
Kemudian Nyi Roro Kidul yang tiba-tiba datang dan menghadiri acara penobatan Raja baru disuryaloka, Beliau berkata?
"Kedatanganku kesini untuk menyampaikan kabar kebenaran yang telah Pangeran Gunawijaya sampaikan pada kalian semua tentang apa yang akan dilakukan sesosok misterius itu pada tanah jawa ini, memang benar tanah jawa akan dihancurkan oleh sesosok misterius itu dalam kurun waktu tiga tahun, tanah jawa ini akan hancur dan tenggelam, karena sesosok misterius itu adalah sesosok yang sangat sakti mandraguna, dengan kesaktiannya dia berhasil mencabut salah satu dari kelima paku bumi tanah jawa yang berada digunung tidar, sedangkan kelima paku bumi itu sebenarnya adalah pilar penopang tanah jawa, jika salah satunya tercabut dari tempatnya keseimbangan tanah jawa ini akan terancam, bencana besar akan melanda seluruh tanah jawa ini", kata Nyi Roro Kidul.
Lalu Maha Patih Damarwijaya bertanya Pada Nyi Roro Kidul?
"Jika memang seperti itu kejadiaannya bagaimana cara mengatasinya Kanjeng Ratu, mohon petunjuknya", kata Maha Patih Damarwijaya dengan rasa penasaran akan hal tersebut.
"Hanya dengan mengalahkan sesosok misterius itu masalah tanah jawa bisa teratasi, tapi tidak mudah untuk mengalahkan sesosok misterius itu karena dia berilmu tinggi", jawab Nyi Roro Kidul.
"Maaf Kanjeng Ratu, seandainya tanah jawa ini tenggelam, yang pasti sesosok misterius itu juga akan ikut tenggelam beserta semua orang yang ada ditanah jawa ini", tanya Pangeran Gunturwijaya pada Nyi Roro Kidul.
Lalu Nyi Roro Kidul menjawab?
"Tidak Pangeran gunturwijaya, karena sesosok misterius itu mempunyai kekuatan salah satu dari kelima paku bumi tanah jawa, sebab dia sudah berhasil menyatukan paku bumi kedalam dirinya, yang jelas yang akan selamat dari kehancuran tanah jawa adalah dia beserta para pengikutnya yang dekat dengan dirinya, karena siapapun yang bisa menyatukan paku bumi tanah jawa kedalam dirinya, dia akan memiliki kekuatan jagad pangurungan, sebab siapa saja seseorang yang memiliki kekuatan itu, dia bisa menghendaki keselematan siapapun dari kehancuran tanah jawa ini", kata Nyi Roro Kidul.
"Lantas seperti apakah kehancuran tanah jawa suatu saat nanti Kanjeng Ratu, bila hal itu sampai terjadi", tanya Raja Silendrawangi, Raja dari kerajaan himalaya, kakak dari Yang Mulya Ratu Kencanawangi.
Kemudian Nyi Roro Kidul menjelaskan akan kehancuran itu pada Raja Silendrawangi?
"Akan ada banjir bandang yang menghancurkan dan menenggelamkan seluruh tanah jawa Dwipa dan yang saya ketahui dari kaca benggala sekarang sesosok misterius itu sedang mengumpulkan seluruh pendekar aliran hitam yang berada ditanah jawa untuk menghancurkan semua Raja-Raja tanah jawa, karena sesosok misterius itu menyadari selagi ada para Raja-Raja tanah jawa, tujuannya menghancuran tanah jawa ini akan terhalangi, sebab jika sampai paku bumi yang dia cabut dari gunung tidar ada yang berhasil merebut darinya dan mengembalikan ketempatnya yang jelas rencananya untuk menghancurkan tanah jawa ini akan gagal", kata Nyi Roro Kidul dengan penuh kewibawaan.
