
Kemudian dialam gandaruwa, Raja gandaruwa tersebut sedang bersuka cita dengan para anak buahnya, mereka merayakan calon Ratu yang sebentar lagi akan jadi istri Raja gandaruwa itu, dan calon Ratu tersebut ialah Kedasih.
Saat mereka semua para gandaruwa sedang terbuai dengan suasana tersebut, tiba-tiba para kesatria itu muncul dihadapan mereka.
Alangkah terkejutnya para gandaruwa itu melihat kedatangan para kesatria tersebut dengan cara tiba-tiba.
Lalu Raja atau junjungan gandaruwa tersebut mencoba menemui para kesatria itu dan berkata, "nyali kalian besar juga berani datang ke alam kami lagi, apa kalian ingin merayakan pesta pernikahanku juga".
"Aku beserta rekan-rekanku datang lagi kesini bukan untuk ikut merayakan pesta kalian, tapi justru aku kesini akan menggagalkan pesta kalian", kata Pangeran Jatiwijaya.
"Sepertinya kalian sudah tahu kebenarannya akan kelahiran Kedasih, prajurit cepat habisi mereka semua", perintah junjungan gandaruwa kepada para anak buahnya untuk menghabisi para kesatria tersebut.
Terjadilah pertarungan sengit antara pasukan gandaruwa melawan para kesatria itu.
Seketika itu Pangeran Jatiwijaya dan raden Rangga langsung segera melawan Raja gandaruwa itu, sedangkan para kesatria yang lainnya melawan para prajurit gandaruwa.
Pertarungan Raja gandaruwa melawan kedua kesatria tersebut sangatlah sengit, sebab ternyata Raja gandaruwa itu sangatlah kuat.
Serangan demi serangan sudah dikerahkan oleh Pangeran Jatiwijaya beserta raden Rangga, tapi Raja gandaruwa itu tak bergeming sama sekali oleh serangan tersebut.
Pertarungan terus berlanjut, lalu Mandala yang diam diam dia melakukan teleportasi untuk mencari jejak Kedasih berada.
Dengan teleportasi itu, Mandala susah sekali dibaca pergerakannya oleh para gandaruwa.
Sedangkan para kesatria yang lainnya sibuk mengalihkan perhatian dengan melakukan pertarungan melawan para gandaruwa tersebut.
Selang beberapa saat kemudian, Mandala berhasil menemukan jejak Kedasih yang ternyata berada di dalam sebuah ruangan yang amat Indah, di situ Kedasih benar-benar disiapkan untuk menjadi Ratu bagi para gandaruwa saat sesudah pernikahannya dengan junjungan mereka yaitu Raja gandaruwa.
Waktu itu Mandala akan menerobos masuk ke dalam ruangan itu, tapi apa daya, Mandala tak bisa masuk kesana karena ruangan itu telah dipagari oleh perisai ghaib oleh Raja gandaruwa itu.
Barang siapapun tak akan ada yang bisa masuk ke dalam ruangan tersebut kecuali Raja gandaruwa itu sendiri yang bisa masuk ke dalam ruangan itu.
Mandala sangat kebingungan waktu itu, sebab dia tak bisa berbuat apa-apa dalam keadaan tersebut.
__ADS_1
Mandala berusaha menggunakan jurus belati angin untuk menghancurkan perisai ghaib itu, tapi ternyata usaha dia gagal tak membuahkan hasil sama sekali.
Lama lama aksi Mandala tersebut diketahui oleh para prajurit gandaruwa, dan mereka para prajurit gandaruwa segera menyerang Mandala untuk menggagalkan aksi Mandala tersebut.
Waktu itu Mandala sempat panik karena dia tahu para prajurit gandaruwa sebanyak itu akan menyerangnya.
Tapi Mandala adalah seorang kesatria tangguh, sebanyak apapun musuhnya, dia tak akan gentar sama sekali.
Akhirnya bertarunglah Mandala melawan para prajurit gandaruwa itu.
Senjata belati kembar yang di lapisi dengan cakra angin dan dikombinasikan dengan jurus teleportasi, membuat Mandala makin hebat.
Banyaknya prajurit gandaruwa yang Mandala hadapi, mereka semua kalang kabut dibuatnya.
Jurus belati angin yang dikombinasikan dengan jurus teleportasi benar-benar membuat Mandala diatas angin dari mereka yaitu para prajurit gandaruwa.
Lalu datanglah Sanjaya untuk membantu Mandala melawan para prajurit gandaruwa itu.
