
Ternyata sinar dari pedang mustika biru tidak bisa menetralkan hawa jahat pada diri prajurit itu yang sedang kerasukan mahluk halus, dan Maha Patih Damarwijaya beserta Pangeran Gunawijaya terkejut melihat situasi yang seperti itu karena sinar dari pedang mustika biru tak mempan pada sosok yang merasuki prajurit tersebut, mereka berdua sangat bertanya tanya, mahluk apa sebenarnya yang telah merasuki prajuritnya itu.
Kemudian prajurit yang kerasukan tersebut berkata dengan lantang bahwa dia sebenarnya adalah Kalazar, si Raja iblis yang dulu pernah menyerang suryaloka dan membunuh Maha Raja Aryawijaya menggunakan gigi taringnya.
Lalu Pangeran Gunawijaya bertanya kepadanya apa tujuannya merasuki salah satu dari prajuritnya tersebut. Kemudian Kalazar menjawab bahwa tujuannya ingin meminta pedang mustika biru dari tangan Pangeran Gunawjaya, jika tidak diberikan, Kalazar akan membunuh prajurit yang dia rasuki dengan sebilah pedang yang prajurit itu pegang dan diarahkan ke lehernya untuk siap menyayat lehernya itu jika pedang mustika biru tidak segera di berikan padanya.
"Nunggu apa lagi kau Gunawijaya, apa kau nunggu prajuritmu ini mati tersayat lehernya oleh pedang ini!", kata Kalazar dengan liciknya.
Lalu matilah prajurit tersebut terkena sayatan pada lehernya oleh pedangnya sendiri karena pengaruh jahat dari Raja iblis Kalazar. Kemudian setelah prajurit yang Kalazar rasuki itu mati, dengan liciknya Kalazar kembali merasuki salah satu seseorang yang berada disana, kali ini yang dia rasuki adalah Maha Patih Damarwijaya.
Kalazar yang merasuki tubuh Maha Patih Damarwijaya dengan bringas dia menyerang Pangeran Gunawijaya dengan membabi buta. Apa boleh buat, Pangeran Gunawijaya akhirnya melawan pamannya sendiri yaitu Maha Patih Damarwijaya yang sedang terkena pengaruh Kalazar.
Adu bela diripun tak terkelakan, Maha Patih Damarwijaya yang sedang kerasukan Kalazar menyerang Pangeran Gunawijaya dengan sangat beringas, tapi hal itu bukan jadi hambatan bagi Pangeran Gunawijaya karena ia dengan mudah bisa menahannya.
__ADS_1
Kemudian Raja iblis Kalazar yang merasuk kedalam tubuh Maha Patih Damarwijaya akhirnya dia menyadari bahwa sia sia dia menyerang Pangeran Gunawijaya dengan sangat beringas meski dia telah mengendalikan Maha Patih Damarwijaya.
Lalu dengan cepat Maha Patih Damarwijaya yang telah kerasukan Kalazar menyahut sebilah pedang milik salah satu prajurit yang berada disana.
Kemudian Raja iblis Kalazar yang marasuk kedalam tubuh Maha Patih Damarwijaya, dia meminta agar pedang mustika biru segara di berikan, kalau tidak segera di berikan nasib Maha Patih Damarwijaya akan sama seperti prajurit yang dia rasuki sebelumnya.
Kemudian dengan berat hati Pangeran Gunawijaya menyerahkan pedang mustika biru agar Maha Patih Damarwijaya bisa terbebas dari pengaruh Raja iblis Kalazar yang sedang merasukinya, tapi apa yang terjadi sebelum Pangeran Gunawijaya menyerahkan pedang tersebut tiba tiba Maha Patih Damarwijaya yang sedang terasuki Kalazar, Beliau berkata dengan sedikit sisa dari kesadaran nya yang terasuki oleh Raja iblis Kalazar.
Setelah mendengar perkataan itu, Pangeran Gunawijaya dibuat dilema oleh keadan tersebut, akhirnya dengan berat hati ia menyerang Raja iblis Kalazar yang sedang merasuki Maha Patih Damarwijaya menggunakan pedang mustika birunya, tapi hal itu dicegah oleh Dewi Puspasari istri dari Maha Patih Damarwijaya, sebab jika serangan itu dilakukan bisa bisa Maha Patih Damarwijaya akan mati akibat serangan terkena dampak dari serangan tersebut.
