
Kemudian Suwono yang sempat terkejut melihat perubahan wujud Harun yang menjadi manusia harimau, kini dia beserta para anak buahnya yang terseisa mencoba menyerang Harun dengan bersamaan.
Segala macam senjata meraka gunakan untuk menyerang Harun, tapi Harun tak bergeming sama sekali oleh serangan mereka tersebut.
Sedangkan ki Maung yang melihat dari kejauhan, dia hanya bisa tersenyum melihat pertarungan tersebut.
Kemudian para pasukan ki Maung, mereka semua akan membatu Harun yang sedang dikeroyok oleh Suwono beserta para anak buahnya. Tapi ki Maung mencegahnya, karena dia yakin bahwa Harun bisa menghabisi semua para musuh tersebut dengan perubahan wujudnya yang saat ini menjadi manusia harimau.
"Sebantar lagi dendam mu akan terbalaskan muridku Untung", ki Maung yang berkata dalam hatinya.
Lalu Harun dengan beringas mencabik-cabik para anak buah Suwono yang melawan dirinya, mereka semua banyak yang tewas oleh ke beringasan Harun.
Suwono yang berkali-kali mengeluarkan jurus tombak saktinya untuk menyerang Harun, itu semua sia sia karena tubuh Harun telah kebal terhadap senjata apapun.
Harun semakin tangguh dengan perubahan wujudnya tersebut.
"Kurangajar... Ternyata dia bisa berubah menjadi manusia harimau yang sangat ganas", Suwono yang merasa dirinya diambang kekalahan.
Harun semakin lama semakin beringas, dia tak segan-segan mengoyak ngoyak dan mencabik-cabik lawannya tersebut hingga tewas.
Banyak diantara para anak buah Suwono yang pada lari tunggang langgang menyelamatkan diri dari keganasan Harun yang telah menjadi manusia Harimau.
Suwono makin panik dengan keadaan yang seperti itu, dia juga mencoba lari dari pertarungan tersebut, tapi ada daya, Harun tidak membiarkan Suwono lolos begitu saja dari pertarungan dengannya.
Disaat Suwono berlari sekencang kencangnya, Harun dapat mengejarnya hanya dengan sekejap mata, karena kecepatan Harun kini sudah berlipat ganda saat dia menjadi manusia harimau.
Akhirnya Suwono terpaksa melawan Harun, meski dia sadar bahwa dirinya tak akan menang.
Pertarungan tersebut tak terelakan lagi, Suwono dengan sisa tenaganya harus melawan Harun sendirian, sebab Harun hanya mengincar dirinya untuk membalaskan dendam Untung yang telah dia bunuh.
"Siaaaaalll... Kenapa disaat seperti tidak ada yang membantuku", kata Suwono dalam hatinya.
Disaat Suwono kehilangan konsentrasi karena dia ketakutan saat bertarung melawan Harun yang telah berubah wujud menjadi manusia harimau, tiba-tiba Harun berhasil memegang kedua lengannya dan meremasnya hingga Suwono berteriak kencang karena kesakitan yang amat sangat luar biasa.
Wujud Harun yang tinggi besar saat menjadi manusia harimau, sangat mudah untuk meremas lengan Suwono yang ukurannya tak sebanding dengan ukuran tangannya
__ADS_1
Suwono yang berteriak memohon ampun, tak dihiraukan oleh Harun yang sudah dalam amarahnya akibat kematian Untung.
Kemudian kedua lengan Suwono berhasil di remukkan oleh Harun, sehingga Suwono sangat tak berdaya dan tak bisa apa apa lagi, dia hanya bisa pasrah menerima ajalnya ditangan Harun.
"Aku mohon jangan kau siksa aku, segera bunuh aku secepatnya", Suwono yang telah pasrah akan nasibnya.
"Baiklah kalau itu maumu!", jawab Harun.
Lalu tanpa ragu-ragu Harun yang berwujud manusia harimau seketika itu segera menggigit leher Suwono hingga dia tewas bersimpa darah.
Akhirnya pertarungan Harun dan Suwono pun telah usai dengan kematian Suwono ditangan Harun.
Kini para warga desa sentong telah aman dan selamat dari serangan para anak buah pak Ujang sikepala desa biadab.
Tapi dengan keamanan dan keselamatan para warga tersebut harus dibayar dengan kematian salah satu murid ki Maung yaitu Untung.
"Muridku Harun, kau dan sebagian para pasukan segara pergi dan bantu Pangeran Jatiwijaya beserta para pasukannya yang sedang berjuang menghancurkan kejahatan pak Ujang dirumahnya", perintah ki Maung.
