PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
117. Perubahan strategi para kesatria


__ADS_3

Kemudian saat Putri Senjabirawa mendengar bahwa kakaknya, yaitu Pangeran Sutabirawa dibebaskan dari tahanan, maka dia segera menemuinya.


Waktu itu, saat Pangeran Sutabirawa bertemu adiknya, yaitu Putri Senjabirawa, dia langsung meminta maaf pada adiknya tersebut.


Pangeran Sutabirawa meminta maaf atas kesalahannya dulu, sewaktu dia memenjarakan adiknya itu tanpa sebab, di penjara giritunggal.


Lalu melihat kakaknya yang sangat tulus meminta maaf pada dirinya, akhirnya Putri Senjabirawa memaafkannya dengan sepenuh hati.


Kemudian, Pangeran Sutabirawa menitipkan istri dan juga anaknya kepada adiknya, yaitu Putri Senjabirawa.


Sebab dalam perang nanti, Pangeran Sutabirawa tidak tahu dirinya akan selamat ataupun tidak, maka dari itu, dari sekarang, dia menitipkan istri dan juga anaknya pada adiknya tersebut.


Dan Pangeran Sutabirawa juga berpesan, bahwa yang pantas suatu saat menjadi penguasa giritunggal adalah adiknya itu, karena adiknya tersebut, meskipun perempuan, dia mempunyai jiwa kepemimpinan yang tinggi, karena kebaikan dan ketegasannya mewarisi sifat dari mendiang ayahnya, yaitu Raja Jakabirawa.


Setelah pertemuan itu dengan adiknya tersebut, Pangeran Sutabirawa segera berkumpul dengan para kesatria, untuk membahas masalah peperangan yang akan terjadi.


Dalam perkumpulan para kesatria kesatria hebat tersebut, Pangeran Sutabirawa mendapat komentar pedas dari kanjeng abdipranata suryaloka, atau biasa dipanggil dengan sebutan begawan Winara, seorang penasehat kerajaan suryaloka.


"Apakah seorang penjahat negara bisa dipercaya lagi, meskipun dia sudah dibebaskan", komentar begawan Winara yang menyinggung Pangeran Sutabirawa.


Kemudian Pangeran Sutabirawa berkata didalam acara perkumpulan para kesatria kesatria tersebut, dia berkata dengan lantang, bahwa tidak ada sedikitpun didalam hatinya untuk berniat buruk, yang ada hanyalah penebusan dosa atas kesalahannya waktu dulu, dan jika dia ingkar, dia siap di dihabisi dengan cara apapun.


Itulah sumpah Pangeran Sutabirawa dihadapan para kesatria kesatria hebat tersebut.


"Sudah sudah... Kita semua kawan, bukan lawan, maka dari itu, kita semua sebagai seorang kesatria harus saling mendukung satu sama lain, jangan malah saling menjatuhkan, karena tugas kita semua adalah berjuang bersama demi menyelamatkan tanah Jawa ini, bukan menyelamatkan salah satu negara", Pangeran Gunawijaya yang mencoba menenangkan kondisi yang sedang tidak menentu, didalam perkumpulan itu.


Beberapa hari kemudian di goa lowo gunung kelud, Raja iblis Kalazar sangat tidak sabar untuk segera menyerang suryaloka.


Padahal Kalazar sudah diperingatkan oleh ayahnya, yaitu begawan sakti Ludoyo, agar tidak keburu nafsu menyerang suryaloka.


Tapi Kalazar sangat keras kepala, dia diam diam memimpin pasukan untuk segera menyerang suryaloka.


Ternyata Kalazar sudah terhasut oleh anak buahnya yang bernama Bodas.


Bodas berhasil membuat Kalazar yakin dengan ucapannya, maka dari itu, Kalazar akan menyerang suryaloka secepatnya, tanpa memperdulikan nasehat ayahnya tersebut.

__ADS_1


Ternyata Bodas, sebenarnya adalah mata mata kerajaan suryaloka.


Bodas ditugaskan oleh kedua pembesar kerajaan suryaloka, yaitu Mahapatih Damarwijaya dan juga begawan Winara.


Kedua pembesar kerajaan tersebut menugaskan Bodas, agar menyusup dan bergabung dengan para pedekar aliran hitam, sejak jauh-jauh hari yang lalu.


Bodas sudah bergabung dengan para pendekar aliran hitam, sejak adanya mendiang Pangeran Muradwijaya, atau yang biasa dipanggil dengan sebutan sesosok misterius dikubu tersebut.


Setelah kematian Pangeran Muradwijaya, Bodas masih ditugaskan untuk menjadi mata mata di dalam kubu para musuh aliran hitam.


Selama ini tidak ada satupun yang mengetahui tentang identitas Bodas yang sebenarnya dikubu tersebut.


Kini Bodas berhasil memecah belah, antara Raja iblis Kalazar dan ayahnya yaitu begawan sakti Ludoyo.


