
Semua Kesatria tersebut sudah bersiap akan menghabisi raja iblis kalazar secepatnya.
Pangeran Guntur Wijaya, Mahapatih Damar Wijaya, Pangeran Kasim Wijaya, Senopati trenggono alias Bodas, dan kedua Senopati yaitu bala Warman dan bala Marwan, merekalah yang akan bersiap untuk menghabisi raja iblis kalazar.
Sedangkan Begawan winara sudah tak sanggup berbuat apa-apa lagi.
Bodas dan Senopati bala Marwan tempat disadari oleh kalazar, tiba-tiba mereka berdua menyerang pembantu Pangeran Guntur Wijaya.
Raja iblis kalazar semakin kebingungan, untuk menghadapi Pangeran Guntur Wijaya saja kalazar sudah kewalahan.
Apalagi sekarang ditambah dua kesatria hebat, Bodas dan Senopati bala Marwan.
Otomatis serangan-serangan yang diarahkan pada dirinya yaitu raja iblis kalazar semakin gencar dan mematikan.
Saat itu dengan sekuat tenaga pangeran Guntur Wijaya menghantam kalazar dengan pukulan mautnya, hingga kalazar terpental dan muntah darah, sebab Pangeran Guntur Wijaya sudah bertambah kekuatannya karena dia telah menggunakan ajian Guntur Saketi.
Waktu itu saat kalazar akan berusaha bangkit, tiba-tiba Bodas menyerangnya dan menghajarnya dengan bertubi-tubi.
Serangan Bodas juga sangat dahsyat, karena Bodas telah menggunakan kekuatan tujuh gajahnya.
Sedangkan Senopati bala Marwan juga tak kalah hebat, meski Dia tidak memiliki kekuatan sehebat Pangeran Guntur Wijaya dan Bodas, tapi setiap jurus-jurusnya yang di Arahkan pada raja iblis kalazar, jurus-jurusnya tersebut mengandung sebuah racun tenaga dalam jika terkena pada lawannya.
"keparat kalian semua, apa ini yang dinamakan Kesatria yang bisanya keroyokan saja, kalau kalian merasa seorang ksatria hadapi aku satu persatu", raja iblis kalazar yang merasa sudah kewalahan menghadapi kesatria-kesatria tersebut.
"misi kamu memang untuk membunuhmu kalazar, Jadi kami harus bersatu untuk bisa menghabisimu secepat mungkin", Pangeran Guntur Wijaya berkata.
"ya benar, ini bukan masalah Kesatria atau bukan, tapi kami bertempur untuk kedamaian tanah Jawa dari ancaman mahluk busuk sepertimu kalazar", kata Senopati trenggono alias Bodas.
Beberapa saat kemudian raja iblis kalazar sudah tidak mampu menahan serangan atau gempuran dari ketiga Kesatria tersebut.
Lalu saat raja iblis kalazar oleng akan gempuran-gempuran tersebut, kemudian Mahapatih Damar Wijaya segera membakarnya dengan kekuatan elemen api yang dia kendalikan.
__ADS_1
Kemudian Senopati bala Warman menyambarkan petir dari kekuatan ajian Amukti raksa nya.
Lalu saat raja iblis kalazar sudah tidak bisa berkutik lagi karena gempuran-gempuran Dahsyat tersebut, dengan cepat Pangeran Kasim Wijaya berlari dan melompat, kemudian langsung memenggal kepala Kalazar dengan pusaka pedang langitnya.
Seketika itu kalazar langsung tersungkur jatuh dan kepalanya terlempar jauh dari tempat tersebut.
Sontak para anak buah kalazar yang mengetahuinya pada tercengang dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, Sebab junjungannya yang begitu Sakti mandraguna tidak mungkin bisa dikalahkan dengan semudah itu.
Kemudian para Ksatria tersebut segera mendekati Kalazar, untuk memastikan raja iblis kalazar itu benar-benar mati atau tidak.
"paman Mahapatih, kita tetap harus waspada meski kita tahu bahwa kalazar sudah mati, karena kalazar bisa memindah jiwanya ke dalam tubuh atau Raga manusia yang lainnya, agar dirinya bisa hidup kembali", kata Pangeran Kasim Wijaya kepada pamannya yaitu Mahapatih Damar Wijaya.
Setelah Pangeran Kasim Wijaya berkata seperti itu, para Ksatria sangat berhati-hati dan waspada akan sesuatu yang Mungkin bisa terjadi, yaitu bisa saja raja iblis kalazar akan hidup kembali tapi dengan raga orang lain, yang pernah kalazar lakukan seperti sebelumnya.
Waktu itu para anak buah raja iblis kalazar punya niatan untuk menyerah dan melarikan diri dari medan perang, Sebab mereka merasa bahwa tanpa kehadiran tuannya yaitu kalazar, mereka semua pasti akan kalah dalam peperangan tersebut.