Dengan alasan seperti itu kemudian Pangeran Gunawijaya menahan serangan tersebut yang akan dilakukan pada pamannya yaitu Mahapatih Damarwijaya. Lalu Raja iblis Kalazar yang sedang merasuki Maha Patih Damarwijaya berkata bahwa percuma saja Pangeran Gunawijaya menahan serangannya itu karena hal itu tetap akan sia sia, sebab Maha Patih Damarwijaya akan tetap mati meski tidak bertarung dengannya karena jika Pangeran Gunawijaya tidak menyerahkan pedang mustika birunya, maka Raja iblis Kalazar yang akan membunuh Maha Patih Damarwijaya dengan cara yang sama seperti dia lakukan pada salah satu prajurit yang telah dia bunuh saat Kalazar merasukinya.
Akhirnya dengan terpaksa demi keselamatan pamannya yaitu Maha Patih Damarwijaya, Pangeran Gunawijaya memberikan pedang mustika biru tersebut kepada Raja iblis Kalazar, tapi dengan syarat agar Kalazar membebaskan pamannya dulu dari pengaruh jahatnya tersebut.
__ADS_1
Tapi Raja iblis Kalazar tidak bodoh, dia menyuruh Pangeran Gunawijaya untuk melemparkan pedang mustika biru kearah sebuah pohon yang berada didekatnya agar Raja iblis Kalazar bisa dengan mudah membawa kabur pedang tersebut saat dia sudah keluar dari dalam tubuh Maha Patih Damarwijaya.
Kemudian Pangeran Gunawijaya menyanggupinya sebab itu semua demi keselamatan pamannya tersebut yaitu Maha Patih Damarwijaya. Lalu tanpa berfikir panjang Pangeran Gunawijaya melemparkan pedang mustika biru kearah yang sudah ditentukan oleh Kalazar, dan seketika itu Raja iblis Kalazar langsung keluar dari tubuh Maha Patih Damarwijaya, dia segera mengambil pedang tersebut yang telah berada tidak jauh darinya, sebab jika dia tetap berada didalam tubuh Maha Patih Damarwijaya, dia tahu bahwa pasti Maha Patih Damarwijaya akan menahan dirinya dengan sisa kesadarannya, maka dari itu Raja iblis Kalazar memutuskan untuk keluar dari dalam tubuh Maha Patih Damarwijaya untuk mengambil pedang mustika biru.
Dengan cepat Maha Patih Damarwijaya menggunakan aji brata yang bisa mengendalikan kekuatan alam untuk menghisap pedang mustika biru kedalam tanah, tapi apa daya ternyata Kalazar bisa menembus tanas dengan kekuatan iblisnya.
"Percuma saja kau Damarwijaya, kemanapun pedang itu kau sembunyikan, aku pasti bisa mendapatkannya dengan mudah!", Raja iblis Kalazar dengan begitu yakinnya.
Kalazar mengejar pedang tersebut dibawah tanah, dan saat itu juga Maha Patih Damarwijaya akan menyusulnya kedalam tanah karena ia pengguna jurus aji brata tersebut, perkara yang mudah bagi Maha Patih Damarwijaya hanya untuk masuk kedalam tanah, tapi ternyata usahanya tersebut dihentikan oleh Pangeran Gunawijaya, sebab Pangeran Gunawijaya tahu bahwa pedang mustika biru tak akan ada yang bisa menggunakan kekuatannya selain pemiliknya tersebut.
Raja iblis Kalazar yang tidak mengetahui itu semua dia tetap berusaha untuk mengambil pedang tersebut dari dalam tanah, setelah dia berhasil mengambil pedang itu, ternyata dia akan menyerahkannya pada begewan sakti yaitu begawan Ludoyo. Ternyata apa yang telah dilakukan Kalazar ternyata atas perintah begawan tersebut, sebab ternyata Raja iblis Kalazar adalah putra dari begawan Ludoyo.
Singkat cerita, dulu begawan Ludoyo pernah menjalin hubungan asmara bersama Putri Jamasari yang berasal dari negri siluman. Putri Jamasari adalah Putri dari penguasa negri siluman, hubungan asmaranya dengan begawan Ludoyo telah mendapatkan restu dari Ayahndanya yaitu Prabu Raksa, dan akhirnya dari hubungan asmara tersebut lahirlah Kalazar sang Raja iblis.
__ADS_1