Ternyata rencana memecah belah antara Kalazar dan ayahnya tersebut, adalah strategi para kesatria kesatria hebat.


Mereka waktu itu membahas strategi tersebut saat perkumpulan para kesatria di suryaloka.


Dan waktu itu, Bodas pun datang menghadiri perkumpulan tersebut.


Dia datang dengan berpakaian serba hitam, dan bertopeng.


Kemahiran Bodas sebagai mata mata atau intelijen, karena Bodas adalah salah satu pasukan khusus terhebat yang dimiliki kerajaan suryaloka.


Kehebatan Bodas sebagai pasukan khusus prajaloka, sebanding dengan Soma dan Wiryo.


Karena mereka bertiga, yaitu Bodas, Soma dan Wiryo adalah satu angkatan didalam pendidikan pasukan khusus tersebut.


Mereka bertiga lulus dengan predikat sebagai pasukan khusus terbaik waktu itu.


Dan akhirnya, kanjeng abdipranata suryaloka atau biasa dipanggil dengan sebutan begawan Winara, menjadikan mereka bertiga sebagai tangan kanannya.


Bodas yang bertugas sebagai mata mata, dia harus memecah belah antara Kalazar dan begawan Ludoyo, karena jika mereka berdua, yaitu Kalazar dan begawan Ludoyo masih bersatu dalam satu kekuatan, maka untuk bisa mengalahkan mereka, itu sangat mustahil.


Akhirnya dalam strategi tersebut, Bodas harus benar-benar bisa membuat Kalazar terpisah dengan ayahnya, yaitu begawan Ludoyo.

__ADS_1


Meskipun sehebat hebatnya Kalazar, tapi Kalazar adalah Raja iblis yang sangat bodoh, dia gampang sekali tersulut emosinya.


Maka hal itulah yang dimanfaatkan oleh Bodas, untuk bisa membuat Kalazar emosi, Bodas menghasutnya dengan seribu alasan.


"Tuanku, Raja iblis Kalazar, anda ini bukan anak kecil lagi, yang bisanya hanya diatur, anda sebenarnya juga harus punya keputusan sendiri, jangan bisanya hanya diatur-atur saja", kata Bodas pada Kalazar.


Dari hasutan itulah, Kalazar akhirnya bergegas menyerang suryaloka.


Dan akhirnya Kalazar terpancing juga, oleh strategi jitu para kesatria aliansi kerajaan.


Raja iblis Kalazar harus dihabisi di suryaloka, sebab para kesatria sudah merubah strategi mereka, yang awalnya akan menghabisi Kalazar di banyuasri, tapi kini, mereka malah memancing Kalazar supaya bergerak menyerang suryaloka.


Maka dari itu, para kesatria tak perlu repot-repot memburu Kalazar siraja iblis.


Waktu itu dikiranya Raja iblis Kalazar berada di banyuasri, yang sudah dikuasainya.


Tapi ternyata, Kalazar malah kembali ke gunung kelud, bergabung dengan ayahnya disana.


Maka dengan segera, para kesatria harus merubah strategi pembantaian Kalazar.


Raja iblis Kalazar sangat sakti mandraguna, dulu kesatria sekelas Pangeran Gunawijaya saja, sangat kesulitan untuk mengalahkan Kalazar.


Apa lagi jika Kalazar bersatu dengan ayahnya, yaitu begawan sakti Ludoyo, bisa bisa malah tidak akan ada yang bisa mengalahkannya.


Maka dari itu, strategi perpecahan atau memecah belah pihak lawan harus dijalankan.


Strategi tersebut sebenarnya adalah usulan dari kanjeng abdipranata suryaloka, atau biasa dipanggil begawan Winara.


Dengan strategi itu, banyak para kesatria yang sangat setuju, karena mereka menganggap strategi itu sangatlah efektif sekali, untuk meminimalisir korban perang juga.


Sebab kedua kekuatan besar akan terbelah satu sama lain, kedua kekuatan besar itu ialah, Raja iblis Kalazar dan begawan sakti Ludoyo, sang pemilik jurus kalamurka.


Jadi strategi para kesatria sekarang ini, mereka membagi dua kubu.


Kubu pertama dipimpin oleh panglima perang Mahapatih Damarwijaya, mereka bertugas menghabisi Kalazar di suryaloka.

__ADS_1


Kubu kedua dipimpin oleh panglima perang Pangeran Gunawijaya, mereka bertugas menahan pergerakan begawan sakti Ludoyo di gunung kelud, agar begawan Ludoyo tidak bisa menyusul atau membantu putranya, yaitu Kalazar, yang akan dihabisi di suryaloka oleh para kesatria aliansi kerajaan.


Dalam strategi tersebut, tugas Pangeran Gunawijaya hanya menahan begawan Ludoyo saja, sebab hanya Pangeran Gunawijaya yang sanggup menjalankan tugas ini.


__ADS_2