"Baiklah guru, saya akan segera pimpin sebagian para pasukan kita untuk segera menuju kesana membantu Pangeran Jatiwijaya", Harun menerima perintah gurunya tersebut yaitu ki Maung.
Lalu ki Maung dan sebagian dari pasukannya tetap bersama para warga, karena keselamatan para warga harus tetap terjaga dengan aman meski para musuh sudah melarikan diri.
Mereka semua sangat bersemangat sekali, karena mereka merasa sebentar lagi kejahatan pak Ujang akan segera hancur.
"Ki Maung, tolong izinkan saya turut serta dalam menghancurkan pak Ujang", permintaan Kedasih.
"Jangan Kedasih, lukamu masih baru, masih jauh dari kata sembuh, jika kau paksakan lukamu akan semakin parah", jawab ki Maung.
Kemudian dirumah pak Ujang masih terjadi pertempuran antara kedua kubu yaitu kubu Pangeran Jatiwijaya melawan kubu pak Ujang.
Pak Ujang dengan pusaka keris naga sasra nya, dia berusaha menyerang para kesatria kesatria tersebut yaitu senopati Sumitro, senopati Balawarman, senopati Balamarwan, Sanjaya dan juga Mandala.
Tapi para kesatria kesatria itu masih berusaha menghindari pak Ujang dan tidak melawannya sama sekali.
Sedangkan Pangeran Jatiwijaya yang merubah dirinya menjadi manusia siluman ular merah, ia masih bertarung dengan Ruslan.
__ADS_1
Ruslan sangat kuwalahan karena kekuatannya saat ini tak sebanding dengan kekuatan Pangeran Jatiwijaya.
Berbagai pukulan dan tendangan berhasil dilesatkan pada Ruslan dan Ruslan pun berkali-kali terpental oleh serangan Pangeran Jatiwijaya.
Jurus golok naga nya sudah tak mempan lagi pada Pangeran Jatiwijaya yang telah berubah wujud.
Bahkan golok Ruslan pun sampai patah karena terlalu sering digunakan untuk menyerang Pangeran Jatiwijaya yang memiliki tubuh kebal bagai baja.
"Sial kalau seperti ini terus, bisa bisa aku mati dibuatnya", kata Ruslan.
Akhirnya Ruslan mencoba mengeluarkan jurus pukulan naga api nya kembali untuk menyerang Pangeran Jatiwijaya, tapi usahanya itu selalu gagal karena Pangeran Jatiwijaya selalu menyerangnya saat Ruslan akan bersiap diri untuk mengeluarkan jurus tersebut.
Pak Ujang yang melihat keadaan Ruslan yang sangat terdesak, dia berusaha akan membantunya lagi, tapi usahanya itu selalu di halang halangi oleh para kesatria kesatria tersebut.
Mereka para kesatria tersebut memang sengaja memisahkan pak Ujang dengan Ruslan, karena itu adalah rencana strategi mereka.
Pak Ujang dibuat kerepotan oleh setiap tindakan para kesatria kesatria itu.
Posisi pak Ujang sedang dikepung oleh meraka yaitu para kesatria tersebut.
Apa lagi jurus teleportasi Mandala, sangat merepotkan sekali bagi pak Ujang, karena dia tidak bisa membaca pergerakan jurus tersebut.
Sedangkan para anak buah pak Ujang tidak bisa membantu mereka berdua yaitu pak Ujang dan juga Ruslan, karena para anak buahnya kini sedang bertarung melawan para pasukan Pangeran Jatiwijaya.
Keadan Ruslan makin terdesak, dia dihajar habis-habisan oleh Pangeran Jatiwijaya.
Sedangkan pak Ujang saat ini tak berkutik sama sekali, karena dia dibuat repot oleh para kesatria kesatria tersebut.
Kini Sanjaya mengeluarkan ajian kilat sayuto nya, dia menyerang pak Ujang dengan ajian itu dengan hebatnya.
Pak Ujang tak hanya selalu menghindari setiap serangan Sanjaya yang mengeluarkan ajian kilat sayuto. Tapi pak Ujang juga membalas setiap serangan itu menggunakan keris naga sasra nya yang sangat sakti.
"Tak akan ku biarkan kau mengalahkanku!", kata pak Ujang.
"Aku tak akan mengalahkanmu, tapi aku akan membunuhmu", jawab Sanjaya.
__ADS_1
Saat pak Ujang akan menyerang Sanjaya, tiba-tiba Mandala mengecohnya dengan jurus teleportasi nya, tapi untungnya pak Ujang sangat sigap dalam setiap membaca serangan lawannya.
Kemudian disusul oleh serangan Sanjaya dengan ajian kilat sayuto nya, tapi pak Ujang menangkis nya dengan keris naga sasra.