
"Maaf bagi para pembaca, kalau saya telat update, soalnya beberapa hari ini saya habis sakit". Dari author.
Lalu tanpa diduga ternyata Pangeran Guna Wijaya sudah menyiapkan serangan jebakan untuk menghabisi Begawan Sakti Ludoyo.
Saat Begawan Sakti Ludoyo terlilit oleh ular merah besar tersebut, Pangeran Guna Wijaya segera membuka sebuah portal atau gerbang dimensi lain yang berada di belakangnya.
Saat portal tersebut terbuka, tiba-tiba pangeran Guna Wijaya yang telah membuka portal itu,
Dia berubah menjadi tanah dan menghilang Ditelan Bumi dalam waktu Sekejap.
Ternyata selama ini yang menghadapi Begawan Sakti Ludoyo, bukanlah sosok Pangeran Guna Wijaya yang asli, tapi itu adalah kloningnya yang tercipta dari elemen tanah.
Lalu di mana pangeran Guna Wijaya yang asli berada.
Hal itu pun membuat Begawan Sakti Ludoyo juga kebingungan, dengan apa yang dia hadapi selama ini.
"sial ternyata selama ini Yang Ku hadapi bukanlah Guna Wijaya yang asli, ternyata dia adalah wujud tiruannya", Begawan Sakti Ludoyo berkata dalam hatinya.
Tidak lama setelah Begawan Sakti Ludoyo berkata seperti itu, tiba-tiba dari dalam portal tersebut terdengar suara, "gelombang Buana Sakti".
Kekuatan gelombang Buana Sakti tiba-tiba menghantam Begawan Sakti Ludoyo dengan dahsyatnya.
Dan Begawan Sakti Ludoyo tak dapat menghindarinya, karena hantaman dari kekuatan tersebut sangat begitu cepatnya.
Dan apa lagi Begawan Sakti Ludoyo saat itu kondisinya sedang terlilit ular merah besar, jadi otomatis dia tak bisa berkutik.
Akhirnya meledaklah kekuatan gelombang Buana Sakti dengan begitu dahsyatnya, sehingga membuat tubuh Begawan tersebut hancur lebur tak tersisa.
Waktu itu ledakannya mengguncang area Gunung Kelud, para pasukan dan para Ksatria, mereka semua sampai berlindung agar tidak terkena dampak dari ledakan tersebut.
"sehebat inikah kekuatan kanda Pangeran Guna Wijaya", kata Pangeran Jati Wijaya.
"Maaf pangeran, Apakah ini kekuatan dari Pangeran Guna Wijaya", tanya Adipati mukas barada kepada Pangeran Jati Wijaya.
Kemudian Pangeran Jati Wijaya menjelaskan itu semua kepada Adipati tersebut.
Ini baru pertama kali Adipati Mukas barada melihat kekuatan Pangeran Guna Wijaya.
__ADS_1
Padahal kekuatan itu masih belum seberapa, tapi Adipati tersebut sudah sangat terheran-heran.
Setelah ledakan itu menghilang, dari dalam portal tersebut keluarlah Pangeran Guna Wijaya.
Ternyata selama ini wujud asli Pangeran Guna Wijaya, dia bersembunyi di dalam portal atau di dalam Dimensi Lain, yang telah dia ciptakan sendiri menggunakan kesaktiannya yaitu jurus kalapati.
Bekas Ledakan dari kekuatan gelombang Buana Sakti, efeknya sangat luar biasa.
Yang tadinya wilayah itu adalah hutan yang lebat, kini menjadi tandus dan gersang.
"aku masih belum yakin kalau Begawan Ludoyo bisa kalah, hanya dengan seranganku yang seperti itu", ucapan Pangeran Guna Wijaya dari dalam hatinya.
"aku harus tetap waspada dengan pemilik jurus kala murka tersebut, yaitu Begawan Ludoyo", Pangeran Guna Wijaya sedikit was-was dan waspada dalam situasi tersebut, karena yang dihadapi bukan lagi seorang manusia biasa, melainkan Manusia Setengah Dewa.
Tak lama kemudian datanglah ketiga ksatria menghampiri Pangeran Guna Wijaya.
Ketiga ksatria tersebut yaitu, Pangeran Guntur Wijaya, Senopati bala Warman dan Senopati bala Marwan.
"Salam hormat kanda Pangeran Guna Wijaya, saya langsung menuju ke sini, karena saya melihat kekuatan gelombang Buana Sakti, saat saya terbang menaiki burung rajawali raksasa dengan kedua Senopati tersebut", kata Pangeran Guntur Wijaya kepada kakaknya tersebut.
Kemudian Pangeran Guntur Wijaya bertanya, apakah kakaknya tersebut telah menghabisi Begawan Sakti Ludoyo menggunakan kekuatan gelombang Buana Sakti.
"Lantas apa yang harus kita lakukan saat ini Kanda", tanya Pangeran Guntur Wijaya kepada kakaknya yaitu Pangeran Guna Wijaya.
