PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
124. Ketiga pendekar penghianat


__ADS_3

Kemudian disisi lain, dari kubu aliansi kerajaan suryaloka, ki Maung dan juga muridnya yaitu Harun, mereka berdua bertarung dengan penghianat suku Nam yang bergabung dengan para pendekar aliran hitam.


Penghianat itu ialah Suwaji, Sujiwo dan Suwondo, mereka bertiga adalah saudara kandung, dan mereka sebenarnya adalah pendekar berbakat di dalam suku Nam.


Singkat cerita, dulu didalam perkumpulan suku Nam, ada dua kandidat calon kepala suku Nam yang baru, dua kandidat itu ialah Maung dan Suwaji.


Dalam pemilihan kepala suku tersebut, ternyata Maung lah yang terpilih menjadi kepala suku Nam yang baru, sedangkan Suwaji, dia kalah suara, banyak warga suku Nam yang tidak berpihak pada Suwaji.


Para warga suku Nam tidak memilih Suwaji sebagai kepala suku Nam yang baru, karena Suwaji memiliki perangai atau sifat yang buruk, meski dia lebih hebat dari Maung, tapi para warga suku Nam tidak menyukainya.


Akhirnya yang kepilih menjadi kepala suku Nam adalah Maung, dan mendapatkan gelar dengan sebutan ki.


Dan akhirnya Maung terkenal dengan sebutan ki Maung, dialah kepala suku Nam yang baru.


Semenjak ki Maung menjadi kepala suku tersebut, para warga suku Nam hidup tentram dan bahagia, meskipun mereka hidup terisolir didalam hutan giritunggal.


Kemudian Suwaji yang kalah dalam pemilihan kepala suku tersebut, dia merasa kecewa dan malu, kenapa seorang pendekar sehebat dia tidak kepilih jadi kepala suku Nam.


Lalu dengan fitnah dari kedua saudaranya tersebut, Suwaji akhirnya keluar dari suku Nam dan bergabung dengan para pendekar aliran hitam, menyusul kedua saudaranya, yaitu Sujiwo dan Suwondo yang lebih dulu ikut bergabung dengan aliran tersebut.


"Selamat datang kepala suku Nam, ki Maung, inilah saatnya pembuktian, siapa yang lebih layak menjadi kepala suku Nam yang sebenarnya, dimedan perang ini kita harus membuktikan, siapa yang lebih hebat diantara kita berdua saat ini", Suwaji yang begitu sombong dan sinis terhadap ki Maung.


Kemudian mereka berdua, ki Maung dan Suwaji bertarung habis-habisan.


Sedangkan murid ki Maung yaitu Harun, harus bertarung melawan kedua saudara Suwaji, yaitu Sujiwo dan Suwondo.


Lalu dilain sisi, pendekar Sanjaya yang bertarung dengan pendekar Prayoga, mereka berdua saling serang satu sama lain.


Prayoga tak menyangka, ternyata Sanjaya cukup hebat sekarang dalam kemampuan beladirinya.


Dalam pertarungan tersebut, Prayoga sering terkena serangan jurus beladiri dari Sanjaya.


Prayoga tidak terima dengan itu semua, akhirnya prayoga lebih fokus lagi saat melawan Sanjaya.


Dengan golok naganya, Prayoga saat ini mulai mendesak Sanjaya.

__ADS_1


Serangan golok tersebut membuat Sanjaya kewalahan mengatasinya, meski Sanjaya telah menggunakan kujang kembarnya, tapi dia saat ini masih saja tak bisa untuk menyerang balik Prayoga.


Sebab Prayoga telah menggunakan jurus tangan siluman.


Jurus tersebut yaitu jurus tangan siluman, bisa meningkatkan kecepatan dan kekuatan dari jurus apapun.


Maka dari itu, Sanjaya saat ini, sangat kesusahan sekali melawan Prayoga yang menggunakan jurus tersebut.


"Ada apa ini, kenapa kecepatan dan kekuatan jurus Prayoga, kini bisa tambah hebat sekali, aku pun sampai dibuat kewalahan olehnya", Sanjaya yang berkata dalam hatinya.


Lalu dalam pertarungan itu, Sanjaya sering terkena serangan Prayoga, hingga Sanjaya terpental dan jatuh.


Tapi Sanjaya masih punya cukup kekuatan, dia segera berdiri dan mencoba melawan Prayoga kembali.


Tapi apa daya, berkali-kali Sanjaya mencoba melawan Prayoga, hasilnyapun tetap sama, yaitu Sanjaya dibuat tidak berkutik oleh Prayoga.


"Hahaha.... Sebentar lagi tamat riwayatmu Sanjaya", kata Prayoga dengan ketawanya yang menyebalkan.


Akhirnya Sanjaya saat ini memutuskan tidak melawan Prayoga, Sanjaya kali ini hanya menghindari setiap serangan dari Prayoga.


