
Kemudian Senopati bala Warman mempunyai rencana agar Pangeran Kasim Wijaya dapat segera membunuh raja iblis kalazar yang sedang menyamar sebagai resi Malaka.
Rencana tersebut ialah Senopati bala Warman dan Senopati bala Marwan akan Menghadang Mahapatih Damar Wijaya dan juga pangeran Guntur Wijaya, agar mereka berdua tidak menghalangi Pangeran Kasim Wijaya untuk membunuh kalazar.
"Dinda bala Marwan apakah kau sudah siap dengan rencana kita", tanya Senopati bala Warman.
"ya Kanda, saya sudah siap sepenuh hati", jawab Senopati bala Marwan.
"Pangeran Kasim Wijaya kau harus segera mengalahkan kalazar, sebab kita berdua tidak mungkin bisa terlalu lama menahan kedua Ksatria tersebut, yaitu Mahapatih Damar Wijaya beserta Pangeran Guntur Wijaya", ucap Senopati bala Warman.
"baik Senopati, saya akan segera tuntaskan tugas ini secepatnya", kata Pangeran Kasim Wijaya kepada Senopati bala Warman.
Lalu Mahapatih Damar Wijaya sepertinya menyadari strategi atau Rencana mereka, maka dari itu beliau menyuruh keponakannya yaitu Pangeran Guntur Wijaya untuk segera bersiap.
Dan Pangeran Guntur Wijaya pun sudah bersiap sedari tadi, untuk melindungi gurunya yaitu resi Malaka yang sejatinya adalah raja iblis kalazar.
Akhirnya pertarungan pun tak bisa dihindari lagi, dengan sangat cepat kedua Senopati tersebut tiba-tiba menyerang Mahapatih Damar Wijaya dan Pangeran Guntur Wijaya.
Melihat momen tersebut, Pangeran Kasim Wijaya segera menyerang resi Malaka.
Pangeran Kasim Wijaya meskipun dia terluka, dia masih sanggup untuk menghadapi kalazar yang menyamar sebagai rasi Malaka.
Jurus kalabaya yang membuat Pangeran Kasim Wijaya menjadi Ksatria tangguh tak tertandingi.
Lalu tanpa disadari oleh resi Malaka yang sejatinya Kalazar, tiba-tiba Dia terkena serangan mutlak dari pangeran Kasim Wijaya.
Ternyata Pangeran Kasim Wijaya menjadi tak terlihat atau transparan, dan dengan sangat cepat dia menyerang kalazar dengan pukulan maut yang memiliki daya hancur yang luar biasa.
Kalazar pun sampai terpental jauh dan muntah darah.
"Guruuuuu.....!!!", teriak Pangeran Guntur Wijaya kepada gurunya tersebut, yang tidak lain adalah jelmaan dari raja iblis kalazar.
Tapi apa daya Pangeran Guntur Wijaya tidak bisa menolong gurunya tersebut, sebab Senopati bala Marwan terus menghadangnya.
Lalu raja iblis kalazar yang sedang menyamar sebagai resi Malaka, dia dihajar habis-habisan oleh pangeran Kasim Wijaya.
Dan kalazar pun tidak bisa melawan pangeran Kasim Wijaya karena dia tidak terlihat.
Kemudian Pangeran Guntur Wijaya yang sudah meluap amarahnya, dia mengeluarkan kekuatan penuh dari ajian Guntur Saketi, untuk mengalahkan Senopati bala Marwan secepatnya.
__ADS_1
Seketika itu percikan kilat merah mengaliri setiap bagian tubuh Pangeran Guntur Wijaya.
Senopati bala Marwan yang melihat hal tersebut sudah menduga, bahwa Pangeran Guntur Wijaya telah mengeluarkan kekuatan penuhnya dari ajian tersebut.
Tapi Senopati bala Marwan tak tinggal diam begitu saja, dia mengeluarkan ajian pelindung yaitu perisai Segoro Kidul.
Saat itu pangeran Guntur Wijaya benar-benar akan menghabisi Senopati bala Marwan, agar dirinya secepatnya bisa menolong gurunya tersebut, yang tidak lain sebenarnya adalah jelmaan raja iblis kalazar.
"waspadalah Dinda bala Marwan, sepertinya Pangeran Guntur Wijaya berniat untuk menghabisimu", teriak Senopati bala Warman kepada saudara kembarnya tersebut.
Barusan saja Senopati bala Warman berkata demikian, tiba-tiba dengan sangat cepat sekali Pangeran Guntur Wijaya berhasil menghancurkan perisai Segoro Kidul milik Senopati bala Marwan.
"mengerikan sekali ternyata ajian Guntur Saketi, Pangeran Guntur Wijaya bisa sangat mudah sekali menghancurkan perisai Segoro Kidul ku, padahal sekelas raja iblis kalazar tak bisa menghancurkan", Senopati bala Marwan berkata dalam hatinya.
Saat itu Senopati bala Marwan sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena Percuma saja, kekuatan dia saat ini jauh di bawah Pangeran Guntur Wijaya.
