PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
46. Terbongkarnya wujud asli Pangeran Muradwijaya


__ADS_3

Lalu kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya yang telah tumbang oleh Pangeran Gunawijaya, mereka semua berusaha bangkit kembali dan menyerang Pangeran Gunawijaya dengan kesatiannya. Pangeran Gunawijaya yang sudah menyadari akan hal itu ia berusaha menggunakan kesaktiannya juga untuk melawannya. Kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya masing-masing mengeluarkan kesaktian berupa kekuatan alam dengan jurus kala pati, dengan begitu kedelapan wujud tersebut telah memanipulasi keadaan alam disekitarnya dan merubah beberapa elemen menjadi bagian dari kekuatannya.


Pangeran Gunawijaya terkepung oleh kedelapan wujud tersebut, ia berada ditengah-tengah kepungan wujud tersebut, ibarat kata Pangeran Gunawijaya hanya menunggu esekusi dari kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya, tapi Pangeran Gunawijaya adalah seorang kesatria tangguh, tidak mungkin ia hanya menyerah begitu saja hanya karena kalah jumlah dengan kedelapan wujud tersebut. Akhirnya Pangeran Gunawijaya mengeluarkan kekuatan dari pedang mustika biru yang telah ia kuasai, kekuatan itu berupa kekuatan alam yang bisa dikendalikan oleh pemilik pedang tersebut.


Lalu kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya yang telah mengepung Pangeran Gunawijaya, mereka semua sudah siap dengan kesaktian yang mereka keluarkan masing-masing, dan kesaktian itu berupa pengendalian beberapa elemen alam seperti api, air, tanah, udara, petir, pasir, logam dan lahar kekuatan itulah yang mereka keluarkan untuk menyerang Pangeran Gunawijaya, tetapi tanpa mereka sadari dengan pedang mustika biru, Pangeran Gunawijaya juga bisa menguasai kekuatan alam tersebut sebab pedang mustika biru adalah sebuah pusaka yang terbentuk dari sumber kekuatan alam.


Dengan sekuat tenaga kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya menghempaskan kekuatan elemen alam itu kearah Pangeran Gunawijaya. Pangeran Gunawijaya yang telah terkepung tidak bisa kemana-mana, ia hanya bisa menerima serangan dahsyat dari kekuatan elemen alam yang dikeluarkan oleh kedelapan wujud tersebut, dengan kencang hempasan kekuatan elemen alam tersebut mengarah tepat kepada Pangeran Gunawijaya. Sontak seketika itu meledaklah gabungan kekuatan elemen alam tersebut yang mengarah tepat kepada Pangeran Gunawijaya, daya ledakkannya membuat medan perang karang menjangan bergetar kencang.


Sedangkan keenam kesatria yang melihat kejadian itu sangat terkejut dengan serangan cepat dari kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya yang telah mengepung Pangeran Gunawijaya. Mereka keenam kesatria mengira dengan serangan seperti itu tidak mungkin seorang Pangeran Gunawijaya bisa selamat. Tapi hanya Pangeran Gunturwijaya lah yang nampak tersenyum melihat kejadian itu sebab ia yakin tidak mungkin saudaranya tersebut yaitu Pangeran Gunawijaya dapat dengan mudah dikalahkan begitu saja karena Beliau lah kesatria pilihan yang akan membawa kedamaian ditanah jawa ini.


Sedangkan dilain sisi para anak buah sesosok misterius atau Pangeran Muradwijaya, mereka semua para pendekar aliran hitam ketawa terbahak-bahak melihat junjungannya sudah mengalahkan Pangeran Gunawijaya. Gumpalan kabut asap yang ditimbulkan oleh ledakkan kekuatan elemen alam yang telah dikeluarkan kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya sangat pekat dan tebal sehingga Pangeran Gunawijaya pun yang terkena serangan dahsyat itu tak terlihat ditempat ia berada. Melihat suasana seperti itu salah satu dari kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya berkata dengan lantang?


"Mampus kau Gunawijaya, itulah serangan kombinasi dari kami, siapapun tak akan ada yang bisa selamat dari serangan itu termasuk kau Gunawijaya!", Pangeran Muradwijaya yang sombong.

__ADS_1


Tak disangka disaat gumpalan kabut asap itu pelan-pelan menghilang dari tempat dimana Pangeran Gunawijaya terkena serangan tersebut, tiba-tiba ditempat itu samar-samar terlihat sebuah cahaya terang dan disaat kabut asap itu sudah menghilang baru nampak jelaslah cahaya terang itu ternyata sebuah perisai cahaya yang membentuk sebuah cangkang yang didalamnya ada Pangeran Gunawijaya yang terlihat masih gagah berdiri tanpa luka sedikitpun. Perisai itu berasal dari kekuatan pedang mustika biru yang mengeluarkan kekuatannya untuk melindungi pemiliknya yaitu Pangeran Gunawijaya dari serangan dahsyat kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya.


Lalu sangat terkejutlah kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya melihat keadaan Pangeran Gunawijaya yang masih hidup setelah terkena serangan kekuatan hebat dari mereka berlapan. Mengetahui Pangeran Gunawijaya masih hidup mereka berlapan yaitu kedelapan wujud Pangeran Muradwijaya segera akan menyerangnya kembali dengan kekuatan yang lebih dahsyat, tapi mereka kalah cepat, Pangeran Gunawijaya sudah menghabisi mereka satu persatu dengan tebasan pedang mustika biru yang dikombinasikan dengan jurus gerak cepatnya, hanya dengan durasi satu menit mereka bertujuh mati ditangan Pangeran Gunawijaya dan anehnya Pangeran Gunawijaya tidak membunuh mereka semua, ia menyisakan satu wujud Pangeran Muradwijaya, entah itu adalah sebagian rencana atau kah itu sekedar rasa kasihan pada Pangeran Muradwijaya sebab bagaimanapuan dia adalah pamannya sendiri keturunan dari keluarga Wijaya.