"Awas Dinda waspadalah!!", tiba-tiba tanpa menjawab pertanyaan tersebut, Pangeran Guna Wijaya menjadikan tubuhnya menjadi perisai pelindung adiknya yaitu Pangeran Guntur Wijaya.
Sebab dengan kecepatan yang luar biasa melesatlah panah api yang mengarah tepat kepada Pangeran Guntur Wijaya, dan Pangeran Guntur Wijaya sampai tak bisa menyadarinya, tapi untung saja ada kakaknya yaitu Pangeran Guna Wijaya yang melindunginya dari serangan panah tersebut.
Panah api itu menancap di perut Pangeran Guna Wijaya tembus hingga ke belakang.
Dan adiknya yaitu Pangeran Guntur Wijaya sangat panik akan hal tersebut, dia merasa bersalah kepada kakaknya, seharusnya dia lebih waspada dan jeli di dalam sebuah medan pertempuran.
Saat Pangeran Guntur Wijaya akan membantu kakaknya yaitu Pangeran Guna Wijaya, oleh kakaknya tersebut dicegah, sebab Pangeran Guna Wijaya bisa mengatasinya sendiri jika hanya luka seperti itu saja.
Pangeran Guntur Wijaya dan kedua Senopati tersebut sangat terheran-heran, karena menurut mereka luka yang dialami Pangeran Guna Wijaya sangat serius.
Tapi hanya dengan sekejap, Pangeran Guna Wijaya dapat menetralkan lukanya itu, dan lukanya tiba-tiba menghilang hanya dengan sekali usap menggunakan tangannya yang menyala.
__ADS_1
Dan Pangeran Guntur Wijaya beserta kedua Senopati bala warman dan bala Marwan, dibuat terkejut olehnya.
Lalu dalam hati mereka bertiga sangat yakin, bahwa Pangeran Guna Wijaya adalah seorang ksatria yang terpilih untuk menyelamatkan tanah Jawa dari cengkraman kejahatan.
"hati-hati Kalian bertiga dan waspadalah, sebab Begawan Sakti Ludoyo sekarang ini ada di sekitar kita", Pangeran Guna Wijaya memperingati ketiga ksatria tersebut.
Ternyata benar, saat Pangeran Guna Wijaya selesai berkata, tiba-tiba di depan mereka ada pusaran angin yang begitu besar.
Dan pusaran angin itu lama-lama membentuk wujud Begawan Sakti Ludoyo.
"apa-apaan ini, siapa sebenarnya Begawan Sakti Ludoyo itu, Jika dia hanya manusia biasa tidak akan mungkin bisa selamat dari serangan kekuatan gelombang Buana Sakti tersebut", rasa heran dan ingin tahu Senopati bala Warman, atas Siapa sebenarnya Begawan tersebut.
"Maaf Pangeran Guna Wijaya, apa hamba sebaiknya harus meminta bantuan kepada Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul, akan situasi seperti ini", Senopati bala Warman bertanya.
"tahan dulu Senopati, sebab saat ini kita masih bisa menanganinya sendiri", jawab Pangeran Guna Wijaya kepada Senopati tersebut.
Kemudian Begawan Sakti Ludoyo kembali hidup lagi, wujudnya terbentuk dari sebuah pusaran angin.
Dan Begawan Sakti Ludoyo berkata kepada para Ksatria tersebut, bahwa keempat ksatria yang ada di hadapannya, mereka semua Sebenarnya bukan tandingannya.
Lalu Begawan Sakti Ludoyo membujuk atau merayu keempat ksatria tersebut, agar mereka mau bergabung dengannya, dan menjadi Abdi setianya.
Kemudian Pangeran guna wijaya menjawab, mereka berempat adalah ksatria pilihan, yang ditakdirkan untuk menghabisi ke Angkara murkaan yang ada di tanah Jawa ini.
Jadi sangat tidak mungkin Jika mereka berempat, harus bergabung dengan ke ankara murkaan tersebut seperti Begawan Sakti Ludoyo.
"kalau begitu kalian semua memilih untuk mati", kata Begawan Sakti Ludoyo yang akan segera menghabisi keempat ksatria tersebut.
"Selama masih ada aku, ambisimu untuk menghancurkan tanah Jawa ini tidak akan pernah terwujud", Pangeran Guna Wijaya berkata kepada Begawan Sakti Ludoyo.
"bagiku kau masih bocah kemarin sore, jangankan membunuhku, untuk bisa menandingiku saja, kau masih butuh waktu 100 tahun lagi", kata Begawan Sakti Ludoyo kepada Pangeran Guna Wijaya.
Kemudian tanpa basa-basi, keempat ksatria tersebut mulai bersiap mengeluarkan kesaktian untuk menghadapi Begawan di Ludoyo.
Pangeran Guna Wijaya bersiap dengan kemampuan jurus gerak kilatnya.
Pangeran Guntur Wijaya mengeluarkan ajian Guntur saketinya, yang pernah dia gunakan saat melawan raja iblis kalazar.
__ADS_1
Dan kedua Senopati tersebut, yaitu bala warman dan bala Marwan, mereka berdua segera mengeluarkan ajian terlarangnya, yaitu ajian Birawa Sakti.