Kemudian disisi lain Pangeran Jatiwijaya dan raden Rangga masih bertarung melawan Raja gandaruwa tersebut, mereka berdua masih belum bisa mengalahkannya.
Akhirnya raden Rangga mengeluarkan pedang sakti yaitu pedang samudra biru.
Pedang samudra biru adalah senjata pusaka kembaran dari pedang mustika biru milik Pangeran Gunawijaya yang kini pedang tersebut telah hancur.
Dengan pedang samudra biru, raden Rangga bisa membuat Raja gandaruwa itu kalang kabut.
Sampai sampai Raja gandaruwa tersebut akan melarikan diri dari serangan pedang samudra biru.
Tapi jika Raja gandaruwa itu kabur dari pertarungan, yang jelas harga diri sebagai Raja siluman gandaruwa akan tercoreng.
Maka dari itu dia tetap melawan raden Rangga yang menggunakan senjata pusaka pedang samudra biru.
Saat Raja gandaruwa itu sedang terdesak oleh raden Rangga.
__ADS_1
Diam diam Pangeran Jatiwijaya menyelinap menuju ketempat dimana Kedasih berada tanpa sepengetahuan dari Raja gandaruwa itu.
Sedangkan raden Rangga masih bertarung dengan Raja gandaruwa tersebut, dan Raja gandaruwa itu sangat kesulitan sekali untuk melawan raden Rangga yang telah mengeluarkan pedang samudra biru.
Kesaktian pedang tersebut benar-benar membuat Raja gandaruwa tak berdaya, segala kekuatan yang dia punya sudah dikeluarkannya, tapi apa daya, Raja gandaruwa masih saja tak melawan raden Rangga yang menggunakan pedang sumudra biru.
"Menyerahlah kau siluman, jangan buat kesabaranku habis, sehingga aku akan benar-benar memusnahkanmu dengan pedang ini", kata raden Rangga kepada Raja gandaruwa itu.
"Jangan harap aku akan menyerah padamu, aku akan terus melawanmu meski aku harus musnah", jawab Raja gandaruwa dengan gagah berani.
Kemudian Pangeran Jatiwijaya yang sudah berada ditempat dimana Kedasih ada, ia malah menyaksikan Mandala dan juga Sanjaya sedang bertarung melawan para prajurit gandaruwa.
Lalu ketiga kesatria tersebut yaitu Pangeran Jatiwijaya, Sanjaya dan Mandala, mereka bertarung bersama melawan para prajurit gandaruwa itu.
Untuk segera bisa mengalahkan para prajurit gandaruwa itu, ketiga kesatria menggunakan kehebatan masing-masing.
Pangeran Jatiwijaya menggunakan cumeti banas pastinya, Sanjaya menggunakan aji kilat sayutonya dan sedangkan Mandala menggunakan jurus belati anginnya.
Dengan kekuatan tersebut ketiga kesatria yaitu Pangeran Jatiwijaya, Sanjaya dan Mandala, mereka bisa dengan mudah mengalahkan para prajurit gandaruwa itu sampai musnah satu persatu.
Kemudian saat mereka bertiga sudah mengalahkan para prajurit gandaruwa tersebut, mereka segera menyelamatkan Kedasih yang sedang terkurung didalam ruangan.
"Ampun Pangeran, hamba tadi sudah berusaha mati-matian untuk menghancurkan perisai ghoib yang melindungi ruang tersebut, tapi hamba tak kunjung berhasil untuk menghancurkan perisai ghaib itu", kata Mandala pada Pangeran Jatiwijaya.
Kemudian Pangeran Jatiwijaya mencoba menghancurkan perisai ghaib itu menggunakan cumeti banas patinya, tapi usahanya itu tak juga berhasil.
Sanjaya pun juga begitu, dia mencoba menggunakan aji kilat sayuto untuk menghancurkannya, tapi usahanya juga sia sia.
"Baiklah kalau begitu kita coba gabungkan kekuatan kita bertiga untuk menghancurkan perisai ghaib itu", perintah Pangeran Jatiwijaya pada Mandala dan juga Sanjaya.
"Sendiko Pangeran", jawab kedua kesatria tersebut yaitu Mandala dan juga Sanjaya.
Saat ketiga kekuatan tersebut yaitu cumeti banas pati, aji kilat sayuto dan jurus belati angin disatukan untuk menghancurkan perisai ghaib itu, terjadilah benturan antara ketiga kekuatan itu dengan perisai ghaib yang melindungi ruangan Kedasih, sehingga terjadi guncangan hebat di alam gandaruwa akibat hal tersebut.
__ADS_1