PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
55. Pengintaian jejak Pangeran Gunawijaya


__ADS_3

Pangeran Gunawijaya yang mendengar bahwa dirinya dalam bahaya, ia tak sedikitpun merasa khawatir atau panik, sebab dengan tekad dan didasari kebenaran masalah apapun yang ia hadapi pasti akan ada solusinya. Dan Maha Resi Brata berpesan pada muridnya tersebut yaitu Pangeran Gunawijaya, untuk selalu waspada dan berhati-hati akan situasi yang akan ia hadapi karena Pangeran Gunawijaya sudah tidak memiliki pedang mustika biru.


Menyadari hal tersebut Pangeran Gunawijaya tidak terlalu memikirkannya, ia hanya merasa bersalah pada Nyi Roro Kidul sebab pedang mustika biru adalah pemberian darinya, dan kini pedang tersebut sudah tidak ada lagi pada diri Pangeran Gunawijaya, dengan begitu Pangeran Gunawijaya sangat merasa bersalah dan tidak enak hati pada Nyi Roro Kidul.


Kemudian setelah itu mereka semua dikejutkan oleh kedatangan lima pedakar sakti yang terbang dari langit, dan saat lima pendekar sakti tersebut turun dari terbangnya, mereka semua langsung memberi hormat kepada Pangeran Gunawijaya dan juga kepada Maha Resi Brata. Ternyata lima pendekar sakti tersebut adalah Mulyo, Seto, Kuncoro, Arum dan Anjani, mereka semua adalah jelmaan dari kelima batu permata yang keluar dari pedang mustika biru.


Jadi mereka berlima tersebut adalah setengah kekuatan dari pedang mustika biru yang berhasil keluar saat pedang tersebut akan dihancurkan oleh begawan sakti Ludoyo di gunung bromo. Mengetahui itu semua Pangeran Gunawijaya sangat senang karena ia merasa tidak kehilangan seluruhnya kekuatan dari pedang mustika biru. Dan ia yakin disaat ia akan menghadapi kesulitan, pasti ada jalan keluar untuk menghadapi nya.


Lalu Mulyo berkata meski mereka berlima kembali pada Pangeran Gunawijaya, tapi Pangeran Gunawijaya tidak bisa mengeluarkan keris pusaka jala tungga, sebab untuk mengeluarkan keris pusaka tersebut, Pangeran Gunawijaya harus menyatakan pedang mustika biru beserta tombak pasopati nya. Pangeran Gunawijaya sudah menyadari akan hal itu, tapi ia tidak terlalu memikirkan nya karena bagi dia dengan kembalinya kelima pendekar sakti jelmaan dari kelima batu permata, Pangeran Gunawijaya merasa kekuatan yang ada sekarang ini sudah cukup untuk menghadapi ancaman kejahatan yang akan menimpa nya.


Setelah itu Maha Resi Brata yang sudah memberi pesan pada Pangeran Gunawijaya, Beliau berpamitan dan seketika itu Beliau tiba tiba menghilang dari hadapan mereka semua.


Dan akhirnya Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya meneruskan perjalanan nya tersebut untuk menyatukan pendekar aliran putih, sedangkan Raja iblis Kalazar beserta pendekar aliran hitam terus mengejar dan memburunya.


"Kalian semua percepat perjalanan kalian, karena sebelum Pangeran Gunawijaya banyak menyatukan kekuatan aliran putih, dia harus mati terlebih dulu!", kata Kalazar pada para pasukannya, pendekar aliran hitam.

__ADS_1


Saat itu akhirnya Kalazar memanggil sekumpulan para burung, dan burung-burung itu sangat mematuhi perintah Kalazar, dan Kalazar menyuruh para burung-burung tersebut untuk melihat keberadaan Pangeran Gunawijaya saat ini sedang berada dimana. Ternyata sekumpulan burung-burung yang dipanggil oleh Kalazar adalah sekumpulan burung-burung siluman yang bisa berubah wujud menjadi manusia.


Pantas saja burung-burung tersebut terlihat aneh, semua matanya merah menyala dan kepalanya berupa kepala manusia dan juga bertaring seperti binatang buas, berbulu hitam pekat dan juga bisa bicara selayaknya manusia, lalu burung-burung tersebut terbang mencari dimana keberadaan Pangeran Gunawijaya.


