PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
148. Kehancuran Raja iblis kalazar


__ADS_3

Kemudian di kerajaan Surya Loka, Maharatu Kencana wangi, beliau ingin tahu perkembangan peperangan di medan perang tersebut.


Beliau pengen keluar dari istana Surya Loka untuk melihat perkembangan dari peperangan tersebut.


Tapi oleh para prajurit pengawal Maharatu, beliau tidak diizinkan untuk pergi keluar istana Surya Loka.


Sebab di luar istana Surya Loka sangat berbahaya untuk keselamatan Maharatu Kencana wangi.


"baiklah jika aku tidak boleh keluar dari istana, setidaknya beritahu aku seperti apa perkembangan di luar sana tentang peperangan ini", kata Maha Ratu Kencana wangi kepada para prajuritnya.


Kemudian tak selang beberapa lama datanglah kedua Senopati Sandiaga dan Barda.


Kedua Senopati tersebut menceritakan kepada maha Ratu Kencana wangi tentang semua kejadian yang berada di medan perang.


Waktu itu maha Ratu Kencana wangi turut berduka cita atas gugurnya ayah dari kedua Senopati tersebut, yaitu Ki maung.


Setelah itu kedua Senopati tersebut berpamitan kepada maha Ratu Kencana wangi, mereka berdua akan segera kembali ke medan perang untuk membantu para Ksatria mengalahkan raja iblis kalazar.


Tapi tiba-tiba langkah mereka berdua dihentikan oleh maharesi Brata.


"Jangan memaksakan diri kalian untuk pergi ke medan perang, sebab tanpa kesaktian yang kalian miliki, kalian berdua bukan tandingan raja iblis kalazar", kata maharesi Brata kepada Senopati Sandiaga dan Senopati Barda.


"maka dari itu beristirahatlah di istana dulu dan persiapkan diri kalian untuk pertarungan yang sebenarnya, ini kuberi kalian air suci para dewa, gunanya untuk mengembalikan kesaktian kalian berdua, tapi air suci ini akan bereaksi Setelah 5 jam berikutnya", maharesi Brata memberikan air Suci kepada kedua Senopati tersebut.


Kemudian Maha resi Brata berkata bahwa para Ksatria tersebut sudah cukup untuk bisa mengalahkan raja iblis kalazar, maka dari itu kedua Senopati tersebut tidak perlu risau untuk tidak membantu para Ksatria berjuang melawan raja iblis kalazar.


Kemudian di sisi lain Pangeran Kasim Wijaya berhasil membongkar kedok raja iblis kalazar.


Dia waktu itu memang sengaja membuat tubuhnya transparan atau tidak terlihat, gunanya untuk memancing kalazar agar mengeluarkan mata ketiganya, sebab hanya dengan cara seperti itu kedok kalazar bisa terbongkar.


Ternyata rencana Pangeran Kasim Wijaya pun berhasil, untuk bisa melawan pangeran Kasim Wijaya akhirnya kalazar membuka mata ketiganya, dan hal itu diketahui oleh Pangeran Guntur Wijaya, akhirnya Pangeran Guntur Wijaya menyadari bahwa selama ini dia telah ditipu oleh raja iblis kalazar yang menyamar sebagai gurunya yaitu resi Malaka.


"Sudah saatnya kau mati kalazar, para Ksatria, aku mohon, beri aku kesempatan untuk menghancurkan Kalazar dengan tanganku sendiri", kata Pangeran Guntur Wijaya.


"Baiklah kanda Pangeran Guntur Wijaya Kalau memang itu mau mu", Pangeran Kasim Wijaya berkata kepada saudaranya tersebut.

__ADS_1


Lalu para Ksatria yang lainnya juga setuju dengan permintaan Pangeran Guntur Wijaya, yang akan membunuh Kalazar dengan tangannya sendiri.


Melihat keseriusan Pangeran Guntur Wijaya, raja iblis kalazar pun gemetar dibuatnya.


Akhirnya mereka berdua bertarung habis-habisan.


Raja iblis kalazar yang masih merasuki tubuh Bodas, dia masih sangat kuat ternyata.


Meskipun Pangeran Guntur Wijaya menyerangnya habis-habisan menggunakan ajian Guntur saketi, tapi raja iblis kalazar masih bisa menandinginya.


Saat itu Mahapatih Damar Wijaya sempat mengkhawatirkan keponakannya tersebut, yaitu Pangeran Guntur Wijaya.


Sebab Mahapatih Damar Wijaya merasa bahwa raja iblis kalazar masih sangat kuat, Apa mungkin keponakannya tersebut bisa mengalahkannya tanpa bantuan para Ksatria Ksatria tersebut.


"hahaha... Jika kau Membunuhku, sama dengan kau membunuh Bodas, Apakah seperti itu seorang kawan, tega mengorbankan kawannya sendiri demi maksud dan tujuannya agar tercapai", raja iblis kalazar mencoba menghasut atau mempengaruhi pikiran Pangeran Guntur Wijaya.


Waktu itu setelah kalazar ngomong sedemikian, Pangeran Guntur Wijaya sempat kebingungan dan gelisah hatinya.


