PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
28. Tangan kanan begawan Winara


__ADS_3

Kedasih yang terlihat mempesona membuat hati jamiko bergetar, tapi dia sadar bahwa Kedasih adalah teman seperjuangan palindung Pangeran Gunawijaya. Tidak ada cinta didalam suatu perjuangan karena itu semua adalah misi yang wajib dijunjung tinggi bagi jatmiko.


"Maaf Kedasih, jika kedatanganku kesini mengganggu istirahatmu?", Kata jatmiko yang agak gugup menghadapi Kedasih.


"Ah!, tidak apa-apa akang, lagian saya juga sedang butuh teman karena dari tadi saya kesepian?", jawab kedasih dengan senyum manisnya.


Lalu Jatmiko berkata?


"Sebenarnya tujuan saya kesini untuk menyampaikan pesan dari Pangeran Gunawijaya untuk kamu?".


"Sungguh akang!, emang pesan apa yang Pangeran Gunawijaya mau sampaikan padaku?", Kata Kedasih yang sangat kegirangan jika ada seseorang yang mengatakan tentang Pangeran Gunawijaya padanya.


Ternyata pesan dari Pangeran Gunawijaya adalah semua para pengawalnya besok pagi diharap berkumpul dipendopo istana himalaya karena ada sesuatu yang penting akan Pangeran Gunawijaya sampaikan? Mendengar pesan tersebut raut wajah Kedasih jadi murung, sebab yang dia kira adalah pesan rahasia antara dirinya beserta Pangeran Gunawijaya saja, sebab sebanarnya Kedasih sudah menaruh hati pada Pangeran Gunawijaya dan ingin selalu berduaan denganya, tapi ternyata pesan itu untuk semua para pengawalnya bukan cuma buat Kedasih saja. Kemudian di lain sisi, Raden Mahesasangkala yang terkena panah sudah mendapatkan pengobatan dari tabib dan sekarang ia sudah dibawa kesuryaloka oleh Sanjaya dan Mandala, disana ia dirawat oleh kekasihnya yaitu Putri Kumalawijaya adik dari Pangeran Gunawijaya dan Pangeran Gunturwijaya. Semasa dalam perawatan ia menceritakan banyak hal pada Pangeran Gunturwijaya yang menyangkut masalah pemberontakkan yang akan dilakukan oleh Ayahdanya yaitu Adipati Burhansangkala. Keesokkan harinya dikerajaan himalaya para pengawal Pangeran Gunawijaya berkumpul dipendopo istana sesuai dengan pesan Pangeran Gunawijaya semalam. Didalam pendopo istana, Pangeran Gunawijaya memberi pengarahan pada mereka semua yaitu kedua senopati Balawarman dan Balamarwan, Pangeran Jatiwijaya, Jatmiko dan Kedasih. Pangeran Gunawijaya berkata agar para pengawalnya selalu kompak dan semangat dalam menjalani tugas yang diberikan oleh Kanjeng Ratu Roro Kidul, sebab tugas itu adalah tugas mulya demi keselamatan semua orang yang berada ditanah jawa, dan satu hal lagi didalam tugas ini yang jelas mereka akan selalu bertemu dengan musuh-musuh yang hebat diperjalanan, maka dari itu anjuran Pangeran Gunawijaya pada semua pengawalnya untuk bisa memanfaatkan waktu dikerajaan himalaya agar berlatih memperdalam beladiri maupun kanuragannya.

__ADS_1


Kemudian senopati Balawarman menjawab arahan Pangeran Gunawijaya?


"Ampun Pangeran, ini benar-benar arahan yang sangat baik, memang sebenarnya kami harus bisa mempersiapkan diri untuk lebih baik lagi, maka dari itu didalam latihan bela diri maupun kanuragan, kalau diizinkan biar hamba yang memimpin didalam latihan tersebut?".


"Baiklah senopati Balawarman, ini adalah usul yang sangat baik, saya mengizinkanmu untuk memimpin jalannya pelatihan bela diri maupun kanuragan ini", kata Pangeran Gunawijaya dengan nada berwibawa.


Tiba-tiba didalam perbincangan itu datanglah dayang istana menyampaikan pesan pada Pangeran Gunawijaya?


"Salam hormat hamba Pangeran Gunawijaya, hamba datang kesini diutus oleh Yang Mulya Raja Silendrawangi untuk menyampaikan pesan bahwa Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya ditunggu dipuri utama istana untuk jamuan sarapan pagi bersama?".


Akhirnya Pangeran Gunawijaya menutup perbincangan dengan para pengawalnya dan memerintahkan mereka semua untuk segera bergegas menghadap Raja Silendrawangi yang sedang menunggunya untuk sarapan pagi, lalu setiba disana Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya dijamu sarapan pagi oleh Raja Silendrawangi dengan menu masakan khas himalaya, dan mereka semua sangat senang dengan penuh rasa kebahagiaan bisa sarapan pagi bersama Raja Silendrawangi sekeluarga.


