
Disaat Pangeran Gunawijaya mengalami kesulitan untuk mengalahkan Kalazar tiba-tiba terdengar suara Nyi Roro Kidul dari dalam mata batinnya yang mengatakan untuk mengalahkan Kalazar, Pangeran Gunawijaya harus menyatukan kedua senjata pusakanya pedang mustika biru beserta tombak pasopati. Setelah mendapat petunjuk tersebut akhirnya Pangeran Gunawijaya berhasil menemukan titik terang untuk mengalahkan Kalazar dari petunjuk yang diberikan oleh Nyi Roro Kidul. Kemudian Pangeran Gunawijayapun segera menyatukan kedua senjata pusakanya tersebut dan seketika itu berubahlah dari penyatuan kedua senjata tersebut menjadi keris pusaka jala tungga yang kemampuannya bisa menyerap segala jenis kekuatan apapun dan bisa menirunya.
Kalazar yang melihatnya dia segera mengeluarkan ajian gelap ngampar untuk menyerang Pangeran Gunawijaya, tapi itu semua sia-sia, karena Pangeran Gunawijaya dengan mudah mematahkan ajian gelap ngampar Kalazar si Raja iblis hanya dengan mengarahkan keris jala tungga kearah dirinya yang sedang menggunakan kesaktian aji gelap ngampar.
Kalazarpun roboh oleh kekuatannya sendiri sebab Pangeran Gunawijaya telah menyerap ajian gelap ngampar Kalazar menggunakan keris pusaka jala tungga, lalu mengembalikan kekuatan itu pada dirinya sendiri yaitu Raja iblis Kalazar. Dengan tersungkur jatuh karena terkena kekuatannya sendiri Kalazar berkata pada Pangeran Gunawijaya?
"Hebat kau Gunawijaya, baru kali ini aku menghadapi seseorang yang berilmu tinggi seperti mu", kata Raja iblis Kalazar yang terkalahkan oleh Pangeran Gunawijaya.
Kemudian kalazarpun berdiri dan berteriak kencang?
"Aku Raja iblis Kalazar mengakui bahwa selama ini hanya kau Pangeran Gunawijaya satu-satunya seseorang yang bisa melawanku sampai titik batas kemampuanku, hanya kaulah kesatria terhebat seantero tanah jawa", kata Raja iblis Kalazar dengan rasa penuh dendam pada Pangeran Gunawijaya.
Pangeran Gunawijayapun segera mengeluarkan kekuatan keris jala tungga, keluarlah sinar putih disertai percikan kilat kuning disetiap bagian keris itu, angin bergemuruh dan petirpun menyambar-nyambar karena dampak dari kekuatan keris jala tungga. Lalu Raja iblis Kalazar yang melihat kehebatan keris tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena Kalazar sudah mengeluarkan semua kemampuannya untuk melawan Pangeran Gunawijaya. Sekarang Kalazar hanya bisa mencoba menahan serangan yang akan dilakukan Pangeran Gunawijaya dengan menggunakan keris pusaka jala tungga. Kemudian untuk menahan kekuatan keris pusaka jala tungga, Kalazar mengeluarkan senjata pusakanya yaitu gada balawan.
"Hyaaaaa!, Tamat sudah riwayatmu Kalazaaarrr", teriak Pangeran Gunawijaya yang akan segera menyerang Kalazar.
Disaat Pangeran Gunawijaya akan menyerang Kalazar dengan kekuatan keris pusaka jala tungga, tiba-tiba datanglah sesosok misterius yang wujudnya terselubungi kabut hitam dan dia berusaha menghalangi serangan Pangeran Gunawijaya yang akan ditujukan kepada Raja iblis Kalazar, dan dengan terpaksa akhirnya Pangeran Gunawijaya membatalkan serangan tersebut. Sesosok misterius itupun berkata pada Kalazar?
"Jika kau sampai terkena serangan itu tamat sudah riwayatmu Kalazar meski kau adalah Raja iblis yang sangat sakti", kata sesosok misterius.
"Sebenarnya kau siapa dan berada dipihak mana dirimu", jawab Kalazar.
"Tidak perlu kau tahu siapa aku, yang penting sekarang adalah keselamatanmu dahulu", sahut sesosok misterius itu pada Kalazar.
Sebelum sesosok misterius itu membawa pergi Kalazar, tiba tiba dia bilang sesuatu pada Pangeran Gunawijaya?
