
Akhirnya, untuk melawan ketiga punggawa sekaligus, Patih Waranggaseta terpaksa menggunakan keris pusakanya yaitu keris tunjung putih.
Keris tunjung putih adalah sebuah senjata sakti mandraguna, siapapun yang menggunakan keris tersebut, dia akan kebal dari segala serangan berbahaya.
Badannya akan sekeras batu, dan tenaganya akan berlipat ganda hingga tiga kali lipat.
Dengan begitu, Patih Waranggaseta bisa dengan mudah menghadapi tiga punggawa itu sekaligus.
Pertarungannya sangat sengit sekali, ketiga punggawa itu, sangat kesulitan untuk bisa mengalahkan Patih Waranggaseta yang telah menggunakan sejata pusakanya tersebut.
Kemudian dengan kekuatannya itu, Patih Waranggaseta berusaha secepatnya, untuk bisa mengalahkan ketiga punggawa itu.
Ketiga punggawa itu sangat kuwalahan sekali dibuatnya, Patih Waranggaseta saat itu benar-benar sangat beringas sekali melawannya.
Akhirnya satu persatu, ketiga punggawa itu dapat ditumbangkan oleh Patih Waranggaseta.
Kemudian, di lain sisi, Pangeran Kasimwijaya yang juga bertarung dengan ketiga punggawa sekaligus, dia melakukan hal yang diluar dugaan.
Dengan jurus kalabaya yang dia miliki, Pangeran Kasimwijaya, membuat dirinya menjadi tiga wujud.
Masing-masing salah satu dari ketiga wujud Pangeran Kasimwijaya, mereka menghadapi ketiga punggawa itu satu persatu.
Ketiga punggawa itu sangat heran sekali melihat lawannya, yaitu Pangeran Kasimwijaya, yang telah menjadi tiga orang atau tiga wujud sekaligus, untuk melawan mereka bertiga.
Mereka ketiga punggawa itu, masing-masing melawan Pangeran Kasimwijaya yang telah menjadi tiga bagian.
Meski ketiga punggawa tersebut adalah orang-orang pilihan, tapi mereka bertiga bukanlah tandingan bagi Pangeran Kasimwijaya.
Tak butuh waktu lama, Pangeran Kasimwijaya akhirnya dapat dengan mudah mengalahkan mereka bertiga.
Kemudian giliran senopati Kuncoro dan senopati Patmo.
Kedua senopati tersebut, masing-masing melawan dua orang punggawa.
Dan singkat cerita, kedua senopati itu akhirnya juga dapat mengalahkan musuh musuhnya tersebut, meski mereka berdua harus berjuang dengan susah payah.
Lalu ke sepuluh punggawa punggawa pilihan dari Raja Sutabirawa, akhirnya ke empat kesatria itulah yang berhasil mengalahkannya.
__ADS_1
Ke empat kesatria tersebut adalah Patih Waranggaseta, Pangeran Kasimwijaya, senopati Kuncoro dan senopati Patmo.
Kemudian ke empat kesatria itu berhasil masuk kamar ibu Ratu Setyawati, untuk menangkap Raja Sutabirawa yang telah bersembunyi didalam kamar tersebut.
Ternyata saat Raja Sutabirawa menyadari bahwa ke sepuluh punggawa pilihannya telah dikalahkan, lalu agar dia tidak ditangkap oleh ke empat kesatria itu, Raja Sutabirawa menyandera ibunya sendiri yaitu ibu Ratu Setyawati.
"Sungguh biadab kau Sutabirawa, ibumu sendiri kau sandera demi tujuan pribadimu", kata Patih Waranggaseta yang sangat marah melihat perlakuan Raja Sutabirawa pada ibu Ratu Setyawati.
Ibu Ratu Setyawati oleh putranya sendiri yaitu Raja Sutabirawa disandera untuk dijadikan tameng, agar dia bisa melarikan diri dari istana giritunggal.
"Cepat menyingkirlah kalian dari hadapanku, jika tidak, saya tidak akan segan segan untuk menghabisi ibu Ratu Setyawati", ancaman Raja Sutabirawa pada ke empat kesatria tersebut.
Akhirnya dengan terpaksa, ke empat kesatria itu menyingkir dari tempat itu, dan memberikan jalan pada Raja Sutabirawa, agar dia bisa lari dari tempat tersebut.
Kemudian Raja Sutabirawa berjalan keluar istana sambil membawa sanderanya tersebut.
Tapi ke empat kesatria tersebut, terus mengikuti Raja Sutabirawa, mereka berempat terus mengawasinya atau memantaunya.
Hingga pada akhirnya, Raja Sutabirawa sampai diluar istana giritunggal.
