PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
184. Sejarah jurus kala murka


__ADS_3

Saat Pangeran Guna Wijaya masih dalam kondisi yang lemah, karena pedang mustika biru yang bersemayam dalam dirinya, telah diambil secara paksa oleh Begawan Sakti Ludoyo.


Kini Begawan itu masih ingin mengambil pusaka yang lainnya, yang masih bersemayam dalam diri Pangeran Guna Wijaya?


Kemudian saat Begawan tersebut hendak mengulangi perbuatannya lagi, kepada Pangeran Guna Wijaya? Tiba-tiba perbuatannya tersebut dipatahkan oleh seseorang kesatria yang tiba-tiba muncul untuk menolong Pangeran Guna Wijaya?


"Gelombang buwana sakti!", kesatria misterius itu mengeluarkan jurus yang sama seperti milik Pangeran Guna Wijaya.


Dan patahlah kemampuan Begawan tersebut, saat akan menyerap atau menarik pusaka Pangeran Guna Wijaya, yang bersemayam dalam dirinya.


Pangeran Guna Wijaya terkejut dengan apa yang ia lihat? "Kenapa tiba-tiba muncul jurus yang sama dengan jurus milikku, siapakah yang memiliki jurus tersebut?".


Bukan hanya Pangeran Guna Wijaya saja yang terkejut, Begawan Sakti Ludoyo juga sangat terkejut dengan kejadian itu? "Padahal pedang mustika biru sudah berhasil aku rebut, lantas siapa yang memiliki jurus gelombang buwana sakti tersebut? Seharusnya hanya pemilik pedang mustika birulah yang memiliki jurus itu?".


Akhirnya seorang kesatria itu mendekati Pangeran Guna Wijaya, dan ia berusaha memulihkan cakranya.


"Lama tidak jumpa Pangeran?", kata kesatria itu pada Pangeran Guna Wijaya.


"Ya Raden, semenjak perang suryaloka, kita sudah tidak pernah bertemu", jawab Pangeran Guna Wijaya.


"Aku diutus oleh ibu ratu Nyi Roro kidul, untuk memberikan pedang samudra biru untukmu Pangeran", kesatria itu berkata.


Ternyata kesatria itu hanya utusan dari Nyi Roro kidul, untuk memberikan pedang samudra biru kepada Pangeran Guna Wijaya.


Sebab Nyi Roro kidul tahu bahwa pedang mustika biru milik Pangeran Guna Wijaya, telah diambil paksa oleh Begawan Ludoyo.


Maka dari itu, agar kekuatan Pangeran Guna Wijaya tidak berkurang, Nyi Roro kidul berinisiatif memberikan pedang samudra biru pada Pangeran Guna Wijaya.


Sebab pedang samudra biru adalah kembaran dari pedang mustika biru? Maka dari itu, kedua pedang tersebut memiliki kekuatan yang sama.


Dan yang mengantarkan pedang tersebut ternyata adalah Raden Rangga, putra Nyi Roro kidul, Ratu pantai selatan tanah Jawa.

__ADS_1


Setelah Cakra Pangeran Guna Wijaya kembali pulih, berkata pertolongan Raden Rangga? Kini Pangeran Guna Wijaya siap bertarung kembali melawan Begawan Ludoyo.


Dengan pedang samudra biru, Pangeran Guna Wijaya seperti mendapatkan kekuatan tambahan dari pedang tersebut.


Untuk sementara trisula dewa oleh Pangeran Guna Wijaya disemayamkan kedalam tubuhnya, sebab ia ingin mencoba pedang samudra biru yang telah di berikan padanya oleh Nyi Roro kidul lewat pelantara Raden Rangga.


Tak mau kalah juga, Begawan Ludoyo juga menggunakan pedang mustika biru untuk menandingi pedang samudra biru.


Akhirnya keduanya bertarung habis-habisan menggunakan pedang masing-masing? Pangeran Guna Wijaya dengan pedang samudra biru, sedangkan Begawan Ludoyo dengan pedang mustika biru.


Pertarungan itu sangat luar biasa, sampai mengguncang bumi dan langit.


Dan Raden Rangga melihat didepan matanya sendiri, sedahsyat apa pertarungan tersebut? Sebab selama ini dia hanya memantau dari istana Segoro kidul saja, dan tak pernah melihat secara langsung pertarungan itu.


"Putraku, Raden Rangga, segera kau kembali ke istana sekarang juga", lewat telepati, Nyi Roro kidul berkata pada putranya tersebut.