"Pangeran, bukan hanya suryaloka yang akan hancur suatu saat nanti, tapi seluruh daratan tanah jawa dwipa ini akan hancur dan tenggelam", kata sesosok misterius.
"Siapa kau sebenarnya, apa tujuanmu datang kemedan perang ini?", tanya Pangeran Gunawijaya pada sesosok misterius itu.
__ADS_1
"Aku adalah kehancuran bagi tanah jawa", jawab sesosok misterius tersebut dengan lantang.
"Wahai sesosok misterius, ingatlah, selama aku Pangeran Gunawijaya putra mahkota suryaloka masih bernafas, tidak akan kubiarkan tanah jawa Dwipa ini hancur dan tenggelam, itu sumpahku", kata Pangeran Gunawijaya dengan keyakinan yang tinggi.
Kemudian menghilanglah sesosok misterius itu beserta Kalazar dari medan perang.
Lalu tak lama kemudian akhirnya Pangeran Gunawijaya kembali keistana dengan kemenangan suryaloka, tapi Pangeran Gunawijaya meskipun ia sudah berhasil memenangkan peperangan, dirinya masih was-was akan hal yang telah dikatakan sesosok misterius tersebut.
Lalu Ibunda Ratu Kencanawangi, ibu dari Pangeran Gunawijaya bertanya?
"Ada apa Putraku, kenapa kau nampak gelisah dengan kemenangan yang kau raih, apa yang sedang kau pikirkan?", kata Ratu Kencanawangi pada Pangeran Gunawijaya.
"Tidak Bunda Ratu, tidak ada yang hamba pikirkan", jawab Pangeran Gunawijaya sambil tersenyum pada Ibundanya yaitu Ratu Kencanawangi.
Sehari kemudian setelah peperangan itu usai, para anggota keluarga kerajaan suryaloka mengadakan upacara pembakaran mayat Maha Raja Aryawijaya tepat disiang hari. Semua rakyat suryaloka sedang berduka atas kematian Rajanya yaitu Maha Raja Aryawijaya, banyak para warga suryaloka yang menghadiri upacara tersebut yang ditempatkan dialun-alun istana suryaloka dan para warga sangat berduka atas kematian Rajanya tersebut. Disitu juga nampak terlihat keluarga kerajaan suryaloka berpakaian serba putih yang meneteskan air mata atas kepergian Maha Raja Aryawijaya yang telah gugur dimedan perang demi menolong putranya yaitu Pangeran Gunturwijaya dari serangan Raja iblis Kalazar.
"Sudahlah Pangeran gunawijaya, relakanlah kepergian Ayahndamu Maha Raja Aryawijaya, beliau gugur sebagai Raja dan kesatria terhormat ditanah jawa Dwipa ini, relakanlah Beliau Pangeran", kata Maha Patih Damarwijaya sambil menepuk-nepuk pundak Pangeran Gunawijaya.
Maha Patih Damarwijaya yang bertubuh kekar dan berkumis tebal, Beliau termasuk paman dari Pangeran Gunawijaya beserta kedua adiknya yaitu Pangeran Gunturwijaya dan Putri Kumalawijaya. Seminggu kemudian diwaktu siang hari disaat acara penobatan Raja Baru disuryaloka yang sebagai kandidat penobatan adalah Pangeran Gunawijaya karena ia adalah putra mahkota dari mendiang Maha Raja Aryawijaya, ternyata acara itu tidak berjalan dengan lancar? Sedangkan acara tersebut banyak dihadiri oleh para tamu undangan yaitu para Raja-Raja dari kerajaan tetangga. Didalam istana suryaloka yang megah nan indah saat acara penobatan akan berlangsung tiba-tiba Pangeran Gunawijaya yang akan dinobatkan sebagai Raja ia membatalkan acara penobatan tersebut.
Saat Pangeran Gunawijaya membatalkan penobatannya sebagai Raja Baru disuryaloka ia berkata?
"Maafkan hamba Bunda Ratu Kencanawangi, Hamba masih belum siap atas penobatan ini karena ada alasan tertentu yang akan hamba sampaikan pada Bunda Ratu dan para anggota istana beserta semua para tamu undangan yang hadir disini", kata Pangeran Gunawijaya.
"Sebenarnya ada alasan apa putraku sampai kau berani membatalkan acara sakral ini", tanya Ratu Kencanawangi kepada putranya yaitu Pangeran Gunawijaya dengan sangat penasaran akan alasan tersebut.
