PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
119. Kedatangan Raja iblis Kalazar


__ADS_3

Kemudian adipati Mukasbara, beserta para prajurit pengintainya, mereka sudah mendekat ke area wilayah goa lowo gunung kelud.


Mereka sebagai regu pengintai mencoba mencari informasi dari tempat tersebut.


Ternyata diarea wilayah itu, banyak sekali para pasukan pendekar aliran hitam yang lalu lalang, sepertinya mereka para pasukan itu sedang patroli, untuk memastikan wilayah mereka aman atau tidak.


Tapi para pasukan pedekar aliran hitam itu, tak menyadari bahwa ada penyusup yang sudah masuk ke wilayah mereka, penyusup itu ialah regu pengintai adipati Mukasbarada.


Lalu adipati Mukasbarada memerintahkan dua prajuritnya dan juga pendekar mandala, untuk lebih mendekat ketitik pusat goa lowo, untuk mencari informasi yang lebih memastikan.


Mandala sangat diuntungkan dengan kemampuan teleportasinya, dia bisa dengan mudah, berpindah tempat, dari tempat satu ke tempat yang lainnya.


Sedangkan kedua prajurit yang bersama mandala, mereka berdua sangat lihai dalam menyusup.


Dan kebetulan wilayah goa lowo, berada di tengah hutan gunung kelud, banyak pohon pohon besar dan rindang disana, sehingga suasana ditempat itu kelihat lebih gelap, apa lagi pada saat itu, waktunya memang sudah menjelang malam.


Jadi dengan situasi tersebut, adipati Mukasbarada beserta kubu prajurit pengintai nya sangat diuntungkan sekali, karena mereka dapat dengan mudah melaksanakan tugas dari panglima perang mereka, yaitu Pangeran Gunawijaya.


Pada waktu itu, Mandala berhasil menyelinap lebih dekat ke goa lowo, dia mendengar dari para pasukan aliran hitam yang sedang bercakap, bahwa mereka semua akan menyerang suryaloka, dan membantu Raja iblis Kalazar yang lebih dulu kesana, ke suryaloka.


Dalam peristiwa itu, Mandala hampir saja ketahuan, tapi Mandala bisa berpindah tempat dengan sangat cepat, karena dia mempunyai kemampuan teleportasi.


Akhirnya Mandala segera melaporkan informasi tersebut pada adipati Mukasbarada, dan ternyata beberapa prajurit yang diperintahkan adipati Mukasbarada juga membawa informasi yang sama dengan Mandala.


Lalu adipati Mukasbarada menarik para prajurit pengintainya, untuk segera bergegas kembali bergabung dengan bala prajurit Pangeran Gunawijaya.


Setibanya adipati Mukasbarada dari misi pengintaian itu, lalu dia segera menghadap panglima perang, Pangeran Gunawijaya.


Adipati Mukasbarada melaporkan informasi yang dia dapat bersama para prajurit pengintainya, tentang kabar bahwa begawan Ludoyo akan segera menyerang suryaloka saat ini juga.


Mendengar kabar itu, Pangeran Gunawijaya selaku panglima perang, dia segera memerintahkan para prajurit untuk mengepung wilayah goa lowo.


Lalu segera bergeraklah para prajurit tersebut, untuk menjalankan perintah panglima perang, Pangeran Gunawijaya.


Tiap penjuru dari wilayah goa lowo, dengan cepat sudah terkepung oleh para prajurit Pangeran Gunawijaya.

__ADS_1


Lalu beberapa lama kemudian, datanglah bala pasukan begawan sakti Ludoyo dari arah goa lowo.


Bala pasukan tersebut adalah sekumpulan para pendekar aliran hitam, yang jumlahnya sangat banyak sekali.


Dan sebagai panglima perangnya adalah begawan Ludoyo sendiri.


Tapi begawan Ludoyo tak menyadari bahwa dirinya sudah terkepung di wilayahnya sendiri, oleh para prajurit Pangeran Gunawijaya.


Saat bala pasukan aliran hitam hampir sampai keluar dari wilayah goa lowo, tiba-tiba tanpa diduga, mereka langsung terkena serangan dari para prajurit pemanah suryaloka, yang sedang bersembunyi di antara semak semak dihutan tersebut.


Dari serangan tersebut, banyak jatuh korban di kubu bala pasukan aliran hitam.


Begawan Ludoyo sebagai panglima perang, sempat panik akan hal itu, sebab saat penyerangan tersebut, hari sudah malam, jadi bala pasukan aliran hitam benar benar terkena serangan Fajar, atau serangan mendadak tanpa sepengetahuan mereka.


Kocar-kacir lah bala pasukan aliran hitam pada waktu itu, sebab para prajurit pemanah suryaloka terus menerus menghujani mereka dengan anak panah, sehingga dalam waktu singkat, banyak jatuh korban dari kubu bala pasukan aliran hitam tersebut.


Lalu begawan Ludoyo menggunakan kesakitannya, untuk menghentikan serangan para prajurit pemanah suryaloka.


