PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
138. Bersatunya para kesatria


__ADS_3

Kemudian ketiga Kesatria tersebut berhasil menyerang raja iblis kalazar, dengan gabungan ketiga kekuatan besar milik mereka masing-masing, yaitu Mahapatih Damar Wijaya, Pangeran Guntur Wijaya dan juga Bodas.


Sedangkan Pangeran Kasim Wijaya, dia telah mengecoh raja iblis kalazar dengan Kekuatan Besarnya, Kekuatan tersebut berasal dari jurus kala baya.


Waktu itu raja iblis kalazar benar-benar dibuat kerepotan oleh pangeran Kasim Wijaya, sebab Pangeran Kasim Wijaya telah merubah dirinya menjadi raksasa bertubuh batu.


Raksasa besar tersebut benar-benar mengamuk menyerang raja iblis kalazar, sampai raja iblis kalazar dibuat sangat kerepotan oleh serangan tersebut.


Hingga pada akhirnya ketiga Kesatria tersebut memanfaatkan situasi yang terjadi pada saat itu.


Raja iblis kalazar tak menyangka bahwa ternyata hal itu adalah strategi Dari keempat Kesatria yang dia lawan, Kesatria tersebut yaitu Mahapatih Damar Wijaya, Pangeran Guntur Wijaya, Pangeran Kasim Wijaya dan Bodas alias Senopati trenggono.


"kurang ajar, ternyata mereka benar-benar telah merencanakan strategi ini untuk menyerangku secara bersamaan", kata raja iblis kalazar.


Tapi meski begitu raja iblis kalazar tidak bisa diremehkan sama sekali, kalazar sangat kuat, serangan kombinasi Dari keempat Kesatria tersebut masih belum cukup untuk mengalahkan kalazar.


Akhirnya kalazar benar-benar mengeluarkan kekuatan terpendamnya, lalu dihajarlah keempat Kesatria tersebut oleh raja iblis kalazar.


Hingga waktu itu Pangeran Kasim Wijaya yang tadinya menjadi raksasa bertubuh batu, kini dirinya kembali ke wujud semula karena serangan dari raja iblis kalazar.


"sial Kenapa kalazar jadi sekuat ini, padahal aku tadi sanggup membuat dia kerepotan", kata Pangeran Kasim Wijaya yang heran dengan kekuatan dari kalazar.


"Paman Bagaimana ini, kalau seperti ini terus bisa-bisa kita yang tewas, dihajar oleh si brengsek kalazar", Pangeran Guntur Wijaya yang berkata pada pamannya yaitu Mahapatih Damar Wijaya.


"Tenanglah ponakanku, kita jangan menyerah, pasti kita akan menang dan mengalahkan si brengsek kalazar itu", Mahapatih Damar Wijaya menjawab perkataan dari keponakannya tersebut.


Selang beberapa lama kemudian saat keempat Kesatria tersebut dihajar oleh raja iblis kalazar, lalu datanglah para bantuan dari para kesatria-kesatria yang telah bertarung dengan para musuh-musuh tersebut.


Para Kesatria tersebut adalah ki maung beserta kedua putranya yaitu Senopati sandiaga dan Senopati Barda, lalu Begawan winara juga hadir di sana.


Jadi sekarang ini yang melawan kalazar ada delapan kesatria.


Kesatria tersebut yaitu Mahapatih Damar Wijaya, Pangeran Guntur Wijaya, Pangeran Kasim Wijaya, Bodas, Begawan winara, Ki maung dan kedua putranya tersebut.


Tapi meskipun begitu kalazar tidak gentar sama sekali dengan mereka-mereka, yaitu kedelapan kesatria.

__ADS_1


"jangankan delapan orang, seribu orang Sekalipun Aku tidak akan getar sama sekali", ocehan raja iblis kalazar.


"Hai iblis Tunggu saja, sebentar lagi kau akan kami kirim ke neraka", kata Begawan winara atau biasa dipanggil dengan sebutan Kanjeng Abdi Pranata Surya loka.


"Jangan banyak omong kau, Buktikan kalau memang kalian mampu", kata raja iblis kalazar kepada Begawan winara.


Lalu Begawan winara beserta Ki Maung dan kedua putranya tersebut, yaitu Senopati sandiaga dan Senopati Barda, mereka berempat segera menyerang raja iblis kalazar.


Tapi sebelum mereka berempat menyerang kalazar, Mahapatih Damar Wijaya sudah memperingati bahwa, tidak mudah untuk menyerang kalazar, karena kalazar mempunyai jurus peniru yang bisa menirukan kemampuan atau kekuatan lawannya.


Dengan petunjuk dari Mahapatih Damar Wijaya, akhirnya ke empat Kesatria tersebut sangat berhati-hati saat melawan kalazar.


