
Beberapa hari kemudian, setelah Kasim dan adik perempuannya dinobatkan sebagai pangeran dan putri suryaloka, lalu Mahapatih Damarwijaya mengumumkan kepada para warga suryaloka di depan kerajaan tersebut, bahwa suryaloka kini telah kedatangan keluarga baru yaitu putra dan putri dari mendiang Pangeran Muradwijaya, yang bernama Pangeran Kasimwijaya beserta Putri Rarawijaya.
Setelah acara tersebut usai, Kasim yang kini telah menjadi seorang pangeran dan adiknya yaitu Rara yang juga telah menjadi seorang putri, mereka berdua mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada semua keluarga Wijaya yang telah menerima dirinya.
Pangeran Kasimwijaya dan Putri Rarawijaya juga tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada begawan Winara yang telah memberikan keputusan yang sangat bijak, sehingga mereka berdua bisa diterima dikeluarga besar Wijaya.
Kemudian Pangeran Kasimwijaya dan juga adiknya yaitu Putri Rarawijaya, mereka berdua sudah mendapatkan dua buah simbol keluarga besar Wijaya, yaitu lencana emas dan keris pusaka emas.
"Simpanlah baik-baik kedua buah simbol itu keponakanku, karena kedua simbol tersebut adalah simbol kebanggaan keluarga besar Wijaya", ujar Mahapatih Damarwijaya kepada Pangeran Kasimwijaya dan juga kepada Putri Rarawijaya.
Kemudian Mahapatih Damarwijaya memeluk kedua keponakannya itu, sebagai tanda kasih sayang dan diterimanya mereka berdua di keluarga besar Wijaya.
Lalu Pangeran Kasimwijaya dan Putri Rarawijaya, mereka berdua oleh Pangeran Gunawijaya diceritakan tentang kemelut yang akan menimpa tiap tiap kerajaan yang berada ditanah Jawa ini.
Sebab kekuatan hitam yang ditunggangi oleh begawan sakti Ludoyo, akan menghancurkan tiap tiap kerajaan tersebut, sebab begawan sakti Ludoyo punya ambisi untuk menjadi penguasa tunggal di tanah Jawa.
Maka dari itu, semua para kesatria kesatria yang berada di tiap-tiap kerajaan tersebut, akan siap berperang pada waktu dekat ini demi melindungi kerajaannya masing-masing.
Jadi apakah siap Pangeran Kasimwijaya dan Putri Rarawijaya menghadapi situasi yang bakal seperti itu.
Ternyata mereka berdua yaitu Pangeran Kasimwijaya dan juga Putri Rarawijaya, sudah sangat siap dengan keadaan apapun yang bakal menimpa kerajaan suryaloka.
Mereka berdua akan turut serta berjuang demi kedaulatan dan kedamaian kerajaan tersebut yaitu suryaloka.
Kemudian Pangeran Kasimwijaya dan adiknya yaitu Putri Rarawijaya, mereka berdua turut serta dalam berlatih meningkatkan kemampuan kanuragan.
Putri Rarawijaya berlatih bersama dengan Kedasih, menurut Kedasih, Putri Rarawijaya memiliki bakat khusus dalam olah kanuragan atau kesaktiannya.
Sedangkan Pangeran Kasimwijaya, dia hanya duduk bersila sedari tadi dengan keadaan meditasi.
Pangeran Jatiwijaya beserta kesatria kesatria yang lainnya sangat bertanya tanya, kenapa Pangeran Kasimwijaya hanya melakukan meditasi sedari tadi, bukannya melakukan pelatihan kanuragan seperti mereka mereka.
__ADS_1
Singkat cerita sampai beberapa hari kemudian, Pangeran Kasimwijaya didalam latihannya hanya melakukan tindakan meditasi saja tanpa berbuat apa-apa.
Hal itu membuat para kesatria kesatria tersebut menjadi semakin tanda tanya.
Tanpa diduga, dari hari hari kemarin, sebenarnya Pangeran Gunawijaya selalu memantau Pangeran Kasimwijaya pada saat itu.
Kemudian dari kejauhan, Pangeran Gunawijaya melakukan meditasi juga, tapi didalam meditasi Pangeran Gunawijaya, ia sebenarnya mencoba masuk kedalam alam bawah sadar Pangeran Kasimwijaya.
Alangkah terkejutnya Pangeran Kasimwijaya melihat Pangeran Gunawijaya bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya.
"Salam hormat hamba kanda Pangeran Gunawijaya, sungguh hamba tidak menyangka kanda Pangeran Gunawijaya bisa masuk kedalam alam bawah sadar hamba", Pangeran Kasimwijaya yang berada dialam bawah sadarnya, dia sedang berbincang bincang dengan Pangeran Gunawijaya.
"Kalau boleh tahu, dari mana dinda Kasimwijaya bisa mempelajari jurus ini", tanya Pangeran Gunawijaya pada adik sepupunya yaitu Pangeran Kasimwijaya.
Seketika itu Pangeran Kasimwijaya sangat terkejut oleh pertanyaan Pangeran Gunawijaya.