Anak panah yang dilesatkan oleh prajurit pemanah suryaloka, tiba-tiba anak panah itu terbakar jadi abu, sebelum mengenai pasukan aliran hitam.


Pangeran Gunawijaya yang menyadari hal itu, dia segera maju untuk menghadapi begawan Ludoyo.


Terjadilah pertarungan antara begawan Ludoya melawan Pangeran Gunawijaya.


Kemudian Raja iblis Kalazar, beserta para pasukannya sudah tiba di suryaloka.


Tapi dia, Raja iblis Kalazar tidak menyangka bahwa kedatangannya tersebut, malah sudah disambut oleh para kesatria dan para prajurit aliansi suryaloka.


"Apa kalian sudah siap para kesatria, musuh sudah ada di hadapan kita", Mahapatih Damarwijaya berkata para kesatria kesatria yang berada didekatnya.


Lalu para kesatria kesatria tersebut menjawab dengan begitu semangatnya, bahwa mereka semua sudah siap dari awal, demi menyelamatkan tanah Jawa.


"Paman Mahapatih, rasanya tanganku ini sudah gatal, ingin rasanya tanganku ini memecahkan kepala iblis keparat itu, Kalazar", Pangeran Gunturwijaya berkata pada Mahapatih Damarwijaya.


Saat itu, kedua kubu sudah saling berhadapan satu sama lain, yaitu kubu Mahapatih Damarwijaya dan kubu Raja iblis Kalazar.

__ADS_1


Kemudian Mahapatih Damarwijaya berkata, bahwa biar dirinya saja dan Pangeran Gunturwijaya beserta Pangeran Kasimwijaya yang akan menghadapi Kalazar.


Sedangkan yang lainnya, fokus menghancurkan para pasukannya saja, agar kekuatan kubu Kalazar biar cepat runtuh.


Kemudian Kalazar yang mengetahui bahwa dirinya sudah mendapat sambutan tersebut, dia segera memerintahkan para pasukannya untuk segera menyerang.


"Pasukan, seraaaang!", perintah Raja iblis Kalazar.


Lalu di kubu para prajurit aliansi kerajaan, Mahapatih Damarwijaya juga segera memberi perintah para prajuritnya untuk segara menyerang pasukan musuh.


"Prajurit, seraaaang!, perintah Mahapatih Damarwijaya.


Terjadilah pertempuran hebat di suryaloka waktu itu, pada malam hari.


Mahapatih Damarwijaya dan Pangeran Gunturwijaya beserta Pangeran Kasimwijaya, mereka bertiga masih berada diatas kudanya.


Mereka bertiga masih mengawasi Raja iblis Kalazar, yang masih belum turun tangan ke medan perang.


"Paman Mahapatih Damarwijaya, apa tidak seharusnya kita segera menyerang Kalazar", kata Pangeran Gunturwijaya yang sudah tidak sabar.


"Tahan dulu ponakanku, Pangeran Gunturwijaya, jika kita memaksa menyerang Kalazar saat ini juga, kita sama dengan seperti hewan buruan yang masuk kedalam perangkap mereka", Mahapatih Damarwijaya berkata pada keponakannya tersebut.


Lalu Mahapatih Damarwijaya juga berkata, bahwa didekat Kalazar masih ada banyak punggawa punggawa hebat yang mendampinginya, jika mereka bertiga memaksa menyerang Kalazar, itu sama dengan bunuh diri.


Akhirnya selang beberapa lama, Mahapatih Damarwijaya, memerintahkan para senopatinya untuk memancing keluar para punggawa punggawa Kalazar, agar mereka para punggawa punggawa tersebut tidak berada bersama Kalazar lagi.


Jadi otomatis, Kalazar tidak ada pelindung lagi di dekatnya.


Dengan begitu ketiga kesatria tersebut, yaitu Mahapatih Damarwijaya dan Pangeran Gunturwijaya beserta Pangeran Kasimwijaya, mereka bertiga bisa dengan bebas untuk menyerang Raja iblis Kalazar.


Sebab Mahapatih Damarwijaya menginginkan secepatnya, Raja iblis Kalazar harus mati malam ini juga.


Setelah itu Mahapatih Damarwijaya akan memimpin para prajuritnya, untuk segera bergerak ke gunung kelud, untuk membantu Pangeran Gunawijaya bersama para prajuritnya yang sedang bertempur dengan kubu begawan sakti Ludoyo.


Sebab dalam perang itu, tujuan utama para kesatria adalah untuk menghabisi begawan sakti Ludoyo, karena begawan Ludoyo lah, penyebab peperangan besar ini terjadi.

__ADS_1


Dan bagawan sakti Ludoyo lah, musuh terkuat dalam peperangan ini, dialah yang berambisi akan menguasai tanah Jawa, dan akan menghancurkan seluruh kerajaan yang berada di tanah Jawa saat ini.


Lalu jiika begawan sakti Ludoyo sudah menghancurkan semua kerajaan yang berada ditanah Jawa, maka dia akan menobatkan dirinya sendiri menjadi penguasa tunggal tanah Jawa, dan semuanya harus tunduk patuh dengan dirinya.


__ADS_2