
Kemudian digoa lowo gunung kelud, sesosok misterius yang masih menutupi jati dirinya dengan menyelubungi tubuhnya menggunakan kabut hitam, dia akan melancarkan suatu misi yaitu untuk membantu aksi pemberontakkan Adipati Burhansangkala. Sesosok misterius mengetahui kabar akan pemberontakkan tersebut dari mata-mata atau telik sandinya yang disebar dibeberapa wilayah suryaloka. Dia rencananya akan menemui Adipati Burhansangkala dengan membawa para anak buahnya, tapi dia harus bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik, sebab dia sadar bahwa suryaloka tidak mudah untuk diruntuhkan apa lagi dipecah belah kekuasaannya karena suryaloka memiliki punggawa-punggawa hebat yang tak mudah untuk dikalahkan. Tapi apa yang terjadi, rencana misi sesosok misterius yang jauh-jauh hari sudah direncanakan ternyata misi rahasia tersebut sudah bocor ketelinga Maha Patih Damarwijaya, Beliau adalah Maha Patih dikerajaan suryaloka. Ternyata selama ini Maha Patih Damarwijaya telah menyusupkan salah satu telik sandi berbakatnya, dia adalah prajurit khusus nan tangguh didikkan dari pasukan prajaloka, organisasi keprajuritan dibawah kepemimpinan Begawan Winara. Selama ini telik sandi tersebut telah menyusup dan bergabung bersama para pendekar aliran hitam dan menjadi pengikut setia sesosok misterius. Identitasnya sebagai mata-mata atau telik sandi sangat sempurna, sesosok misteriuspun yang sangat sakti mandraguna tidak menyadarinya apa lagi para anak buahnya, mereka malah tidak menyadarinya sama sekali akan identitas telik sandi tersebut yang telah bergabung dengan mereka selama ini.
Kemudian disuryaloka Maha Patih Damarwijaya yang mengetahui akan rencana sesosok misterius yang akan mendukung pemberontakkan Adipati Burhansangkala pada suryaloka, akhirnya Beliau Maha Patih Damarwijaya mengirimkan sebuah pesan bantuan pada Pangeran Gunawijaya yang sekarang berada dikerajaan himalaya, pesan itu dikirimkannya menggunakan seekor burung rajawali pilihan yang khusus mengirim pesan jarak jauh dengan cepat dan tepat sasaran. Setelah beberapa lama kemudian sampailah pesan itu kekerajaan himalaya tepat dimana Pangeran Gunawijaya berada, pertama kali pesan itu diterima oleh para prajurit istana himalaya, tapi setelah melihat burung rajawali pengirim pesan itu dilehernya ada simbol kerajaan suryaloka langsung segera pesan itu disampaikan pada Pangeran Gunawijaya. Kemudian setelah Pangeran Gunawijaya tahu isi pesan tersebut, ia segera mengumpulkan semua pengawalnya dan menceritakan isi pesan tersebut pada mereka semua, dan akhirnya semua pengawal Pangeran Gunawijaya sepakat dengan Keputusan Pangeran Gunawijaya untuk segera bergegas menuju kesuryaloka karena kekuatan mereka sangat dibutuhkan sekali disana.
"Ini kesempatan kita Pangeran, untuk menghancurkan sesosok misterius itu!", Kata senopati Balawarman pada Pangeran Gunawijaya dengan semangat yang tinggi.
"Kau benar senopati Balawarman, ini memang kesepatan yang baik untuk bisa menghancurkannya, setelah sesosok misterius itu hancur, saya bisa sangat mudah mengabil paku bumi tanah jawa yang telah ia cabut dari gunung tidar", jawab Pangeran Gunawijaya dengan tegas dan berwibawa.
Lalu berangkatlah mereka semua menuju suryaloka setelah berpamitan pada Raja Silendrawangi penguasa daerah himalaya, mereka semua berangkat dengan menunggangi kuda masing-masing. Kemudian digoa lowo gunung kelud, sesosok misterius telah menyiapkan pasukan sekutu untuk mendukung aksi pemberontakkan Adipati Burhansangkala, maksud tujuannya mendukung aksi Adipati Burhansangkala karena sebenarnya sesosok misterius punya dendam pribadi pada suryaloka, sudah sejak lama dia menginginkan kehancuran suryaloka, tapi hal itu tak kunjung kesampaian jua. Maka dari itu aksi pemberontakkan yang akan dilakukan Adipati Burhansangkala, dia anggap hal ini adalah moment yang tepat untuk sebuah langkah awal kehancuran suryaloka.
__ADS_1
"Wahai para pasukanku aliran hitam!, sudah waktunya kita muncul kepermukaan untuk menunjukkan kekuatan kita yang sebenarnya, maka dari itu mari kita bantu Adipati Burhansangkala dalam tujuannya untuk memberontak pada suryaloka, dengan langkah ini kita akan bertambah kuat dengan menjadi sekutunya", Sesosok misterius memberi arahan pada para pengikutnya yaitu para pendekar aliran hitam.
