
Kemudian Pangeran Guntur Wijaya menyuruh pamannya yaitu Mahapatih Damar Wijaya untuk mundur, karena yang akan melawan kalazar saat ini adalah dia peserta Begawan winara.
Jadi saat ini Mahapatih Damar Wijaya hanya jadi penonton saja bersama Bodas atau Senopati trenggono dan kedua Senopati, bala Warman dan juga bala Marwan.
Mereka menuruti apa kata Pangeran Guntur Wijaya, karena mereka tidak ingin mengganggu pertarungan Pangeran Guntur Wijaya dan Begawan winara saat melawan raja iblis kalazar.
"Baiklah keponakanku, Paman yakin Kau pasti bisa mengalahkan kalazar", kata Mahapatih Damar Wijaya kepada keponakannya tersebut.
"ya Pangeran Guntur Wijaya, kau peserta pegawai winara pasti bisa mengalahkan raja iblis kalazar, kami di sini akan selalu mendukungmu, di saat kau membutuhkan bantuan, kami pasti akan segera datang untuk membantu", kata Senopati trenggono alias Bodas.
Kemudian hanya hitungan seperdetik saja, raja iblis kalazar langsung jatuh tersungkur terkena serangan Pangeran Guntur Wijaya yang menggunakan ajian Guntur Saketi.
Pergerakan Pangeran Guntur Wijaya sampai tak bisa terdeteksi oleh kalazar.
Itulah kehebatan ajian Guntur Saketi milik Pangeran Guntur Wijaya.
"Aku barusan hanya menyentuhmu Kalazar, Kenapa kau sudah terjatuh seperti itu", Pangeran Guntur Wijaya berkata dengan penuh keyakinan yang tinggi, bahwa dia pasti bisa mengalahkan raja iblis kalazar.
Saat itu juga kalazar segera bangun, dan dia akan meniru ajian Pangeran Guntur Wijaya tersebut.
Tapi ternyata raja iblis kalazar tidak bisa meniru ajian Guntur Saketi tersebut, karena yang bisa ditiru oleh kalazar adalah kekuatan awal dari ajian tersebut saja, jika ajian tersebut berevolusi atau bermanifestasi menjadi sebuah kekuatan lain, jurus peniru kalazar tak akan mampu untuk meniru atau mengkopi jurus tersebut.
Ternyata jurus peniru kalazar ada batasnya juga, dan kalazar ternyata tidak mengetahui akan kelemahan jurusnya tersebut.
Siaaaalll... Kenapa jurus peniruku tidak berfungsi untuk meniru kekuatan Guntur Wijaya tersebut, Ada apa ini sebenarnya", raja iblis kalazar kebingungan, karena jurus penirunya tak bisa meniru kekuatan yang sudah berevolusi.
Sekarang dengan begitu, raja iblis kalazar mengetahui bahwa jurus penirunya, ternyata punya batas atau kelemahan yang selama ini tidak dia sadari.
Kemudian kalazar terpaksa bertarung menggunakan ajian Gajah Mungkur yang dia tiru dari Mahapatih Damar Wijaya, untuk menghadapi Pangeran Guntur Wijaya.
Saat kalazar akan menyerang Pangeran Guntur Wijaya, tiba-tiba dia dihadang dengan sosok dirinya sendiri.
Seketika itu raja iblis kalazar sangat terkejut dibuatnya.
"apa-apaan ini, kenapa ada diriku di hadapanku saat ini, siapa kau sebenarnya berani menghadangku", tanya kalazar kepada sosok tersebut yang sedang menghadangnya.
__ADS_1
"Aku adalah Dewa kematianmu kalazar", jawab sosok tersebut yang menyerupai raja iblis kalazar.
Ternyata sosok yang menyerupai raja iblis kalazar tersebut adalah Begawan winara.
Beliau telah menggunakan ajian Jaya Rendra untuk merubah dirinya menjadi seperti lawannya tersebut.
Kalazar tak menyangka ternyata ada ajian seperti itu di dunia ini.
Kemudian kalazar mencoba untuk meniru ajian tersebut, Tapi ternyata dia tidak bisa menirunya.
Karena raja iblis kalazar sudah mempunyai jurus peniru, jadi untuk meniru jurus yang hampir sama dengan jurusnya tersebut, otomatis kalazar tidak bisa.
Tapi meskipun sama-sama jurus peniru, ajian jaya Rendra lebih unggul daripada jurus peniru Kalazar, karena ajian Jaya Rendra tidak hanya bisa meniru kekuatan lawannya, tapi juga bisa meniru wujud lawannya tersebut.
Tanpa basa-basi Begawan winara yang menyerupai wujud raja iblis kalazar, beliau segera menyerang kalazar habis-habisan.
