PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
16. Kekhawatiran Pangeran Jatiwijaya


__ADS_3

Mandala sudah kehabisan akal untuk menghadapi kehebatan Pangeran Gunawijaya, akhirnya dia mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu belati angin yang bisa menyerang dan melukai musuh hanya dengan hempasan anginnya saja. Disaat Mandala mulai mengeluarkan jurus itu, disekitarnya nampak sekumpulan anginpun mulai bergemuruh. Siang itu nampak mencekam diperbatasan wilayah giritunggal karena terjadi pertarungan Pangeran Gunawijaya melawan Mandala sipenculik Kedasih. Kemudian Pangeran Gunawijaya yang masih menutup matanya ia melihat dengan mata batinnya disekitar Mandala nampak aura putih, lalu Pangeran Gunawijaya berkata dalam hatinya?


"Itu bukan aura sembarangan, sepertinya Mandala mengeluarkan jurus pamungkasnya, aku harus waspada dengan serangnya yang ini", kata Pangeran Gunawijaya dari dalam hatinya.


Kemudian dengan cepat Mandala menyerang Pangeran Gunawijaya dengan jurus belati anginnya yang dikombinasikan dengan jurus teleportasinya. Satu serangan sebelah kanan atas, Pangeran Gunawijaya bisa menghindarinya, lalu dua serangan dibelakang, dapat dihindarinya juga, kemudian tiga serangan bagian kiri, akhirnya tergoreslah lengan kiri Pangeran Gunawijaya terkena serangan jurus belati angin milik Mandala. Meski Pangeran Gunawijaya memiliki ilmu lembu sekilan, ilmu itu tak berpengaruh pada jurus belati angin sebab ilmu itu hanya akan berpengaruh pada senjata tajam saja bukan kekuatan dari tenaga dalam seperti serangan jurus belati angin milik Mandala. Tak lama kemudian meski Pangeran Gunawijaya tergores lengan kirinya oleh jurus belati angin tersebut, tiba-tiba luka goresan itu pulih seketika karena didalam diri Pangeran Gunawijaya bersemayan senjata dewa yaitu tombak Pasopati jelmaan dari cula turonggo yang telah menyatu kedalam tubuhnya.


"Haaa!, tidak mungkin luka goresan dari serangan belati anginku bisa pulih seketika, jurus apa yang Pangeran Gunawijaya miliki?", Mandala terkejut dan berkata dalam hatinya.


Kemudian Mandala semakin gencar menyerang Pangeran Gunawijaya, lalu jurus belati anginnya semakin kuat dan semakin lebar jangkauannya. Pangeran Gunawijaya yang merasakan jurus Mandala semakin kuat, ia akhirnya mengeluarkan kemampuannya juga. Serangan Mandala semakin brutal pada Pangeran Gunawijaya, tapi disaat serangan Mandala hampir mengenai tubuh Pangeran Gunawinaya, tiba-tiba Pangeran Gunawijaya dengan sangat cepat bisa menghidarinya. Mandala sangat terkejut melihat kecepatan Pangeran Gunawijaya yang tak bisa dilihat oleh mata, dan seketika itu Pangeran Gunawijaya sudah berada dibelakang dia yaitu mandala. Kemudian Mandala segera membalikkan badan dan menyerang Pangeran Gunawijaya dengan tiba-tiba menggunakan jurusnya tersebut, akhirnya Mandala berhasil menusuk Pangeran Gunawijaya dengan jurus belati anginnya, tapi yang ditusuk itu sebenarnya bukanlah tubuh Pangeran Gunawijaya melainkan hanya bayangannya saja karena Pangeran Gunawijaya sudah menghidari serangan Mandala dengan super cepat, saking cepatnya gerakan Pangeran Gunawijaya bayangannyapun sampai tertinggal dibelakang mandala. Itulah kehebatan kemampuan gerak cepat Pangeran Gunawijaya yang kecepatannya melebihi kecepatan kilat. Sebenarnya posisi Pangeran Gunawijaya berada didepan Mandala, tapi Mandala tidak menyadarinya karena saking cepatnya jurus kemampuan gerak cepat Pangeran Gunawijaya, sampai-sampai Mandalapun tak bisa merasakan apa lagi melihatnya.


