PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
24. Kehebatan keris pusaka maha sura


__ADS_3

Kemudian disaat Raja Dasabirawa beserta Gusti Patih Linduaji ikut turun tangan dalam peperangan tersebut, para anak buah Saka sipembunuh Raja Jakabirawa banyak yang tewas karena kehebatan mereka berdua yaitu Raja Dasabirawa dan Gusti Patih Linduaji. Lalu para prajurit pengirim pesan dari Raja Dasabirawa sudah sampai dibanyuasri, dan mereka menyampaikan pesan kepada Pangeran Sutabirawa bahwa pembunuh Ayahndanya yaitu Raja Jakabirawa sudah diketemukan didaerah kerajaan himalaya, kemudian Pangeran Sutabirawa segera bergegas pergi kesana dengan para prajuritnya.


Disisi lain akhirnya Raja Dasabirawa maju menghadapi Saka sipendekar mata dewa yang telah membunuh saudaranya yaitu Raja Jakabirawa?


"He bajingan, akulah lawanmu!", Kata Raja Dasabirawa.


Akhirnya mereka berduapun bertarung habis-habisan antara Raja Dasabirawa melawan Saka. Dan Gusti Patih Linduaji, Beliau maju menghadapi Bodas yang sangat kuat, tapi Beliau bisa menekan Bodas dengan kemampuan bela dirinya, sedangkan Bodas tak hanya diam saja, dia juga berusaha membalas tiap serangan Patih Linduaji. Bodas berusaha membalas serangan Patih Linduaji dengan kekuatan seratus gajahnya, Patih Linduaji sangat kuwalahan menghadapi Bodas yang punya tenaga sekuat itu. Kemudian Patih Linduaji mengeluarkan kesaktiaannya yaitu ajian Singo Barong yang bisa menahan serangan sekuat apapun dari lawannya dan juga bisa jadi kekuatan penghancur bagi yang memilikinya. Lalu dengan ajian singo barongnya, Patih Linduaji bisa mengimbangi kekuatan seratus gajah milik Bodas. Pertarungan mereka sangat sengit, sampai-sampai tanahpun berguncang setiap Patih Linduaji dan Bodas saling beradu pukulan dengan kekuatan masing-masing. Lalu Bodas mengangkat sebuah batu besar yang berada disekitarnya dan melemparkannya kearah Patih Linduaji, tapi dengan ajian singo barong, Patih Linduaji bisa dengan mudah menghancurkan batu tersebut dengan hanya sekali pukulan hacurlah batu besar yang dilempar oleh Bodas itu. Kemudian Raja Dasabirawa yang sedang bertarung dengan Saka, posisi mereka berdua berimbang dari segi adu beladirinya. Lalu Saka mengeluarkan kekuatan mata dewanya, tapi apa yang terjadi, kekuatannya itu tak berpengaruh sama sekali pada Raja Dasabirawa karena Raja Dasabirawa memiliki ilmu watu aji yang sama seperti dimiliki oleh saudaranya yaitu mendiang Raja Jakabirawa. Kekuatan ilmu watu aji bisa membuat sang pemiliknya bisa menahan serangan sekuat apapun, sebab ilmu watu aji kekuatannya sama dengan ajian singo barong, cuma ilmu watu aji tidak bisa jadi ilmu penghancur seperti halnya ajian singo barong yang bisa juga jadi ilmu penghancur.


"Oh rupanya kau memiliki ilmu watu aji juga!", Kata Saka pada Raja Dasabirawa.


"Jangan heran kau, aku satu perguruan dengan saudaraku mendinga Raja Jakabirawa yang telah kau bunuh!", jawab Raja Dasabirawa pada Saka.

__ADS_1


"Jika kau, seorang Raja Dasabirawa tak mempan oleh kekuatan mata dewaku, tapi apa kau bisa menahan serangan dari pusaka milik saudaramu ini?!", Saka akan mengeluarkan pusaka saktinya.


Akhirnya dikeluarkanlah keris pusaka maha sura oleh Saka yang dia ambil dari mendiang Raja Jakabirawa yang telah dibunuhnya.


Dan keluarlah api yang menyala-nyala pada keris pusaka maha sura itu. Lalu Raja Dasabirawa yang melihatnya nampak was-was akan kesaktian keris pusaka tersebut.


Kemudian Saka tidak segan segan menghempaskan keris pusaka maha sura kepada Raja Dasabirawa. Raja Dasabirawa terdesak oleh serangan Saka yang menggunakan pusakanya keris tersebut. Akhirnya Raja Dasabirawa mengeluarkan kesaktiaannya yaitu ajian Bayu Bajra yang bisa mendatangan angin ribut disekitarnya untuk menahan serangan semburan api dari keris pusaka maha sura milik Saka. Kemudian disisi lain Patih Linduaji masih bertarung dengan Bodas, bodas yang punya tenaga sekuat seratus gajah, dia diimbangi oleh kekuatan Patih Linduaji dengan kesaktiannya yang bernama ajian singo barong. Mereka berdua masih sama-sama kuat meski sudah sama-sama terkena pukulan satu sama lain. Bodas makin beringas dibuatnya, dia merasa ternyata ada kesaktian yang bisa menandingi kekuatan seratus gajahnya. Lalu diposisi yang lain, Pangeran Gunawijaya yang sedang melakukan perjalanan menuju kedaerah himalaya ia sudah memasuki hutan kawasan himalaya.