Melihat kehebatan Pangeran Gunawijaya, Pangeran Muradwijaya yang hanya menyisakan satu wujud saja dari kedelapan wujudnya itu sangat gemetar melihat kehebatan putra mahkota suryaloka tersebut. Tapi Pangeran Gunawijaya tidak menghabisinya karena ia tahu bahwa yang ia hadapi sebenarnya hanyalah duplikat dari wujud asli Pangeran Muradwijaya, maka dari itu ia sengaja menyisakan satu wujudnya dari kedelapan wujud tersebut sebab Pangeran Gunawijaya tidak ingin terlihat bodoh dimata Pangeran Muradwijaya yang asli.


"Hei kau, Pangeran Gunawijaya, kenapa kau tidak sekalian menghabisiku, kenapa hanya ketujuh wujudku saja yang kau habisi, apa kau sudah tidak punya kekuatan untuk menghabisi semua wujudku!", Ocehan salah satu wujud Pangeran Muradwijaya yang masih tersisa.


"Bagiku sangat percuma melawan seorang sakti sepertimu jika yang ku lawan hanyalah sekedar duplikatnya saja, aku sengaja menyisakan satu dari kedelapan wujudmu yang ku lawan, itu semua semata-mata agar aku ada teman bermain sepertimu Pangeran Murad!".


"Sombong sekali kau Gunawijaya, sekarang terimalah serangan terakhirku ini!", kata Pangeran Muradwijaya dengan sangat marah.


"Itu percuma saja!", Jawab Pangeran Gunawijaya.

__ADS_1


Kemudian disaat Pangeran Muradwijaya akan menyerang Pangeran Gunawijaya dengan menggunakan kekuatan bola api raksasanya yang dia wujudkan dari jurus pamungkasnya yaitu jurus kala pati yang bisa memanipulasi diri maupun alam. Tiba-tiba Pangeran Gunawijaya berbalik arah dan berlari membawa pedang mustika biru menuju pada para anak buah Pangeran Muradwijaya yaitu segerombolan pendekar aliran hitam yang masih bertahan hidup dimedan perang pasca Pangeran Muradwijaya mengeluarkan jurus kabut siluman dan merubah semua orang dimedan perang menjadi batu jika menghirup kabut itu. Satu wujud Pangeran Muradwijaya yang tersisa itu berteriak kepada Pangeran Gunawijaya yang sedang berlari kearah para anak buahnya?


"Hei kau Gunawijaya, apa kau merasa ketakutan menghadapi jurus pamungkasku ini, sehingga kau berlari sekencang itu!", Pangeran Muradwijaya yang berkata sombong.


Tujuan Pangeran Gunawijaya lari sebenarnya bukan karena takut dengan jurus yang dikeluarkan oleh Pangeran Muradwijaya, tapi karena ia akan membongkar wujud Pangeran Muradwijaya yang asli, sebab wujud aslinya tersebut telah bersembunyi disekitar medan perang. Lalu dengan larinya Pangeran Gunawijaya kearah para anak buah Pangeran Muradwijaya, Pangera Muradwijaya tidak berani menghantamkan jurus bola api raksasanya itu kepada Pangeran Gunawijaya karena jika sampai jurus itu dihantamkannya yang jelas para anak buahnya juga akan ikut mati akibat terkena jurus itu.


Ternyata didalam larinya Pangeran Gunawijaya, ia melemparkan pedang mustika biru tepat mengarah kepada salah satu anak buah Pangeran Muradwijaya, pedang itu melesat kencang bagai peluru yang tak terbendung. Tak disangka saat pedang itu hampir mengenainya, tiba-tiba salah satu anak buah Pangeran Muradwijaya itu hanya menahan dan menjepit pedang yang mengarah padanya dengan menggunakan kedua jarinya, padahal pedang itu melesat sangat kencang, jika hanya seorang pendekar biasa dia tak akan sanggup menahannya.


Kemudian Pangeran Gunawijaya berhenti dari larinya dan mengarahkan tangannya kearah pedangnya itu dan seketika itu pedang pusakanya yaitu pedang mustika biru yang ditahan oleh salah satu anak buah Pangeran Muradwijaya menggunakan kedua jarinya tiba-tiba pedang itu melesat dan kembali pada pemiliknya yaitu Pangeran Gunawijaya. Kemudian Pangeran Gunawijaya berkata pada salah satu anak buah tersebut yang telah menahan lesatan pedangnya?


"Sungguh hebat kau bisa menahan lesatan pedangku, sudah tidak salah lagi, tunjukkan wujud aslimu Pangeran Murad, jangan kau bersembunyi diantara para anak buahmu!", Kata Pangeran Gunawijaya.


Ternyata salah satu anak buah Pangeran Muradwijaya yang menahan lesatan pedang Pangeran Gunawijaya itu, dia adalah Pangeran Muradwijaya itu sendiri yang merubah wujud menjadi bagian dari anak buahnya tersebut, dialah wujud asli Pangeran Muradwijaya yang selama ini dimedan perang dia bersembunyi diantara para anak buahnya dan yang bertarung dengan para kesatria itu hanyalah duplikatnya saja. Lalu Pangeran Muradwijaya yang sudah ketahuan wujud aslinya, dia segera menampakkan dirinya yang aslinya pada Pangeran Gunawijaya, dengan begitu akhirnya Pangeran Gunawijaya bisa bersungguh-sungguh melawannya.

__ADS_1


__ADS_2