
Setelah bala pasukan suryaloka tiba diperbatasan medan perang karang menjangan, lalu sebagian para prajurit segera mendirikan tenda peristirahatan. Disamping itu yang diperintahkan menjadi penanggung jawab menjaga keamanan dikerajaan suryaloka adalah senopati Kuncoro beserta para pasukannya dan masih ada juga punggawa-punggawa yang lainnya yang memang bertugas menjaga keamanan kerajaan suryaloka jika bala pasukan suryaloka dalam masa tugas peperangan.
Kemudian Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya yang sedang menuju kesuryaloka belum juga datang karena perjalanan mereka sempat terhambat oleh para pendekar aliran hitam. Lalu sore itu dikerajaan suryaloka, Ratu Kencanawangi beserta putrinya yaitu Putri Kumalawijaya sedang gelisah karena mereka berdua memikirkan situasi peperangan yang akan terjadi karang menjangan.
"Kanjeng Ibu Ratu, semoga suryaloka bisa memenangkan peperangan ini", kata Putri Kumalawijaya dengan perasaan cemas.
"Tentu saja putriku, suryaloka pasti akan menang dalam peperangan ini karena tidak mungkin suryaloka bisa dikalahkan oleh daerah bawahannya sendiri seperti karang menjangan", jawab Ratu Kencanawangi dengan penuh keyakinan.
Lalu disisi lain dikerajaan atau keraton segoro kidul, Beliau yaitu Nyi Roro Kidul sedang memantau keadaan tanah jawa, Beliau memantau perkembangan kerajaan-kerajaan tanah jawa terutama kerajaan suryaloka sebagai kerajaan terbesar seantero tanah jawa. Nyi Roro Kidul memantau atau melihat situasi dan keadaan tanah jawa melalui kaca benggala miliknya, karena kaca benggala adalah sebuah cermin sakti yang bisa menampakkan gambaran seisi dunia sesuai keinginan pemiliknya.
Kemudian Nyi Roro Kidul bercakap dengan abdi setianya yaitu dewi Cundo Manik sambil melihat keadaan suryaloka dari kaca benggalanya?
"Lihatlah Cundo Manik, betapa masalah besar selalu ada pada suryaloka, dulu semasa mendiang Maha Raja Aryawijaya masih hidup, suryaloka ditimpa musibah dengan kehadiran penyihir amuka beserta raja iblis kalazar, sehingga mengakibatkan perang besar disuryaloka dan pada akhirnya suryaloka berhasil memenangkan perang itu meski Maha Raja Aryawijaya harus gugur dalam peperangan itu, dan sekarang masalah baru datang lagi disuryaloka, masalah pemberontakkan Adipati Burhansangkala sudah berujung pada peperangan".
Lalu dewi Cundo Manik menjawab perkataan Nyi Roro Kidul dengan nada penuh hormat?
"Ampun Kanjeng Ratu, mungkin ini semua sudah kehendak Dewata, kalau hamba boleh tahu, bagaimana nantinya nasib suryaloka Kanjeng Ratu?".
__ADS_1
Sambil tersenyum Nyi Roro Kidul menjawab?
"Pada akhirnya Pangeran Gunawijayalah yang akan menyelamatkan suryaloka dari aksi pemberontakkan Adipati Burhansangkala, dan peperangan itu besar kemungkinan akan dimenangkan suryaloka meski dengan sangat susah payah".
Beberapa saat kemudian Pangeran Gunawijaya beserta pengawalnya yang sedang dalam perjalanan kesuryaloka tiba-tiba Pangeran Gunawijaya memperhentikan perjalanannya tersebut?
"Berhenti semuanya!", kata Pangeran Gunawijaya.
"Maaf Pangeran, kalau hamba boleh tahu ada apa sebenarnya Pangeran Gunawijaya memperhentikan perjalanan kita semua?", tanya Jatmiko sipendekar sabit dari timur.
"Saya merasa ada seseorang yang akan datang!", jawab Pangeran Gunawijaya.
"Salam hormat kami dewi Cundo Manik", kata senopati Balawarman dan senopati Balamarwan.
Kemudian Kedasih, Jatmiko dan Pangeran Jatiwijaya nampak bingung dan bertanya-tanya siapakah wanita cantik itu yang datang dan mengapa senopati Balawarman dan senopati Balamarwan langsung memberi hormat padanya? Akhirnya Pangeran Gunawijaya menjawab kebingungan mereka akan siapakah sebenarnya wanita cantik tersebut. Setelah mereka tahu dari jawaban Pangeran Gunawijaya tentang siapa wanita cantik itu, akhirnya mereka memberi salam hormat juga pada wanita cantik yang bernama dewi Cundo Manik, ia adalah abdi setia Nyi Roro Kidul atau tangan kanannya.
Kedatangan dewi Cundo Manik ditengah perjalanan Pangeran Gunawijaya, membuat Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya bertanya-tanya ada apa sebenarnya maksud kedatangannya, kemudian Pangeran Gunawijaya menghampiri dewi Cundo Manik dan ia bertanya padanya?