"Baguslah kalau kita cepat sampai dihimalaya", Jawab Pangeran Gunawijaya pada Kedasih dengan nada berwibawa.


Kemudian pertarungan Gusti Patih Linduaji melawam Bodas terjadi sangat menegangkan, mereka berdua saling serang satu sama lain, Bodas berusaha mencabut sebuah pohon besar yang ada disekitar situ untuk menyerang Patih Linduaji, tapi meskipun Patih Linduaji diserang menggunakan sebuah pohon besar, Beliau tak terluka sama sekali karena ajian singo barongnya itu. Kemudian Patih Linduaji tak tinggal diam, akhirnya Beliau menghempaskan tenaga dalam dari ajian singo barongnya hingga membuat pohon besar yang digunakan Bodas untuk menyerang dirinya hancur berkeping-keping karena hempasan tenaga dalam dari ajian singo barong milik Patih Linduaji. Bodaspun nampak sedikit ketakutan melihat hebatnya ajian singo barong tersebut. Disisi lain Raja Dasabirawa yang mengeluarkan ajian bayu bajra untuk melawan kesaktian dari keris mahasura, Beliau berhasil mendatangkan angin ribut yang luar biasa, sehingga membuat suasana disekitarnya nampak ricuh dan bergemuruh. Dan api dari keris maha sura milik Saka yang menyambar-nyambar seakan ingin membakar segalanya yang berada disekitar situ. Lalu Sakapun menghempaskan keris maha sura itu kepada Raja Dasabirawa, tapi Raja Dasabirawa yang mengeluarkan ajian bayu bajra bisa menahan semburan api yang keluar dari keris maha sura. Akhirnya terjadi adu dua kekuatan besar antara kekuatan angin dari ajian bayu bajra milik Raja Dasabirawa melawan semburan api dari keris maha sura milik saka sipendekar mata dewa. Kemudian diposisi lain Pangeran Sutabirawa mempercepat laju perjalanannya menuju himalaya untuk segera menghacurkan Saka ketua pendekar aliran hitam sipembunuh Ayahndanya tersebut. Kemudian pertarungan antara Bodas melawan Patih Linduaji terus berlangsung, meski Bodas berkali-kali terkena hempasan tenaga dalam dari ajian singo barong milik Patih Linduaji, dia sama sekali tidak terluka sedikitpun. Patih Linduaji yang melihatnya sangat heran ternyata ada seseorang yang sekuat dan sehebat ini, baru pertama kali ia melawan orang yang seperti ini. Akhirnya Patih Linduaji mengeluarkan ajian pamungkasnya yaitu ajian Segoro Geni. Lalu keluarlah api yang berkobar berbentuk bola api dari kedua telapak tangan Patih Linduaji.

__ADS_1


Bodas yang melihatnya langsung terkejut dan bertanya-tanya dalam hatinya? "ilmu apa itu yang dimilik Patih Linduaji".


Patih Linduaji terus mengerahkan tenaga dalamnya guna untuk menggunakan ajian segoro geni yang ia miliki, api yang menyala-nyala dari kedua telapak tangannya makin berkobar. Situasi dimana Patih Linduaji bertarung melawan Bodas sangat menguntungkan bagi Patih Linduaji karena ia memiliki kekuatan serangan jarak jauh seperti ajian segoro geni. Bodas tak tinggal diam, dia segera melemparkan batu-batu besar yang berada disekitarnya untuk menyerang Patih Linduaji, tapi batu-batu besar itu bukan jadi ancaman bagi Patih Linduaji karena hanya dengan sekali serangan saja menggunakan ajian segoro geni, batu-batu besar yang dilemparkan oleh Bodas hancur berkeping keping. Bodaspun makin ketakutan melihat kehebatan ajian segoro geni milik Patih Linduaji.


"Kurangajar!, Hebat sekali ajian itu, aku harus bagaimana untuk menghadapinya, jika aku sampai mendekat, tamatlah riwayatku oleh ajian itu!?", Kata Bodas dengan perasaan was was.


Lalu dipihak lain Raja Dasabirawa terus beradu kesaktian antara ajian bayu bajra melawan kekuatan keris maha sura milik saka. Tapi apa yang terjadi disaat kedua kekuatan hebat itu saling beradu, ternyata ajian bayu bajra yang bisa mengeluarkan angin ribut malah membuat api yang disemburkan oleh keris maha sura menjadi makin besar dan malah makin berkobar-kobar.


Raja Dasabirawapun nampak bingung dibuatnya!


"Sial!, Kenapa kekuatan keris maha sura makin bertambah besar, kalau seperti ini terus bisa-bisa aku sendiri yang akan terkalahkan", kata Raja Dasabirawa yang penuh kekhawatiran.

__ADS_1


Raja Dasabirawa sangat tersudutkan oleh serangannya sendiri, Beliau terus berjibaku dalam pertarungan tersebut. Disisi lain Bodas sangat terdesak oleh kekuatan ajian segoro geni yang Gusti Patih Linduaji keluarkan, Bodas seakan-akan mati langkah untuk bisa menyerang Patih Linduaji. Sedangkan para anak buah Saka yang lainnya telah banyak yang tewas oleh serangan para prajurit gabungan dari kerajaan himalaya dan giriseta.


__ADS_2