PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
149. Berkumpulnya para Dewa


__ADS_3

Kemudian Pangeran Kasim Wijaya segera mengeluarkan resi Malaka yang asli dari ruang dimensi yang dia buat.


Ternyata selama ini resi Malaka telah disembunyikan oleh pangeran Kasim Wijaya di sebuah dimensi yang tak terlihat.


Pangeran Kasim Wijaya membuat dimensi tersebut menggunakan jurus kalabaya.


Saat itu Bodas yang masih punya kesadaran walaupun sangat sedikit sekali, Dia berkata dengan sangat terbata-bata, karena sebagian besar tubuhnya telah dikuasai raja iblis kalazar.


"Pangeran Guntur Wijaya, Cepat segera habisi diriku sekarang juga, saya sudah siap berkorban demi kemenangan kita semua, dan jangan sia-siakan pengorbananku ini", kata Senopati trenggono alias Bodas.


Mendengar perkataan Bodas tersebut, bercucurlah air mata Pangeran Guntur Wijaya, karena dia tak kuasa mendengarnya.


Kemudian dengan berlinang air mata, Pangeran Guntur Wijaya akan memberikan pukulan terakhir kepada Bodas tepat di kepalanya, agar Bodas bisa meninggal dengan seketika.


Dengan ajian Guntur Saketi, sangat mudah sekali untuk menghabisi Bodas.


Saat Bodas dipastikan benar-benar telah meninggal dunia karena pukulan tersebut dari pangeran Guntur Wijaya, kemudian dengan cepat resi Malaka mengeluarkan pusaka Kendi saktinya.


Kendi itu diletakkan di tanah, dan resi Malaka duduk bersila menghadap Kendi tersebut.


Sedangkan para Ksatria, mereka menjaga resi Malaka saat akan melakukan proses penyegelan jiwa raja iblis kalazar.


Di situ orang lain tidak bisa melihat di mana jiwa raja iblis kalazar yang sedang terombang-ambing untuk mencari tubuh atau wadak, yang bisa dia ambil alih agar dia bisa hidup kembali.


Yang bisa melihat jiwa kalazar hanyalah resi Malaka seorang.


Waktu itu resi Malaka mengeluarkan kesaktian yaitu membuka mata saktinya, agar bisa melihat sosok jiwa-jiwa yang telah tiada.


Saat itu memang banyak sekali jiwa-jiwa dari para korban peperangan tersebut, yang masih tak tentu arah karena belum disempurnakan atau disucikan.


Tapi resi Malaka sangat paham tentang jiwa-jiwa tersebut.


Lalu dengan usaha yang keras, resi Malaka melihat sosok jiwa yang berbeda diantara yang lainnya, jiwa itu menyala kemerah-merahan.


Dan jiwa tersebut seolah-olah sedang kebingungan, jiwa itu seperti akan memilih tubuh atau wadak dari para seseorang yang masih hidup.


Kemudian tanpa banyak berfikir, resi Malaka segera menarik jiwa tersebut menggunakan ajian tarik jiwa.

__ADS_1


Waktu itu jiwa tersebut memberontak, seakan-akan jiwa itu menolak untuk dikendalikan oleh kekuatan lain.


Tapi dengan kehebatan dan kesaktian dari Resi Malaka, akhirnya jiwa itu tak berkutik dibuat.


"muridku Pangeran Guntur Wijaya, cepat tutup Kendi itu segera!!", resi Malaka telah berhasil menyegel jiwa raja iblis Kalazar di dalam Kendi Sakti tersebut.


Tapi sewaktu jiwa raja iblis kalazar akan masuk ke dalam Kendi sakti tersebut, tiba-tiba muncul suara teriakan yang menggema begitu kencangnya, hingga suara tersebut terdengar oleh Begawan Sakti Ludoyo.


Saat itu para Ksatria sangat panik Atas kejadian tersebut, tapi kepanikan itu berhasil diredam oleh resi Malaka.


Lalu setelah situasinya terkendali, resi Malaka berdiam diri sebentar untuk menghela nafas, karena beliau sudah banyak kehilangan Cakra saat menggunakan jurus penarik jiwa, untuk menarik jiwa kalazar yang akan disegelnya.


"dengan begini kalazar tak akan pernah hidup lagi", kata resi Malaka kepada para Ksatria tersebut.


"Lantas Kendi Sakti ini akan resi sembunyikan dimana, karena yang jelas ayah dari raja iblis kalazar, yaitu Begawan Sakti Ludoyo, dia tak akan tinggal diam Atas kejadian ini", Mahapatih Damar Wijaya bertanya pada resi Malaka.


Kemudian resi Malaka menjawab bahwa Kendi tersebut akan dia bawa ke kerajaan Surya Loka, Sebab di kerajaan tersebut ayahnya yaitu maharesi Brata sudah menunggu Kendi Sakti ini.


Lalu Mahapatih Damar Wijaya mengumumkan di medan perang bahwa Raja iblis kalazar telah dikalahkan.


