PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
104. Keputus asaan melanda sang Raja


__ADS_3

Kemudian saat lawannya tersebut yaitu Pangeran Kasimwijaya sudah terlihat lemas, lalu senopati Sumantri menghampirinya dan akan segera menghabisinya.


Tapi ternyata Pangeran Kasimwijaya masih bisa memberi perlawanan walau hanya sekali dua kali.


Perlawanan itu percuma saja, karena dengan tenaga yang sangat lemah, Pangeran Kasimwijaya tak akan bisa untuk melukai senopati Sumantri yang sedang menggunakan ilmunya tersebut yaitu ilmu lowo ireng.


Ilmu lowo ireng tak hanya tidak bisa mati jika didarat, tapi pengguna ilmu itu akan mendapatkan tambahan kekuatan berlipat ganda dan juga bisa terbang layaknya lowo atau bisa dibilang kelelawar.


Saat Pangeran Kasimwijaya dihabisi seketika itu oleh senopati Sumantri menggunakan jurus mematikan, tiba-tiba Pangeran Kasimwijaya wujudnya berubah menjadi tanah liat.


"Apa apaan ini, siapa sebenarnya kau anak muda, dan dimanakah kau berada, tunjukkan wujud aslimu", senopati Sumantri yang sangat terkejut dan marah melihat selama ini yang dia lawan ternyata bukan Pangeran Kasimwijaya yang sebenarnya.


Saat ini timbul rasa was was dalam diri senopati Sumantri, karena dia merasa bahwa pemuda yang dia lawan bukanlah pendekar biasa.


Kemudian senopati Sumantri mencoba mendeteksi keberadaan lawannya tersebut menggunakan kekuatan indera ke enam nya yang telah dia buka menggunakan ilmu lowo ireng.


Akhirnya tak butuh waktu lama senopati Sumantri telah mengetahui dimana keberadaan lawannya tersebut berada.


Alangkah terkejutnya, ternyata sekeliling tempat itu adalah wujud dari lawannya tersebut yaitu Pangeran Kasimwijaya.


"Tidak mungkin, sungguh tidak mungkin!, bagaimana mungkin sekitar tempat ini adalah dia", kata senopati Sumantri yang terheran heran mengetahui hal tersebut.


"Kau benar senopati, sekarang akulah tempat ini, tempat dimana kau berada dan juga para prajuritmu", suara Pangeran Kasimwijaya yang menggema disetiap penjuru hutan tersebut.


Bukan hanya senopati Sumantri yang terheran-heran mengetahui hal tersebut, tapi semua orang yang sedang bertempur didalam hutan tersebut juga terheran-heran mengetahuinya.


Patih Waranggaseta sempat tak percaya dengan apa yang dia saksikan waktu itu, tapi senopati Kuncoro mencoba menjelaskan bahwa hal ini adalah kebenaran.


Inilah kesaktian jurus kalabaya yang dimiliki oleh Pangeran Kasimwijaya.


Kemudian senopati Sumantri berniat akan membakar hutan tersebut agar Pangeran Kasimwijaya yang telah menyatu dengan hutan itu akan mati terbakar.


Senopati Sumantri memerintahkan sebagian para prajuritnya untuk membakar hutan itu secepat mungkin.


Akhirnya para prajurit tersebut segera membakar dedaunan kering yang berada disekitar hutan itu, agar api yang menyala cepat menyebar ke berbagi penjuru.

__ADS_1


Patih Waranggaseta dan para pasukannya mencoba untuk memadamkan api itu, tapi senopati Sumantri menghalanginya.


Tidak sulit bagi senopati Sumantri yang telah menggunakan ilmu lowo ireng untuk melawan Patih Waranggaseta beserta para pasukannya tersebut.


Dengan kehebatan ilmu lowo ireng, senopati Sumantri bisa dengan mudah melibas Patih Waranggaseta beserta para pasukannya yang akan memadamkan hutan tersebut dari kebakaran.


Tapi untunglah Patih Waranggaseta dan para pasukannya hanya terluka saja oleh serangan dari senopati Sumantri.


Saat senopati Sumantri dan para prajuritnya akan menghabisi semua lawannya tersebut, tiba-tiba akar dari pepohonan yang ada dihutan itu melilit satu persatu para prajurit senopati Sumantri.


Senopati Sumantri yang melihatnya mencoba menolong para prajuritnya dengan memotong akar akar itu, tapi apa daya, akar akar itu ternyata tidak bisa dipotong meski dengan senjata apapun, sebab akar akar itu termasuk diri Pangeran Kasimwijaya yang telah menyatu dengan hutan tersebut menggunakan jurus kalabaya.


"Percuma saja kau memotong akar akar itu senopati, semakin kau potong akar akar itu, semakin kuat akar akar itu jadinya", suara Pangeran Kasimwijaya yang menggema didalam hutan tersebut.