Setelah Nyi Roro Kidul menjelaskan semua tentang kebenaran kabar dari Pangeran Gunawijaya pada semua orang yang berada didalam istana suryaloka, kemudian Nyi Roro Kidul menyuruh semua para Raja Raja tanah jawa untuk bersatu menggalang kekuatan untuk menghancurkan sesosok misterius dengan sekutunya, dan satu hal yang paling penting adalah paku bumi yang telah menyatu pada diri sesosok misterius itu harus ada kesatria yang bisa mengambilnya dan segera mengembalikan kegunung tidar secepatnya sebelum kurun waktu tiga tahun. Kata Nyi Roro Kidul memang tidak bisa dihindari lagi bahwa secepatnya akan ada perang besar yang akan terjadi ditanah jawa antara kekuatan aliran hitam melawan kekuatan aliran putih, nasib tanah jawa bergantung pada para kesatria-kesatria hebat aliran putih.
__ADS_1
"Pangeran Gunawijaya, aku menyuruhmu untuk mengemban tugas berat yaitu menyatukan pendekar aliran putih untuk berjuang bersama menghancurkan sesosok misterius dangan para sekutunya yaitu para pedekar aliran hitam, waktumu tidak banyak, segera kau bergegas untuk menjalankan tugas ini", perintah Nyi Roro Kidul kepada Pangeran Gunawijaya.
"Daulat Kanjeng Ratu, hamba akan segera bergegas untuk menjalankan tugas ini", jawab Pangeran Gunawijaya dengan semangat dan keyakinan yang tinggi.
Lalu Nyi Roro Kidul berkata Pada Pangeran Gunawijaya?
"Karena kau adalah bagian dari salah satu para Raja Raja tanah jawa, nyawamu terancam Pangeran, maka dari itu untuk melancarkan tugas yang aku berikan padamu, aku akan mengutus kedua punggawaku ini yaitu senopati balawarman dan senopati balamarwan untuk mengawal tugasmu Pangeran Gunawijaya", kata Nyi Roro kidul.
"Terimakasih banyak Kanjeng Ratu atas bantuannya, Hamba akan segera menyelesaikan tugas ini secepatnya", jawab Pangeran Gunawijaya kepada Nyi Roro Kidul.
Kemudian Nyi Roro Kidul juga menyuruh Pangeran Gunturwijaya untuk memperdalam ilmunya karena Nyi Roro Kidul mengetahui bahwa didalam diri Pangeran Gunturwijaya masih ada kekuatan terpendam yang harus dibangkitkan. Akhirnya Pangeran Gunturwijayapun juga akan bergegas dengan perintah dari Kanjeng Ratu Roro Kidul atau nyi Roro kidul. Lalu setelah Nyi Roro Kidul menyampaikan kabar tersebut tantang kehancuran tanah jawa pada semua orang yang berada di istana suryaloka, kemudian Nyi Roro Kidul segera bergegas kembali kelaut kidul dangan menaiki kereta kencananya yang bertatahkan emas permata, tiba-tiba kubah atau atap istana suryaloka yang tadinya terbuka dan terlihat hamparan langit yang luas, tiba-tiba tertutuplah dan kembali seperti semula setelah kepergian Kanjeng Ratu Roro Kidul atau Nyi Roro Kidul.
Sehari kemudian pada sore hari dimana langit nampak cerah Pangeran Gunawijaya berpamitan pada semua anggota kerajaan suryaloka untuk mengemban tugas dari Nyi Roro Kidul, ia mengemban tugas disertai kedua senopati dari laut kidul yaitu Balawarman dan Balamarwan. Kedua senopati itu adalah suruhan dari Kanjeng Nyi Roro Kidul untuk mengawal Pangeran Gunawijaya.
Kemudian berangkatlah Pangeran Gunawijaya beserta ketiga pengawalnya yaitu senopati Balawarman dan senopati Balamarwan beserta Pangeran Jatiwijaya putra dari Maha Patih Damarwijaya. Mereka semua menunggangi kuda dalam perjalanan itu dan berpakaian ala seorang pendekar biasa bukan berpakaian ala kerajaan, semua itu untuk menyembunyikan identitas meraka dari semua orang.
