
Kemudian setelah kematian kesatria hebat Sanjaya, pendekar Harun, murid dari ki Maung, yang menghadapi lawannya, yaitu Sujiwo dan Suwondo, dia sangat kebingungan, karena Sujiwo dan Suwondo tidak mau melawannya, mereka berdua hanya menghindari serangan Harun, dan mulutnya sedari tadi hanya komat kamit saja.
Padahal kedua musuh tersebut, Sujiwo dan Suwondo, tidak ada apa-apanya sama Harun jika bertarung secara kemampuan beladiri.
Tapi kedua musuh itu punya kejutan hebat untuk Harun, mereka berdua akan menggunakan kesaktian yang belum pernah dimiliki oleh para pendekar manapun.
Tiba-tiba selang beberapa lama kemudian, Sujiwo dan Suwondo, tubuh mereka bersatu dan menjadi satu bagian.
Seketika itu wujudnya berubah menjadi manusia berlengan empat, bermata tiga dan berkulit hitam.
Dan ukuran badannya berubah menjadi tinggi besar, dua meteran.
Itulah kesaktian Sujiwo dan Suwondo, mereka berdua berhasil menguasai ajian gancet ireng.
Aji gancet ireng adalah ajian terlarang didunia persilatan, sebab siapapun yang menggunakan ajian itu, maka kedua orang pemakainya, wujudnya tidak akan bisa pisah, mereka akan menyatu untuk selamanya.
Saat itu berhubung Sujiwo dan Suwondo sangat terdesak oleh Harun dalam pertempuran dimedan perang, maka tidak ada pilihan lain lagi bagi mereka berdua untuk menggunakan ajian gancet ireng.
Harun yang melihat mereka berdua telah menyatukan diri menjadi satu bagian tubuh, sangat terheran-heran sekali.
"Bagaimana bisa dua orang tiba-tiba bisa menyatu seperti itu, ajian apa yang mereka gunakan", kebingungan Harun membuat dia hilang konsentrasi.
Tiba-tiba dengan sangat cepat, Sujiwo dan Suwondo yang telah menjadi satu menyerang Harun yang sedang lengah.
Saat ini Sujiwo dan Suwondo, benar-benar sudah menjadi gancet ireng, sama dengan nama ajian yang mereka gunakan.
Dan mereka berdua kini dipanggil dengan nama tersebut, yaitu gancet ireng.
Harun saat itu langsung terpental oleh serangan gancet ireng, yang memiliki empat lengan.
Sepertinya pertarungan itu tidak seimbang sama sekali, sebab ukuran tubuh gancet ireng lebih besar daripada Harun.
Apalagi gancet ireng mempunyai empat lengan, yang bisa membuat Harun kewalahan saat melawannya.
Waktu itu, Harun mencoba berdiri dan melawan gancet ireng, tapi lagi lagi, Harun di buat kewalahan olehnya.
Tapi semangat Harun yang pantang menyerah, membuat dia makin bergairah melawan si gancet ireng, yang lebih kuat darinya.
Harun memang jago beladiri, dia masih bisa bertahan melawan si gancet ireng, dengan segala jurus jurus beladirinya.
__ADS_1
Meskipun gancet ireng banyak terkena jurus jurus dari Harun, tapi jurus jurus itu tak pengaruh sama sekali padanya.
"Kuat sekali dia, padahal dia sudah banyak sekali terkena jurus jurus mematikan dariku, tapi dia tetap baik baik saja", Harun yang berkata dalam hatinya.
Pertarungan mereka terus berlanjut, Harun masih bertahan dengan menggunakan beladirinya untuk menghadapi si gancet ireng.
Dan saat itu, gancet ireng mulai menunjukkan kekuatannya, dia bisa meniru semua jurus jurus Harun yang sudah dikeluarkan untuk menyerangnya.
Harun tambah bingung dibuatnya, padahal jurus jurusnya itu sangat susah sekali untuk bisa dikuasai dalam waktu singkat, tapi gancet ireng bisa menirunya hanya dengan hitungan beberapa menit saja.
Pertarungan mereka semakin sengit, karena mereka berdua bertarung menggunakan jurus yang sama.
Tapi meskipun jurus mereka sama, Harun masih kalah kuat dalam segi tenaga dengan gancet ireng.
Disitu gancet ireng benar-benar mendominasi pertarungan tersebut, karena dia unggul dari segi tenaga daripada Harun.
Walaupun begitu, Harun masih bisa menahannya untuk sementara waktu.
Harun sadar, jika dia terus melawan gancet ireng hanya dengan kemampuan beladirinya saja, dia tidak mungkin bisa menang.