Maka dari itu para pasukan kalazar diharap untuk menyerah, jika mereka masih saja melawan, maka pihak aliansi kerajaan tak segan-segan untuk menghabisinya semua, sampai tak tersisa satupun.


Dan akhirnya para pasukan raja iblis kalazar, akhirnya mereka menurunkan senjatanya untuk menyerah, karena junjungannya sudah terkalahkan.


Dan singkat cerita resi Malaka telah sampai di kerajaan Surya Loka.


Lalu resi Malaka memberikan Kendi Sakti tersebut kepada ayahnya yaitu maharesi Brata.


Kemudian dengan kesaktian beliau yaitu maharesi Brata, Kendi Sakti tersebut beliau bawa menuju ke Kahyangan untuk diserahkan kepada Raja para Dewa, yaitu adalah Dewa Indra.


Beberapa saat kemudian Sesampainya di Kahyangan, maharesi Brata rupanya telah Ditunggu oleh Dewa penasehat Kahyangan, yaitu adalah dewa Narada.


Beliau maharesi Brata telah Ditunggu di depan gerbang istana Kahyangan oleh Dewa Narada.


"Selamat datang maharesi Brata, dan selamat karena para Ksatria sanggup mengemban tugas berat ini, Mari kita segera masuk ke dalam istana, karena kita telah Ditunggu oleh Dewa Indra", kata Dewa Narada.


"sendiko sang Dewa", jawab maharesi Brata.

__ADS_1


Kahyangan ternyata sangat sungguh indah sekali, keindahannya sampai tidak bisa diukur dengan kata-kata.


Hanya orang-orang pilihan saja yang bisa pergi ke Kahyangan, sebab Kahyangan adalah tempat suci para dewa.


"salam hormat hamba yang mulia Dewa Indra, sungguh suatu keberuntungan bagi hamba bisa sampai datang ke sini", sembah Puji maharesi Brata kepada raja para dewa yaitu Dewa Indra.


"justru kamilah yang bangga kedatangan tamu istimewa, seorang Sakti mandraguna panutan bagi umat manusia, yaitu maharsi Brata", jawab raja para dewa yaitu Dewa Indra.


Lalu Maha resi Brata mengutarakan maksud kedatangannya ke Kahyangan.


Beliau ingin menyerahkan Kendi Sakti kepada Dewa Indra, dan sebenarnya Kendi Sakti tersebut adalah pemberian darinya.


Jauh-jauh hari sebelum peperangan tersebut meletus, sebenarnya Dewa Indra telah memberikan Kendi Sakti itu kepada maharesi Brata, untuk menyegel jiwa raja iblis kalazar.


Dewa Indra mengetahui bahwa Raja iblis kalazar tidak bisa mati.


Dan jalan satu-satunya untuk bisa mengalahkan raja iblis kalazar, hanya dengan menyegel jiwanya.


Maka dari itu, Dewa Indra mengutus Dewa Narada turun ke bumi untuk memberikan Kendi Sakti tersebut kepada maharesi Brata.


Dengan syarat suatu saat jika Kendi tersebut sudah berhasil digunakan untuk menyegel jiwa raja iblis kalazar, maka secepatnya Kendi tersebut harus segera dikembalikan ke Kahyangan, yaitu kepada Dewa Indra.


Kemudian saat Kendi Sakti itu sudah dikembalikan ke tangan pemiliknya yaitu Dewa Indra, lalu Kendi Sakti itu dilebur di kawah Candradimuka, untuk melenyapkan jiwa jahat dari raja iblis kalazar.


Saat Dewa Indra akan melebur Kendi tersebut ke kawah Candradimuka, beliau didampingi oleh para dewa dan juga maharesi Brata.


"Wahai jiwa-jiwa yang jahat, sirnalah dari alam semesta ini untuk selamanya", Dewa Indra saat akan melempar Kendi Sakti tersebut ke kawah Candradimuka.


Dan tanpa diduga tiba-tiba Mahadewa atau Dewa Siwa datang dalam proses peleburan Kendi Sakti tersebut.


Semua para dewa termasuk Dewa Indra dan maharesi Brata, mereka semua segera memberikan salam hormat dan sembah Bakti kepada Mahadewa.


Lalu saat Kendi Sakti tersebut telah dimasukkan ke kawah Candradimuka oleh Dewa Indra.


Tiba-tiba dari mata ketiga Mahadewa atau Dewa Siwa, muncullah sinar kemerah-merahan yang mengarah ke kawah Candradimuka.


Ternyata Mahadewa ikut membantu melebur jiwa raja iblis kalazar.

__ADS_1


Mahadewa atau Dewa Siwa berkata, bahwa jika hanya kawah Candradimuka saja, jiwa kalazar tak akan pernah bisa musnah untuk selamanya.


Maka dari itu beliau yaitu Mahadewa, harus ikut turun tangan juga untuk menghancurkan jiwa jahat raja iblis kalazar.


__ADS_2