
Kemudian disisi lain, dikubu aliansi kerajaan, kedua senopati, putra dari ki Maung, yaitu senopati Sandiaga dan senopati Barda, mereka berdua sedang bertarung melawan para musuh dari kelompok pendekar aliran hitam.
Kedua senopati itu banyak membantai para musuh musuh tersebut.
Dengan kehebatannya, senopati Sandiaga dan senopati Barda, sangat ditakuti oleh para lawannya.
Sampai pada akhirnya, kedua senopati tersebut merasakan firasat yang tidak enak tentang ayahnya, yaitu ki Maung.
"Dinda Barda, apa kau merasakan hal yang sama denganku", kata senopati Sandiaga pada adiknya, yaitu senopati Barda.
"Ya kanda, saya merasakan firasat yang tidak enak pada ayah kita", jawab senopati Barda pada kakaknya tersebut.
Kemudian pertarungan ki Maung melawan Suwaji, masih terus berlanjut.
Ki Maung yang mengeluarkan ajian macan trengginas, dia bersiap untuk menyerang Suwaji.
Dan saat itu Suwaji pun sangat waspada dengan hal itu semua, sebab dia tahu, bahwa yang dikeluarkan oleh ki Maung, kali ini bukanlah kesaktian yang biasa saja, melainkan kesaktian tingkat tinggi yang belum pernah Suwaji ketahui, seperti apakah kehebatan kesaktian tersebut.
Akhirnya dengan cepat, ki Maung yang telah menjadi manusia harimau putih, dia menyerang manusia macan kumbang, yaitu Suwaji.
Suwaji saat itu berusaha menghindari setiap serangan dari ki Maung.
Tapi, terus menghindar juga tidak ada artinya, sebab Suwaji akhirnya terkena juga serangan ki Maung.
Serangan tersebut hanya ditertawakan oleh Suwaji, karena serangan pukulan dari ki Maung, bagi Suwaji tak terasa sama sekali.
Kemudian Suwaji mencoba melawannya, dia tidak lagi menghindari serangan ki Maung.
Jual beli serangan antara mereka berdua sangat mengerikan, masing-masing dari mereka berdua, sama-sama juga terkena serangan masing-masing.
Tapi, serangan Suwaji lebih berasa, ketimbang serangan ki Maung.
Meski begitu, ki Maung tetap berusaha bertahan dengan keadaan itu semua.
Ki Maung berusaha mengerahkan semua tenaga yang dia miliki, hingga Suwaji yang terkena serangan tersebut, dia sampai terpontang panting dibuatnya.
Dan Suwaji tak tinggal diam, dia juga mengerahkan tenaga ekstra nya.
Dengan tenaga ekstra yang dikeluarkan oleh Suwaji, akhirnya Suwaji dapat membuat ki Maung kewalahan.
Tapi, padahal, jika Suwaji sudah mengeluarkan tenaga ekstra nya, siapapun lawannya pasti akan binasa secepatnya.
Ternyata tidak dengan ki Maung, maka dari itu, Suwaji nampak heran dibuatnya.
__ADS_1
Dalam diri Suwaji berkata, dia sudah berubah wujud menjadi manusia harimau legendaris, yaitu manusia macan kumbang, dan sudah mengeluarkan tenaga ekstra nya, namun kenapa lawannya tak kunjung terkalahkan, malah semakin beringas saja dia.
Lama lama, Suwaji merasakan keanehan dalam dirinya, kenapa dirinya semakin lelah dan lemas, padahal dia sudah menggunakan tenaga ekstra nya.
Sedangkan lawannya, yaitu ki Maung, tak nampak terlihat lelah sama sekali, dia tetap segar dan bugar, meski dia mengalami banyak luka ditubuhnya, akibat serangan Suwaji, tapi malah Suwaji yang terlihat kelelahan dalam pertarungan tersebut.
Itulah reaksi dari ajian macan trengginas milik ki Maung.
Lawannya yang terkena ajian itu, benar-benar tak akan menyadari bahwa dirinya telah terkena ajian sakti tersebut.
Kesempatan itu segera dimanfaatkan oleh ki Maung, dia benar-benar menghajar habis habisan Suwaji yang sudah tak berdaya, akibat kelelahan karena kehabisan cakra.
Kini bukan ajian macan trengginas saja yang bisa membuat lawannya tak berdaya, tapi jurus cakar harimau ki Maung, juga bisa melukai Suwaji yang dalam kondisi tak berdaya saat itu.
Pertarungan hidup dan mati benar-benar terjadi saat itu, ki Maung sangat bersemangat sekali menghajar Suwaji, dan darah mulai bercucuran pada tubuhnya.