Saat itu tiba-tiba, Putri Senjabirawa melihat kejadian itu semua.
Dia, yaitu Putri Senjabirawa, segera menolong ibunya yaitu ibu Ratu Setyawati yang sedang disandera oleh kakaknya sendiri yaitu Raja Sutabirawa.
Kemudian, Raja Sutabirawa melihat ada seekor kuda diluar istana tersebut, akhirnya dia melempar ibu Ratu Setyawati, dan segera menaiki kuda itu, untuk bisa segera kabur dari istana giritunggal tersebut.
Akhirnya Raja Sutabirawa pun kabur dari istana tersebut, dia menaiki kudanya itu dengan sangat kencang sekali.
Raja Sutabirawa semakin menjauh dari istana itu, dia sudah merasa aman akan tindakannya tersebut.
Tapi, Raja Sutabirawa merasa ada keanehan dalam pelariannya itu.
Dalam pelariannya, dia berkutat hanya dalam satu arah, dan kembali lagi pada arah semula, jadi muter muter terus gak tentu arah, padahal Raja Sutabirawa merasa pelariannya sudah sangat jauh dari istana giritunggal.
"Lho!, ada apa ini sebenarnya, kenapa aku kembali lagi ketempat ini, apa yang telah terjadi padaku", Raja Sutabirawa yang panik dengan peristiwa tersebut.
Tanpa patah semangat, Raja Sutabirawa terus melanjutkan pelariannya itu, hingga pada akhirnya, dia menemukan sebuah goa didalam hutan, dan Raja Sutabirawa mencoba masuk kedalam goa itu, kemudian dia beristirahat sebentar untuk melepas lelah pada dirinya.
__ADS_1
Saking lelahnya, Raja Sutabirawa sampai tertidur pulas di goa tersebut.
Hingga pada keesokan harinya dia terbangun dari tidurnya.
Saat dia membuka matanya, alangkah terkejutnya dia dengan apa yang dia lihat oleh matanya itu.
Ternyata Raja Sutabirawa bukan berada didalam goa, melainkan berada didalam tahanan atau penjara.
Hal ini memang tak masuk akal bagi dia yaitu Raja Sutabirawa, tapi inilah yang terjadi sebenarnya.
Tak disangka ternyata dari awal, Raja Sutabirawa sudah terkena jurus ilusi dari adiknya sendiri yaitu Putri Senjabirawa.
Putri Senjabirawa menggunakan jurus ilusinya kepada Raja Sutabirawa saat Raja Sutabirawa sehabis melempar ibu Ratu Setyawati.
Saat itu Putri Senjabirawa sangat marah, dan menatap tajam Raja Sutabirawa, ketika itulah, jurus ilusi Putri Senjabirawa digunakan untuk menyerang Raja Sutabirawa.
Dan Raja Sutabirawa pun tak menyadarinya akan hal tersebut, dia merasa tak terjadi apa-apa pada dirinya.
Hingga akhirnya, Raja Sutabirawa terjerat jurus ilusi dari adiknya yaitu Putri Senjabirawa.
Ternyata selama tiga hari, tiga malam, Raja Sutabirawa tak sadarkan diri akibat pengaruh jurus ilusi tersebut.
Jadi selama tiga hari, tiga malam, Raja Sutabirawa sebenarnya sudah berada didalam penjara giritunggal.
Dia telah menjadi tahanan kerajaan giritunggal selama itu, tapi dia baru sadar setelah pengaruh dari jurus ilusi tersebut menghilang.
Itulah kengerian jurus ilusi dari Putri Senjabirawa.
Saat ini giritunggal sudah terbebas dari belenggu tirani kekuasaan.
Masalah kekuasaan giritunggal saat ini telah diambil alih oleh Patih Waranggaseta.
Singkat cerita, beberapa hari saja, setelah giritunggal diperintah oleh Patih Waranggaseta, keadaan negri giritunggal berangsur-angsur pulih kembali dari yang sebelumnya terpuruk karena ulah dari penguasanya, kini semakin membaik saat Patih Waranggaseta mengambil alih pemerintahan negri tersebut.
Kemudian Patih Waranggaseta mengirimkan pesan kepada dua kerajaan yang telah membatunya dalam usahanya mengambil alih kekuasaan kerajaan giritunggal.
Kedua kerajaan tersebut ialah kerajaan suryaloka dan kerajaan giriseta.
__ADS_1
Patih Waranggaseta sangat mempunyai hutang Budi pada kedua kerajaan tersebut, sebab tanpa bantuan dari kedua kerajaan itu, Patih Waranggaseta tidak akan pernah berhasil untuk mewujudkan cita-citanya yaitu merubah giritunggal menjadi sebuah negri yang damai dan sentosa.