Kemudian saat Pangeran Guntur Wijaya akan menyerang Senopati bala Marwan kembali, Senopati bala Marwan yang hampir terkena pukulan super dari pangeran Guntur Wijaya, dia berteriak dan berkata.
"hentikan Pangeran Guntur Wijaya, Lihatlah gurumu itu, dia benar-benar gurumu atau bukan", kata Senopati bala Marwan.
Sontak seketika itu juga pangeran Guntur Wijaya menghentikan serangannya tersebut, kemudian dia segera menoleh dan melihat ke arah gurunya tersebut yaitu resi Malaka.
Keanehan itu ialah tiba-tiba resi Malaka memiliki tiga mata, dan mata ketika tersebut berada di keningnya.
Waktu itu Pangeran Guntur Wijaya dibuat kebingungan oleh hal tersebut.
Padahal gurunya yaitu resi Malaka tidak mempunyai mata ketiga yang berada di keningnya.
Dan akhirnya Pangeran Guntur Wijaya ingat akan hal tersebut yang pernah dia lihat, satu-satunya yang memiliki mata ketiga di keningnya tidak lain adalah raja iblis kalazar.
Waktu itu Mahapatih Damar Wijaya juga sempat heran dengan kejadian itu.
Dan beliau juga menghentikan pertarungannya melawan Senopati bala Warman.
Lalu Mahapatih Damar Wijaya menanyakan apa yang dia lihat kepada Pangeran Guntur Wijaya, dan Pangeran Guntur Wijaya pun memberikan penjelasan tentang apa yang mereka lihat dari Resi Malaka.
Pangeran Guntur Wijaya memberitahu kepada pamannya yaitu Mahapatih Damar Wijaya, bahwa gurunya tersebut tidak memiliki kekuatan mata ketiga yang berada di keningnya.
Setahu dia bahwa yang memiliki mata ketiga di keningnya adalah kalazar.
__ADS_1
Waktu itu resi Malaka alias kalazar terpaksa mengeluarkan kekuatan mata ketiganya, karena dia benar-benar kesulitan menghadapi Pangeran Kasim Wijaya yang merubah tubuhnya menjadi transparan atau tak terlihat.
Maka dari itu untuk bisa melihat wujud Pangeran Kasim Wijaya yang tak terlihat, raja iblis Kalazar terpaksa mengeluarkan mata ketiganya tersebut.
Kemudian Raja Iblis kalazar sudah bisa mendeteksi setiap serangan dari pangeran Kasim Wijaya, berkat mata ketiganya.
Lalu Pangeran Kasim Wijaya menampakan wujud, dan dia tidak membuat dirinya transparan kembali.
"hahaha... Kenapa kau menampakan wujudmu, Apa kau sudah putus asa melawanku", kata resi Malaka yang sejatinya adalah raja iblis kalazar.
"ketawamu adalah kekalahanmu, Hei iblis!!", Pangeran Kasim Wijaya menjawab dengan tegas dan lantang.
Kemudian tiba-tiba Pangeran Guntur Wijaya mendekat kepada gurunya yaitu resi Malaka yang sejatinya kalazar.
"hahaha... Lihatlah muridku, bajingan itu sudah menyerah melawanku", kata resi Malaka alias kalazar kepada Pangeran Guntur Wijaya.
"Apakah benar begitu guru, dia sudah menyerah padamu, jika memang dia sudah menyerah padamu, sekarang biar aku yang akan melawanmu", jawaban dari pangeran Guntur Wijaya begitu tegasnya.
Resi Malaka alias kalazar dia kebingungan mendengar jawaban dari pangeran Guntur Wijaya tersebut.
Dan dia saat ini hanya bisa menengok nengok ke arah kedua Pangeran tersebut, yaitu Pangeran Guntur Wijaya dan juga Pangeran Kasim Wijaya.
Kemudian tanpa basa-basi Pangeran Guntur Wijaya menyerang resi Malaka jelmaan dari raja iblis Kalazar tersebut.
Dan resi Malaka tersebut berkata pada Pangeran Guntur Wijaya agar menghentikan serangannya itu, sebab yang dia serang adalah gurunya.
Tapi Pangeran Guntur Wijaya sudah tidak percaya dengan omongannya tersebut.
Pangeran Guntur Wijaya menjelaskan bahwa gurunya yang sejatinya adalah bukan dia.
Dan gurunya tersebut tidak memiliki kekuatan mata ketiga di keningnya, perangainya pun tak seperti dia.
Akhirnya Pangeran Guntur Wijaya setelah memberikan penjelasan tersebut, dia habis-habisan menghajar raja iblis kalazar dengan kekuatan penuhnya dari jurus Guntur Saketi yang dia punya.
Dan serangan tersebut selalu mengenai tepat pada sasaran, hingga pada akhirnya raja iblis kalazar berubah ke wujud Bodas yang telah dia rasuki.
Akhirnya terbongkar juga siapa sebenarnya resi Malaka tersebut.
Kini kedua ksatria tersebut yaitu Mahapatih Damar Wijaya dan Pangeran Guntur Wijaya, mereka berdua sadar, bahwa selama ini dia telah tertipu oleh raja iblis kalazar yang menyamar sebagai resi Malaka.
__ADS_1