Sambil menunggangi kuda senopati Balawarman bertanya pada Pangeran Gunawijaya?
"Sekarang tujuan kita kemana Pangeran", kata Senopati Balawarman.
"Kita kegunung semeru, ketempat Maha Resi Brata", Kata Pangeran Gunawijaya yang menunggangi kuda sambil membawa pedang mustika biru dibelakang punggungnya.
Perjalanan kegunung semerupun lumayan lama dari suryaloka, kemudian hari mulai malam mataharipun sudah terbenam diufuk barat, akhirnya Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya beristirahat disebuah perkampungan yang berada diluar perbatasan wilayah suryaloka. Mereka semua bermalam disebuah penginapan yang berada dikampung itu. Saat Pangeran Gunawijaya sedang beristirahat dikamar penginapan ia mendengar suara jeritan seorang wanita diluar yang sedang dalam bahaya?
__ADS_1
"Aaaaaa, Tolooong", jeritan wanita itu.
Akhirnya Pangeran Gunawijaya keluar dari kamarnya?
"Apa kalian mendengar seorang wanita minta tolong", kata Pangeran Gunawijaya pada senopati Balawarman dan senopati Balamarwan beserta Pangeran Jatiwijaya yang sedang menjaga Pangeran Gunawijaya diluar kamarnya.
"Maaf Pangeran, hamba disini juga mendengar suara itu, dan sepertinya suara itu dari luar penginapan", jawab senopati Balawarman yang bertubuh gagah dan berkulit kecoklatan.
Lalu saat Pangeran Gunawijaya sedang bercakap dengan para pengawalnya, tiba-tiba ia menoleh dan melihat pemilik penginapan yang sedang panik dan menutup penginapannya. Kemudian putra dari Maha Patih Damarwijaya yaitu Pangeran Jatiwijaya yang berkulit putih dan tanpan, masih muda sebaya dengan Pangeran Gunturwijaya, ia menghampiri pemilik penginapan itu dan bertanya?
"Maaf kisanak, kenapa kisanak nampak panik, apa sebenarnya yang sedang terjadi diluar sana", kata Pangeran Jatiwijaya.
"Sudah nak, jangan kau pikirkan kejadian diluar itu, anggap saja kalian tak mendengar apa-apa, hiraukan saja suara itu tadi", jawab kisanak pemilik penginapan yang berbadan gemuk, kumisan dan dia merasa ketakutan.
"Bagaimana bisa kami menghiraukan suara itu, sedangkan suara itu adalah suara seorang wanita yang sedang minta tolong", sahut senopati Balamarwan dengan nada agak tinggi kepada pemilik penginapan tersebut.
Akhirnya pemilik penginapan menjelaskan tentang jeritan wanita itu pada Pangeran Gunawijaya beserta ketiga pengawalnya tersebut?
"Sebenarnya jeritan minta tolong itu bukan dari jeritan wanita biasa, soalnya warga disini sudah mengetahuinya sejak lama", kata kisanak pemilik penginapan itu.
"Lalu siapakah wanita itu sebenarnya, tolong kisanak beri tahu kami", tanya Pangeran Gunawijaya pada pemilik penginapan itu dengan rasa penasaran.
"Baiklah akan saya beritahu siapa wanita itu sebenarnya pada kalian semua, sebenarnya wanita itu bukan manusia seperti kita", kata kisanak pemilik penginapan.
__ADS_1
Saat pemilik penginapan akan memberitahu siapa sebenarnya sesosok wanita itu, tiba-tiba terdengar suara rintihan wanita itu yang bisa membuat bulu kudu merinding dan pemilik penginapan itu segera bergegas dan masuk kekamarnya karena ketakutan mendengar suara rintihan dari wanita tersebut, akhirnya kisanak pemilik penginapan itu tidak jadi menceritakan pada Pangeran Gunawijaya siapa wanita itu sebenarnya.