Kemudian disuryaloka, penasehat kerajaan yaitu Begawan Winara menyuruh tangan kanannya yaitu Soma dan Wiryo untuk memanggil Sanjaya dan Mandala yang berada diistana suryaloka agar segera menghadap padanya yaitu Begawan Winara karena ada hal penting yang akan Beliau sampaikan pada kedua pendekar tersebut yaitu Sanjaya dan Mandala. Sedangkan Soma dan Wiryo adalah pasukan prajaloka yang sangat berbakat hasil didikkan dari organisasi keprajuritan milik Begawan Winara yang bernama pasukan prajaloka. Satu pasukan prajaloka kekuatannya sama dengan tujuh pasukan biasa karena pasukan prajaloka dididik untuk menjadi prajurit atau pasukan khusus kerajaan suryaloka, dan pada saat itu Begawan Winara melihat bakat atau potensi yang luar biasa pada Soma dan Wiryo, akhirnya Begawan Winara mengangkatnya sebagai tangan kanannya yang sangat setia.

__ADS_1


"Salam hormat tuan Sanjaya dan tuan Mandala, perkenalkan kami adalah abdi setia Begawan Winara, saya adalah Soma dan yang bersama saya ini adalah Wiryo, kedatangan kami kesini diutus Beliau Begawan Winara untuk memanggil tuan tuan agar diharap datang ke tempat Begawan Winara berada", kata Soma dengan sopan mengundang Sanjaya dan Mandala.


"Oh, sungguh suatu kehormatan besar bagi kami bisa dipanggil seorang pembesar kerajaan seperti Begawan Winara, kalau begitu kami akan segera kesana", kata Sanjaya dengan rasa bangga.


"Kalau bagitu, mari kami antar kesana tuan-tuan?", jawab Soma dengan senyuman ramah pada Sanjaya dan Mandala.


Lalu mereka semua segera berangkat ketempat Begawan Winara, dan sesampainya disana Sanjaya dan Mandala dijamu dengan baik oleh Begawan Winara, kemudian sebelum Begawan Winara membicarakan tentang pokok persoalan, ia lebih dulu bercerita tentang asal-usul berdirinya organisasi keprajuritan miliknya yang bernama pasukan prajaloka. Sanjaya dan Mandala sangat menikmati pembicaraan tentang asal-usul berdirinya pasukan prajaloka dan tiba pada pokok permasalahannya akhirnya Begawan Winara membicarakan tentang kenapa ia memanggil Sanjaya beserta Mandala untuk datang kesitu. Lalu disisi lain Raden Mahesasangkala yang terluka kondisinya sudah agak membaik, ia ingin bertemu dengan kedua pendekar yang menolongnya yaitu Sanjaya dan Mandala. Kemudian Raden Mahesasangkala menyuruh prajurit untuk memanggilkan kedua pendekar tersebut, tapi ternyata kedua pendekar itu sedang tidak ada, mereka sedang berada ditempat Begawan Winara.


"Ya sudah prajurit, tidak apa-apa, mungkin mereka sedang ada keperluan penting ditempat Begawan Winara", kata Raden Mahesasangkala.


Kemudian ditempat Begawan Winara, Beliau sedang membicarakan tentang pokok persoalan pada kedua pendekar tersebut, yaitu Sanjaya beserta Mandala, Beliau menginginkan Sanjaya dan Mandala menjadi bagian dari abdi setianya, karena Beliau melihat kedua pendekar itu mempunyai bakat yang hebat, jadi pantas dijadikan sebagai abdi setia atau tangan kanan Begawan Winara.


"Maaf kanjeng Begawan, bukan maksud kami berdua menolak permintaan kanjeng, cuma kami sebenarnya kesini dalam rangka melaksanakan misi yang telah Pangeran Gunawijaya berikan, jadi kami tidak berani mengambil keputusan diluar kehendak Pangeran Gunawijaya", Kata Sanjaya pada Begawan Winara.

__ADS_1


"Tidak apa-apa tuan, sebab dengan menolak tawaranku kalian telah menunjukan diri akan suatu pengabdian yang setia pada Pangeran Gunawijaya, saya merasa salut pada kalian berdua", jawab Begawan Winara pada Sanjaya.


Kemudian dikadipaten karang menjangan, Adipati Burhansangkala sangat kecewa dengan putranya yaitu Raden Mahesasangkala, Beliau tak habis pikir bahwa putranya ternyata tidak mendukung aksi pemberontakkannya kepada kerajaan suryaloka, putranya tersebut lebih memilih membela suryaloka ketibang mendukung aksi Ayahndanya. Dengan kaburnya Raden Mahesasangkala kesuryaloka membuat Adipati Burhansangkala semakin geram pada putranya tersebut, Beliau tahu bahwa sebanarnya yang membantu atas pelarian Raden Mahesasangkala itu adalah putrinya yaitu Putri Galuhsangkala, tapi meski begitu, Adipati Burhansangkala tidak bisa berbuat apa-apa meski Beliau sangat marah pada putrinya tersebut yang telah membantu saudaranya untuk melarikan diri, sebab Putri Galuhsangkala adalah anak kesayangan Adipati Burhansangkala, Beliau sangat menyayangi putrinya itu melebihi sayangnya pada dirinya sendiri.


__ADS_2