Beberapa lama kemudian Kedasih salah satu pengawal Pangeran Gunawijaya, dia merasa ada hawa jahat yang sedang mendekat, tapi Kedasih masih belum jelas hawa jahat apa itu yang sedang mendekat, manusia atau kah bukan.


"Apapun Pangeran, sepertinya ada sesuatu yang jahat sedang mendekati kita?", Kedasih memberi tahu pada Pangeran Gunawijaya.


"Kira-kira sesuatu apa yang sedang mendekat pada kita Kedasih", Pangeran Gunawijaya bertanya.


Saat itu burung-burung siluman yang diutus oleh Kalazar hampir mendekat kearah Pangeran Gunawijaya, sebab burung-burung tersebut memiliki kecepatan terbang yang luar biasa kencang. Maka dari itu sangat tidak sulit bagi burung-burung itu untuk bisa menemukan keberadaan Pangeran Gunawijaya dengan cepat.


"Ketua, sepertinya kita hampir menemukan jejak Pangeran Gunawijaya", salah satu dari para burung-burung itu berkata.


"Kau benar, setalah kita menemukannya, segera salah satu diantara kalian pergi dan memberi tahu pada Raja iblis Kalazar", jawab dari ketua para burung-burung siluman tersebut.

__ADS_1


Lalu selang beberapa lama Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya telah memasuki kawasan wilayah kerajaan banyuasri, kemudian ia memutuskan untuk beristirahat sebentar beserta para pengawalnya sebab hari sudah mulai gelap. Mereka semua beristirahat didalam hutan wilayah banyuasri, sebernarnya tujuan Pangeran Gunawijaya adalah untuk memulihkan tenaga mereka yang akan segera menghadapi gempuran dari para musuh yang akan datang.


"Kedasih coba kau rasakan, apakah hawa jahat yang sedang mengejar kita sudah semakin mendekat", perintah Pangeran Gunawijaya.


"Sendiko Pangeran, hamba akan segera melaksanakannya", jawab Kedasih.


Setelah itu Kedasih merasakan bahwa hawa jahat yang mengejar mereka semakin mendekat, dan Kedasih pun sudah bisa mendeteksi hawa jahat apakah itu. Ternyata hawa jahat yang Kedasih rasakan adalah sekumpulan para burung-burung siluman berkepala manusia yang telah dikirim oleh Raja iblis Kalazar. Kemudian Kedasih memberitahu akan hal tersebut pada Pangeran Gunawijaya, dan Beliau menyuruh semua pengawalnya agar waspada.


Beberapa lama kemudian burung-burung tersebut semakin tambah mendekat kearah Pangeran Gunawijaya, dan akhirnya burung-burung siluman itu hinggap diatas pohan yang besar, mereka sedang mengamati Pangeran Gunawijaya dari ketinggian dan waktu itu malam semakin gelap. Lalu ketua para burung-burung tersebut menyuruh beberapa anak buahnya untuk memberi kabar kepada junjungan nya yaitu Raja iblis Kalazar bahwa mereka sudah menemukan jejak Pangeran Gunawijaya didaerah banyuasri.


Situasi dimana Pangeran Gunawijaya berada saat itu sangat mencekam, Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya sebenarnya sudah menyadari bahwa mereka sedang diintai, tapi mereka semua berusaha tetap tenang dalam situasi tersebut.


Kemudian Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya memancing para burung-burung siluman itu ketempat strategis dimana di tempat itu jarang sekali tumbuh pohon pohon yang tinggi dan besar, sebab tujuannya agar mempermudah Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya untuk menghadapi sekumpulan para burung-burung siluman tersebut.


Dan akhirnya terpancing juga burung-burung tersebut mengikuti Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya. Sebenarnya burung-burung siluman itu susah sekali terlihat didalam kegelapan malam karena bulu dari burung-burung tersebut berwarna hitam pekat. Tapi apa daya, Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya bukanlah orang-orang sembarangan, mereka semua adalah para pendekar sakti yang memiliki kemampuan diatas manusia biasa. Maka dari itu sangat mudah sekali bagi mereka untuk bisa mengetahui dimana letak sekumpulan para burung-burung siluman itu berada.

__ADS_1


__ADS_2