Dan situasi tersebut segera dimanfaatkan oleh raja iblis kalazar, untuk menyerang balik Pangeran Guntur Wijaya.


"keponakanku, jangan sampai lengah kau Nak, Ingatlah perkataan Bodas, dia rela berkorban demi kemenangan kita semua", Mahapatih Damar Wijaya mencoba menyadarkan keponakannya tersebut yaitu Pangeran Guntur Wijaya dari kegelisahan yang melanda hatinya.


Tiba-tiba dengan kesadaran tersebut, ajian Guntur Saketi milik Pangeran Guntur Wijaya, levelnya meningkat tanpa ia sadari.


Yang tadinya ajian Guntur Saketi kekuatannya 10 kali lipat lebih kuat dari jurus pukulan halilintar tingkat 8, kini dengan meningkatnya level tersebut, ajian Guntur Saketi kekuatannya bertambah Menjadi 30 kali lipat lebih kuat dari jurus pukulan halilintar tersebut.


Seluruh tubuh Pangeran Guntur Wijaya dialiri aliran listrik berwarna kemerah-merahan, dan tanpa disadari matanya pun menyala merah.


Para Ksatria yang melihatnya merasa terkejut dengan perubahan yang dialami oleh pangeran Guntur Wijaya.


Bukan cuma para Ksatria, raja iblis kalazar pun juga terkejut dibuatnya.


Waktu itu raja iblis kalazar untuk bisa menandingi kekuatan Pangeran Guntur Wijaya yang sangat hebat tersebut, dia mengerahkan semua kekuatannya yang terpendam.


Kemudian Mahapatih Damar Wijaya berkata kepada para Ksatria tersebut, bahwa pertarungan ini Adalah pertarungan penentuan antara Pangeran Guntur Wijaya dengan raja iblis kalazar.

__ADS_1


Tanpa basa-basi raja iblis kalazar dengan sekuat tenaga, dia menyerang Pangeran Guntur Wijaya dengan kekuatan penuh.


Pangeran Guntur Wijaya tidak bergerak sama sekali, dan dia tidak menghindari setiap serangan dari kalazar.


Padahal serangan kalazar sangat dahsyat, setiap serangannya bikin bergetar medan perang.


Tapi serangan tersebut tidak ada gunanya bagi Pangeran Guntur Wijaya.


"apa sebatas ini kekuatanmu kalazar, kau jangan bercanda melawanku saat ini", kata Pangeran Guntur Wijaya.


Langsung keluar keringat dingin dari kening raja iblis kalazar, setelah mendengar perkataan dari pangeran Guntur Wijaya tersebut.


Semakin murka raja iblis kalazar dibuatnya, akhirnya dengan kekuatan penuh kalazar mengeluarkan kekuatan gelombang iblis, untuk menghabisi Pangeran Guntur Wijaya.


"keponakanku Guntur Wijaya cepat habisi si kalazar sekarang juga, sebelum kekuatan gelombang iblisnya menghancurkan medan perang ini", teriak Mahapatih Damar Wijaya.


Kemudian saat raja iblis kalazar sedang menyiapkan jurus gelombang iblisnya, dengan mengangkat kedua tangannya ke atas, tiba-tiba dengan secepat kilat Pangeran Guntur Wijaya menggenggam erat kedua tangan kalazar menggunakan kedua tangannya.


Lalu Raja iblis kalazar berusaha untuk melepaskan genggaman tersebut, tapi sangat sulit sekali untuk bisa lepas dari genggaman Pangeran Guntur Wijaya.


Tiba-tiba kalazar berteriak sekencangnya karena kesakitan akibat genggaman tersebut.


Dan seketika itu kekuatan gelombang iblisnya yang hampir terbentuk di atas tangannya, tiba-tiba sirna begitu saja, sebab kalazar sudah kehilangan kontrol akan dirinya, karena dia sedang merasakan kesakitan yang luar biasa akibat genggaman dari pangeran Guntur Wijaya tersebut.


"Sudah saatnya kau mati kalazar", kata Pangeran Guntur Wijaya.


Kemudian Pangeran Guntur Wijaya dengan genggamannya tersebut berhasil menghancurkan kedua tangan kalazar.


Kalazar pun berteriak begitu kencangnya karena kesakitan yang amat luar biasa tersebut.


Lalu setelah kalazar tak berdaya karena kedua tangannya yang sudah remuk alias hancur, kemudian pangeran Guntur Wijaya menghantam dada kalazar dengan pukulan mautnya hingga tulang dadanya hancur berkeping-keping.


Dengan serangan tersebut membuat raja iblis kalazar sekarat.


Padahal Pangeran Guntur Wijaya hanya menggunakan sedikit tenaganya untuk memukul dadanya, tapi ternyata dampaknya luar biasa, hingga kalazar pun sekarat Dan Hampir mati.

__ADS_1


Raja iblis kalazar yang telah merasuki tubuh Bodas sudah tak berdaya lagi, nafasnya sudah tersengal-sengal.


"kau memang berhasil mengalahkanku, tapi ini adalah sebenarnya kekalahanmu, Meskipun aku sekarat tapi yang akan mati bukanlah aku", ocehan raja iblis kalazar yang sudah tak berdaya sama sekali.


__ADS_2