Dan akhirnya terpentalah mandala sampai dia muntah darah karena terkena pukulan kekuatan api dari Pangeran Gunawijaya, sebab Pangeran Gunawijaya sebenarnya bisa mengendalikan lima eleman sekaligus yaitu tanah, air, api, angin dan petir karena ia mempunyai kekuatan dari pedang pusakanya yaitu pedang mustika biru yang sumber kekuatannya dari alam. Kemudian Pangeran Gunawijaya membuka matanya karena ia merasa pertarungannya sudah berakhir, ia melihat Mandala yang terjatuh menahan rasa sakit didadanya karena terkena pukulan api dari Pangeran Gunawijaya. Lalu Pangeran Gunawijaya segera menghampiri Mandala, tapi Mandala yang melihat Pangeran Gunawijaya yang akan menghampirinya, dia segera beranjak bangun dan berlari mendekati Kedasih.


Sesampainya Mandala didekat Kedasih, dia segera mengarahkan salah satu belatinya keleher Kedasih dan berkata?

__ADS_1


"Hentikan langkahmu Pangeran Gunawijaya, jika tidak ingin wanita ini mati!", ancaman Mandala pada Pangeran Gunawijaya.


Pangeran Gunawijaya yang melihat Kedasih sedang dalam ancaman, ia segera menghentikan langkahnya karena Pangeran Gunawijaya khawatir jika ia terus berusaha menghampiri Mandala, nyawa Kedasih akan melayang karena Kedasih telah dalam ancaman belati Mandala yang mengarah kelehernya.


"Hentikan mandala, jangan sampai kau lukai dia", Kata Pangeran Gunawijaya yang mencemaskan nasib Kedasih yang sedang dalam ancaman Mandala.


"Tenang saja Pangeran, aku tidak akan melukainya tapi dengan satu syarat", kata Mandala pada Pangeran Gunawijaya.


"Syarat apa yang kau inginkan?", tanya Pangeran Gunawijaya pada Mandala.


Kemudian Pangeran Jatiwijaya yang sedang berada dipenginapan bersama senopati Balamarwan dan Jatmiko, ia berkata?


"Mari kita susul Kanda Pangeran Gunawijaya, karena beliau sudah pergi terlalu lama untuk menolong Kedasih".

__ADS_1


"Maaf Pangeran Jatiwijaya, Jika kita kesana, kita sama dengan melanggar titah Pangeran Gunawijaya, karena beliau telah memerintahkan hamba beserta Jatmiko untuk menemani Pangeran disini", Kata senopati Balamarwan kepada Pangeran Jatiwijaya.


"Tapi saya merasa khawatir dengan keadaan Kanda Pangeran Gunawijaya disana", kata Pangeran Jatiwijaya.


"Maaf Pangeran, Sebaiknya pulihkan dulu kondisi Pangeran Jatiwijaya, karena yang hamba takutkan jika Pangeran memaksakan diri kesana, bisa-bisa kondisi Pangeran Jatiwijaya akan semakin lemah", Kata Jatmiko pada Pangeran Jatiwijaya yang sedang terluka terkena sanjata sumpit beracun waktu akan menolong Kedasih saat akan diculik.


"Tunggu sebentar Pangeran Jatiwijaya, hamba akan mencoba mencari tahu tantang masalah disana dengan menghubungi kanda Balawarman dengan kemampuan telepati yang hamba miliki?", Kata senopati Balamarwan.


Kemudian segeralah senopati Balamarwan menggunakan telapatinya untuk mencari tahu tentang masalah yang terjadi diperbatasan giritunggal. Lalu senopati Balawarman menceritakan semua tentang kabar tersebut kepada adiknya yaitu senopati Balamarwan yang telah bertelepati padanya. Pangeran Jatiwijaya yang mendengar kabar tersebut dari senopati Balamarwan sepontan ia langsung naik darah, ia tidak terima jika Kanda sepupunya yaitu Pangeran Gunawijaya telah dipermainkan oleh para penculik Kedasih itu, ia ingin segera kesana dan akan menghabisi semua penculik tersebut, tapi niatannya itu dihalang-halangi oleh senopati Balamarwan bersama Jatmiko.


Kemudian Jatmiko berkata?


"Tenanglah Pangeran Jatiwijaya, percayakan masalah ini pada Pangeran Gunawijaya, karena hamba yakin beliau pasti bisa mengatasi masalah ini semua, apa lagi beliau sekarang didampingi oleh senopati Balawarman, jadi bahaya apapun mereka akan sanggup melewatinya".

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, kita tunggu sampai besok, jika sampai matahari terbit, Kanda Pangeran Gunawijaya beserta senopati Balawarman belum juga datang, kita semua harus segera kesana dan jangan pedulikan tentang kondisiku kerana keselamatan Kanda Pangeran Gunawijaya lebih penting dari keselamatanku", Kata Pangeran Jatiwijaya dengan perasaan yang kesal.


"Sendiko Pangeran!", jawab senopati Balamarwan dan Jatmiko pada Pangeran Jatiwijaya.


__ADS_2