Akhirnya Pangeran Gunawijaya menceritakan tentang apa yang pernah dibilang oleh sesosok misterius yang sempat muncul dimedan perang sewaktu Pangeran Gunawijaya bertarung dengan Kalazar. Semua yang berada diistana suryaloka terkejut dan tidak menyangka kalau Pangeran Gunawijaya selama ini telah menyembunyikan rahasia yang sangat besar ini, tapi beberapa tamu undangan ada yang masih meragukan akan kabar itu, salah satunya adalah Raja Dasabirawa, Beliau adalah Raja dari kerajaan giriseta.
"Apakah kabar ini bisa dipastikan kebenarannya Pangeran", raja Dasabirawa yang berbadan tinggi berkumis dan bermata lebar, ia bertanya kepada Pangeran Gunawijaya.
__ADS_1
"Raja Dasabirawa, kenapa kau meragukan apa yang dikatakan oleh Pangeran Gunawijaya, atas dasar apa kau bertanya seperti itu", sahut Raja Silendrawangi yang berbadan besar, Beliau adalah Raja dari kerajaan himalaya dan Beliau adalah kakak dari Yang Mulya Ratu Kencanawangi yaitu Ibu dari Pangeran Gunawijaya beserta adik adiknya.
Kemudian Raja Dasabirawa menjawab omongan Raja Silendrawangi dengan penuh kesombongan?
"Atas dasar hati nurani saya, saya bertanya kepada Pangeran Gunawijaya, sebab tidak mungkin sampai tanah jawa Dwipa ini bisa hancur dan tenggelam hanya karena sesosok misterius itu dan sesakti apakah dia sebenarnya sampai memberikan ancaman seperti itu", kata Raja Dasabirawa yang sombong.
"Jaga ucapanmu Raja Dasabirawa!, kau sama saja menghina Kanda Pangeran Gunawijaya, tidak seharusnya seorang Raja sepertimu berkata seperti ini, dimana letak kebijakkanmu sebagai Raja giriseta", sahut Pangeran Gunturwijaya dengan nada tinggi.
Terjadi perdebatan didalam ruang istana saat acara penobatan Raja baru disuryaloka. Perdebatan semakin memanas, Raja Dasabirawa yang tidak terima dirinya dibentak oleh Pangeran Gunturwijaya didepan banyak orang dia berkata dengan sinis?
"Beraninya kau Pangeran Gunturwijaya berkata kasar padaku didepan banyak orang, aku Raja Dasabirawa tidak terima dengan perlakuanmu ini, ingin rasanya kutarik keluar lidah kotormu itu", kata Raja Dasabirawa dengan sombongnya.
"Coba saja kalau kau bisa", jawab Pangeran Gunturwijaya dengan nada kesal sambil mengeluarkan pukulan halilintar dikedua tangannya.
"Hentikan ponakkanku Gunturwijaya, ini adalah istana bukan arena pertarungan, meskipun Raja Dasabirawa seperti itu, kita harus tetap menghormatinya sebagai tamu undangan kerajaan", dengan nada Berwibawa Maha Patih Damarwijaya mencegah Pangeran Gunturwijaya yang sedang emosi dan ingin melawan Raja Dasabirawa dengan menggunakan pukulan halilintarnya.
Dengan pernyataan Pangeran Gunawijaya yang telah menyampaikan kabar buruk yang akan menimpa tanah jawa, yang akan dilakukan oleh sesosok misterius, ternyata para tamu undangan penobatan Raja baru disuryaloka banyak yang meragukan kabar tersebut salah satunya ialah Raja Dasabirawa. Sebab mereka para tamu undangan beranggapan bahwa itu hanya gertakan sesosok misterius karena sekutunya Raja iblis Kalazar telah kalah dalam peperangan tersebut.