"Kenapa kanda Pangeran Gunawijaya bisa tahu kalau ini adalah sebuah jurus", Pangeran Kasimwijaya yang sedang berbincang bincang dengan Pangeran Gunawijaya di alam bawah sadar.
Di dunia persilatan tanah Jawa ada tiga jurus terlarang yang sudah dimusnahkan, ketiga jurus itu ialah jurus kalapati, jurus kalamurka dan jurus kalabaya.
Dari ketiga jurus tersebut tingkatan yang paling bawah adalah jurus kalabaya.
Sedangkan tingkatkan paling atas adalah jurus kalamurka.
Dan jurus kalapati berada ditingkatkan paling tengah.
Jurus kalamurka hanya dimiliki oleh begawan sakti Ludoyo, yang punya ambisi untuk menguasai tanah Jawa.
Sedangkan jurus kalapati hanya dimiliki oleh mending Pangeran Muradwijaya, dan saat ini jurus tersebut telah dikuasai oleh Pangeran Gunawijaya.
Dan sedangkan jurus kalabaya ternyata yang memiliki saat ini adalah Pangeran Kasimwijaya, putra mendiang Pangeran Muradwijaya.
__ADS_1
Akhirnya setelah mendengar cerita dari Pangeran Gunawijaya, adik sepupunya tersebut yaitu Pangeran Kasimwijaya mengaku bahwa dia telah menguasai jurus kalabaya.
Dan yang menjadi guru bagi Pangeran Kasimwijaya untuk bisa menguasai jurus tersebut adalah ayahnya sendiri yaitu mendiang Pangeran Muradwijaya.
Pada dasarnya dari dulu Pangeran Kasimwijaya tidak tahu jurus apa yang dia kuasai, karena mendiang ayahnya tersebut hanya berkata bahwa jurus yang beliau ajarkan adalah jurus pelindung diri, tanpa mengatakan kebenaran jurus tersebut padanya.
Kini setelah Pangeran Gunawijaya cerita tentang kebenaran jurus tersebut padanya, akhirnya Pangeran Kasimwijaya mengetahui kebenaran dari jurus tersebut.
Lalu Pangeran Kasimwijaya bertanya pada Pangeran Gunawijaya, apakah jurus itu tidak bahaya bagi dirinya.
Kemudian Pangeran Gunawijaya menjelaskan bahwa jurus tersebut yaitu jurus kalabaya tidak berbahaya bagi pemiliknya jika jurus itu digunakan untuk kebaikan.
Lalu saat itu Pangeran Jatiwijaya dengan para kesatria kesatria yang lainnya nampak kebingungan melihat dua kesatria suryaloka yaitu Pangeran Gunawijaya dan Pangeran Kasimwijaya sedang bermeditasi bersama, tapi jarak mereka berdua berjauhan.
Sanjaya waktu itu diam diam mencoba melihat kedua kesatria tersebut dengan menggunakan kemampuan kebatinan yang dia punya, tapi apa daya, Sanjaya tidak bisa melihat sama sekali dengan kemampuannya tersebut.
Seperti ada penghalang yang menghalangi kebatinan Sanjaya untuk bisa menerobos masuk ke alam bawah sadar kedua kesatria tersebut.
Sanjaya pun heran, kemampuan apa yang mereka berdua miliki, sampai kebatinan Sanjaya tidak pengaruh sama sekali untuk bisa melihat mereka berdua didalam meditasinya yaitu Pangeran Gunawijaya dan Pangeran Kasimwijaya.
"Sepertinya ada yang mencoba masuk untuk melihat kita dinda Kasimwijaya, kalau begitu teruskanlah latihanmu dialam bawah sadarmu ini, semoga dengan sering melakukan latihan, kau bisa semakin kuat dinda", Pangeran Gunawijaya akan keluar dari alam bawah sadar Pangeran Kasimwijaya.
Beberapa saat kemudian, Pangeran Gunawijaya bangun dari meditasinya.
Dengan rasa penasaran, Pangeran Jatiwijaya segera bertanya kepada kakak sepupunya tersebut yaitu Pangeran Gunawijaya.
"Mohon ampun kanda Pangeran Gunawijaya, kalau boleh tahu, apa yang kanda lakukan tadi, kenapa kanda bermeditasi juga seperti Pangeran Kasimwijaya", tanya Pangeran Jatiwijaya dengan sangat penasaran.
Kemudian Pangeran Gunawijaya menceritakan pada Pangeran Jatiwijaya semua hal yang ia telah lakukan bersama Pangeran Kasimwijaya pada saat mereka berdua sedang meditasi.
Dalam hati Pangeran Jatiwijaya berkata bahwa pantas saja, saat dia bertemu pertama kali dengan Pangeran Kasimwijaya, tiba-tiba Pangeran Kasimwijaya bisa mendadak menghilang dengan sekejap mata dari hadapannya waktu itu, jadi mungkin itulah salah satu kesaktian yang dikeluarkan dari jurus kalabaya milik Pangeran Kasimwijaya.
__ADS_1