Tapi kalazar sanggup mematahkan setiap serangannya, sebab Kalazar sama dengan melawan dirimu sendiri, maka dari itu kalazar hafal dengan jurus-jurusnya sendiri.
Jadi kalazar sangat mudah sekali untuk menghadapi Begawan winara yang telah berubah menjadi dirinya.
Raja iblis kalazar pun heran, kenapa lawannya tersebut memiliki teknik bela diri yang sangat luar biasa, yang tidak pernah bisa dia tiru meskipun dengan jurus peniru.
Kini kalazar sangat kewalahan saat melawan Begawan winara, yang menggunakan jurus dan teknik tersendiri, atau bisa dibilang teknik khusus dalam mengolah kemampuan bela dirinya, hingga tidak bisa ditiru siapapun.
Raja iblis kalazar sudah mulai panik dengan apa yang dia hadapi saat ini.
Untuk bisa mengalahkanmu, aku harus menjadi dirimu", kata Begawan winara kepada kalazar.
Lalu setiap raja iblis kalazar mengeluarkan kehebatan dan kesaktiannya, di situ Begawan winara juga mengeluarkan hal yang sama dengan apa yang dikeluarkan oleh Kalazar.
Dan begitu seterusnya, Begawan winara selalu meniru kesaktian kalazar, hingga kalazar kehabisan akal untuk menghadapi Begawan winara.
Disaat kalazar lengah, Pangeran Guntur Wijaya segera memberi serangan kejutan pada raja iblis kalazar.
Dengan ajian Guntur Saketi, Pangeran Guntur Wijaya berhasil membuat Kalazar klimpungan, karena dihajar habis-habisan.
__ADS_1
Setelah Pangeran Guntur Wijaya menghajarnya, lalu giliran Begawan winara yang juga menghajarnya.
Dan terus seperti itu saling bergantian kedua ksatria tersebut menghajar raja iblis kalazar.
"Mari pangeran, Kita habisi sekarang juga si brengsek ini, Jangan sampai kita berlama-lama mengulur waktu", kata Begawan winara kepada Pangeran Guntur Wijaya.
"biar aku yang akan menjadi perisaimu untuk menghalangi kalazar, agar dia tidak bisa menyentuhmu sedikitpun, dan saat ada kesempatan Habisi dia menggunakan ajian Guntur Saketi, jangan ragu-ragu untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya", Begawan winara mengatur strategi bersama pangeran Guntur Wijaya.
Lalu strategi tersebut dilancarkan.
Pangeran Guntur Wijaya sengaja mundur dulu untuk menghindari pertarungan tersebut, dia membiarkan kalazar bertarung melawan Begawan winara.
"siaaalll... Setiap kesaktian dan jurus yang aku Keluarkan selalu saja tiap tiru", raja iblis kalazar yang sangat kesal kepada kemampuan begawan winara tersebut.
Lalu kalazar mengeluarkan energi gelombang siluman, untuk menghancurkan medan perang tersebut, supaya manusia yang ada di medan perang itu binasa semua.
Tak peduli kawan maupun lawan, raja iblis Kalazar akan menghabisi semua dengan jurusnya tersebut.
Dan saat itu Begawan winara hanya tersenyum saja melihat raja iblis kalazar akan mengeluarkan jurus tersebut, yaitu jurus energi gelombang siluman.
Makin lama jurus tersebut semakin membesar di atas langit medan perang tersebut, warnanya merah membara bagaikan api yang menyala-nyala.
Hawa di medan perang tersebut semakin memanas, karena efek dari kekuatan Kalazar itu.
Semua orang yang ada di medan perang menengok ke atas, karena melihat kekuatan kalazar yang sangat mengerikan tersebut berada di atas mereka.
"Tenanglah Pangeran Guntur Wijaya dan para Ksatria yang ada di sini, sehebat Apapun kalazar mengeluarkan kekuatannya tersebut, aku pasti akan menghentikannya", janji Begawan winara kepada semua para Kesatria di medan perang.
Saat itu semua para Ksatria berharap kepada Begawan winara, agar beliau bisa menghentikan serangan Kalazar tersebut.
Waktu itu raja iblis kalazar lupa, bahwa Begawan winara sudah menduplikat dirinya, otomatis Begawan winara yang sudah menjadi sosok Kalazar, Beliau memiliki semua kemampuan dan kesaktian kalazar juga.
Akhirnya Begawan winara mengeluarkan salah satu kesaktian kalazar, untuk menggagalkan jurus energi gelombang siluman yang dikeluarkan oleh kalazar.
Saat itu kalazar tertawa terbahak-bahak, karena merasa jurusnya akan berhasil menghancurkan atau meluluhlantakan medan perang tersebut.
__ADS_1