Lalu suasana semakin ricuh di istana suryaloka saat acara penobatan Pangeran Gunawijaya menjadi Raja baru dikerajaan suryaloka. Dan perdebatan masih terus berlangsung karena pernyataan Pangeran Gunawijaya akan terjadinya sesuatu yang sangat mengerikan ditanah jawa ini. Saat perdebatan tak bisa dihentikan tiba-tiba terdengarlah suara kereta kencana dari langit yang begitu kencang, suara kuda dan bunyi lonceng beserta roda kereta kencana sangat jelas terdengar dari dalam istana suryaloka. Kemudian kubah atau atap istanapun seakan terbuka dan terlihatlah hamparan langit yang luas didalam istana suryaloka. Semua orang yang berada didalam istana nampak terkejut dan kagum dengan keajaiban itu, mereka semua melihat keatas langit yang terlihat dari dalam istana. Lalu munculah diatas langit yang cerah, nampak sebuah kereta kencana yang indah, yang bertatahkan emas permata beserta para punggawa-punggawa atau para pasukan pengawalnya. Semua orang yang berada di istana suryaloka bertanya-tanya dalam hatinya, siapakah gerangan yang mereka lihat itu dan siapakah yang berada didalam kereta kencana tersebut.
Lalu hanya Pangeran Gunawijayalah yang nampak tersenyum melihat kedatangan kereta kencana itu karena Pangeran Gunawijaya sudah mengetahui siapakah yang telah datang. Kemudian turunlah dari kereta kencana seorang wanita berparas ayu nan rupawan, ia benar-benar sesosok wanita yang anggun nan cantik jelita, bertubuh indah, berkukit kuning langsat, berambut panjang dan berpakaian bak seorang Ratu yang memakai pakaian serba hijau dan memakai mahkota bertatahkan emas dan permata. Lalu wanita itupun turun didampingi oleh kedua pengawal pribadinya yaitu kedua senopati Balawarman dan Balamarwan. Kedua pengawal pribadi itu adalah seorang punggawa kembar yang sakti mandraguna dan sosok wanita berparas ayu tersebut ialah Nyi Roro Kidul penguasa laut selatan tanah jawa. Beliau datang dengan tiba-tiba diacara penobatan Pangeran Gunawijaya untuk menyampaikan kebenaran kabar yang telah disampaikan Pangeran Gunawijaya kepada para semua orang yang berada di istana suryaloka. Akhirnya semua orang yang mengetahui bahwa sosok wanita berparas ayu itu adalah Nyi Roro Kidul, mereka semua langsung menghaturkan sembah dan salam kepada penguasa laut kidul tersebut, tapi hanya Raja Dasabirawa yang sangat sombong itu yang tidak menghormati kedatangan Kanjeng Ratu Roro Kidul atau Nyi Roro Kidul.
"Heee!, kenapa kalian semua menghaturkan sembah dan salam pada dia penguasa laut kidul, sedangkan kita ini adalah seorang Raja yang menguasai salah satu wilayah yang berada ditanah jawa ini, kedudukkan kita sama denganya, sebenarnya sehebat apa dia dimata kalian semua sampai kalian begitu menghormatinya, sedangkan kita ini adalah kesatria-kesatria hebat ditanah jawa ini, apa yang kalian takutkan dari seorang wanita seperti dia", ocehan Raja Dasabirawa pada semua orang yang berada di istana suryaloka dengan penuh kesombongan.
Seketika itu Kanjeng Ratu Roro Kidul melihat dan menatap Raja Dasabirawa dengan senyuman manisnya dan tiba-tiba Raja Dasabirawa merasa ada yang keluar dari mulut dan hidungnya, lalu dia mengusap dengan tangannya kemudian dilihatlah dan ternyata yang keluar itu adalah darah segar. Raja Dasabirawa kaget dan bingung melihat darah segar yang bercucuran keluar dari mulut dan hidungnya. Lalu tersungkurlah Raja Dasabirawa karena tak bisa bernafas, lehernya terasa tercekik sampai dia tidak bisa mengeluarkan nafas dari hidung maupun mulutnya.
"Aaaampuni hamba Kanjeng Ratu, haaaamba taaak aaakan berbuat seeeperti ini laaagi", kata Raja Dasabirawa yang terbatah-batah dengan omongannya karena kesakitan, dia memohon ampunan kepada Kanjeng Ratu Roro Kidul akan sikapnya tersebut.
Dan disaat Raja Dasabirawa sudah memohon ampunan kepada Kanjeng Ratu Roro Kidul atau biasa disebut dengan panggilan Nyi Roro Kidul, lalu seketika itu juga dia langsung bisa bernafas lega lagi dan darah segar yang keluar dari mulut dan hidungnya langsung berhenti seketika itu juga. Akhirnya Raja Dasabirawa menyadari akan kekuatan penguasa laut selatan itu, dia sangat menyesal dangan apa yang telah dilakukannya.
__ADS_1