
Lalu saat Senopati trenggono alias Bodas memiliki kekuatan yang melampaui Pangeran Guntur Wijaya, dia menyerang Pangeran Guntur Wijaya habis-habisan, tapi Pangeran Guntur Wijaya masih bisa memberikan perlawanan, sebab kekuatan mereka ternyata tidak jauh berbeda.
Sewaktu tadi saat raja iblis kalazar merasuki Bodas, Dia mengira kekuatannya akan melampaui Pangeran Guntur Wijaya, ternyata itu semua tak sesuai dengan harapan, sebab Pangeran Guntur Wijaya masih bisa berikan perlawanan yang sengit kepada dirinya, yaitu kepada raja iblis Kalazar yang sedang merasuki Bodas.
Para Ksatria yang melihat kejadian tersebut, mereka tak tinggal diam begitu saja, Mahapatih Damar Wijaya beserta kedua Senopati, bala Warman dan bala Marwan, Mereka mencoba menolong atau membantu Pangeran Guntur Wijaya dari serangan Bodas yang sedang terasuki kalazar.
Dengan serangan kombinasi dari para Ksatria tersebut, raja iblis kalazar benar-benar mengalami kesulitan.
Meski raja iblis kalazar telah merasuki tubuh Bodas sebagai pengganti tubuhnya yang telah mati, tapi dia tidak merubah wujudnya menjadi wujud aslinya.
Raja iblis kalazar sengaja tetap mempertahankan wujud Bodas karena dia memiliki rencana licik di belakangnya.
Pertarungan mereka benar-benar sangat luar biasa, saat Pangeran Guntur Wijaya akan memberi serangan super pada kalazar, dia selalu mengurungkan, karena Jika dia lakukan yang terluka adalah Bodas.
Hal itu juga dilakukan oleh para Ksatria yang lainnya, saat mereka akan memberikan serangan fatal pada kalazar, mereka juga selalu mengurungkannya, Sebab mereka khawatir jika Bodas yang akan terluka oleh serangan tersebut.
"hahaha... Kenapa kalian tidak melakukannya, Apa kalian takut, padahal kalian bertarung dengan sangat luar biasa dan semangat, tapi nyali kalian kecil", kata raja iblis kalazar kepada para Ksatria yang menyerangnya.
"lalu jika kalian seperti itu terus kapan bisa mengalahkanku, padahal untuk mengalahkanku butuh keberanian hahaha...", ocehan raja iblis kalazar.
"Lakukan saja para Ksatria, cepat lakukan", ternyata Bodas masih punya kesadaran untuk bisa melawan kalazar yang sedang merasuki dirinya.
"Jangan pikirkan diriku, pikirkanlah keselamatan Tanah Jawa, jika Kalazar tidak segera dikalahkan, dia bakal jadi bencana di tanah Jawa ini", kata Bodas.
Lalu para ksatria tersebut sepakat untuk segera mengalahkan kalazar meski harus mengorbankan Bodas.
Ternyata rencana licik kalazar sia-sia, karena para Ksatria tetap akan menghabisinya meski harus mengorbankan kawannya sendiri yaitu Bodas.
"hentikan serangan kalian, meski kalian akan mengalahkan kalazar, kalazar tidak akan pernah mati, dia tetap Akan berpindah tubuh ke tubuh yang lain", Pangeran Kasim Wijaya mengingatkan para Ksatria tersebut.
"benar juga katamu keponakanku, kita akan sia-sia meski kita bisa mengalahkan kalazar, dan di sisi lain pengorbanan Bodas akan sia-sia", kata Mahapatih kamar Wijaya.
Lalu dengan keadaan yang sangat rumit tersebut para Ksatria benar-benar tak punya jalan keluar untuk bisa benar-benar mengalahkan raja iblis kalazar.
__ADS_1
"hahaha... Ternyata kalian menyadarinya, untuk bisa mengalahkanku itu hal yang tidak mungkin bisa kalian lakukan, sebab Akulah raja iblis kalazar yang abadi", kesombongan kalazar yang merasa dirinya tak terkalahkan.
Kemudian tiba-tiba tanpa disadari oleh mereka semua, datanglah resi Malaka putra dari maharesi Brata.
Resi Malaka diutus oleh ayahnya tersebut untuk membantu para Ksatria dari keadaan yang sulit saat melawan raja iblis kalazar.
Resi Malaka membawa sebuah Kendi Sakti pemberian dari ayahnya yaitu maharesi Brata.
Kendi tersebut adalah suatu benda pusaka para dewa, yang bisa menyegel setiap jiwa-jiwa yang jahat.
Maka dari itu jalan keluar untuk mengalahkan raja iblis Kalazar hanya dengan menyegel jiwanya menggunakan Kendi tersebut.
Tapi permasalahannya untuk bisa menyegel jiwa raja iblis kalazar para Ksatria tersebut harus membunuhnya terlebih dulu.