Kemudian ki Maung segera menghabisi Suwaji, dengan ajian pamungkasnya, yaitu ajian braja denta.
Aji braja denta adalah ilmu kesaktian tingkat tinggi, yang jarang dimiliki oleh siapapun, sebab ajian itu termasuk ilmu langka didalam dunia persilatan.
Ajian tersebut kekuatannya bersumber digigi taring pemiliknya.
Siapapun lawannya, jika terkena gigitan oleh taring tersebut, maka dia akan binasa seketika itu juga.
Dan seketika itu, ajian braja denta yang bersumber digigi taring ki Maung, bereaksi saat itu juga.
Suwaji yang terkena gigitan itu, langsung tewas begitu saja, sebab semua tulang dan tengkoraknya hancur seketika itu juga, akibat terkena ajian braja denta.
Ki Maung merasa lega saat itu, karena ternyata dia bisa membunuh manusia macan kumbang, Suwaji.
Kemudian ki Maung berubah kembali menjadi manusia biasa, dan dia segera meninggalkan Suwaji yang telah tewas tergeletak ditanah.
Lalu Saat ki Maung berlari akan kembali kemedan perang, tiba-tiba dari belakang, dia terkena serangan yang begitu hebat.
Punggungnya ada yang meninjunya, hingga ki Maung terpental dan tersungkur di tanah.
Seketika itu ki Maung mengalami cidera yang parah pada bagian punggungnya.
Tulang punggungnya patah, akibat serangan itu.
Ki Maung yang sudah menjadi manusia biasa, menjerit kesakitan.
Kini keadaan ki Maung sangat miris, karena dia sudah tidak bisa bergerak lagi, akibat cidera tersebut.
__ADS_1
Ternyata, seseorang yang telah menyerang ki Maung dari belakang adalah Suwaji, sang manusia macan kumbang.
"Maung, kau kira, kau sudah berhasil membunuhku, aku Suwaji, sang manusia macan kumbang yang sangat legendaris, tidak akan pernah mati hanya dengan serangan seperti itu", kesombongan Suwaji.
Ternyata rahasia kesaktian manusia macan kumbang Suwaji, terletak pada nyawanya.
Suwaji yang telah berubah menjadi manusia macan kumbang, dia mempunyai tujuh nyawa sekaligus.
Jika dia terbunuh satu kali, maka, dia akan hidup lagi, karena masih memiliki sisa enam nyawa lagi.
Dan jika dia hidup lagi, maka, kekuatannya akan berlipat ganda.
Jadi otomatis, sekarang ini, Suwaji samakin kuat saja, karena dia sudah hidup kembali dari kematiannya tersebut.
Kemudian Suwaji menjambak rambut ki Maung, saat ki Maung jatuh tersungkur ke tanah.
Suwaji menjambak rambut ki Maung, sampai kepalanya mendongak keatas.
Dan Suwaji berkata, detik ini juga, dia akan menghabisinya.
Tentunya Suwaji sangat mudah untuk menghabisi ki Maung, karena ki Maung sudah tidak berdaya lagi, dan dia sudah kembali kewujud manusianya.
Sedangkan Suwaji, dia masih dalam wujud manusia macan kumbang, dan kekuatannya kini berlipat ganda, akibat bangkit dari kematian.
Dengan keadaan yang sekarang ini, ki Maung hanya bisa berpasrah diri.
Dia hanya nunggu detik detik kematiannya saja, sebab dia sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri, karena tulang punggungnya telah dipatahkan oleh Suwaji.
Dan sebentar lagi, Suwaji juga akan membunuhnya.
Saat ini hanya dengan sekali serang, Suwaji sang manusia macan kumbang dapat dengan mudah membunuh ki Maung.
"Ohh Sang Dewa, jika aku harus mati ditangan Suwaji, aku mohon, jangan buat kematianku ini sia-sia, kirimkan segera kesatria yang dapat membunuh Suwaji saat ini juga", doa ki Maung dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.
Kemudian Suwaji berkata pada ki Maung, apakah ki Maung punya pesan terakhir, sebelum kematiannya tiba.
Lalu ki Maung berkata, pesan terakhirnya adalah, agar Sang Dewa mengirimkan kesatria yang dapat membunuhnya, yaitu membunuh Suwaji.
Mendengar perkataan tersebut, Suwaji ketawa, sebab dia merasa, kali ini tidak akan ada kesatria yang bisa mengalahkannya.
Akhirnya Suwaji bersiap akan membunuh ki Maung saat ini juga.
Sedangkan ki Maung hanya tersenyum dan pasrah akan nasibnya tersebut, karena dia yakin, Sang Dewa pasti mengirimkan kesatria yang akan membunuh Suwaji di medan perang ini.
__ADS_1