PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
139. Bantuan dari kedua senopati


__ADS_3

Raja iblis kalazar sangat terkejut melihat gelombang iblisnya dapat dipatahkan oleh pangeran Kasim Wijaya.


Dan kalazar berpikir bahwa ternyata Pangeran Kasim Wijaya lebih hebat daripada kesatria-kesatria yang lainnya.


Mungkin seperti itulah kekuatan jurus kalabaya, kalazar berpikir seperti itu.


Kemudian Pangeran Kasim Wijaya menjadi kobaran api yang begitu besar, dan mengelilingi Begawan winara, sehingga Begawan winara tidak terlihat dari luar, sebab beliau berada di tengah kobaran api tersebut.


Tujuan Pangeran Kasim Wijaya seperti itu untuk melindungi Begawan winara, agar Begawan winara bisa segera mengeluarkan ajian Jaya Rendra nya.


Kemudian Kesatria yang lainnya segera melawan kalazar, agar kalazar tidak fokus menggagalkan rencana Begawan winara.


Sebab para Kesatria juga menaruh Harapan pada pengorbanan Begawan winara tersebut.


Tanpa basa-basi Pangeran Guntur Wijaya segera mengeluarkan kekuatan terhebatnya, yaitu ajian Guntur Saketi.


Ajian Guntur Saketi milik Pangeran Guntur Wijaya memilik kekuatan yang sangat dahsyat.


Dan ajian Guntur Saketi tersebut kekuatannya sepuluh kali lipat dari jurus pukulan halilintar tingkat delapan.


"keponakanku Apa seharusnya kau mengeluarkan ajian Guntur saketimu, Apa kau benar-benar sudah menguasainya sekarang", Mahapatih Damar Wijaya bertanya kepada keponakannya, yaitu Pangeran Guntur Wijaya.


"Iya paman, Ini sudah waktunya aku harus mengeluarkan ajian tersebut", kata Pangeran Guntur Wijaya.


Lalu dengan ajian pamungkasnya Pangeran Guntur Wijaya benar-benar akan menghancurkan raja iblis kalazar.


Ajian Guntur Saketi memang sangat luar biasa, jika mungkin yang dihadapi adalah raja iblis kalazar dulu, hanya dengano sekali serangan menggunakan ajian Guntur Saketi, bisa-bisa kalazar langsung binasa.


Tapi beda dengan kalazar yang sekarang, kalazar yang sekarang benar-benar digdaya.


Dia sudah banyak melakukan pelatihan dan pertapaan untuk meningkatkan kekuatan dan kesaktiannya.


Jadi mungkin sekuat ilmu Guntur Saketi masih belum sanggup untuk menumbangkan raja iblis kalazar yang saat ini.


"ajiku Guntur Saketi", Pangeran Guntur Wijaya mengeluarkan kesaktian maha dahsyat yang dimiliki.

__ADS_1


Tubuhnya bersinar dan keluar percikan seperti kilat, seketika itu tempat di sekitarnya langsung bergetar, karena dampak dari kekuatan ajian Guntur Sakti, yang dikeluarkan oleh pangeran Guntur Wijaya.


Kemudian kalazar yang menyadari hal tersebut, sangat kebingungan, mana dulu yang harus dia tangani, Begawan winara atau Pangeran Guntur Wijaya.


Sebab kedua Kesatria tersebut sama-sama mengeluarkan ajian pamungkasnya.


"para Ksatria!, kita harus jaga Pangeran Guntur Wijaya dan Begawan winara, jangan sampai raja iblis kalazar menggagalkan rencana mereka berdua", perintah Mahapatih Damar Wijaya.


Kemudian tiba-tiba kedua Senopati, bala Warman dan bala Marwan datang untuk membantu mereka semua, yaitu para Ksatria yang sedang berjuang menghadapi kalazar.


Lalu Senopati bala Warman berkata", Mari para Ksatria kita Satukan kekuatan untuk membunuh iblis tersebut".


Alangkah senangnya Mahapatih Damar Wijaya beserta para Kesatria yang lainnya, melihat kedatangan kedua Senopati tersebut, karena kedua Senopati tersebut bukanlah orang sembarangan.


Sebab kedua Senopati itu adalah tangan kanan Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul, yang diutus untuk berjuang bersama dengan pangeran Guna Wijaya, menyelamatkan tanah Jawa dari kehancuran.


Kemudian Raja Iblis kalazar mengeluarkan kekuatan gelombang iblis yang lebih besar lagi, untuk menghancurkan para kesatria-kesatria tersebut.


"musnah kau semua para bajingan terkutuk", kalazar yang menghempaskan kekuatan gelombang iblisnya pada para Kesatria Kesatria tersebut.


"Jangan harap kau bisa menghancurkan kami", Senopati bala Marwan mengeluarkan jurus Perisai Segoro Kidul untuk melindungi para Ksatria dari serangan kalazar.