Tapi jika mereka membunuh kalazar, berarti itu sama dengan mereka harus membunuh Bodas, sebab saat ini kalazar sedang merasuki tubuh Bodas.
"Apa kalian yakin akan Membunuhku, Apa kalian tidak memikirkan nasib Bodas, sungguh ironis sekali nasib Bodas harus mati ditangan kawannya sendiri", raja iblis kalazar berusaha membuat bingung para Ksatria tersebut.
Mengetahui resi Malaka membawa Kendi tersebut, raja iblis Kalazar berusaha akan menghancurkan pusaka kendi itu, sebab dia tahu bahwa Kendi itu disiapkan untuk menyegel jiwanya.
"Pangeran Apa kau baik-baik saja, Sepertinya kau sedang terluka", resi Malaka bertanya pada Pangeran Kasim Wijaya.
"ya resi, saya baik-baik saja, luka seperti ini tidak akan bisa Membunuhku", kata Pangeran Kasim Wijaya.
Untung saja Pangeran Kasim Wijaya memiliki jurus kala baya, dengan jurus tersebut dia memulihkan lukanya sendiri, walau lukanya belum pulih 100%, Pangeran Kasim Wijaya sudah siap bertempur dengan raja iblis Kalazar.
Bodas yang masih ada kesadaran sedikit meski dia telah terasuki kalazar, Dia menyuruh para Ksatria agar segera membunuhnya, agar resi Malaka bisa menyegel jiwa kalazar.
Lalu Pangeran Kasim Wijaya memperingati para Ksatria tersebut agar memiliki hati yang Teguh, sebab jika hati mereka lunak, mereka tak akan tega membunuh Bodas yang saat ini tubuhnya telah dirasuki kalazar.
Meski hati Tak Tega para Ksatria tersebut harus membunuh Bodas secepatnya.
Mahapatih Damar Wijaya sudah menyiapkan panah api untuk membunuh Bodas.
__ADS_1
Dan Senopati bala Warman segera menyiapkan ajian Amukti raksa untuk memanggil petir yang akan dihantamkan kepada Bodas.
Sedangkan Pangeran Guntur Wijaya dan juga Senopati bala Marwan, mereka berdua membuat sibuk Bodas dengan menyerangnya menggunakan kemampuan bela dirinya.
Bodas saat itu yang telah terasuki raja iblis kalazar, dia tidak mudah untuk dikalahkan, dan dia juga menyadari strategi para Ksatria tersebut untuk membunuhnya.
Maka dari itu raja iblis kalazar membagi dirinya menjadi dua bagian yang sempurna.
Kini raja iblis kalazar menjadi dua bagian atau dua orang.
Yang satu bagian bertugas menghadapi Pangeran Guntur Wijaya dan Senopati bala Marwan.
Dan yang satu bagian lagi akan menyerang Mahapatih Damar Wijaya dan Senopati bala Warman.
Melihat raja iblis kalazar menjadi dua orang, para Ksatria tersebut dibuat bingung olehnya.
Sebab mereka tidak tahu mana kalazar yang asli.
"Bagaimana ini resi Malaka, jika hal ini terus dibiarkan, maka kita semua yang akan menjadi korban", kata Pangeran Kasim Wijaya.
"Bantulah mereka pangeran, biar saya yang menjaga pusaka Kendi ini, percayakan hal ini padaku", resi Malaka menjawab perkataan Pangeran Kasim Wijaya.
Kemudian setelah Pangeran Kasim Wijaya diyakinkan oleh resi Malaka untuk segera membantu para Ksatria tersebut, maka dengan jurus kalabaya, Pangeran Kasim Wijaya juga membuat dirinya menjadi dua bagian atau dua orang seperti yang kalazar lakukan.
Satu bagian dari pangeran Kasim Wijaya membantu Pangeran Guntur Wijaya, dan satu bagian yang lainnya melindungi Mahapatih Damar Wijaya dan juga Senopati bala Warman.
"jangan menghalangiku Bocah Tengil, jika kau ingin selamat cepat pergi dari hadapanku", kata kalazar kepada Pangeran Kasim Wijaya.
"Sombong sekali kau kalazar, Selama ada aku Jangan harap kau bisa menggagalkan upaya Mahapatih Damar Wijaya dan juga Senopati bala Warman", Pangeran Kasim Wijaya menjawab kesombongan raja iblis kalazar.
Lalu bertarunglah mereka berdua, Pangeran Kasim Wijaya melawan kalazar.
Ternyata meski Pangeran Kasim Wijaya habis terluka oleh serangan mendadak kalazar, namun Pangeran Kasim Wijaya masih bisa menghadapinya.
__ADS_1
Raja iblis kalazar sangat heran padanya, Kenapa Pangeran Kasim Wijaya Masih sanggup untuk melawannya, meski sudah terkena serangan telak darinya.
Ternyata jawabannya cuman satu, yaitu Pangeran Kasim Wijaya adalah pemilik jurus Sakti kalabaya.