untuk selamanya!", Mahapatih Damar Wijaya berkata dengan keyakinan hatinya, bahwa dia merasa mampu untuk melenyapkan Begawan tersebut.


"tidak paman Mahapatih, Aku tak akan membiarkanmu melakukan tindakan yang Di Luar Batas!?", Pangeran Guna Wijaya mencoba mencegah pamannya tersebut.


Kemudian saat itu Mahapatih Damar Wijaya malah menyerang keponakannya tersebut, yaitu Pangeran Guna Wijaya, yang sedang bertarung dengan Begawan Sakti Ludoyo.


Mahapatih Damar Wijaya menggunakan ajian Gajah Mungkur ke level yang maksimum, untuk menyerang keponakannya tersebut.


Pangeran Guna Wijaya nampak Bingung, kenapa pamannya tersebut malah menyerangnya.


Bukan cuma Pangeran Guna Wijaya, Pangeran Jati Wijaya dan Pangeran Kasim Wijaya yang melihatnya juga, mereka berdua nampak kebingungan, melihat tindakan Mahapatih Damar Wijaya tersebut.


Saat itu Pangeran jati wijaya ingin membantu kakak sepupunya tersebut, yaitu Pangeran Guna Wijaya.


Tapi dirinya tidak bisa, karena dirinya dihalang-halangi oleh kedua makhluk aneh yang mengerikan itu.


"Dimas Jati Wijaya tetaplah konsentrasi, dan kalahkan kedua makhluk aneh itu, biar aku yang akan membantu Kanda Pangeran Guna Wijaya", kata Pangeran Kasim Wijaya.


Kemudian waktu itu situasi semakin memanas, dan terpaksa Pangeran Kasim Wijaya harus menghadapi Mahapatih Damar Wijaya, yang menyerang Pangeran Guna Wijaya.

__ADS_1


Semua para Ksatria yang ada di medan perang tersebut mengira, bahwa Mahapatih Damar Wijaya sedang dalam pengaruh Begawan Sakti Ludoyo.


Dan Pangeran Kasim Wijaya ingin menyadarkannya dari pengaruh tersebut.


__ADS_2