"Harun, sekarang ini kau bukanlah tandinganku, menyerahlah dan larilah sejauh mungkin kalau kau bisa, karena aku tidak akan membiarkanmu hidup kali ini", gancet ireng yang sedang berkoar koar mempermalukan Harun, karena dia merasa bahwa Harun bukanlah tandingannya lagi saat ini.
Tidak menunggu waktu lama, tiba-tiba Harun berubah wujud menjadi manusia harimau.
Gancet ireng yang melihat sangat terkejut sekali, bagaimana bisa pemuda seperti Harun bisa menguasai ilmu perubahan tersebut, sebab meski sama-sama dari suku Nam, Sujiwo dan Suwondo yang sekarang ini menjadi gancet ireng, mereka berdua selama hidupnya tidak pernah bisa menguasai ilmu perubahan itu.
Keistimewaan suku Nam yaitu bisa berubah wujud menjadi manusia harimau, tapi itu semua berlaku bagi para orang orang tertentu di suku Nam, dan tidak semua suku Nam bisa berubah wujud menjadi manusia harimau.
Hanya sebagian kecil, orang-orang tertentu di suku Nam yang bisa berubah wujud.
Dan dari sekian banyak murid murid ki Maung, hanya Harun lah yang bisa berubah menjadi manusia harimau.
Kemudian saat Harun sudah berubah wujud menjadi manusia harimau, kini pertarungan Harun melawan si gancet ireng menjadi seimbang.
Jual beli serangan antara mereka berdua tak terelakkan lagi, Harun yang lebih lincah dari lawannya tersebut, dia bisa sedikit membuat bingung lawannya, yaitu si gancet ireng.
Tapi gancet ireng bukanlah lawan yang bisa diremehkan begitu saja, kekuatan gancet ireng sangat luar biasa.
Harun yang berubah wujud menjadi manusia harimau, ukuran tubuhnya hampir sama dengan si gancet ireng.
__ADS_1
Maka dari itu, kelihatannya mereka seimbang dalam kekuatan.
Mereka terus bertarung adu kekuatan, Harun ternyata bisa mengimbangi gancet ireng kali ini.
Pertarungan mereka bikin para prajurit dari kedua kubu pada ketakutan, mereka para prajurit tersebut berusaha minggir dan menjauh dari pertarungan Harun dan gancet ireng.
Mereka berdua, Harun dan gancet ireng, sudah bukan manusia lagi, melainkan monster.
Harun dengan kuku tajamnya, mencakar tubuh gancet ireng, tapi apa yang terjadi, tubuh gancet ireng tidak tergores sama sekali oleh cakaran tersebut.
Padahal cakar Harun sekuat baja, dan setajam pedang saat dia berubah wujud menjadi manusia harimau.
Tapi masih saja cakar tersebut tidak bisa melukai gancet ireng, sebab tubuh gancet ireng ternyata kebal terhadap apapun.
Saat Harun usai mencakar gancet ireng, tiba-tiba gancet ireng dengan cepat membalasnya dengan pukulan yang mematikan.
Waktu Harun roboh, gancet ireng memukulnya dengan bertubi-tubi menggunakan keempat lengannya.
Harun yang mencoba menahan pukulan itu, dia sangat kewalahan, sebab gancet ireng memiliki empat lengan yang menyerangnya secara beruntun dan bertubi-tubi.
Pukulan gancet ireng sangat keras dan cepat sekali, sampai sampai Harun susah sekali menahannya.
Tapi meskipun Harun terkena serangan telak dari gancet ireng, Harun tidak mungkin bisa kalah begitu saja, karena saat ini Harun sudah merubah wujudnya menjadi manusia harimau.
Apa yang terjadi selanjutnya, kita tidak tahu, karena sebenarnya mereka berdua, Harun dan gancet ireng adalah kedua pendekar hebat.
Mereka berdua sama-sama memiliki keistimewaan masing-masing dalam segi kesaktian mereka.
Pertarungan ini sebenarnya adalah pertarungan penentuan bagi mereka berdua, tapi mereka berdua sama-sama kuatnya.
Kemudian dengan kekuatan yang dimiliki Harun, saat dia menjadi manusia harimau, Harun ternyata bisa melepaskan diri dari serangan brutal gancet ireng.
Dan Harun berhasil membalikkan keadaan, dia menghajar habis habisan gancet ireng, dengan serangan yang mematikan juga.
Waktu itu cakar Harun berubah warna menjadi merah.
Dengan perubahan warna cakarnya tersebut, Harun berhasil melukai tubuh gancet ireng, hingga keluar darah berceceran.
Gancet ireng panik, karena tubuh kebalnya ternyata bisa terluka oleh cakar lawannya tersebut.
__ADS_1