Maka dari itu mereka pelan-pelan mundur dari peperangan Agar tidak banyak jatuh korban lagi di kubu mereka, yaitu para anak buah raja iblis kalazar.
Tapi para prajurit aliansi kerajaan tidak sebodoh itu, mereka menyadari gerak-gerik anak buah kalazar tersebut yang akan melarikan diri dari medan perang, karena tuannya atau junjungan yang telah mati.
Beberapa saat kemudian terdengarlah suara raja iblis kalazar menggema di seluruh penjuru medan perang.
Dan raja iblis kalazar berkata, agar para anak buahnya tidak Gentar, lalu disuruh untuk tetap bertempur sampai titik darah penghabisan.
Setelah mendengar suara tersebut, semangat juang para anak buah Raja iblis kalazar kembali bersemangat lagi, karena mereka menyadari bahwa junjungannya tersebut ternyata belum mati.
Lalu para Ksatria yang telah membunuh raja iblis kalazar, semakin waspada setelah mendengar suara kalazar yang menggema di seluruh penjuru medan perang.
Mahapatih Damar Wijaya, Pangeran Guntur Wijaya, Pangeran Kasim Wijaya, Senopati trenggono alias Bodas, dan juga kedua Senopati tersebut yaitu bala Warman dan bala Marwan, mereka semua bersiap akan menghadapi kalazar, yang ternyata dia masih hidup.
Para Ksatria tersebut melihat-lihat ke semua penjuru arah, karena mereka khawatir jika tiba-tiba raja iblis kalazar menyerang Tanpa mereka sadari.
__ADS_1
Sebab raja iblis kalazar pasti dia akan menggunakan tubuh orang lain agar dia bisa hidup lagi seperti sedia kala.
Karena yang tadi menggema suaranya, adalah berasal dari jiwa kalazar.
"wahai para Ksatria, jangan lengah, kita harus tetap Waspada, karena kalazar pasti akan muncul kembali", Mahapatih Damar Wijaya berkata kepada para ksatria-ksatria tersebut.
Tidak lama setelah Mahapatih Damar Wijaya berkata seperti itu, tiba-tiba dengan sekuat tenaga Senopati trenggono alias Bodas menyerang Pangeran Kasim Wijaya.
Dengan menggunakan kekuatan tujuh gajah, Bodas memukul Pangeran Kasim Wijaya tepat di dadanya, hingga Pangeran Kasim Wijaya muntah darah dan terluka begitu parah.
Para Ksatria yang lainnya dibuat heran dan tercengang, Kenapa tiba-tiba Senopati trenggono alias Bodas menyerang Pangeran Kasim Wijaya dengan begitu hebatnya.
Ternyata tanpa disadari Bodas telah terasuki oleh raja iblis kalazar.
Mata Bodas menyala merah dan terlihat lebih garang raut wajahnya.
"Hahaha... Kalian para kesatria-kesatria bodoh, aku raja iblis kalazar sudah sedari tadi berada di dalam tubuh Bodas, dan kini aku akan memanfaatkan tubuh Bodas untuk menghabisi kalian semua", kata raja iblis kalazar.
"Kau sungguh biadab kalazar, jika kau memang benar hebat Kenapa kau selalu memanfaatkan tubuh orang lain, untuk dirimu supaya bisa hidup kembali, itu sama saja kau adalah pecundang", Mahapatih Damar Wijaya berkata.
"Hahaha... ya inilah salah satu kesaktianku yang tidak kalian sadari, aku bisa berpindah tubuh atau raga, dengan memanfaatkan tubuh orang lain sesukaku, dan sampai kapanpun kalian tidak akan pernah bisa Membunuhku", kesombongan raja iblis kalazar.
Lalu dengan cepat Pangeran Guntur Wijaya segera menolong saudaranya tersebut, yaitu Pangeran Kasim Wijaya yang telah terluka oleh serangan mendadak dari kalazar, yang telah merasuki tubuh Bodas.
Saat Pangeran Guntur Wijaya akan menolong saudaranya itu, tiba-tiba Bodas menghadangnya, dengan mata menyala merah, raut wajah yang begitu beringas karena telah dirasuki kalazar, Bodas segera menyerang Pangeran Guntur Wijaya.
Akhirnya tidak ada pilihan lain lagi bagi Pangeran Guntur Wijaya selain melawannya.
Pertarungan pun tak terelakkan lagi, meskipun kawan, kini kedua Kesatria tersebut harus bertarung mati-matian demi kemenangan.
Sebenarnya kekuatan Pangeran Guntur Wijaya jauh di atas Bodas, tapi sekarang berbeda, sebab Bodas kali ini bukan Bodas yang sebenarnya.
__ADS_1
Bodas saat ini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, karena tubuhnya telah dirasuki oleh raja iblis Kalazar.
Kini seutuhnya tubuh Bodas telah dikuasai raja iblis kalazar, maka dari itu kekuatannya melampaui kekuatan Pangeran Guntur Wijaya.