Padahal untuk bisa menghindari serangan Prayoga, yang menggunakan ilmu tangan siluman, susahnya minta ampun.


Kemudian Prayoga terpancing emosinya saat menyadari bahwa, Sanjaya sedari tadi hanya menghindar saja tanpa memberikan perlawanan padanya.


"Pengecut kau Sanjaya, ayo lawan aku, jangan bisanya hanya cuma menghindar seperti wanita, jika kau jantan, ayo lawan aku sekarang juga", ocehan Prayoga yang tidak di gubris oleh Sanjaya.


Selang beberapa lama kemudian, Sanjaya mulai melawan Prayoga, dan Prayoga kegirangan karena melihat Sanjaya yang sudah mau melawannya.


Meskipun Sanjaya sangat susah sekali, melawan Prayoga yang menggunakan ilmu tangan siluman, tapi Sanjaya tak menyerah begitu saja, dan akhirnya sedikit banyak, serangan dari Sanjaya bisa mengenai Prayoga.


Sanjaya berhasil menggores tangan Prayoga menggunakan kujang kembarnya.


Prayoga heran, kenapa Sanjaya bisa melukainya, padahal dia sudah menggunakan ilmu tangan siluman, seharusnya siapapun lawannya bakal sulit untuk menyerangnya, apa lagi sampai melukainya, itu sudah tidak mungkin terjadi.


Dengan kejadian itu, Prayoga tambah emosi, dia menyerang Sanjaya dengan membabibuta, tapi apa daya, ternyata semua serangan dari setiap jurus Prayoga, tidak bisa sama sekali mengenai Sanjaya.

__ADS_1


Hal itu semakin membuat Prayoga semakin geram pada Sanjaya.


Melihat Prayoga yang tadinya unggul, kini malah kebalik, dan Sanjaya pun tersenyum sinis pada lawannya tersebut, yaitu Prayoga.


Golok naga Prayoga tidak bisa melukai Sanjaya, karena saat Prayoga akan menyerang Sanjaya, golok tersebut meleset entah kenapa.


Padahal Prayoga sangat jago sekali dalam menggunakan senjata goloknya, tapi kenapa sekarang jadi tak berdaya dihadapan Sanjaya.


Ternyata Sanjaya dari awal dia selalu menghindar dari serangan Prayoga, sebenarnya itu adalah strateginya.


Sanjaya tahu bahwa yang digunakan oleh Prayoga, adalah ilmu tangan siluman.


Dan ilmu tangan siluman tersebut, memang sangat luar biasa hebat, tapi jika salah menggunakan atau tidak paham, maka ilmu itu akan memakan cakra pemiliknya atau penggunanya.


Ilmu tangan siluman, sebenarnya butuh ketenangan diri saat digunakannya, tapi jika sebaliknya, ilmu itu tak akan bekerja dengan sempurna.


Maka dari itu, sedari tadi Sanjaya menghindari Prayoga bukan berarti dia takut, tapi Sanjaya mencoba memancing emosi Prayoga, agar Prayoga hilang ketenangan dirinya.


Jika sudah begitu, Sanjaya akan mudah sekali melawan Prayoga yang menggunakan ilmu tangan siluman.


Kemudian untuk melawan Prayoga, yang sudah mulai melemah ilmu tangan silumannya, Sanjaya mengeluarkan kemampuannya yang istimewa, yaitu perisai bayangan.


Perisai bayangan Sanjaya bisa menepis semua serangan fatal dari lawannya.


Maka dari itu, setiap serangan Prayoga yang diluncurkan pada Sanjaya, tak satupun serangan itu dapat mengenainya.


Prayoga makin ketar ketir dibuatnya, omongan dia yang begitu arogan, kini mulai tak terdengar lagi.


Prayoga merasa Sanjaya yang dulu, bukanlah Sanjaya yang sekarang, sebab sewaktu dulu saat mereka masih satu perguruan, Sanjaya tidak pernah menang jika uji coba bertarung melawan Prayoga.


Tapi kini Prayoga malah seperti orang bodoh dihadapan Sanjaya.


Jurus golok naganya, ilmu tangan silumannya dan juga kemampuan beladirinya, saat ini tidak berarti apa-apa dihadapan Sanjaya.


Waktu itu Prayoga sudah kehilangan akal saat melawan Sanjaya, tapi semangat dia akan kebenciannya pada Sanjaya, masih membuat dirinya tetap tegar dan masih sangat kuat untuk bertarung melawannya.

__ADS_1


Lalu Sanjaya menyuruh Prayoga agar menyerah saja, tapi Prayoga membantahnya, sebab harga diri sebagai seorang pendekar, membuat Prayoga pantang menyerah.


Dan prayoga berkata, saat ini memang dirinya tak bisa berbuat apa-apa, tapi saat nanti dia mengeluarkan kesaktian pamungkasnya, jangankan satu Sanjaya, sepuluh Sanjaya pun, Prayoga tidak akan gentar.


__ADS_2