"Maafkan hamba ibu ratu kidul? Kali ini hamba tidak bisa mematuhi perintah ibu ratu? Melihat pertarungan ini, hamba akan tetap disini berjuang bersama Pangeran Guna Wijaya untuk mengalahkan Begawan Ludoyo", jawab Raden Rangga pada ibunya, yaitu Nyi Roro kidul.


Sebenarnya Nyi Roro kidul sangat berat pada putranya tersebut, tapi Nyi Roro kidul paham akan sifat dari putranya itu jika berjuang menegakkan kebenaran.


Raden Rangga yang melihatnya, segera mengeluarkan ajian perisai Segoro kidul dengan tingkat maksimum untuk melindungi dirinya, agar bisa selamat dari imbas jurus gelombang buwana sakti yang dikeluarkan oleh Pangeran Guna Wijaya dan Begawan Ludoyo.


Sebab dengan jarak sedekat itu, tidak menutup kemungkinan, Raden Rangga pasti akan terkena dampak atau imbas dari jurus tersebut.


Akhirnya keduanya jurus gelombang buwana sakti saling beradu satu sama lain?


Kedua kesatria yang menggunakan jurus tersebut, masing-masing saling menahan dan memperkuat jurusnya itu agar bisa menang dan mengalahkan lawannya.


Pangeran guna wijaya terus menyalurkan Cakra pada jurusnya itu, dan Begawan Ludoyo juga begitu, dia tak mau kalah oleh lawannya tersebut yaitu Pangeran Guna Wijaya.


Sedangkan Raden Rangga berusaha konsentrasi pada ajian perisai Segoro kidulnya, sebab percikan kekuatan dari kedua jurus gelombang buwana sakti telah menghujami hampir seluruh area pertempuran tersebut.

__ADS_1


Dan dampaknya sangat mengerikan sekali? Karena imbas dari ledakkan ledakkan besar hingga membuat area tersebut kacau balau.


Tapi dengan ajian perisai Segoro kidul tingkat maksimum, percikkan dari kedua jurus gelombang buwana sakti tak mampu menembusnya, sehingga Raden Rangga aman aman saja dengan perlindungan dari ajian tersebut.


"Kenapa aku pengguna jurus kala murka, sangat kesulitan menghadapi pengguna jurus kala Pati? Padahal jurus kala Pati lebih rendah tingkatannya dari jurus kala murka", Begawan Ludoyo berkata dalam hatinya.


Sebenarnya jurus kala Pati tak bisa menandingi jurus kala murka, Karena jurus kala murka levelnya berada diatasnya.


Tapi ternyata jurus kala Pati yang dimiliki oleh Pangeran Guna Wijaya sangat berbeda dengan yang dimiliki oleh mendiang Pangeran Murad Wijaya, atau yang biasa disebut dengan sesosok misterius?


Sebab Pangeran Guna Wijaya mendapatkan jurus tersebut langsung dari penciptanya, yaitu Dewa Indra.


Sedangkan mendiang Pangeran Murad Wijaya, mendapatkan jurus itu dari Begawan Sakti Ludoyo, saat waktu dulu dia jadi tangan kanannya.


Sebenarnya ketiga jurus kala tersebut adalah ciptaan Dewa Indra, yaitu jurus kala murka, kala pati dan kala baya.


Awalnya Dewa Indra hanya menciptakan jurus kala murka, tapi saking saktinya jurus tersebut, karena melebihi batas dari segala kesaktian? Maka dari itu jurus kala murka kesaktiannya dipecah jadi tiga bagian.


Akhirnya terciptalah jurus kala Pati dan kala baya, Karena tercipta dari jurus kala murka.


Dengan begitu akhirnya Dewa Indra berhasil membagi kesaktian dari jurus kala murka menjadi tiga bagian.


Meskipun jurus kala murka terpecah menjadi tiga bagian, tapi jurus kala murka level kesaktiannya tetap berada paling atas dari jurus kala Pati dan kala baya.


Sedangkan kala itu Begawan Sakti Ludoyo dengan susah payah mendapatkan dan menguasai jurus kala murka?


Begawan sakti Ludoyo rela bertapa dengan waktu yang sangat panjang untuk bisa mendapatkan jurus tersebut.


Dan pada akhirnya disaat dia sudah mendapatkannya, dirinya berubah menjadi orang yang tamak akan segalanya?


Sebab dia merasa dirinya sudah sejajar dengan Dewa.

__ADS_1


Bahkan dengan mudahnya dia bolak-balik ke kahyangan?


Kala itu Dewa Indra sangat geram melihat tingkah laku Begawan Ludoyo? Tak disangka, jurus yang beliau ciptakan ternyata berdampak buruk pada seseorang yang telah menguasainya tersebut.


__ADS_2