Lalu Ki maung segera berubah menjadi manusia harimau putih untuk melawan raja iblis kalazar.


Sedangkan kedua putranya, yaitu senopati Sandiaga dan senopati Barda, tidak bisa berubah menjadi manusia harimau kembali, karena sebelumnya kedua senopati tersebut telah menyatukan diri dan berubah menjadi manusia harimau emas saat melawan Suwaji sang manusia macan kumbang.


Jadi efek samping dari penyatuan diri itu, kedua senopati tersebut tidak bisa lagi berubah menjadi manusia harimau untuk beberapa waktu.


Tapi ternyata mereka semua bukan tandingan kalazar.


Hanya beberapa kali serangan saja oleh kalazar keempat Kesatria tersebut sudah terpontang-panting dibuatnya.


Dan akhirnya Mahapatih Damar Wijaya dan Begawan winara bersama-sama mengeluarkan Aji Gajah Mungkur.


Ajian Gajah Mungkur adalah ajian penghancur, kekuatannya setara dengan pukulan halilintar milik Pangeran Guntur Wijaya.


Akhirnya dengan kombinasi kedua ajian Gajah Mungkur tersebut, Ditambah lagi dengan jurus pukulan halilintar Pangeran Guntur Wijaya, kalazar berhasil dihantam oleh ketiga kekuatan penghancur tersebut hingga kalazar terpental sangat jauh.


Baru saat itu kalazar merasakan rasa sakit dari serangan tersebut.


Dan saat kalazer terjatuh karena terpental, kemudian dengan tiba-tiba pangeran Kasim Wijaya yang telah menjadi raksasa bertubuh batu, tiba-tiba dia menginjak kalazar dengan sangat kencangnya.


Hingga injakan tersebut membuat medan perang bergetar.


Tapi untung saja raja iblis kalazar dengan sangat cepat, dia menghindari injakan tersebut.

__ADS_1


"kurang ajar, aku raja iblis kalazar tidak akan membiarkan kalian semua hidup, Aku akan segera membunuh kalian semua", raja iblis kalazar benar-benar marah besar.


Kemudian kalazar melihat ke arah Begawan winara, dengan cepat kalazar segera menyerangnya.


Sebab kalazar menyadarinya, karena inti kekuatan besar tersebut yang berhasil menyerangnya, ada pada kombinasi kekuatan ajian Gajah Mungkur, milik Mahapatih Damar Wijaya beserta Begawan winara.


Maka dari itu raja iblis kalazar akan segera membunuh pemilik salah satu ajian tersebut.


Dan yang akan kalazar bunuh secepatnya adalah Begawan winara.


Tak Butuh waktu lama untuk kalazar bisa membuat Begawan winara babak belur, karena dihajar habis-habisan oleh kalazar.


Saking cepatnya serangan raja iblis kalazar, sampai-sampai para Kesatria tersebut tidak sempat menolong Begawan winara.


Begawan winara tak menyerah begitu saja, beliau segera mengeluarkan ajian Pamungkasnya.


Ajian tersebut adalah, ajian Jaya Rendra.


Ajian Jaya Rendra adalah ajian yang sangat dilarang dalam dunia persilatan.


Sebab ajian tersebut bisa merubah pemiliknya menjadi sosok lawannya, dan juga memiliki kekuatannya.


Tapi ajian itu hanya bisa digunakan beberapa menit saja, dan efek sampingnya sang pemilik ajian tersebut akan Kehilangan ingatan kecerdasan kekuatan dan semua keilmuannya selama setahun.


Orang tersebut akan linglung selama setahun penuh, akibat efek samping ajian Jaya Rendra.


"Begawan jangan kau gunakan ajian itu, kita cari jalan lain untuk mengalahkan kalazar", kata Mahapatih Damar Wijaya, kepada Begawan winara.


"kita tidak ada pilihan lain selain hal ini yang akan saya lakukan Mahapatih, tolong nanti jaga diriku setelah aku membunuh kalazar", pesan dari Begawan winara kepada Mahapatih Damar Wijaya.


Kalazar yang menyadarinya Dia segera, membatalkan upaya Begawan winara yang akan mengeluarkan ajian Jaya Rendra.


Sebab ajian tersebut sangat bahaya sekali bagi raja iblis kalazar.


Kemudian dengan cepat raja iblis kalazar menyerang Begawan winara dengan kesaktiannya.

__ADS_1


Tapi Pangeran Kasim Wijaya berhasil menghalau serangan kalazar, dengan merubah dirinya menjadi tembok batu yang sangat kuat tepat berada di depan Begawan winara.


Hingga kesaktian kalazar berupa gelombang iblis yang diarahkan kepada Begawan winara, ambyar begitu saja.


__ADS_2