__ADS_1
"Maaf dewi, kalau bolah saya tahu ada perlu apa dewi Cundo Manik tiba-tiba datang ditengah perjalanan kami?".
"Saya datang kesini diutus oleh Kanjeng Ratu Roro Kidul untuk menjemput senopati Balawarman beserta senopati Balamarwan", kata dewi Cundo Manik.
Lalu bingunglah mereka semua atas jawaban dari dewi Cundo Manik yang tiba-tiba akan menjemput kedua senopati tersebut, padahal kedua senopati itu sangat dibutuhkan Pangeran Gunawijaya untuk menumpas kejahatan Adipati Burhansangkala, tapi kenapa kedua senopati itu malah dijemput oleh dewi Cundo Manik, sebenarnya apa rencana Nyi Roro Kidul sampai Beliau menyuruh dewi Cundo Manik untuk menarik kedua punggawa hebatnya tersebut yaitu senopati Balawarman dan senopati Balamarwan.
Akhirnya dewi Cundo Manik menjelaskan semua niatannya untuk menjemput kedua senopati itu, ia bilang bahwa tidak harus ada campur tangan dari pihak segoro kidul dalam urusan masalah suryaloka, karena suryaloka adalah kerajaan terbesar dan terkuat seantero tanah jawa, maka dari itu Nyi Roro Kidul memutuskan untuk menarik kedua senopatinya tersebut.
Jika senopati Balawarman dan Balamarwan ikut dalam peperangan itu, yang jelas suryaloka akan terlihat seperti sebuah kerajaan lemah yang harus butuh bantuan untuk menyelesaikan urusan masalah dalam negrinya, karena masalah pemberontakkan Adipati Burhansangkala termasuk urusan masalah dalam negri suryaloka jadi harus diselesaikan secara pribadi tanpa harus ada ikut campur tangan dari pihak kerajaan lainnya seperti senopati Balawarman dan senopati Balamarwan yang berasal dari kerajaan segoro kidul. Tapi suatu saat jika Pangeran Gunawijaya melanjutkan misinya untuk menyatukan pendekar aliran putih untuk berjuang bersama demi kedamaian tanah jawa, Nyi Roro Kidul akan mengirim kedua senopatinya itu lagi untuk mengawal Pangeran Gunawijaya.
"Kalau bagitu hamba beserta dimas Balamarwan mohon izin pamit dulu Pangeran Gunawijaya, suatu saat hamba akan datang kembali disaat Pangeran Gunawijaya melanjutkan tugas menyatukan para pendekar aliran putih, dan semoga suryaloka diberi kemenangan dan kejayaan oleh Dewata", kata senopati Balawarman dengan penuh hormat pada Pangeran Gunawijaya.
Akhirnya kedua senopati tersebut pergi bersama dewi Cundo Manik kesegoro kidul, dengan sekejap mata mereka bertiga menghilang dari pandangan Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya. Dan setelah itu Pangeran Gunawijaya beserta pengawalnya yang telah berkurang selepas kepergian senopati Balawarman dan senopati Balamarwan, mereka semua segera bergegas melanjutkan perjalanannya kesuryaloka untuk membantu peperangan yang akan dihadapi suryaloka.
Kemudian di karang menjangan senopati Kolomonggo melaporkan kepada Adipati Burhansangkala bahwa telah ada penyerbuan besar besaran dari pihak suryaloka yang sekarang sudah berada diperbatasan medan perang karang menjangan. Adipati Burhansangkala sangat terkejut mendengar kabar itu, karena sangat tidak mungkin pihak suryaloka berani melakukan gencatan senjata tanpa ada persetujuan dari putra mahkota suryaloka yaitu Pangeran Gunawijaya, sebab setahunya Pangeran Gunawijaya telah mengemban tugas yang diberikan oleh Nyi Roro Kidul, tapi kenapa pihak suryaloka berani bertindak sedemikian itu tanpa ada perundingan dulu sama putra mahkota suryaloka, itulah yang menjadi tanda tanya bagi Adipati Burhamsangkala?
Akhirnya Adipati Burhansangkala memerintahkan senopati Kolomonggo untuk segera menyiapkan semua pasukan termasuk pasukan khusus gardasura untuk segera bersiap untuk perang besar yang akan dihadapinya.
__ADS_1
Lalu dari pihak suryaloka yang sudah bersiap diperbatasan medan perang karang menjangan, mereka mengirim utusan kepada Adipati Burhansangkala yaitu pendekar Sanjaya beserta kedua pasukan khusus prajaloka untuk memperingati tindakkan aksi pemberontakkannya supaya mengurungkan niatnya tersebut, karena suryaloka hanya memberi waktu sampai besok pagi untuk memikirkan masalah ini? Tapi jika niatan aksi pemberontakkan Adipati Burhansangkala masih akan dilakukan, besok pagi suryaloka akan meluluh lantahkan karang menjangan tanpa ragu. Itulah peringatan suryaloka yang disampaikan oleh Sanjaya yang didampingi oleh kedua pasukan khusus prajaloka kepada Adipati Burhansangkala yang berada dipuri kadipatennya.