Tidak kalah dengan para penghianat yang akan memberontak, suryaloka juga sudah menyiapkan para punggawa-punggawa hebatnya untuk membela keutuhan suryaloka, para punggawa-punggawa tersebut tidak akan membiarkan suryaloka hancur begitu saja.
Kemudian saat itu disuryaloka Maha Patih Damarwijaya menemui Raden Mahesasangkala yang berada diistana suryaloka, tujuan Beliau menemuinya untuk berbicara empat mata dengannya. Setelah Maha Patih Damarwijaya sampai dikamar peristirahatan Raden Mahesasangkala yang baru saja pulih dari luka panahnya, akhirnya mereka berdua berbicara empat mata mengenai masalah pemberontakkan yang akan dilakukan oleh Adipati Burhansangkala yaitu Ayah dari Raden Mahesasangkala sendiri. Lalu Maha Patih Damarwijaya bertanya pada Raden Mahesasangkala kenapa sampai Adipati Burhansangkala akan melakukan tindakkan kejahatan tersebut, apa dia tidak berfikir tindakkannya itu akan menuai masalah besar pada dirinya sendiri karena dengan begitu dia sudah dicap sebagai penghianat suryaloka dengan aksinya itu, suryaloka berhak menghancurkannya demi kedamaian dan keutuhan bangsa tersebut. Kemudian Raden Mahesasangkala menjawab pertanyaan Maha Patih Damarwijaya tentang tujuan Ayahnya yaitu Adipati Burhansangkala, cerita sesungguhnya ialah Adipati Burhansangkala sebenarnya sangat menjujung tinggi bangsanya yaitu suryaloka, Beliau bangga bisa jadi salah satu penguasa daerah didalam wilayah kekuasaan suryaloka, tapi rasa cintanya pada suryaloka pudar setelah ia terkena hasutan salah satu punggawanya yaitu senopati Kolomonggo. Sebab sepengetahuan Raden Mahesasangkala, senopati Kolomonggo sering menghasut Ayahndanya itu, dia sering berkata agar karang menjangan bisa bebas dari kekuasaan suryaloka karena daerah itu adalah daerah yang maju, makmur dan kuat dari segi pertahanan maupun pasukannya, maka dari itu karang menjangan sudah pantas disebut sebagai kerajaan, bukan lagi sebagai kadipaten. Itulah hasutan senopati Kolomonggo pada Adipati Burhansangkala yang pada akhirnya ia termakan hasutan tersebut. Akhirnya setelah Maha Patih Damarwijaya mengetahui akan semua penjelasan yang sebenanya dari Raden Mahesasangkala akan pemberontakkan yang dilakukan oleh Adipati Burhansangkala, maka dari itu Maha Patih Damarwijaya sudah tidak ragu lagi untuk meluluh lantahkan kekuasaan Adipati Burhansangkala secepatnya.
"Baiklah Raden, karena ini menyangkut masalah keluarga wijaya, saya berjanji akan membantu menyelesaikan masalahmu secepatnya", jawab Maha Patih Damarwijaya pada Raden Mahesasangkala.
Akhirnya selesai juga pembicaraan empat mata antara Maha Patih Damarwijaya bersama Raden Mahesasangkala. Kemudian setelah itu Maha Patih Damarwijaya segera bergegas dari kamar Raden Mahasasangkala, Beliau segera pergi menuju markas organisasi keprajuritan milik Begawan Winara, tak tahunya didalam perjalanannya, Beliau bertemu dengan Pangeran Gunturwijaya.
__ADS_1
"Paman Patih mau kemana, kelihatannya sangat keburu-buru?", tanya Pangeran Gunturwijaya dengan rasa penasaran.
"Oh!, ternyata kau Pangeran Guntur, Paman akan menemui Begawan Winara karena ada hal penting yang harus Paman bahas dengannya", jawab Maha Patih Damarwijaya pada ponakkannya yaitu Pangeran Gunturwijaya.
"Kalau diizinkan, apa saya boleh ikut Paman?", kata Pangeran Gunturwijaya pada Maha Patih Damarwijaya.
"Tentu saja ponakanku, mari kita berangkat bersama", jawab Maha Patih Damarwijaya dengan senang hati.
Akhirnya berangkatlah mereka menuju markas keprajuritan Begawan Winara yang jaraknya tidak terlalu jauh dari istana suryaloka. Disanalah Begawan Winara selalu berada untuk mendidik dan melatih para pasukan prajalokanya. Dan setiap pasukan prajaloka yang lulus dari pendidikkan dan pelatihan, mereka bakal menjadi pasukan khusus suryaloka karena kemampuan dan keahliannya sudah diatas rata-rata. Begawan Winara adalah sosok penting dalam kedamaian suryaloka, ia punya pengaruh yang besar disetiap golongan. Jasanya sangat banyak untuk kejayaan suryaloka, sampai ia diberi gelar dengan sebutan Kanjeng Abdi Pranata Suryaloka oleh mendiang Maha Raja Aryawijaya kakak dari Maha Patih Damarwijaya.
__ADS_1