Lalu setelah kejadian tersebut, kedua Senopati itu segera menyerang kalazar.


Bertarunglah mereka dengan segenap kekuatan yang mereka miliki.


Kemudian Mahapatih Damar Wijaya tidak tinggal diam begitu saja, Beliau juga ikut menyerang kalazar menggunakan kekuatan ajian gajah mungkurnya.


Sedangkan Ki Maung beserta kedua putranya, yaitu Senopati sandiaga dan Senopati Barda, mereka bertiga menjaga Pangeran Guntur Wijaya dan Begawan winara, yang sedang menghimpun tenaga untuk mengeluarkan kekuatan pamungkasnya.


Saat itu raja iblis kalazar benar-benar membuat repot ketiga Kesatria yang melawannya tersebut.


Ketiga Kesatria tersebut adalah Mahapatih Damar Wijaya dan kedua Senopati, bala Warman dan bala Marwan.


Kedua Senopati tersebut, yaitu bala Warman dan bala Marwan, sangat tidak menyangka ternyata raja iblis kalazar sangat kuat sekali.

__ADS_1


Hal itu sangat diluar dugaan kedua Senopati tersebut, padahal kalazar terakhir bertarung dengan mereka saat di banyuasri tidak sekuat saat ini.


Tapi sekarang keadaannya berbeda, raja iblis kalazar benar-benar sangat luar biasa.


Tapi kedua Senopati tersebut dan Mahapatih Damar Wijaya Masih sanggup untuk menahannya.


Saat itu dengan pukulan halilintar yang kalazar miliki, karena dia bisa meniru berbagai jurus dan kekuatan para lawan-lawannya, akhirnya kalazar berhasil merobohkan Senopati bala Marwan.


"Kalian bertiga bagaikan semut bagiku, percuma kalian menghadangku kalau ujung-ujungnya kalian bertiga akan mati juga di tanganku", kata raja iblis kalazar kepada Mahapatih Damar Wijaya dan kedua Senopati tersebut, yaitu bala Warman dan bala Marwan.


"kini yang menghadangku hanya tersisa dua ekor semut saja, bagiku sangat mudah sekali untuk menghabisi kalian berdua", yang dimaksud raja iblis kalazar adalah Mahapatih Damar Wijaya beserta Senopati bala Warman.


Kemudian melihat situasi tersebut, Ki Maung segera ikut serta Menghadang atau melawan kalazar, agar kalazar tidak bisa menggagalkan upaya Begawan winara dan Pangeran Guntur Wijaya, yang saat ini sedang menghimpun tenaga untuk mengeluarkan kesaktian pamungkasnya.


Ki Maung segera menjadi manusia harimau putih untuk melawan raja iblis kalazar, dan dia mengeluarkan kekuatan yaitu Ajian Macan trengginas.


Kemudian bertarunglah Ki Maung melawan kalazar.


Ki Maung bertarung dengan segenap tenaga dan kekuatannya untuk berusaha mengalahkan raja iblis kalazar.


Tapi bagi kalazar, Ki Maung bukan apa-apa baginya.


Mereka berdua bertarung dengan sangat hebatnya, jurus demi jurus, Ki maung Arahkan pada kalazar, tapi kalazar sanggup mematahkan tiap jurus-jurus tersebut.


Dan kalazar juga berhasil menghajar Ki Maung, dengan berbagai jurus-jurus yang dia punya.


"mati kau orang tua, kau sudah bosan hidup rupanya, Baiklah akan ku antarkan Kau Ke Neraka", ocehan raja iblis kalazar saat dia menghajar habis-habisan Ki Maung.


Tapi saat itu kalazar segera menghentikan serangannya pada Ki Maung, Sebab Dia merasakan ada sesuatu yang mengganjal pada dirinya.


Ternyata benar, kalazar merasakan tenaganya seperti dikuras.


Padahal dia merasa bahwa yang mendominasi pertempuran adalah dirinya, tapi kenapa malah dirinya yang merasa kelelahan, ucap kalazar dari dalam hatinya.


Kemudian saat Ki Maung melihat kalazar yang telah menyadari efek bertarung dengannya, lalu Ki Maung memanfaatkan moment itu untuk menyerang balik raja iblis kalazar.

__ADS_1


Dan Ki Maung berhasil menghajar balik raja iblis kalazar, sebab raja iblis kalazar tenaganya seperti terkuras habis, akibat dia terlalu asyik menyerang Ki Maung yang telah menggunakan jurus macan trengginas.


Seperti itulah kehebatan jurus macan trengginas, siapapun yang menyerang pengguna jurus tersebut, maka dia malah akan kelelahan akibat terkuras tenaga atau cakranya, sebab pengguna jurus tersebut keistimewaannya dapat menyerap Cakra lawannya, sampai lawannya tersebut mati dengan sendirinya.


__ADS_2