Berbagai cara telah senopati Sumantri lakukan untuk menolong para prajuritnya yang terlilit oleh akar akar dari pepohonan yang berada dihutan itu, tapi hasilnya nihil, senopati Sumantri tidak bisa menolong satupun dari para prajuritnya tersebut.


Senopati Sumantri sudah kehabisan akal, dia berteriak teriak tidak jelas sembari menantang lawannya yaitu Pangeran Kasimwijaya.


Dia menyuruh lawannya tersebut untuk menampakkan dirinya dan bertarung secara jantan.


Akhirnya senopati Sumantri terlilit juga oleh akar akar itu dan dia dibawa sampai keatas pohon yang tinggi sekali.


Lalu lama lama akar pohon itu melilit leher senopati Sumantri dengan kencang hingga dia kehabisan nafas dan mati.


Kini kematian senopati Sumantri tidak lagi didarat, tapi dia mati terlilit akar diatas ketinggian pohon didalam hutan itu.


Jadi ilmu lowo ireng nya kini tak berguna sama sekali, dan para prajuritnya menyaksikan kejadian tersebut.


Lalu mengetahui bahwa panglima perangnya yaitu senopati Sumantri telah mati, akhirnya para prajuritnya yang masih tersisa menyerah kalah kepada Patih Waranggaseta.


Kemudian para prajurit giritunggal tersebut menjadi tahanan Patih Waranggaseta.


Lalu keesokan harinya di kerajaan giritunggal, Raja Sutabirawa panik dan kebingungan, sebab seribu prajurit yang dia perintahkan untuk menghancurkan Patih Waranggaseta beserta para pengikutnya, sampai sekarang belum juga datang.


Akhirnya Raja Sutabirawa mengutus beberapa prajurit untuk melihat situasi dihutan tersebut.

__ADS_1


Singkat cerita, saat prajurit prajurit itu tiba dihutan, tempat dimana peperangan itu terjadi, alangkah terkejutnya mereka karena melihat banyaknya prajurit giritunggal yang mati akibat terkena suatu jebakan atau perangkap.


Prajurit yang diutus tersebut mengira hal ini pasti sudah dipersiapkan terlebih dulu oleh lawannya.


Dan prajurit prajurit itu juga melihat bahwa senopati Sumantri telah tewas terlilit akar diatas sebuah pohon yang tinggi.


Tapi prajurit prajurit itu tidak melihat dimana sebagian dari para prajurit yang lain, padahal ada seribu prajurit yang menjalani misi ini, tapi yang mati tidak sampai seribu prajurit, lalu dimana sisanya.


Prajurit prajurit itu sangat penasaran sekali dengan situasi tersebut, mereka akan lebih jauh lagi menyisir hutan itu demi mendapatkan jawabannya.


Mereka prajurit prajurit itu sangat berhati-hati sekali dalam mencari informasi didalam hutan itu demi melaksanakan perintah dari Raja nya tersebut.


Tapi ternyata prajurit prajurit itu malah tertangkap oleh para pasukan Patih Waranggaseta.


Mereka dibawa menghadap kepada Patih Waranggaseta yang sedang berada ditempat persembunyian.


"Sangat berani sekali kalian datang kehutan ini, ada tujuan apa sebenarnya", Patih Waranggaseta bertanya pada prajurit prajurit itu.


"Ampun gusti Patih Waranggaseta, kami datang kesini diutus oleh yang mulya Raja Sutabirawa untuk mencari informasi tentang senopati Sumantri beserta para prajuritnya", salah satu dari prajurit itu menjawabnya.


"Baiklah, berhubungan kalian sudah datang kesini, jangan harap kalian bisa kembali lagi ke kerajaan giritunggal", kata Patih Waranggaseta.


Lalu prajurit prajurit itu langsung gemetar setelah mendengar perkataan tersebut, sebab mereka mengira, saat ini mereka akan dihabisi ditempat tersebut oleh Patih Waranggaseta.


Tapi dugaan mereka salah, ternyata Patih Waranggaseta hanya menahan mereka bersama para prajurit giritunggal yang lainnya.


Singkat cerita keesokan harinya lagi, Raja Sutabirawa semakin kebingungan, karena prajurit suruhannya yang untuk mencari informasi malah belum kembali juga dari hutan tersebut.


Raja Sutabirawa mencoba mengutus prajuritnya lagi untuk mencari tahu tentang yang terjadi dihutan itu.


Tapi hasilnya pun juga sama, prajurit yang diutusnya lagi tidak juga kembali ke kerajaan giritunggal.


Akhirnya Raja Sutabirawa sudah putus asa, dia sudah mengira bahwa senopati Sumantri dan para prajuritnya telah kalah.


Kini Raja Sutabirawa tertunduk lesu, karena kekuatan giritunggal sudah sangat lemah sekali sekarang ini, giritunggal sudah kehilangan banyak prajurit dan juga sudah kehilangan senopati terbaiknya yaitu senopati Sumantri.

__ADS_1


__ADS_2